Namaku
Sandara Putri tapi biasanya orang-orang memanggilku putri , aku anak ke 1 dari
3 bersaudara. Saat ini aku bekerja paruh waktu di perusahaan kosmetik di
Jakarta dan sangat ingin bersekolah kembali dan disinilah awal ceritaku
dimulai..
MASA
ORIENTASI SISWA (MOS)
Namanya
Andrea Tomi Silalanu, dia judes,jutek,songgong,penyuruh,pemarah dan semuanya
jelek-jelek ada di dia semua dan dia adalah kakak kelasku yang akan
meorientasikan siswa baru di kampus kami di Jakarta. Awalnya aku benci sekali padanya
bagaimana tidak hari pertama aku mos sudah disuruh berlari keliling lapangan 7
puteran tanpa boleh berhenti seperti diktator kelas kakap. Oke mungkin
kelihatannya aku lebay, tapi serius dia sangat nyebelin. Tapi senyebelin
nyebelinnya dia orang-orang pada suka dan tergila-gila padanya, entah apa yang
mereka lihat darinya. Oke dia memang kaya raya lebih tepatnya anak orang kaya,
anak pengusaha yang mempunyai mall,hotel di seluruh indonesia, restauran, dan
perusahaannya di berbagai negara yang setiap hari bawa mobil sport berwarna
hitam, dan katanya sih ya dia ganteng banget. Oke dia emang ganteng sih tapi
tetap saja aku sangat sangat benci dia dan dia selalu menjadi yang nomor satu
diantara teman-temannya, kalo kalian fikir teman-temannya mau mengikuti
perintahnya kalian salah besar justru kedua temannya itu tidak mau menjadi
pesuruhnya karena mereka sederajat anak orang kaya.
Namanya Raditya Anugrah dia adalah playboy
kelas kakap di kampus kami dia di juluki
si cassanova oleh semua orang karena dia selalu berkencan dengan banyak wanita,
termaksud orang paling ganteng juga di kampus kami dan dia anak dari pengusaha
kontruksi bangunan, batu bara dan mempunyai mini hotel di Anyar. Dia membawa
mobil sport berwarna orens hitam, gaya rambut yang selalu di jambul dan kadang
berponi dengan tinggi dan badan yang atletis dan sama nyebelinnya kaya Tomi.
Terakhir dia adalah Calvin Amarananui
ibunya seorang aktris terkenal dan ayahnya seorang dokter dan pemilik rs di
Jakarta, rahasia kelahirannya pun dirahasiakan oleh ibu dan ayahnya sehingga
dia tumbuh menjadi anak yang kaku,dingin, dan masa bodoh terhadap sesuatu hal
tetapi dia lah orang yang paling baik
diantara Tomi dan Radit dan dia selalu
membelaku ketika mos berlangsung, karena dia selalu membelaku dihadapan
teman-temannya tumbuh perasaan suka ku padanya mungkin aku sudah jatuh cinta
kepadanya. Dia juga termaksud anak orang kaya dan membawa mobil sport berwarna
putih.
“ HEY, Mengapa kau telat datang lagi “
seru Tomi kepadaku setengah berteriak
“ Maaf ka aku kesiangan dan macet pula “
seruku menunduk
“ Kalo gitu segera membersihkan wc eh
tidak menyapu halaman,lari saja sana “ teriaknya
Tapi aku hanya melongo
“ Hey Tomi jangan terlalu keras dengan
Dara “ sapa Calvin pada sahabatnya yang membuatku kagum pada sahabatnya itu
“Apa yang kau katakan, aku hanya...oh
baiklah jika aku terlalu kelas, ok Dara nanti malam kamu harus mau makan malam
bersamaku dan itu hukuman yang harus kamu jalani “ Tomi membalas
Lalu
“nanti malam aku jemput kerumahmu “ dengan
berlalu pergi begitu saja
“ kekekenapa dia, dari mana dia tahu
rumahku “ sahutku yang masih heran
“ sudah sana pergi ketempat yang lainnya “
kata ka Calvin
Kemudian datanglah Radit dengan kedua
perempuan di samping kiri dan kanannya
“ sepertinya dia menyukaimu “ kata ka
radit sambil tersenyum padaku dan aku hanya pergi berlalu
Sepulang kuliah aku bekerja terlebih
dahulu sebelum pulang ke rumah
“ apa !!” seru sahabatku yuki sekaligus
partner kerjaku
“ iya dia mengajakku makan malam,
bagaimana ini . Aku sangat sangat membencinya, kamu tahu kan yuki bagaimana dia
mengerjaiku selama ini “ curhatku pada sahabatku itu
“ mungkin dia ingin meminta maaf atas
sikapnya padamu selama ini ? “ balas yuki juga binggung
“ eh, eh kalian ini sedang apa ! bekerja
yang benar jangan mengobrol terus “ teriak bos kami dan seketika itu kami diam.
“ PERMISI ! “ Teriak seseorang , aku dan
yuki hanya betatap muka ketika Tomi dan kawan-kawan menerobos masuk ketempat
kerjaku ini
“ Siapa kalian, mau apa datang kemari ?”
tanya bos kami kepada ketiga orang itu
“ Maaf tuan kami ingin bertemu dengan Dara
saja “ jawab Tomi arrogan
Tapi bos ku hanya melotot ke arah mereka
“ aduh gawat “ raungku dalam hati
“
iya kami mau beli kosmetik, kemarin dara menawarkan produknya pada kami
dan kami berniat untuk membelinya sekarang “ Radit berkata dengan kalem sambil
melihat kearah yuki
“ tapi kami tidak menjualnya disini, asal
kalian tahu ya kalo kalian mau membeli kosmetik melalui resep dokter saja ! “
jawab bos kami
“ kami membeli dalam partai besar pak “
Calvin berkata sambil tersenyum
Lalu bos kami itu pun tertawa “hahaha”
Ternyata dari tadi bos kami menahan tawa
di balik kesinisannya pada Tomi and geng itu
“ Dara, silahkan layani tamu ini ya.
Ingat, pembeliannya yang umum saja jangan yang memakai resep dokter “ kata bos
kami lalu beranjak pergi meninggalkan kami
“ baiklah tuan-tuan kalian mau pesan apa
saja, disini kami memiliki ...” belum selesai aku berkata si Tomi sudah
memotong perkataanku
“ oh oh oh, jadi ini tempat kerjamu dara”
Tomi memandang kesekitar sambil tersenyum sinis tapi aku tidak memperdulikannya
“ nama kamu siapa “ sapa radit pada yuki
yang langsung membawa aura memikatnya, untunglah yuki langsung membuang muka
mungkin sudah tahu dengan radit yang playboy ini karena setiap hari aku selalu
bercerita padanya
“ dia sahabatku namanya yuki “ kataku
terus terang
“ yuki ini radit yang tadi menanyaimu, dan
ini calvin kaka senatku yang baik lalu yang ini kau bisa tahu lah betapa
kejamnya dia “ sahutku pada yuki
“ hallo aku yuki sahabat dara sejak sma “
sapa yuki pada tomi and geng
“ ah sudahlah, aku tidak ingin membuang
waktuku yang berharga ini, pokoknya nanti malam jam 8 aku jemput kamu di
rumahmu dara dan berikan nomor ponselmu padaku “ Tomi berkata padaku
“ Kau seperti penodong saja kawan “ Calvin
berkata dengan tersenyum
“ tidak! Tidak akan ku beri tahu nomor
ponselku :p” sahutku
“ kau,kau ini.. oke aku akan komplain pada
bos mu tentang pelayanan yang tidak mengenakan ini” ancam Tomi
“ hey sudahlah, ayo kita pergi” Radit
berkata sambil mengedipkan mata pada yuki
“tunggu,kita harus membeli kosmetiknya
sebelum pergi”kata Calvin pengertian
“ ah beli saja semua yang dipasarkan hari
ini “ tantang Tomi sambil matanya menatap tajam padaku
“dasar,anak orang kaya” batinku
“baiklah tuan tomi ini nomor ponselku
089660xxxxxx dan aku mempunyai satu syarat untuk makan malam kita nanti”
“ apa itu “ tantangnya
“ aku ingin yuki juga ikut dengan kita
nanti, kalo perlu kita double or triple date saja untuk apa kita berduaan saja”
“ tidak !!” jawabnya setengah berteriak
“ kau tenang saja dara,aku akan ikut
dengannya nanti malam” senyum Radit padaku
“ aku rasa, aku tidak perlu ikut” Calvin
berkata sambil menguap, sepertinya ia mengantuk dan selalu mengantuk
“ ok kita pergi sekarang dan ini cek untuk
membeli kosmetik apa saja “ jawab tomi mengasihiku uang seratus juta dan aku
juga yuki hanya terbngong bengong melihat cek itu
“ kamu gila !” jawabku tapi mereka bertiga
sudah pegi berlalu
“ lalu bagaimana dengan kosmetik yang
sudah mereka beli dara “ tanya yuki padaku
“ entah, mungkin besok akan aku bawa
ketempat kuliah “ desahku keberatan pada sahabatku itu.
Malam hari pun tiba, aku diberi tahu oleh
Tomi kalau Radit tidak bisa datang karena sakit lalu aku berkata karena sudh
malam dan tidak membuang waktu agar Tomi langsung saja ketempat makan tanpa
perlu menjemputku, itu alasan agar orangtuaku tidak marah kalo aku membawa
laki-laki kerumah aku sangat takut pada orangtuaku , aku takut dimarahi
saja.Lalu aku naik taksi bersama yuki ke restoran yang ternyata sudah Tomi
booking semua, jujur saja suasananya sangat canggung, walaupun aku memakai
dress berwarna merah dan berdandan seperti tidak biasanya tapi rasa canggung
itu ada, apa lagi ketika aku datang Tomi melihatku terus menerus dan tersenyum
apa mungkin dia terpesona olehku tapi ketika dia melihat yuki, langsung
cemberut padahal yuki juga tidak kalah cantik memakai gaun pink senada dengan
warna kulitnya yang putih. Setelah makan malam dia mengantar aku dan yuki
pulang kerumah masing-masing, aku sengaja mengambil tempat duduk dibelakang
bersama yuki dan dia di depan menyetir mobil sport hitamnya seperti seorang
supir haha rasakan itu.
“ aku duluan ya dara, makasih ya ka tomi
atas makan malamnya ini “ sahut yuki yang kemudian pergi menutup pintu mobil
Lalu tinggal aku dan dia berada di dalam
mobil
“ hey kamu masih mau duduk dibelakang dan
memperlakukan aku seperti supir” teriak Tomi padaku kemudian aku segera pindah
kekursi depan
“ maafkan aku tomi, aku tidak bermaksud
menyinggung perasaanmu” jawabku sekenanya
“ kamu sudah menyinggung perasaanku, kamu
tahu aku hanya ingin makan malam berdua denganmu tapi kenapa kamu mengajak
temanmu itu ! “ teriak Tomi
“ aku minta maaf “ ulangku
“ aku sudah membooking restauran itu untuk
kamu tapi yah sudahlah “ jawabnya lalu menstater mobilnya dan menyetir dengan
kecepatan tinggi. Aku hanya bisa diam melihatnya yang sedang marah padaku tanpa
berani bicara lagi.
Sesampainya dirumah
“ Dara diantar siapa kamu” kata ayah
serius
“ teman yah “ jawabku sekenanya dan pergi
ke kamarku lalu aku mendengar percakapan ibu dan ayahku yang menyebut anaknya
sudah dewasa dan cowo yang membawa mobil itu anak orang kaya jadi pantas untuk
bersama putri mereka.
Keesokan
harinya
Aku
membawa kembali cek kemarin pemberian Tomi dan ingin meminta maaf juga atas
kemarin malam dan aku melihat dia bersama kedua temanya sedang asyik berbincang
di bawah pohon ,
“
Tomi maaf ya kemarin malam gue udah ngelakuin kesalahan sama lo” kataku
“
ko kamu ga pangil aku kamu aku kamu dan kakak juga” katanya refleks
“
loh kenapa gue harus panggil lo kakak, kan mos udah berakhir” kataku sambil
memberikan cek yang kemarin dia berikan
“
apa ini, gue kan udah ngasih ke elo” dia tersenyum sinis dan melecekan cek itu
dan melemparkannya ketong sampah terdekat sementara kedua temannya hanya
tertawa
“
hey ! apa apaan lu ngebuang cek itu” teriakku lalu bebicara lagi “ itu kan
uang” aku berkata pelan
“
huh, buang saja jika lu nga mau , bagi gue
uang segitu ga ada artinya”
Dan
aku hanya bisa melotot tajam kearahnya
“
oiya lu minta maaf ga tulus banget sih Dara” sahutnya kemudian
“
oke sekali lagi gue minta maaf “ aku berkata sambil tersenyum memamerkan gigi
dan mata melotot
“
oke tapi ada syaratnya biar gue mau maafin lu”
“
apa itu ?”
“
jangan pangil lu gue dan panggil aku kakak mengerti “
Aku
semakin kesal aja dibuatnya mengapa dia mempermasalahkan harus memanggil apa,
aku mendesah sebal
“
kak Calvin, ( sambil tersenyum), kak Radit aku duluan ya ada mapel soalnya” tersenyum
dan pergi berlalu sementara Tomi bengong dan beteriak “ Hey mengapa kau
memanggil kakak pada mereka sedangkan padaku tidak “ dan segera menyusulku tapi
aku berlari sampai kelas lalu dia berhenti mengejarku.
1
jam kemudian
Ketika
dosen ga datang dan kami mahasiswa terpaksa harus istirahat, inilah yang anak
kuliahan paling benci yaitu menunggu dosen datang entah kapan dan harus cari
kegiatan sendiri.
“
Dara kamu sedang mengerjakan apa?” sapa teman kulliahku bernama Andin lebih
tepatnya partner ketika mos
“
ini loh ndin kan lumayan kan kalo kita belajar sebelum dosen menjelaskan pada
kita, agar nanti pas dosennya jelasin jadi ngerti gitu” aku tersenyum pada
temanku itu
“
ah sudah lah dara, aku laper hayu kita sarapan ke kantin saja ya “ Andin
menarikku keluar dari kelas yang sudah kosong itu
“
tapi kan disana ada Tomi and geng “kataku kemudian tapi Andin tidak perduli dan
terus menarikku sampai kantin,
Kantin
di kampus kami terbilang mewah karna memiliki chef dari paris dan makanannya
pun terbilang mahal , jika aku terus makan di kantin maka uangku akan cepat
habis tapi digandrungi banyak anak muda di kampus kami seperti cafe.
Sesapainya
di kantin benar saja Tomi sedang makan bersama temanya itu dan langsung
berhenti makan tatkala melihatku berjalan memasuki kantin, lalu aku duduk
bersama Andin dan tidak melihat ke arah Tomi lagi tapi tahu-tahu dia sudah ada
di sebelahku, memegang tanganku,menyuruhku berdiri dan merangkul pundakku
“
PERHATIAN”teriaknya, aku hanya bisa diam
“
Sandara, maukah kau menjadi pacarku “ dia berbicara padaku dan mata semua orang
langsung melihatku tak percaya
“gue..gue
“ aku terbata bata sambil melihat kearah Calvin yang mengangguk kearahku
sementara dia masih tak suka aku ngomong dengan aksen bahasa gue karena alisnya
mengkerut
“
baiklah gue mau jadi pacar lo “ aku berkata kemudian dan banjir tepuk tangan
pun tatkala mengiringi Tomi yang mencium pipiku di depan semua orang
“
selamat ya “ sahut ka Radit padaku dan Tomi, tapi aku melihat Calvin pergi dari
kantin,
‘ oh apakah aku
sudah melakukan hal yang benar menerima cinta Tomi ini ‘ sahutku dalam
hati
“
oke kalian bisa pesan apa saja dan aku yang bayar semuanya “ Tomi berkata
sambil tertawa dan akupun harus ikut ikutan tertawa melihatnya
Aku pacaran dengan Tomi tapi tetap
saja dia selalu berteriak padaku, sangat protektif dan sangat sangat cemburu
pada siapa saja yang mendekatiku entah itu teman,dosen,petugas kebersihan
hingga Radit sahabatnya sendiri pun dia cemburu. Dan dia sangat ambekan ,
selalu ngambek jika aku tidak mengikuti keinginannya. Tak terasa sudah 6 bulan
kami pacaran, aku tidak bisa melupakan Calvin sebenarnya . Calvin harus pergi
ke Paris bersama tunangannya kak Micell seorang disigner muda entah kapan
Calvin kembali setelah 6 bulan pergi . ya, dia sudah memiliki tunangan rupanya
sejak SMA tapi entah hubungan mereka sejauh ini seperti kakak beradik saja, aku
hanya diceritakan oleh pacarku tentang hubungan Calvin dengan Tunangannya itu,
hatiku sebenarnya sakit, hancur mendengar dia sudah punya tunangan tapi apa
yang harus dikata aku juga bahagia karena sudah memiliki pacar seperti Tomi
yang songgongnya nauzubilah.
“
dia akan segera kembali “ Tomi kemudian bekata tiba-tiba
Kami
saat itu sedang menonton pertandingan basket , adik lelakiku adalah atlet
basket dan kami sedang menontonnya bermain basket bersama yuki dan radit.
“
maksudmu Calvin “ Radit tertawa
“
yoi bro, dia kemarin ngirimin gue email katanya mau pulang secepatnya” Tomi
lalu memandangiku yang cengo
“
tutup mulut jelekmu itu “ Tomi lalu berkata sambil tertawa dan aku cemberut
“
kapan kak Calvin datang, apakah dia bersama tunangannya” tanya yuki pada Tomi
“
entah kaka juga ga tau ki” Kata pacarku sambil meletakan tanganya padaku,
Akhir
akhir ini kami memang selalu jalan berempat, walaupun ka Radit kadang selalu
membawa beberapa wanitanya tapi tetap yuki harus tetap ikut jalan bersamaku
karena aku ingin bersenang-senang bersama sahabatku itu dan sepertinya yuki
menyukai ka Radit dan kak Radit juga perhatian padanya, tapi memang ka Radit
selalu baik dengan semua wanita sih , itu yang membuat sahabatku harus menahan
perasaannya sendiri
“
gol... tercetak gol” sahut pacarku sambil membuyarkan lamunanku dan akupun
tersenyum
3
hari berlalu seperti biasanya Tomi selalu bersikap protektif,cemburu dan
ambekan.
Kami
bertengkar melalui telpon selular karena aku terlalu sibuk dengan urusan
sekolah,kerja jadi aku lupa untuk memberinya kabar hari itu dan saat itu
setelah pulang kerja setengah hari aku sedang ada reuni sekolah sma ku hanya
dengan sahabat dekatku saja , kami siang itu janjian di depan halte sekolah dan
terus saja Tomi mengomel di bbm aku lelah dan membiarkannya saja.
“
akhirnya kita bisa reunian juga” kata yuki padaku
“
iya mumpung wiwi dan lila lagi ada di jakarta , mereka kan hanya 2 tahun sekali
pergi ke jakarta” kataku antusias
Tak
lama kemudian sinta,amel,lila datang ke halte depan sekolah kami hanya tinggal
menunggu wiwi datang
KRING,KRING,KRING..
(telpon ku berbunyi ) yaitu dari Tomi pacarku
“
Eh Dara hp lu bunyi mulu tuh dari tadi, angkat sana” kata lila mengomel
“
males ah paling orang itu lagi “ kataku dan hanya melihat hp itu berbunyi
“
Tomi ya ra “ yuki berkata
“
siapa tomi ? “ sahut sinta dan amel bebarengan
Ketika
itu juga mobil sport berwarna hitam berhenti di depan halte lalu disusul mobil
sport berwarna putih dan orens , ‘ aku melihat mobil Calvin ‘ batinku
Seketika
itu Tomi keluar dari mobilnya beserta teman-temannya juga , wiwi datang , lalu
tomi menarik tanganku membawaku ketempat orang-orang tidak bisa mendengar
ucapan kami dan teman temanku hanya bisa menelan ludah dan terpesona oleh mobil
di depannya dan tersihir olh kegantengan Radit dan Calvin
“
lepasin tanganku “ kataku
“
kamu ini apa apaan si! Kamu susah banget di hubungin, dan ini hari sabtu.
Seengaknya kamu luangin ke waktu kamu yang berharga ini buat aku !!!” ucapnya
“bagaimana
kamu tahu aku disini?” tanyaku lalu cepat-cepat aku berkata
“
aku minta maaf, aku hari ini ngak bisa ikut jalan-jalan sama kamu. Hari ini aku
ada reuni sekolahku dan teman-temanku sudah menungguku” aku berkata sambil
melihat raut mukanya yang marah
“
oh, jadi kamu lebih milih teman-teman kamu itu dibanding pergi sama aku iya “
“
bukan gitu maksudku” aku melihat kearah Radit dan Calvin juga teman-temanku
yang sedang tertawa
“
ok kamu pilih mau ikut aku atau kamu pilih pergi sama teman-teman kamu itu ?
hah”
“
maaf aku harus ikut dengan temanku” ketika mendengar ucapanku reaksinya
langsung pergi meninggalkanku dan menstater mobilnya lalu pergi dengan
kecepatan tinggi beserta kedua temannya yang mengikuti dari belakang
“
huhuhu siapa itu?”euforia teman-temanku
pada aku dan yuki yang sudah mengenal ketiga laki-laki itu
“
dia pacarku “ sahutku
“
oh terus yang mana pacar yuki” kata sinta
“
hehehe “ yuki hanya bisa tertawa
“
kenalin gue dong sama mereka ra “ kata lila kegenitan
“
iya ganteng banget dan mobilnya itu loh “ kata amel kemudian
“
dia kenapa kelihatan marah ra ?” tanya wiwi
“
biasalah ambekan” kataku dan merasa bersalah pada pacarku itu
Kami marahan hampir 2 hari, aku
sampai harus memohon-mohon pada Tomi supaya mau memaafkan aku dan dia mau
memaafkan dengan syarat
“
apa itu syaratnya” tanyaku lewat telpon
“
kamu harus menemaniku terus menerus” sahutnya
“
oke baiklah” kataku
“
iya kamu harus menemaniku berlibur ke bali “
“
hah apa BALI !!” aku berkata sambil setengah teriak
“iya
bali, kamu boleh mengajak yuki untuk ikut, besok aku jemput dirumahmu” balasnya
mengakhiri telpon
Aku
langsung bergegas merapikan pakaian ku yang akan ku bawa ke bali, karena dia
sudah pesan tiket pesawat untuk kami dan pada saat keesokan hari kami pergi pagi-pagi, aku kesal
juga dengan sikapnya yang selalu terus menerus bersikap seenaknya, masalahku
sekarang adalah bagaimana bilang ke orang tuaku bahwa aku akan berlibur dengan
pacarku ke bali dan bagaimana aku bilang ke bos ku bahwa aku akan berhenti
bekerja untuk beberapa hari juga bagaimana dengan kuliahku... AAAAA aku gila
memikirkan ini semua
Tiba-tiba
aku mendapat pesan dari bosku:
(Sandara
kau boleh berlibur sesukamu, aku sudah menemukan penggantimu dan yuki selama
kalian berlibur bersama, fighting ! )
Aku
merasa ini aneh sekali, ok masalah satu selesai,
“
Dara, mengapa kau menaruh bajumu di koper” tanya ibu ku tiba-tiba
“
iya bu, aku ada dinas pergi ke bali. Disana aku harus mempromosikan kepada
custumer” jawabku merasa tak enak hati karena sudah berbohong
“Lalu
bagaimana dengan kuliahmu? Kau seharusnya bicara terlebih dahulu dengan ayahmu”
tanya ibuku dan aku hanya menelan ludah
“
itu..itu “
Tiba-tiba
ada bbm dari Tomi:
(
kau tenang saja, aku sudah bilang ke tata usaha bahwa kalau kau akan cuti
kuliah selama 2 minggu ) seolah dia menjawab ke risauan ku sekarang
“
aku sudah ambil cuti mam 2 minggu”
“apa??
2 minggu ! “ tanya ibuku keheranan
Aku
hanya bisa mengangguk, lalu ibuku keluar dari kamarku dan dia berkata agar aku
harus bilang kepada ayahku, aku benci menjadi anak yang apa-apa harus dikekang
oleh orang tua, aku ingin sekali bebas dan bisa bebas dari situasi seperti ini.
Kemudian aku menelepon yuki dan menjelaskan semuanya...ZzzZz
Aku
kerumah yuki memakai taxi sekitar jam 7 pagi, memakai dres oblong berwarna ungu
dengan motif bunga-bunga beserta kacamata gaya berwarna coklat dan topi pantai
hehe, kami akan dijemput dirumah yuki jam 8 oleh ketiga pria itu, dia sangat
bersikeras agar dia menjemputku di rumahku tapi aku berhasil membujuknya agar
dia menjemputku di rumah yuki saja, dan tentunya yuki sangat antusias sekali
mendengar kami akan berlibur dibali selama dua minggu apalagi dia tahu bos
mengijinkan kami pergi syukurlah ..
Jarak
dari rumahku kerumah yuki tidak terlalu jauh hanya beberapa km, ketika aku
sampai yuki sudah bersiap-siap untuk pergi tapi tidak seperti penampilanku yang
mungkin nora ini, yuki memakai kaus lengan panjang dan celana jeans saja
“
loh ki kita mau kepantai loh” kataku
“
emang kenapa ada yang salah “ sahutnya sambil melirik penampilanku yang glamor dan
cemberut, memang dari dulu aku ini kalo soal pakaian memang fashionable dan
seksi tapi temanku yang satu ini sangat suka memakai kaus, kaus lengan panjang
dan kemeja ( aku juga suka si memakai kemeja) dan tidak suka memakai dress atau
hal lain kecuali ada acara-acara tapi aku belum pernah mengomentari yuki, karna
aku takut menyinggung perasaanya, mungkin baru kali ini
“
seengaknya lo pake kacamata lah ki, sama topi pantai. Lu punya kan ? “ kataku
tak ingin menyinggungnya
“
oh iya ya gue lupa, bentar ya gue ambil dulu hehe” sahutnya
Setelah
itu kami berbincang bincang sambil menunggu mereka datang
Karna
rumah yuki terdapat di belakang mall dan jalan masuk kerumahnya susah jadi mereka suruh tunggu di sana, aku dan
yuki menggeret koper yang lumayan besar menuju tempat parkir mobil.
“
hey ladies, udah siap” Tomi berbicara sambil tangan kanannya merangkul pundakku
dan tangan kirinya membawa koperku menuju bagasi mobil sportnya
Aku
melihat Radit yang tertawa melihat yuki,mungkin aku tahu mengapa dia tertawa
Dan
Calvin yang tersenyum melihatku melepaskan diri dari pelukan pacarku itu.
Aku
belum menanyakan kabarnya dan bagaimana dia ke paris, apa yang terjadi dsb..
Tapi
belakangan aku tahu kalo dia dan kak Micell tidak melanjutkan hubungan mereka
lagi tapi aku tidak tahu detailnya.
Perjalanan
dari rumah yuki ke bandara soekarno hatta memakan waktu 2 jam saja dengan
macetnya kota jakarta walaupun sudah memakai jalan tolpun nauzubillah..
“
kita berangkat pesawat yang jam berapa si! “ tanyaku pada Tomi yang kesal karna
dia selalu melihatku dengan matanya yang berwarna coklat itu
Radit
menertawaiku, aku perhatikan dia dari tadi ketawa terus. Sementra itu Yuki
cemberut saja karna dari tadi dia satu mobil dengan Radit.
“
Kita akan naik pesawat pribadi ra “ Calvin berkata sambil memakan permen
lolipop
“
apa ! pesawat pribadi “ jawab aku dan yuki bebarengan sementara Tomi
cengengesan saja.
Pesawat
pribadi ini sangat mewah dan nyaman . kebahagian yuki langsung bangkit kembali
, kami berfoto bersama di dalam pesawat, sarapan enak dan melihat pemandangan
yang luar biasa indah diatas ketinggian.
Perjalanan
dari Bandara SOETA ke Bandara I GUSTI NGURAH RAY juga selama 2 jam
Lalu
kami menuju ke hotel,
“
Selamat datang tuan Tomi” kata salah satu staff hotel dan aku binggung karna
staff hotel pada berjajar dipinggir kiri dan kanan kami seolah menyambut
kedatangan kami,aku sudah tak heran kalo hotel mewah di daerah kuta bali ini
miliknya, lalu kami menuju receptionis hotel untuk mendapat kunci kamar kami.
“
maaf tuan tapi kamar kosongnya hanya ada 4, semuanya penuh kami tidak mungkin
memaksa tamu vvip untuk pergi, maaf tuan “ Reseptionis itu berbicara sambil
menunduk
“
kau ! kau “ katanya menahan emosi
“
sudah lah aku bisa ko berbagi kamar dengan yuki” sahutku lalu dia tersenyum tipis
Dan
dia mengambil ke 4 kunci itu lalu membagikan kepada Calvin dan Radit
“
kau harus tidur denganku bukan dengan yuki” Katanya tanpa ekspresi
“
HEY ! APA KAU GILA” Kataku cemberut
Lalu
dia memberikan kunci hotel kepada yuki
“
tentu saja aku bercanda, dasar gadis bodoh” sahutnya sambil pergi berlalu
menyusul kedua temannya yang sudah beranjak pergi ke kamar masing-masing.
Setelah
aku berada dikamarku aku sangat senang karena jendela dikamar kami menghadap ke
laut, aku mengambil tempat tidur didekat jendela, tempat tidur kami ada dua
bagian di sudut kiri dan kanan dan yuki mengambil disudut lainnya, aku mandi
berendam karna rasanya badanku lengket semua dengan bathtub yang dipenuhi
bunga-bunga aku merasakan kenikmatan lalu setelah mandi aku tidur sampe sore,
yuki juga melakukan aktivitas yang sama.
Kami
sama-sama sepakat untuk selalu waspada dan mengunci pintu kamar hotel kami..
Jam
4 sore aku bangun, dan melihat di hp ku beberapa missed call tertera atas nama
Tomi , aku tersenyum dan melihat yuki sudah bangun sedang menonton tv.
“
tadi sekitar sejam yang lalu pacar lu datang kesini, ngedor-ngedor pintu dan nanyain
lu. Kayanya dia khawatir ra. Gue jadi kebangun gara-gara ka Tomi deh“ yuki
berkata padaku
“
hhm sory ya ki lu jadi kebangun, ayo kita liat pantai kebawah mumpung udah
sore, ngak terik kaya tadi siang. “ kataku
“
akhirnya ra, gue bisa juga keluar” sahutnya tertawa dengan memakai baju yang
sama, aku merasa risih juga melihat yuki
“
kenapa lo nga keluar aja sendiri pas gue lagi tidur” tanyaku kebingungan
“
nah itu gue rada takut juga pergi sendirian hehe” itulah yuki penakut dan
pemalu
AKU
TIBA JUGA DI PANTAI , aku main air laut maksudnya main itu kalo ada ombak
datang aku lari pas ombaknya kembali lagi kelaut aku kejar , itulah permainan yang paling seru
memang sih kaya anak kecil hehe.
“
Ra, lu ngak ngehubungin Tomi ? “ tanya yuki yang sedang berfoto-foto dengan
kamera nya sementara aku main pasir dengan menuliskan nama-nama dipasir
“
oiya, gue lupa” sahutku lalu bbm Tomi agar datang kebawah
“
yuki, ayo kita duduk di situ sambil berjemur” kataku setelah puas bermain, lalu
kami pun berjemur di kursi santai
Dan
kemudian Radit dan Tomi datang
“
hey ! kemana saja kau ini dasar tukang tidur” Tomi setengah berteriak padaku
“
Bisa enggak lu sekali aja ngak teriak
teriak di depan gue hah “ balasku juga
tak kalah meneriaki nya
SHIIIT
sahutnya kesal.
Lalu
Radit menarik Tomi dan membisikan kata-kata ke telinga Tomi
Tapi
aku masih bisa mendengar
“
Bro, bukan gitu cara memperlakuin cewe” kata Tomi
“
terus gimana, gue binggung pacaran sama dia” Tomi berkata kencang agar aku bisa
mendengarnya
Lalu
Radit membisikan sesuatu tapi aku tidak bisa dengar apa dan tahu-tahu tanganku
sudah ditarik oleh Tomi.
“
yuki, tolong mau dibawa kemana gue AAA lepasin gue “
“
Dara hati hati , pertahankan ...” yuki meneriakiku yang makin jauh
“
Bro gue serahin temennya sama lu” Tomi berkata menggeretku pergi
Sekilas
aku melihat Radit tersenyum.
Dia
menggeret tanganku pergi, kami hanya berjalan di pinggir pantai menjauh dari
keramaian banyak orang dan suasananya, yap suasananya memang sangat romantis,
pohon kelapa yang melambai-lambai di tiup angin, laut yang menyejukan mata
ketika kita melihat laut yang jernih serta sunset yang sebentar lagi akan
datang.
Kemudian
tiba lah kami ditempat yang dia tuju, lalu dia melepaskan tangannya dari
tanganku,
“
Dara, aku mengajakmu kesini agar kita bisa melihat sunset lebih dekat dan ada
sesuatu yang kita harus bicarakan berdua saja” Tomi memandangku begitulah kami
saling berpandangan dan berhadap-hadapan
“apa
itu” sahutku
“
Bolehkah aku tahu perasaanmu padaku sebenarnya” sahutnya sambil berlutut
dihadapanku
Terasa
jantungku berdetak kencang, dagdigdugdagdigdug perasaan yang tak pernah ku
dapat saat aku menyukai Calvin. Apa mungkin sekarang aku sudah jatuh cinta pada
Tomi dan apakah perasaanku pada Calvin hanya sekedar perasaan suka dan
menganggumi seseorang.
Lalu
ia berlutut dihadapanku, mengecup jari tanganku
“
Aku..aku” sahutku terbata-bata lalu dia berdiri mengecup keningku dan mata kami
berpandangan kembali
“
Aku sangat mencintaimu” kataku lancar sambil melihat kedalam matanya yang
memancarkan perasaan yang sama apa yang aku rasakan
Lalu
kemudian dia menarik tanganku untuk duduk , sepertinya dia sengaja agar aku
bisa melihat sunset
Tapi
ketika kami dudukpun kami tetap bertatap muka dan tahu-tahu saja dipantai yang
indah ini dengan suasana yang romantis ini,dan sunset. Kami berciuman untuk
pertama kalinya, lalu kami menghetikan ciuman kami saat matahari sudah
tenggelam seutuhnya.
“ Apa, lu ciuman sama Tomi” sahut yuki kaget
ketika aku menceritakan saat indah tadi sore
Aku
mengangguk sambil tersenyum
“
bukannya selama ini lu selalu menjaga agar hal semacam ini tidak terjadi? “
tanya sahabatku itu keheranan
“
yup, tapi beneran loh sepertinya dia serius ki. Kayanya dia emang jatuh cinta
sama gue dan gue juga udah jatuh cinta beneran sama dia ki “ sahutku sambil
merebahkan diri dikasur empuk
“ loh kalian bukannya saling benci, terus
gimana perasaan lu sama kaCalvin “
“
mungkin ini karma, tapi rasa yang gue dapet sama Ka Calvin ga seperti perasaan
gue sama Tomi” sahutku sekenanya
“
lalu apa yang terjadi saat gue pergi ninggalin lo “ tanyaku
“
dia bilang aku lebay ra,mana mungkin Tomi macam-macam sama lu. Gue sebenernya
kesel juga sama si Radit abis dia ngomenin style baju gue itu sih masa dia
bilang gue mau kepantai atau kepengajian gitu” sahabatku itu menceritakan
sambil cemberut
“
haha emang mungkin lo sama gue harus belanja belanja disini, kita buktiin tuh
sama Radit kalo kita ini oke dari wanita yang selama ini dikencaninya, ya ngak
ki” kataku
“
iya si, bdw tadi gue sempet keceplosan gitu ra kalo lu dari dulu suka sama
temennya itu”
“
maksud lu Calvin ? “ aku terkaget kaget mendengarnya kok bisa yuki keceplosan
“
ya tapi gue langsung bilang aja kalo temen yang dimaksud itu Tomi “ sahut yuki
Aku
hanya menghela nafas lega
Setibanya
aku tiba di restaurant depan untuk makan malam , makanan yang disajikan
sangatlah beragam dan membuat selera makanku meningkat.
“
makan tuh pelan-pelan cantik” kata Tomi sambil tersenyum meledek
“
asal kamu tahu ya, selera makanku ini jauh lebih besar dari pada orang-orang
kebanyakan” kataku dan kemudian ada 2 orang yang tidak ku kenal berjalan
menghampiri kami
“
wey, whats up bro. Gila lo man ke bali
kok ngak ngabarin gue sih , jahat ya lu bertiga” kata cowo itu sambil
mengandeng perempuan sepertinya pacarnya
“
sorry bro kita mendadak pergi gara-gara Tomi nih” Calvin berkata sambil
merangkul sahabatnya
“
udah ganti lagi man cewe lu” kata Radit tertawa
Tapi
cowo itu hanya melotot ke arah Radit
Tomi
lalu berdiri dari kursi dan memperkenalkan kami kepada temannya yang tinggal di
Bali, si cowok itu namanya Ken dia adalah teman SMA Tomi and geng tapi Ken
memutuskan untuk tinggal di Bali dan pacarnya bernama Diandra yang ampun aku
iri dengan pacarnya ini cantik karena kulitnya yang coklat dan rambut lurus
panjangnya itu. Tapi kedatangannya Cuma sebentar karna dia ada acara bersama
keluarganya di hotel sebelah jadi Ken mengantarnya dulu lalu balik lagi
ketempat kami makan.
Setelah
makan Kami pergi ke balkon kamar Tomi karna kamarnya yang paling besar. Kami ngobrol
lama, foto bareng dan tiba saatnya untuk kami mengadakan permainan seru.
“
permainan apa itu?” kataku keheranan
karena melihat ekspresi keempat cowok itu yang menahan tawa
“hanya
permainan truth or dare dengan media botol sebagai pelempar yang menunjuk siapa
orang yang sial” Kata Calvin biasa aja
“
eh eh bukan, bagaimana kalau truth or kiss” kata Ken sambil cekikikan
“
nah gue setuju tuh “ kata Radit tertawa, memang dasar cowo sahutku dalam hati
“
apa-apaan cium, engak ah “ sahut yuki dan aku bebarengan
Tapi
Tomi hanya diam saja yang berarti dia setuju
Dan
permainan pun dimulai kami duduk membuat lingkaran dan botol itu diputar dan
menghampiri Calvin, lalu Ken bertanya “ apakah disini ada orang yang kau
sukai” tapi Calvin tidak menjawab dan
hanya mencium pipi radit disebelahnya yang membuat Tomi dan Ken tertawa HAHAHA
begitu tapi aku jiji juga si masa cowo cium cowo, mungkin ini permainan yang
mereka sering lakukan ketika masih SMA dulu.
Botolpun
diputar aku melihat yuki waspada begitu pula aku yang ikut ikutan waspada agar
botol itu tak menghampiriku tapi botol itu behenti di depan Ken.
“
guys, gue tentunya pilih cium dong, karna kalian berdua perempuan disini terserah
siapa diantara kalian berdua yang ingin ku cium” sahut Ken
Tapi
Tomi berdeham kencang
“
enak aja lu nyuruh cewe gue buat cium lo, ayo man kita cium dia “ lalu
Tomi,Radit dan Calvin mengejar Ken untuk menciumnya
“
iyuh jijik gue dicium sama kalian udah cukup ya waktu dulu” sahut ken sambil
lari terbirit-birit membuatku dan yuki tertawa begitu menyenangkannya mereka
berteman dan selesailah permainan kami.
Keesokan
harinya aku bangun dikamar, matahari sudah tinggi diluar sementara yuki ku
lihat merem melek dari tempat tidurnya tidak ada dikamar lalu aku menguap lebar dan merentangkan tanganku
lalu ketika aku melirik ke arah sudut lainnya dekat jendela aku melihat Tomi
berdiri menghadap kebalkon lalu berbalik melihatku.
“
Hey pemalas bangun ! bukankah kita akan berpergian hari ini dan bukankah kau
ingin selalu menemaniku” sahutnya setengah berteriak hal yang biasa dia lakukan
padaku.
Aku
terkejut karena ada dia di dalam kamarku dan aku hanya memakai baju tidur seksi
yang biasa aku pakai, lalu aku melilitkan selimut ke badanku.
Aku
sangat kesal sekali mengapa dia tiba-tiba berada dikamarku dan memarahiku
begitu seharusnya sebagai pacar yang baik dia membangunkanku dengan lembut
bukannya malah berteriak seperti itu dan kenapa yuki meninggalkanku sendiri dikamar
bersama orang ini, kalau terjadi apa-apa denganku bagaimana ah aku jadi kesal
juga dengan yuki.
“
yayaya gue bangun sekarang, puas lo . sana pergi dari kamar gue, gue mau mandi”
aku berkata sambil berdiri dan mengacungkan jari ke arah pintu
“
udah sana mandi gue tunggu disini, lagian percuma lu usir gue juga . lo lupa ni
hotel milik gue” sahutnya tak mau kalah dan menjulurkan lidahnya
Dasar
sifat sombongnya pun semakin menjadi-jadi..
Kami
sarapan dan memulai perjalanan seru kami selama di bali, kami pergi ke pura
uluwatu itu loh tempat yang banyak kera untuk menjaga kesucian para uluwatu..
Kami
foto-foto, minum es kelapa dan mengobrol. Aku sangat ingin mengobrol dengan kak
Calvin tapi Tomi selalu berada disampingku dan terus-terusan menempel disebelahku
entah kenapa dia semakin protektif saja padaku.
“
yah kami memutuskan untuk sendiri-sendiri saja” kata Calvin berkata ketika
Radit bertanya padanya
“
aku dengar micell akan segera menikah di paris “ sahut Tomi tiba-tiba keceplosan
dan membuat Calvin pergi berlalu begitu saja
“
Hey lu tuh gimana sih ga ngerti banget perasaan orang ya !” sahutku kesal
setengah berteriak
“
man lu sepertinya udah buat kesalahan “ sahut Radit tapi diam saja ditempat
tidak mengikuti kemana temannya pergi dan aku berdiri dan ingin menghampirinya
“
duduk” perintahnya, “ aku bilang duduk” sahut Tomi lagi !!
Aku
menurut saja dan duduk,aku juga tak ingin memperkeruh suasana
Lalu
kami melanjutkan ke tempat wisata kedua, sekitar jam setengah 3 sore kami tiba
juga di Garuda Wisnu Kencana yaitu tempat patung besar dan bukit kapur yang
berada di bali selatan, suasananya diantara kami sudah mulai membaik kami
melupakan masalah tadi dan Calvin juga sudah mulai tertawa lagi dan enjoy lagi.
Matahari
bersinar terang disore hari yang terik ini tapi walaupun begitu banyak para
touris dalam maupun luar negeri berseliweran ditempat itu.
Aku
jalan bersama yuki di depan karena sangking senangnya kami berdua tertawa-tawa
berlari kecil sedangkan Tomi,Calvin dan
Radit mengikuti dari belakang seperti bodyguard saja
“
yuki, liat tuh ada bule ganteng lagi “ kataku pada temanku itu
“
ayo kita minta foto sama mereka” sahut yuki mengeluarkan kamera dari tasnya
Kami
berlari menghampiri bule ganteng itu, emang si keliatan kita norak tapi well
banyak orang juga seperti kami .
“
hallo, excuseme MR “ kataku pada bule itu dan melihat Tomi berlari mendekati
kami disusul teman-temannya
“
hallo “ kata bule itu yang sepertinya usianya 20 tahun
“
my name is Dara and this my friends yuki. Can we take picture with you “
sahutku cepat takut Tomi menggeretku pergi dari situ lalu mereka diam
disebelahku dan diam saja
“
my name is josh well lets go to take picture” lalu yuki menyerahkan kameranya
padaku agar aku bisa memfotonya dan Josh tapi Radit tertawa melihat ekspresi
yuki
Lalu
aku menyerahkan kamera itu pada yuki dan berdiri disamping Josh tapi Tomi
langsung berdiri disamping aku jadi josh menyingkir jadilah dia di tengah
diantara aku dan josh lalu cheeers
“
thank you Josh “ sahutku pada josh dan dongkol juga sama Tomi bisa tidak sih
agar dia tidak cemburu sekali saja .
“
where do you from Josh “ kata Calvin kemudian
“
from USA , and nice to meet you guys” sahut Josh tersenyum pada kami
“
well see you later Josh “ sahu tomi lalu menarik tanganku pergi dan diikuti teman-teman
kami
Setelah
itu bisa ditebak kami bertengkar karena kecemburuannya lalu aku pergi saja
sambil menyuruh yuki untuk ikut bersamaku dan dia membiarkannya saja.
Jam
menunjukan pukul setengah enam sore Aku hanya berdua dengan Yuki ingin pulang
ke hotel dan pulang saja ke Jakarta sekalian tapi kemudian kami melihat
pertunjukkan atraksi tari-tarian tradisional dan modern dance juga terdapat
drama musical.kami duduk didepan disalah satu tempat duduk penonton dan
mengurungkan niat kami untuk pulang.
Boleh
dibilang aku memang sering berfoto bersama yuki dan kami emang narsis abis.
Itulah yang membuat ketiga pria itu nyaman bila bersama aku dan yuki begitu
pula kami yang nyaman bersama mereka seperti dilindungi saja. Tapi kami hanya
berdua disini dan merasakan penyesalan kenapa tadi
Aku harus marah-marah pada Tomi.
Lalu
si penari perempuan itu menarik tanganku dan mengagetkanku dari kebengonggan
dan berdirilah aku diatas panggung, binggung mau ngapain aku hanya mengikuti
gerakan sipenari dan melihat Tomi,Calvin,Radit juga Ken dan Diandra juga ada disalah satu tempat
duduk penonton memperhatikan kami dari jauh, aku tahu mana mungkin mereka
meninggalkanku dan yuki pergi begitu saja .
Lalu
sang penari tradisional pergi kebelakang panggung bersama latar musiknya dan
aku hanya berdiri sendiri di panggung itu jutaan pasang mata menatapku dari
jauh aku sangat gugup dan harus bagaimana tiba-tiba musik dance yaitu hollaback
girl dari stereo terdengar dan dengan terpaksa aku menari sampai musiknya habis
setelah itu tepuk tangan pun terdengar dari bangku penonton. Aku tak percaya
dengan apa yang aku lakukan memang dari dulu aku suka menari tapi mengapa
penari tradisional itu menarikku keatas panggung sangat janggal sekali lalu aku
menghampiri yuki.
“
keren banget ra “ kata sahabatku dan mengacungkan kedua jempol padaku dan aku
hanya tersenyum tipis
Lalu
Tomi dan yang lainnya juga menhampiri aku dan yuki
“
wah hebat kamu ra bisa ngelakuin semua itu” kata Diandra yang memelukku
“
maaf ya kami telat bergabung dengan kalian karena seharian ini kami ada acara”
sahut Ken lalu mengedipkan mata padaku
Lalu
Radit hanya tertawa dan Calvin tersenyum padaku
“
Hey nyonya jelek maafkan aku ya sudah kasar terhadapmu” kata Tomi kemudian
Tapi
aku hanya tertawa saja dan melupakan hal-hal yang tidak mengenakan.
Pulangnya
kami makan malam di pantai jimbaran tempat makan malam yang paling eksotis di
bali dengan pantai pasir putih dan aneka hidangan lautnya yang memukau selera,
selesai makan kami pulang ke hotel dan menunggu perjalanan lagi keesokan
harinya.
Tapi
malam ini aku tidak bisa tidur..
Perutku
begah dan kembung sepertinya aku masuk angin, yang ingin aku rasakan sekarang
adalah menghirup udara pantai yang sejuk. Lalu tengah malam itu sekitar jam
setengah satu aku pergi ke pantai dan melihat pantai dimalam hari agar aku bisa
tidur lagi tapi tahukah bahwa aku juga melihat Calvin berdiri di pinggir pantai
sambil merentangkan tanganyya ke alam ,
“ sedang apa dia malam-malam seperti ini”
sahutku dalam hati
Aku
menghampiri kak Calvin
“kak
Calvin “ lalu dia menoleh ke arahku
“
sedang apa kamu malam-malam begini “ katanya seperti apa yang ada dipikiranku
padanya
“
aku hanya ingin menghirup udara laut saja kak” sahutku yang membuat dia
tersenyum tipis
“
sebaiknya kamu masuk ke kamar” katanya yang membuat aku cemberut
“
yaya baiklah aku akan menemanimu disini “ katanya kemudian
“
sebenarnya kak ada yang ingin aku tanyakan pada kaka”
Lalu
kami duduk berdua di pasir malam yang hanya disinari oleh terang bulan purnama
sambil melihat kearah ombak laut yang anginnya sangat kencang.
“
kenapa kaka pergi ke paris tiba-tiba “ kataku takut-takut
“
karena aku butuh kejelasan hubunganku dengan dia juga aku mencintai orang lain
selain dia dan ingin memutuskan hubunganku dengannya” jawabnya panjang tanpa
bertele-tele dan membuatku tercengang dengan jawabannya itu.
“
maaf kak jika aku ingin tahu tapi siapa orang yang kaka sukai selain kak
micell” sahutku pelan tapi pasti
“
aku memang menyukai micell tapi tidak baginya, dia hanya menganggapku adik
dan aku kehilangan kesempatan untuk
menyatakan perasaanku pada orang yang kucintai, karena dia telah bersama dengan
orang lain dan itu juga yang membuatku pergi” dia berkata lalu aku memegang
tangan Calvin disebelahku karena merasa kasihan dengan apa yang ia rasakan
“
kamu tadi bertanya siapa orang yang kucintaikan” katanya lalu mengecup keningku
sementara mataku melotot karena selama ini Calvin juga menyukaiku mungkin lebih
tapi aku telah bersama dengan Tomi dan aku juga tak ingin menghancurkan
persahabatan mereka.
“
HEY LEPASKAN DIA !!” Teriak seseorang dari belakang saat Calvin ingin mencium
bibirku .
Dan
orang itu adalah Tomi
Aku
kaget karena ketehuan berada dipinggir pantai bersama Sahabatnya yang
menyatakan perasaannya paadaku dan ingin menciumku.
“
Aku bisa jelasin semuanya” sahutku kemudian tapi Tomi berlari menghampiri kami
dan memukul Calvin dengan tinjunya dipipinya
Aku
berusaha melerai mereka tapi mereka sudah saling hantam hingga petugas keamanan
pantai pergi untuk melerai mereka.
“
Temen macem apa lo main tikung temen sendiri hah !” Sahutnya berteriak
“
Emang kenapa kalo gue juga suka sama DIA !” katanya tak mau kalah dan langsung
saja Tomi menghajarnya.
Akhirnya
Tomi tidak mau bicara padaku tapi dia selalu berada disekitarku dan Calvin
pulang kejakarta sepertinya sudah terjadi kesepakatan entah apa diantara mereka
berdua.
Sudah
berhari-hari berlalu yang membuatku selalu ingin pulang juga ke Jakarta dan
membuatku tersiksa karena tidak pernah bisa bicara padanya juga menurut
Radit,Yuki,Ken dan Diandra lebih baik aku tetap tinggal disini selama
perjanjian kami berlibur selama 2 minggu dan jika aku pulang ke Jakarta juga akan
mengakibatkan Tomi percaya kalau kami berselingkuh.
Siang
itu aku sedang berenang dikolam renang hotel bersama yuki dan Radit sementara
banyak bule memakai bikini tetapi aku dan yuki hanya memakai kaos dan celana
pendek.
Lalu
Tomi datang bersama Kedua wanita bule yang memakai bikini itu, mungkin dia
sengaja memanas-manasiku sementara Radit yang juga sedang berenang langsung
memeluk kedua wanita itu.
“
HI long to see you dear” sahut Radit
“
ofcourse, we came to indonesian yesterday and im very interisting remember us
come too” kata salah satu bule itu
“
Can we get trip together “ kata bule satunya sambil tertawa
Sementara
aku berbisik-bisik pada yuki
“
Cantik ya bulenya, kulitnya coklat excited banget dibandingin gue “ bisikku
pada yuki
“
yah cantik banget ra mereka, gue jadi minder juga” kata yuki berbisik padaku
“
tapi sayang ki, mereka ga pake baju” tawaku cekikikan diikuti yuki yang terbahak-bahak
membuat kedua bule,radit dan tomi melirik kearah kami.
“
well Dara,Yuki sini naik” kata Radit agar dia memperkenalkan teman bulenya pada
kami
“
hallo myname is Celeste” sahut bule berambut pirang bergelombang dengan kulit
coklat itu
“
hallo my name is Roseline” sahut bule berambut pirang sebahu yang memiliki
kulit coklat juga
“ My name is Sandara and this my friends “
sahutku menjabat tangan mereka berdua
“
hallo My name is Yuki” sahut yuki sambil tersenyum sementara ekspresiku
cemberut karena melihat kedua tangan Tomi yang memegangi pundak kedua perempuan
itu.
“
Have fun with him” sahutku pada Celeste dan Roseline sambil menampar pipi Tomi
didepan mereka dan pergi berlalu
mengambil handuk , lalu yuki mengikutiku dari belakang
“
Dara, kenapa lo tampar kak Tomi “ katanya sambil berjalan menyusulku
“
abis dia keterlaluan gitu sih rangkul-rangkul cewe kan gue cemburu ki”kataku
dan menitikan air mata
“
Ra, gue ngerti ko perasaan lo tapi lo harus liat dong reaksi dia pas lu tampar
kaya gimana” sahut yuki menghiburku dan kami sampai juga di kamar
“
dia keterlaluan banget udah ngak mau ngomong terus bawa-bawa perempuan
disamping kiri kanannya” kataku sambil menangis dan duduk dibalkon depan kamar
“
mungkin nih ya emang mereka cuman temenan aja kali ra dan terus mereka cuman
rangkulan ko karena mungkin Tomi sengaja bikin lo sakit hati” kata yuki
kemudian duduk disampingku
“
aduh yuki lu gimana sih katanya ngerti perasaan gue tapi kenapa lo jadi belain
dia” sahutku kesal
“
udah lah ra lo ngak boleh nangis gini mending lo buktiin sama dia kalo lo
baik-baik aja dan well mending kita jalan-jalan aja spa ke sauna atau belanja
gitu” kata yuki yang membuat aku senang juga mendengarnya
“
ayo kita pergi ke spa aja badan gue pegel-pegel abis itu baru kita belanja ya”
Setelah
itu aku mandi dan bersiap-siap untuk pergi hanya berdua saja dengan yuki
Tapi
aku merasa aneh tumben banget nih si yuki ngajakin belanja dan ke spa apa
mungkin ya ada sesuatu tapi pikiran itu kubuang jauh-jauh mungin sahabatku ini
hanya ingin membuatku senang
Tapikan
spa dibali terbilang mahal loh batinku kemudian.
Ketika
kami datang ke spa, kami disuguhi beberapa layanan dan melihat harganya yang
funtastic lalu petugas spa itu berkata bahwa kami adalah orang yang ke 100
datang jadi kami tidak perlu membayar pelayanan ini, aneh banget kan.
Aku
dan yuki masuk kekamar spa yang berbeda, karena pelayanan ini termuat dalam
kamar-kamar, agak takut juga sih sebenarnya tapi aku nurut saja ketika aku
diantar kekamar disebelah yuki oleh petugas spanya di dalam kamar itu sudah ada
Tomi seperti sedang menungguku.
Lalu
aku hanya bengong melihatnya dan mengingat rasa sakit hatiku melihat dia
dikolamrenang tadisetelah itu pintu ditutup karena petugas spa itu mengunci
kami dari luar dan aku hanya mengedor-ngedor pintu itu .
“
Mau sampai kapan lo ngedor-ngedor pintu itu juga ga bakal ada yang buka” Tomi
memulai bicara padaku sambil tersenyum sinis
“
Oke tujuan lo ngunciin gue ditempat kaya gini buat apa hah, lo sengkongkol kan
sama Yuki apa Radit terlibat juga” sahutku setengah teriak
“
yah itu emang ide mereka berdua agar kita saling ngomong “ sahutnya sambil
berjalan kearahku yang masih berdiri didepan itu lalu dia semakin dekat dan
dekat sampai wajahnya yang hanya beberapa cm dari mukaku.
Dia
tersenyum lagi dan menarik tanganku untuk duduk disofa empuk
“
Baiklah kita selesaikan masalah ini “ katanya kemudian sementara aku terkejut
“
Kenapa kamu menamparku di kolam renang hah, memang ga sakit ditampar “ sahutnya
menudingku
“gue
cemburu, lo ngak ngerti banget sih jadi cowok ngerangkul perempuan kirikanan
sambil cepika cepiki dihadapan gue, gimana kalo lo juga ngelakuin hal lebih
sama mereka emangnya lo ngak ngerti apa perasaan gue yang sakit hati harus liat
itu semua” kataku bicara dengan cepat
“
lalu gimana perasaan gue ketika lo juga nyaris dicium sama Calvin, jawab gimana
sakit hatinya gue tau kalo sahabat gue dan pacar gue selingkuh dihadapan gue”
Well
dia emang bener tapi aku diam saja
“
tapi kan seengaknya gue emang ga ada hubungan apa-apa sama Calvin” kataku
membela diri
“
Mana gue tau lu punya hubungan spesial apa engak sama dia begitu pula lu yang
nuduh-nuduh gue ada apa-apanya sama tuh bule !” sahutnya setengah berteriak
Air
mataku turun membanjiri pipiku dengan deras lalu aku menunduk
“
Aku minta maaf sama kamu, beneran aku emang ga ada apa-apa sama Calvin emang
dulu aku emang sempet suka sama dia tapi setelah pacaran sama kamu aku jatuh
cinta sama kamu dan perasaanku ke dia cuman menganggumi saja ngak lebih.
Perasaan aku ke kamu tuh beda, aku ga sanggup kehilangan kamu dan aku juga
sakit hati kenapa kamu ga mau ngomong sama aku dan dengerin semuanya” kataku
sambil menunduk dan meneteskan air mata.
“udah
ngomongnya. yah aku sudah tahu segalanya, aku memaafkan kamu . Aku sudah bicara
dengan Calvin kami membuat kesepakatan dan aku anggap masalah ini selesai”
katanya mengelap air mataku dengan tangannya dan memelukku.
“udah
jangan nangis lagi” ucapnya padaku
“
tapi kesepakatan apa itu” aku bertanya
“
jika aku melukai perasaanmu dan meninggalkanmu maka dia akan berusaha mengambi kamu
dariku kami akan bertarung secara fair untuk memperebutkan kamu” katnya sambil
tertawa
Aku
hanya bisa diam saja mengingat aku sudah aman dalam pelukannya saat ini.
Tak
terasa kami sudah berada di bali selama 1 minggu, lalu dengan suasana yang sama
kami berjalan kembali di pantai melihat matahari terbenam dan suasananya pun
sama seperti waktu itu begitu damai,tentram dan sejuk..
Dia
memegang kedua tanganku saat itu kami berhadap-hadapan lalu seperti dejavu dia
berlutut dihadapanku tapi lain karena waktu itu dia mencium tanganku tapi yang
dia lakukan saat ini berbeda dia
mengeluarkan sepasang cincin perak dan berkata
“
will you marry me “ sahutnya yang membuat jantungku lebih cepat bertalu-talu
“
yes i do” sahutku yang kemudian kami berpelukan dipantai dan sunsetpun menjadi
saksi bahwa saat ini dia melamarku menjadi pasangan hidupnya, aku sangat
bahagia sekalli dan perasaan ini tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lalu dia
memasangkan cincin berlian itu padaku begitu pula aku yang memakaikan cincin
itu padanya.
Setelah
itu kami pulang ke hotel dan melihat dari kejauhan ibu Tomi yang sedang duduk
di lobby hotel seperti sedang menunggu kami, bersama seorang gadis cantik
disebelahnya. Tapi kemudian Tomi memegang erat tanganku, kami berpengangan erat
sekali sambil menghampiri ibunya.
“
mami “ teriak Tomi kepada maminya
“
akhirnya kamu datang juga sayang” sahut mamihnya sambil melihat penampilanku
lalu beralih ke tangan kami berdua yang memakai cincin samaan
“
ada apa mamih datang tiba-tiba dan kenapa mamih bawa perempuan ini kesini “
tomi bertanya kearah mamihnya dengan suara dingin seperti es batu
Tapi
mamihnya terus meliriku
“
kamu siapa ya terus ada hubungan apa kamu dengan anak saya “ kata mamihnya
dengan sopan kepadaku
Tapi
sebelum Aku menjawab, Tomi sudah menyela ucapanku dan terus merekatkan pegangan
tangannya pada tanganku
“
Dia tunanganku mam, aku akan memperkenalkan dia secara resmi nanti dipesta
ulang tahunku minggu depan” katanya tetap dingin
“
sayang sekali yah, padahal mami datang dari london kesini bersama dengan Audi
cuman ingin memberi kabar bahwa pernikahan kalian akan berlangsung 6 bulan yang
akan datang “ kata mamihnya sambil melotot tajam kearahnya.
Apa
menikah ‘ batinku’ kenapa dia tidak pernah bicara kalau dia mempunyai calon
istri dan saat itu juga aku merasa minder dihadapan mamihnya dan perempuan itu
Audi. Audi sangatlah cantik dengan rambut hitam bergelombang panjang,kullit
putih , mata coklat dan hidung mancung juga dia sangat langsing dan tinggi
tidak seperti ku yang kekurangannya banyak. Aku pendek, ceroboh, agak gendut
dan berpipi chubby, aku jadi membandingkan diriku dengan perempuan itu.
“
apa pekerjaan orangtuamu Sandara? “ tanya mami Tomi lagi padaku tapi aku heran
mengapa maminya sudah mengetahui namaku apa mungkin mami nya menyewa detektif
untuk mengetahui latar belakang kehidupanku
“
Aah sudahlah mam jangan ganggu hubungan kami kan aku sudah bilang aku ngak suka
sama Audi dan aku juga ga setuju dengan perjodohan ini “ Tomi berkata dengan
lantang dan menarik tanganku pergi ke dalam lift meninggalkan maminya yang
jarang sekali bertemu dengannya, aku hanya bisa diam saja tak tahu harus
berbuat apa dan merasa sakit hati sekali mengapa selama ini Tomi tidak pernah
cerita padaku kalau dia dijodohkan dengan orang lain.
Sampailah
kami didepan pintu kamarku
“
masuk ! “ seruku pada Tomi dengan menahan perasaan ingin segera menitikan air
mata
Tapi
ketika aku membuka pintu kamarku aku memergoki yuki dan radit sedang berciuman,
sumpah aku shock tapi Tomi malah tertawa membuat pasangan itu salah tingkah,
sepertinya mereka sudah berpacaran dan tidak memberitahukannya padaku dasar
batinku. Radit yang sedang duduk disof bersama yuki langsung pergi keluar
menarik tangan Tomi tapi kuhadang karena aku ingin bicara 4 mata dengan
Tunanganku yang akan menikah dengan perempuan lain.
“
Sorry gue ada perlu sama dia, bisa ga kalian berdua pergi keluar dulu sebentar
“ kataku pada yuki dan radit
“
Dara gue bisa jelasin ini ga seperti yang lo kira” sahut yuki kemudian
“
Masa bodohlah kalian mau berbuat apa, kalian udah gede udah tau mana yang baik
dan mana yang jelek lagian gue bukan ngomongin masalah kalian berdua ko“ kataku
dan ingin sekali menanggis
Tanpa
berkata apa-apa yuki dan radit keluar dari kamarku.
Ketika
kamarku sepi aku menampar pipi Tomi “ PLAKK”
“
Kamu kenapa ko main tampar aja” Tomi berkata sambil memegang pipinya
“
ya karena kamu ga pernah bilang kalo kamu juga udah dijodohin dan punya calon
istri, kamu jahat . Memang kamu fikir aku siapa kamu sampai kamu ga mau bilang
. Aku pacar kamu aku tuh berhak tau semuanya , kalo kamu nganggep aku
seharusnya kamu bilang jangan diem aja seolah-olah ngak terjadi apa-apa dan
senaknya ngelamar aku gitu aja “ aku berkata sambil menangis tapi Tomi
sepertinya mengerti dan diapun hanya bisa
diam juga mendengarkan keluh kesahku
Dia
mencoba untuk memelukku tapi aku menepis ajakannya untuk berada di dalam
pelukannya
“
aku ga tau harus mulai dari mana dan aku ngak mau kamu sakit hati, aku juga ga
setuju dengan perjodohan ini karena itu hanya perjodohan bisnis belaka, aku
juga ga mikirin sampai sejauh itu”
Tapi
aku tetap menangis seolah ucapannya tidak cukup untuk membuatku berhenti
menangis
“aku
cuman cinta sama kamu bukan sama perempuan itu, kamu harus percaya sama aku ya.
Aku Cuma mau menikah sama kamu bukan dia” sahutnya kemudian
“
kamu pergi dari kamarku sekarang, aku pengen sendiri “ lalu dengan ragu-ragu
dia meninggalkanku pergi , entah kenapa masalah antara kami berdua
terus-menerus datang.
Setelah
dia pergi beberapa lama kemudian yuki masuk ke kamar dan mencoba menghiburku.
“
Dara” sahutnya sambil memelukku
“
gue ga apa-apa ko ki” sahutku berbohong
“
iya gue udah tau ko masalah lo sama maminya Tomi” kata sahabatku kemudian
“
bukan itu aja ki, dengan Tomi juga dia berbohong ki sama gue” sahuku sambil
mengelap air mataku dengan tissu
“
iya dia berbohong itukan karena demi kebaikan lo juga, dia ga mau lu sakit
hati” kata yuki
“
yah lu harus buktiin dong sama maminya kalo cinta kalian berdua kuat” tambah
yuki
“
kita berdua beda derajat yah asal lu tau aja ki dia pangeran,anak orang kaya ,
anak pengusaha sementara gue bukan siapa-siapa “ sahutku menimpali dan yuki tak
bisa berkata apa-apa lagi
Lalu
pintu bel kamar kami berbunyi , setelah ku buka ternyata itu adalah orang
suruhan maminya Tomi untuk membawaku pergi bertemu dengannya. Aku pun segera
mengikuti orang suruhan maminya sebelum aku pergi aku bilang ke yuki untuk
tidak bilang apa-apa ke Tomi kalau ibunya memanggilku, sampailah aku dikamar
ibu Tomi
Aku
masuk keruangan itu, disana sudah ada Audi yang duduk dengan mamihnya Tomi
mereka sedang minum teh ..
“
HEH TUNGGU APA LAGI DUDUK “ teriak mamih nya Tomi
Aku
kemudian duduk dipinggir sofa karena takut, tubuhku gemetaran.
“
Tante, jangan galak-galak dong” sahut Audi tersenyum
“
perkenalkan sebelumnya nama saya clara
mamihnya Tomi “ kata bu clara kali ini dengan suara rendah
“
oke langsung ke intinya saja karena saya ga mau bertele-tele dengan kamu. Kamu
tinggalkan anak saya putus hubungan dengannya dan carilah orang lain yang lebih
baik, kamu perlu uang berapa hah untuk pergi” lanjutnya kemudian
“
tapi bu clara kami saling mencintai dan uang bukan segalanya...”
“ssshhht
“ kata bu clara memotong ucapanku
“
cinta, hehm apa kalian tau arti dari tanggung jawab. Cinta itu bisa dihancurkan
dan bisa hilang dengan sendirinya dan masa depan perusahaan kami ada jika Tomi
mau dijodohkan dengan Audi” lanjutnya
Aku
ingin rasanya menangis tapi aku tidak bisa membantah ucapan bu clara
“
apa sih kehebatan lo dibanding gue, gue cantik lebih dari lo,pendidikan gue
juga bagus karena gue sekolah diluar negeri, dan masih kayaan juga gue.Nyadar
diri dong” kata Audi ikut bicara
Lalu
aku berlutut dikaki mamihnya Tomi sambil menangis sesungukan aku memohon
“
HEH APAAPAN INI” bu clara memberontak tapi aku memegangi kakinya.
“
Tolonglah bu restui kami berdua, saya tahu saya memang tidak sempurna dan saya
tahu diri dengan semuanya tapi yang kita punya hanya cinta” sahutku sambil
berlutut dan menangis
Tapi
Bu Clara tidak bicara setelah itu dan Audi tertawa terbahak-bahak melihatku
lama aku berlutut akhirnya aku berdiri.
“ Baiklah Bu Clara jika itu yang ibu mau,saya
akan pergi sekarang juga dan saya tidak akan mengganggu Tomi lagi” ucapku
kemudian
“
Dan tolong rahasiakan ucapan kita saat ini” sahutku
Tapi
Bu Clara hanya memandangiku entah dia punya perasaan iba padaku atau tidak
“
Permisi” sahutku dan berjalan kearah Audi
“
jika kamu tahu apa yang aku punya untuk mendapatkan hati Tomi jawabannya karena
hati ku murni jujur,bersih tidak kotor sepertimu yang merendahkan orang lain”
kataku sambil berlalu kedepan pintu.
Ketika
aku menutup pintu kamar Bu Clara, Tomi sudah menghadangku diluar.
Dia
menggeret tanganku pergi.
“
Lepaskan “ sahutku sambil menepis tangannya tapi tak berhasil
“
bicara apa saja kau dengan mamih “ katanya sambil mencengkram tanganku lebih
kencang
“
aku lelah, tidak ingin bicara denganmu dan biarkan aku pergi tidur ke kamar “
kataku kemudian seketika itu dia melepaskan tanganku dan pergi darinya dia
hanya melihat punggungku yang makin menjauh.
Aku
masuk kamar dengan lesu, lalu yuki hanya bisa melihatku.
“
Gue capek ki, ga mau bahas dan gue mau tidur” sahutku berbaring ditempat tidur
dan terlelap lalu yuki juga ikutan tidur
Aku
sengaja menset alarmku pukul 2 agar aku dapat pergi diam-diam tanpa
membangunkan orang-orang dan akan jauh lebih baik agar yuki tidak tahu kemana
aku pergi untuk waktu yang lama
Aku
langsung membenahi pakaianku yang memang sudah rapi karena aku sering
merapikannya di dalam koper, dan tinggal menggeret koperku pergi. Saat tidur
memang yuki susah untuk bangun jadi dia tidak akan tahu aku pergi.
Saat
aku sudah berada di luar hotel seseorang menelpon ku,
“
Hallo Ananda, aku sudah berada di luar hotel” kataku
“
aku akan nyampai sebentar lagi dan aku sudah membeli tiket ke korea,
penerbangan kita jam 4 kita akan have fun di korea “ Kata eman kecilku itu
Ananda
FLASHBACK,
Saat
aku seorang diri karena kesal Tomi tidak mau bicara padaku dan yuki sedang
tidur siang juga radit yang pergi bertiga dengan Ken juga Diandra aku pergi
sendiri naik taksi ke rumah temanku di
Denpasar namanya Ananda memang sebelumnya aku sudah bertanya dulu apa dia
sedang ada di Indonesia dirumahnya di
Bali atau tidak karena dia tinggal di korea dan pulang 2minggu sekali ke bali.
aku
merasa bosan tak kusangka dia mengajakku belanja dan kami ngobrol-ngobrol tak
kusangka lagi Ananda menawariku untuk menjadi artis girlband di korea karena
menurutnya aku punya bakat terpendam katanya suaraku bagus dan aku cantik,
pintar menari suaminya bekerja sebagai produser di salah satu agensi di korea.
Ananda menikah dengan orang korea karena chatting sudah 1 tahun ini.
Tanpa
membuang kesempatan aku harus fikir-fikir dulu tapi waktu yang dia berikan
sampai hari ini dan dia akan berangkat hari senin pagi ke korea. Lalu setelah
aku bertemu dengan mamihnya Tomi aku langsung bilang kalau aku terima tawaran
itu dan aku harap aku bisa ikut ke korea secepatnya.
Aku
ingin membuktikan pada Tomi dan ibunya kalau aku bisa bangkit dari keterpurukan
dan Mereka sudah salah karena meremehkanku.
Setelah
itu aku, Ananda beserta suaminya berangkat dari bandara I Gusti Ngurah Ray ke
bandara Incheon selama 13 jam 5 menit dan memiliki selisih 1 jam untuk korea
dan bali , kalau dari jakarta baru perbedaannya selama 2 jam, kami tiba di
bandara Incheon sekitar pukul 5 sore atau 4 sore waktu bali dan 3 sore wib.
Kebetulan
aku sudah punya pasport karena waktu itu aku membuatnya untuk pergi ke
singapore, dan ketika kami tiba dikorea selatan ternyata disana sedang dalam
musim dingin karena sekarang bulan februari akhir jadi aku memakai pakaian
tebal.
Di
pesawat aku teringat dengan Tomi, aku sebenarnya juga tidak tega meninggalkan
dia dan pergi begitu saja. Sebelum pergi tadi aku meninggalkan surat diatas
tempat tidurku yang isinya aku minta maaf karena pergi dan tolong jangan
mencariku kepada semuanya. Lalu aku menambahkan untuk Tomi agar hubungan kami
berakhir sampai disini saja juga aku tidak berniat untuk menikah dengannya, aku
harap semua orang tidak membenciku dan merelakan kepergiaanku. Tapi ketika akan
aku tinggalkan cincin pemberian darinya aku mengurungkan niatku dan membawa
cincin itu bersamaku, karena mungkin ini kenang-kenangan darinya atau apakah
kami bisa kembali seperti dulu, bersama-sama kembali.
Aku
juga sebenarnya tidak ingin pergi dari sisinya tapi aku harus pergi dan
membuktikan pada mamihnya bahwa aku bukan orang hina.
Ya
pasti kami akan sama-sama lagi suatu saat nanti, aku percaya itu atau dia
menemukan penggantiku dan entahlah aku tidak mau mengingatnya.
“
Dara ko bengong aja sih dari tadi” kata Ananda menyadarkanku dari kebengongan
dan fikiranku
“
ya nan emang dari incheon ke seoul berapa lama “ aku bertanya kami sedang
berada di dalam taxi
“
hhm kira-kira 1 jam sampai rumahku di gangnam” katanya kemudian
“
hhm Nan lebih baik aku tidur di hotel saja sebelum aku mencari rumah atap”
kataku kemudian
“
hey kenapa kamu ingin tinggal di hotel memang kenapa dengan rumah kami” kata
suami nanda kim yeon seok yang fasih berbahasa indonesia sekaligus produser
tempat menaungiku.
Kami
memang belum membicarakan tentang kontrak tapi harus tinggal di rumah teman
yang sudah memiliki suami sepertinya tidak etis menurutku jika harus tinggal
dirumah mereka .
“
eh tidak mr kim, saya kan akan tinggal lama selama di korea jadi saya juga
ingin punya rumah sendiri bukannya mau menolak permintaan kalian” sahutku
dengan sopan tapi Nanda hanya mengangguk, aku juga tidak membicarakan masalah
pribadiku padanya, dia hanya tahu aku pergi kekorea atas ajakannya dan tidak
tahu atas dasar apa aku ingin menjadi selebritis.
“
bagaimana kalo kamu tinggal di apartemen khusus artis kami, kami juga
meminjamkan apartemen sebagai tempat tinggal artis kami untuk tinggal sementara
dan kau well akan menjadi bagian dari kami” kata tuan kim padaku
“
sudah tidak usah sungkan ya dara terima saja apartementnya” sahut istrinya
kemudian
Mr
kim adalah salah satu produser dan
pemilik saham terbesar dari perusahaannya yaitu jyp entertaiment bersama park
jin yeong yang mendirikan bersama
pamannya maka dia juga punya andil untuk merekrut artis baru ,Perusahaan tempat
mr kim yeon bekerja termaksud perusahaan yang menaunggi artis girl band atau
boy band seperti Wonder Girls, 2PM, 2AM, Miss A, G Soul, JOO, Park Joon
Hyung, dan San E dan lain-lain.
Aku
diantar juga ke apartment ini apartemennya juga sangat bagus dan mewah namanya
apartemen Galeria forent Seoul..
Setelah
sampai aku berendam di bathtub karena lelah menempuh perjalanan yang panjang,
pasti Tomi sudah membaca suratku dan mungkin sedang mencariku. Dan pasti
orangtuaku juga khawatir padaku begitu pula dengan teman-temanku yuki dan
Radit.
Handphone
ku sengaja ku matikan sejak aku berangkat, lalu setelah aku mandi aku membuka
kembali hp ku dan benar saja ada banyak sms, bbm masuk kesana juga pesan suara.
Aku tidak perduli dengan pesan-pesan itu bahkan satupun tak ada yang aku baca,
aku mencatat nomer tlp orang tuaku, yuki dan Andin teman kuliahku. Aku akan
mengabari mereka dan menyelesaikan masalahku saat ini.
Lalu
aku patahkan kartu hpku dan menelpon mereka lewat tlp di apartemen itu. Aku
sudah bilang pada Mr kim dan Ananda bahwa aku akan memakai telpon itu dan
mereka mengijinkannya.
“
hallo Andin” kataku kemudian setelah tersambung
“
ya ini siapa ya” sahut Andin
“
ini Dara “ kataku
“
Astaga Dara kamu dari mana saja tidak mengabariku selama ini dan pergi dengan
Tomi tanpa mengajaku lalu mengapa Tomi mengabariku apa kau bersamaku atau
tidak” katanya
“
yah aku minta maaf ndin, aku akan cerita semuanya nanti tapi tolong din kamu
harus bantu aku yah” kataku lagi
“
boleh, minta tolong apa” katanya
“
aku akan kirimkan surat pengunduran diriku padamu dan tolong kamu bisa kan
sampaikan surat nya pada ruang tata usaha “ kataku lagi
“
apa, kamu mau berhenti sekolah ! “ katanya dengan nada kencang
“
ya, aku akan kuliah diluar negeri tapi aku janji aku akan menceritakan padamu
nanti apa yang terjadi” sahutku
“
ko gitu sih,memang negara mana yang akan kamu diami” Andin bertanya lagi
“
hhhm Amerika “ sahutku berbohong pasti ketahuan lah dengan kode nomer tlp yang
aku gunakan saat ini
“
hhm baiklah aku akan sampaikan ke tata usaha “ sahutnya percaya padaku
“Tolong
ya Ndin jangan beritahu Tomi dan yang lainnya, jika ada anak lain yang
menanyakan bilang saja kau tidak tahu” kataku lagi
“
memang kenapa, apa kalian bertengkar”
“
ya seperti itu, mereka tidak tahu aku pergi. Lalu aku juga sudah putus dengan
Tomi”
“
ko bisa “ katanya lagi
“
ceritanya panjang ndin, nanti aku janji akan bertemu denganmu dan bercerita
semuanya. Oiya surat pengunduran diriku akan aku kirim besok mungkin lusa atau
beberapa hari suratnya akan sampai” kataku
“
yah baiklah aku percaya, oke”
“
sampai jumpa” sahutku dan menutup telponnya
Aku
memandangi dua nomer lagi yaitu nomer yuki dan orangtuaku
Aku
menekan tombol yuki, setelah tersambung
“
hallo yuki” kataku tapi banyak suara disekitar yuki jadi yuki hanya hallo hallo
saja
Lalu
kututup telponnya sepertinya aku tidak tepat telponnya.
Aku
telpon yuki lagi
“
Hallo” kataku saat suasana disekitar yuki hening
“
halo Dara, dara .. ini elu kan” katanya lagi
“
ya, ini gue. Lo dimana kok tadi suaranya berisik banget, apa lo lagi sama Tomi
dan yang lainnya” kataku
“
ya tapi sekarang engga, gue lagi ada di bandara I gusti ngurah ray mau pulang
ke jakarta makanya berisik dan sekarang gue lagi ada di toilet cewe jadi mereka
ga bisa denger” katanya
Lalu
dia berkata lagi
“
lo dimana sekarang, lo ngak tahu kita semua khawatir tau ngak. Bahkan Tomi udah
nyari lo kemana-mana dia bahkan bolak-balik jakarta-bali dari tadi dia kerumah
lo, dia ketempat yang kalian sering nongkrong, dia tanya sana sini, dia balik
lagi ke bali siapa tahu lo masih di bali, dia cari kemana-mana tapi lo ngak
ada. Kasian tau ra, seharian ini dia nyariin lo dan sekarang dia mau nyari lo
ke jakarta” katanya lagi
“
maaf ki” sahutku ingin menangis
Lalu
aku menambahkan
“gue
lagi di korea, gue baru tiba disini sekitar 2 jam yang lalu. Gue bener-bener
ngak tahu harus gimana, hubungan kami udah berakhir ki dan gue minta agar lo
rahasiain keberadaan gue sekarang kalau lo emang sahabat gue” kataku lagi
“
oke tapi lo baik-baik aja kan dan kenapa mesti ke korea? “
“
ya gue baik-baik aja kok. Oiya kalo lo pergi kerja besok bilang sama bos gue
akan berhenti kerja karena akan kuliah ke luar negeri. Karna gue udah jadi
karyawan tetap gue juga bakal kirim surat pengunduran diri gue ke kantor besok”
“
apa lo beneran mau stay di korea dan bakalan kuliah juga disana” yuki berkata
seperti tidak percaya
“
ya bukan Cuma kuliah, gue juga akan kerja di korea. Maaf tapi nanti kalau kita
ketemu gue bakal ceritain semuanya ok”
“
hhm baiklah, nanti kita sambung lagi. Aku takut mereka curiga padaku aku
terlalu lama di toilet” katanya lagi
“
ok sampai jumpa, nanti gue bakalan kabarin lo lagi” dan kututup telponnya.
Aku
menghela nafas, aku akan menelpon orangtuaku dan mengabari mereka tapi
sepertinya orangtuaku sudah tau aku tidak berada di bali dan tentu pasti mereka
khawatir, aku takut juga untuk menelepon mereka.
Tapi
kuberanikan diriku untuk menelponnya ku tekan nomer telpon rumahku dan
tersambung
“Hallo
assalamualaikum” kataku berbicara dengan tenang
Terdengar
suara ibuku dari kejauhan
“
walaikumsalam, dara kau kah itu nak” kata ibuku lagi
“
ya bu ini dara, gini bu ibu dan ayah tidak usah khawatir dara baik-baik aja ko
“ kataku pelan-pelan
“
gimana ibu ngak khawatir katanya kamu ngak ada dimana-mana, kamu dimana
sekarang?” tanya ibuku
Lalu
sepertinya ayahku merebut telpon dari ibuku
“
HALO DARA DIMANA KAMU, PULANG SEKARANG JUGA” kata ayahku meneriakiku
“
maaf yah, tidak bisa dara mempunyai masalah jadi Dara memutuskan untuk sekolah
dan bekerja di korea , Dara harus menjauhi seseorang yah” kataku
“
pulang, mengapa mesti ke korea kamu kan punya rumah disini” kata ayahku lagi
“
aku sudah besar yah, aku sudah bekerja menghasilkan uang dan kuliah. Seharusnya
ayah sama ibu percaya padaku” kataku lagi
Tapi
tanpa kusadari ayahku menyetujui ucapanku
“
baiklah ayah sudah tau apa masalahmu dan melarikan diri keluar negeri. Beberapa
hari yang lalu ibunya Tomi datang ke rumah dan melabrak kami” kata ayahku lagi
“
lalu kalian tidak apa-apa kan, maaf yah aku tidak pernah bercerita kalau aku
sudah punya pacar” kataku lagi
“
sebenarnya ayah sudah tahu kamu sudah punya pacar, kalian pergi sama-sama kan
pergi ke bali tapi seharusnya kau tidak usah bohong pada ayah untuk pekerjaan
kau pergi”
“
ayah, bagaimana ayah bisa tahu. Ceritakan padaku semuanya”
“
kau sudah besar nak jadi tahu mana yang salah dan mana yang benar, ayah percaya
sama kamu dan memang lebih baik kamu menjauh dari Tomi dulu, dia sudah 3 kali
datang kerumah mencaimu.Pertama saat dia meminta restu pada ayah untuk
menikahimu, kedua dan ketiga saat dia saat ini mencarimu” kata ayahku kaya
menahan tawa sementara aku menangis
“
baik yah, terimakasih . Aku sudah mengurus kepindahanku ke korea jadi aku akan
hidup dengan baik dan akan aku kirimkan foto beserta alamatku dikorea, aku
tinggal di apartemen jadi ayah tidak usah khawatir. Oiya yah jangan beritahu
Tomi kalau dia mencariku dimana jika dia datang lagi kerumah.” Kataku sambil
mengelap air mata dipipiku
“
yaudah, hati-hati disana . Ayah akan segera ke korea menemuimu nanti”
“
baik” lalu kututup telponnya
Aku
berpikir jadi sebelum dia melamarku waktu itu dia sudah minta izin pada
ayahku,tapi kapan. Apa saat aku dan dia marahan. Betapa senangnya aku
merasakannya tapi aku kembali sedih bahwa hubungan kami sudah berakhir dan
tidurlah aku terlelap dalam dinginnya malam kota seoul di kasurku yang empuk.
Aku
harus mulai belajar bahasa korea, Ananda setiap harinya selalu mengunjungi
apartement ku . Aku kursus bahasa korea padanya, aku tanda-tangan kontrak
selama satu tahun pada jyp ent dan uang yang aku terima luar biasa funtastic,mereka
juga akan memberiku bonus kalau aku menghadiri acara-acara juga konser jadi tak
berpaut pada kontrak. Aku juga ditawari operasi plastik tapi kutolak dan aku
berhasil menurunkan berat badanku 10kg selama seminggu dikorea. Sebelum aku
berdebut aku harus latihan training dulu untuk memulainya, aku diperkenalkan
oleh ke6 member grupku yaitu girls inspiration yaitu GININ dari singkatan GIRLS
INSPIRATION atau (SYG) SONYEO YEONG GAM dalam bahasa korea. Mereka adalah hasil
dari audisi kemarin yang diselenggarakan pihak perusahaan, sebenernya aku malu
juga sih aku kan ngak ikut audisi tapi bisa menjadi artis.
Mereka
cantik-cantik sungguh, mereka dari berbagai macam negara ada yang dari
cina,jepang,amerika,aku dari indonesia dan juga 2orang dari korea.
Katanya
sih grup kami bakalan jauh terkenal nanti ketika kami debut dari grup girl
band2 kebanyakan.
Tak
terasa sudah 1 bulan aku meninggalkan Indonesia, aku belum kembali
bersekolah.Aku memutuskan untuk tidak bersekolah dulu selama training jadi
mungkin pada bulan juli nanti aku akan mendaftar sekolah di korea malah
tanggung juga kalau aku sekarang-sekarang ini mendaftar sekolah.
Setiap
hari aku latihan vokal, suara nada tinggi-rendah, aku jadi lead dance ternyata
karena memang aku yang paling lincah dan yang paling bisa untuk menari. Memang
dari dulu aku suka dance kalau ada kesempatan aku menari.Tapi sekarang aku
berusaha keras untuk menari mewujudkan impianku dan kembali sebagai orang yang
kuat. Aku juga tidak tahu kabar Tomi seperti apa, aku juga tak tahu bagaimana
dia sekarang. Tapi aku selalu bertelpon-telpon dengan yuki dan bilang kalau
Tomi memang sudah tahu aku berada di korea, dia tahu dari adiku katanya. Tapi
Tomi cuek saja dan saat ini dia sedang berada di London, mungkin sedang
menemani Audi atau membicarakan pernikahan mereka entah aku juga tak tahu.
Perasaanku jangan kalian tanya pastinya sakit hati lah, bahkan sampai saat ini
aku belum bisa melupakannya. Setiap malam cincin yang dia berikan selalu berada
di jari manisku , setiap aku akan tambil cincin itu juga selalu ku pakai .
Bulan
berikutnya grup ku debut dan banyak antusiasme dari para fans, aku juga enjoy
saja menjalani hidupku sebagai seorang artis. 1 minggu kemudian berita
kemunculanku sebagai artis korea muncul diberbagai media massa termaksud di
Indonesia juga album pertamaku. Jadwalku setiap hari padat sangat padat sampai
suatu hari..
“
hallo, apa kabar namaku oh hyun “ salah satu member boy band baru juga dari sm
entertaiment dengan menggunakan bahasa korea
Aku
yang saat itu memang sedang sendiri di ruang rias sedang merias make up ku
karena anggota lainnya belum datang. Aku melirik kearah suara itu
“
hallo, apa kabar namaku Sandara. Ada apa ya ?” sahutku juga dengan menggunakan
bahasa korea.
“
oh Sandara dari Ginin kan, aku fans mu “ kata Oh hyun padaku juga dalam bahasa
korea , lalu aku tertawa saja, sebenarnya aku sudah tahu dia sudah lama karena
boy band nya dia debut beberapa bulan yang lalu.
“
oh aku terlambat, apa kau tahu dimana ruangan memberku berada.Sepertinya aku
nyasar “ katanya lagi kemudian dalam bahasa korea
“
memang kau anggota boy band mana” sahutku sambil melanjutkan riasanku
“
masa kau tidak tahu aku siapa, aku sungguh tidak percaya . Hey aku saja tahu
kau masa kau tidak, benar-benar” lanjutnya lagi lalu aku tertawa lagi dan tak
sengaja lipstik yang ku gunakan bergeser ke kanan ke pipiku karena aku tertawa,
sekarang giliran hyun yang tertawa. Oh hyun orangnya itu tinggi, aga bule,
putih, berambut hitam berjambul seperti perpaduan kris dan sehun exo. Tapi ku
dengar dia tidak melakukan operasi plastik dia murni sama sepertiku dan dia
campuran korea-amerika.
2
minggu berlalu.
Setelah
itu kami juga begitu akrab, menurut para media kami adalah sepasang kekasih
yang serasi tapi kami hanya berteman saja dan aku baru tahu kalau selama ini
Hyun tidak pernah pacaran, dia memang suka pada seseorang tapi dia tak pernah
menggungkapkannya karena dia tahu bahwa dia tidak pantas untuk perempuan itu.
Aku
sedang mengikuti acara reality show bersama grupku dan bersama grup Hyun. Aku
abis diolok-olok oleh pembawa acara itu bersama hyun. Lalu pembawa acara itu
berhasil menemukan banyak fotoku bersama Tomi ketika beberapa bulan lalu kami
di bali, tapi aku tersenyum tipis dari mana pembawa acara itu tahu .
“
yah dia mantan pacarku dan itu teman-temanku Yuki,Radit dan Calvin” kataku
tersenyum pada kamera dengan bahasa korea
“
bukankah kalian sudah membicarakan pernikahan “ sahut pembawa acara itu dengan
bahasa korea
Lalu
anggota member lain terkejut begitu pula hyun, memang aku tak pernah cerita
pada hyun soal Tomi.
Dan
aku melihat Tomi dalam berjalan ke bangku penonton dan duduk, serasa darahku
berdesir dari ujung kepala ke ujung kaki. Perasaanku aneh, aku senang
melihatnya tapi aku juga merasakan kepedihan hatiku saat ini. Ingin sekali aku
menghampirinya, memeluknya,meminta maaf semuanya tapi disatu sisi aku juga
ingin membuatnya sakit hati karena tidak mencariku dan memilih untuk pergi ke
London sepeti yang yuki katakan. Semua orang menunggu jawabanku
“
yah, memang aku sudah dilamar olehnya, kami memutuskan pertunangan kami. Tidak,
aku yang memutuskan dia karena menurutku aku tak pantas buatnya, derajat sosial
kami dan ibunya juga tak setuju aku menjadi menantunya” kataku menahan tangisan
“
sungguh ironi sekali nasibmu, silahkan keluarkan saja unek-unekmu pada nya.
Semoga dia mendengar ucapanmu saat ini” kata pembawa acara itu
“
tidak,hubungan kami memang sudah berakhir dan dia juga sepertinya akan menikah
dengan orang lain , pernikahan yang sudah ibunya rancang.Aku cuman mau minta
maaf karena aku memutuskannya, aku ..” dan tangisku pecah
“
sudahlah “ kata hyun menuding ke pembawa acara itu
“
hentikan pernyataan itu, kasihan dia “ lanjutnya sementara penonton dan para
member merasa simpatik padaku.
Aku
melihatnya kembali dibangku penonton tapi Tomi sudah hilang dari bangku itu.
Setelah
acara reality show itu berakhir, aku kembali ke ruang tunggu untuk para artis.
Aku melihat serangkaian bunga di meja beserta pesan menggunakan bahasa
Indonesia,
TEMUI AKU DI ATAS
GEDUNG INI SEKARANG !
From : Sandara
Putri
Teman-temanku
pada heboh karena aku mendapat bunga, tanpa fikir panjang aku langsung berlari
menuju lift dan menuju lantai paling atas.
Setelah
aku sampai ke atas betul saja pengirim bunga itu adalah Tomi. Ada rasa tak percaya
di benakku untuk apa dia menemuiku dan aku hanya bisa berdiri kaku setelah
melihatnya dalam cahaya bulan.
Dia
sedang melihatku saat ini, aku pun berjalan perlahan-lahan menghampirinya tapi
aku binggung harus bicara apa.
“
Bagaimana kabarmu, apakah kau baik-baik saja” kataku memulai pembicaraan ini
Tapi
dia diam saja tetap memandangiku, oh my god apakah aku salah bicara batinku.
“
Aku minta maaf karena memutuskanmu dan pergi meninggalkanmu” kataku lagi
“
HEY APAKAH KAMU TAHU BETAPA SAKIT HATINYA AKU ! “ Tak kusangka dia membentakku,
otomatis reaksiku kaget dan pasrah melihat reaksinya yang semarah ini
“
aku minta maaf .. “ sahutku dan Tomi mendekatiku perlahan demi perlahan
“sepertinya
juga kamu sudah punya penggantiku kan . Kapan kau akan menikah dengan perempuan
itu “ sahutku lagi karena melihat reaksinya yang mendekatiku, otomatis aku
mundur kebelakang membentur tembok dan mukanya terdapat jelas di depan mukaku
Namun
saat itu juga datang lah Oh hyun yang langsung meninju muka Tomi
“
Lepaskan dia” Hyun berkata menggunakan bahasa Korea
Tapi
Tomi tidak membalasnya dan hanya menatap tajam Hyun, terasa darah keluar dari
bibir Tomi
“
Selamat yah atas pacar barumu ini” katanya sambil berlalu pergi meninggalkanku
berdua dengan Hyun, perasaanku sangat sedih . Aku tidak ingin dia pergi, dan
sepertinya dia sudah salah paham dengan Hyun.
Mengapa
Hyun harus datang dan memukul Tomi, jika Hyun tidak datang maka mungkin kami
akan mengungkapkan perasaan masing-masing dan mungkin juga akan berbaikan.
Aku
pun menampar pipi Oh Hyun, refleks dia memegang pipinya dan melihatku tidak
percaya.
“
Me..me..mengapa kau menamparku” katanya dalam bahasa korea
“
Mengapa kau meninjunya, dan mengapa kau ikut campur dengan urusanku” Sahutku
berkata seperti itu
“
Karena.. karena.. AKU MENYUKAIMU, bukankah kau juga menyukaiku dan kita seperti
sepasang kekasih” Katanya kemudian yang membuatku tak percaya, ternyata selama
ini dia sudah salah paham menganggapku baik padanya. Aku tidak punya perasaan
apa-apa pada Hyun, aku hanya menganggapnya teman tapi tidak baginya.
“
Aku hanya menganggapmu teman dan kita baru berkenalan dan berteman selama 2
minggu ini, hanya ada satu orang dalam hatiku. Maafkan aku “ kataku sabar
Dia
mengepalkan tangannya dan pergi meninggalkanku sendiri diatap dengan angin
malam yang dingin juga menusuk.
Aku
pulang ke apartementku dengan perasaan kacau, sepanjang jalan aku menyetir
mobilku dengan menangis. Ketika aku sudah sampai, aku kaget karena di dalam
rumahku sudah ada Tomi yang sedang menungguku duduk di sofa putih ruang
tengahku.
“
Kenapa kau bisa masuk ke apartement ku?” reaksiku berkata seperti itu
“
aku tau kode apartemen mu karena itu kode tanggal aku melamarmu kan, juga aku
sudah mengintaimu selama kau berada di korea “ Lanjutnya kemudian
Aku
duduk di depannya
Aku
heran maksud mengintaiku selama berada di korea apa ya
“
Jadi, kau..” kataku lagi tapi di potong olehnya
“
ya, setiap hari aku selalu melihatmu dari jauh, aku selalu melihat aktifitasmu
setiap hari saat hari dimana sesudah kau meninggalkanku ke korea, setiap detik
aku melihatmu. Lewat kamera cctv yang ku pasang di ruang kerja latihanmu di jyp
dan disitu” sahutnya menunjuk ke arah pojok dinding kamarku
Aku
sangat shock..
“
aku langsung datang ke korea, apa kau fikir aku tidak mencarimu selama ini ? “
katanya lagi
“
tapi mengapa kau tidak menunjukan batang hidungmu padaku “ aku bertanya
“
karena aku ingin melihatmu menjalani hidupmu dan bahagia tanpaku, tapi mengapa
kau memutuskanku secara sepihak “ sahutnya
“
aku ingin merubah hidupmu, ibumu benar bahwa aku memang bukan siapa-siapa dan
tak pantas untukmu” sahutku padanya yang membuat dia tertawa kecil
“
kamu tahu, aku saat ini sudah menjadi presdir direktur di seluruh perusahaan
aset papihku. Aku juga tidak menunjukan batang hidungku karena aku sibuk bekerja
dan mamihku tidak akan berkutik menantangku”
“
tapi tetap saja kau harus meminta restu pada kedua orang tuamu, lalu bagaimana
dengan sekolahmu”
“
ya kau benar kita harus meminta restu dari orangtuaku.Jika mereka tidak
menginginkan kita maka aku akan rela melepas semuanya demimu. Aku mengambil
cuti kuliah untuk waktu yang lama”
“
memangnya kita akan bersama lagi sampai kau harus meminta restu pada
orangtuamu” godaku padanya
Lalu
dia duduk disampingku dan memelukku tapi aku merasa senang dipelukannya.
“
tentu saja, memangnya siapa yang setiap malam menangis melihat cincin itu dan
jika kau tidak mencintaiku harusnya cincin itu dikembalikan”
Dan
mengecup kepalaku
Bel
depankupun berbunyi, sepertinya aku kedatangan tamu tapi mengapa malam-malam
begini ada tamu di depan rumahku.
Lalu
setelahku buka pintunya, terlihatlah Calvin tersenyum padaku..
Reaksi
Tomi setelah melihat mantan sahabatnya itu langsung menarik tanganku untuk
masuk ke dalam dan menutup pintu tapi Calvin berhasil menahan pintu itu agar
tidak tertutup.
“
MAU APA KAU DATANG KEMARI !” teriak Tomi pada Calvin
“
Aku akan memenuhi kesepakatan kita “ tapi aku hanya melirik kearah mereka
berdua.
Mereka
saling menatap tajam,
“
Sudah jangan bertengkar, kalian ini kan bersahabat. Kesepakatan apa itu “ kataku
menengahi mereka berdua lalu aku teringat percakapanku dengan Tomi waktu
dirumah spa Bali bahwa
“
jika aku melukai perasaanmu dan meninggalkanmu maka dia akan berusaha mengambi
kamu dariku kami akan bertarung secara fair untuk memperebutkan kamu” Tomi berkata
sambil tertawa.
Seketika
itu juga Tomi menarik Kerah kemeja Calvin dan menghentakannya ke dinding.
“
Gue ga ada masalah sama Dara, jadi lo masih berharap dia mau sama lo hah “
Lalu
Calvin melepaskan cengkraman dari tangan Tomi.
Aku
semakin bingung harus bagaimana, kedua sahabat ini bertengkar gara-gara
memperebutkanku, andai hidup ini mudah.
“
Udah dong jangan bertengkar ! “ aku berteriak yang membuat kedua orang itu
melirik kearahku
“
Lo harus tepatin janji lo, kata siapa lo ngak ada masalah justru lo udah bikin
Dara sakit hati dan nangis juga dan lo udah tinggalin dia sendirian di sini “
tanpa basa-basi Calvin mencengkram pergelangan tanganku
“
Aw ..” rintihku
“
Lepasin dia sekarang brengsek ! “ Tomi kesal lalu menonjok muka Calvin tapi
karena aku berusaha melepaskan cengkramanku dari tangan Calvin maka aku lah
yang kena tonjok dan serasa gelap semua.
Ya
aku pingsan
Setelah
sadar aku berada di rs dekat apartemen ku, memakai infus dan sepertinya aku
dapat kamar vvip di rs itu.
“
Sudah sadar rupanya” Suara Dokter disampingku dengan bahasa inggris
membangunkanku.
Tomi beserta Calvin bergegas menghampiriku
Kepalaku
serasa pusing.
“
kamu ga apa-apa kan” sahut Tomi dan Calvin padaku bebarengan
Tapi
aku tersenyum mengangguk
“
Dokter, mengapa aku harus di infus .Aku kan cuman kena pukul“ kataku pada
Dokter dengan bahasa korea, aku melihat tag namanya, namanya shin jill ram
“
kamu sudah pingsan selama 6 jam dan kamu terlalu capai juga lebih baik kamu
istirahat . Saya tahu kamu seorang artis. Permisi “ dengan berkata berbahasa
korea
“
terimakasih dokter “ sahut Calvin yang juga ternyata bisa bahasa korea.
dokter itu tersenyum dan bergegas pergi keluar kamarku
“kamu
ngomong apa sih sama dokter itu , kenapa kalian tidak berbicara dengan bahasa
inggris saja” kata Tomi
Tapi
Calvin hanya tertawa
“
apakah kalian sudah berbaikan ? “ tanyaku hati-hati
“
yah kami sudah berbaikan, asal kau harus memilih diantara kami berdua” sahut
Tomi cemberut
“
Kami akan bersaing untuk mendapatkan hatimu, dan yang kalah harus mengerti
melepaskanmu juga tidak ada dendam diantara kami “ Calvin menambahkan
“
jadi, apa kau sudah mengakui kesalahanmu ?” sahutku pada Tomi
“
yah aku mengakuinya, terserah kau mau memberikan permainan apa pada kami untuk
mendapatkan hatimu . Aku harap sih ikuti kata hatimu “ Kata Tomi
Memangnya
hati ini permainan apa baginya, ini hati bukan mainan .Bagaimana bisa aku
memilih diantara 2 sahabat ini yang sudah berteman dari kecil. Seharusnya dia
tahu hatiku hanya untuknya, tapi aku terima saja dengan menganguk kepada mereka
berdua.
setiap
hari Calvin dan Tomi memperebutkan. Siapa yang menyuapiku makan, siapa yang
memberikan ku obat, siapa yang mengantarkanku ke toilet yang hanya beberapa m
saja dan siapa yang mengambil baju ganti untukku. Aku pusing juga melihat
mereka berdua, tapi membuatku entah mengapa terhibur oleh mereka berdua.
Media
mulai mengetahui aku sakit dan dirawat di rs. Lalu bermunculanlah teman-temanku
yang menjengukku begitu pula dengan Ananda. Juga Hyun..
Hyun
masuk ke kamarku dengan membawa sekranjang apel dan boneka super Hello kity
super besar ke kamarku,
Aku
tersenyum
“
Hey mau apa kau kemari “ Sahut Tomi memakai bahasa inggris pada Hyun
Lalu
Calvin juga berbicara seperti itu dengan bahasa korea
“
ini aku bawaakan apel dan boneka agar kau nyaman berada di sini “
lanjutnya menaruh Boneka disampingku dan
keranjang apel di meja
“
Hey kalian berdua ini siapa, aku yang harusnya nanya dan mengapa kalian disini”
sahut Hyun dengan bahasa inggris kali ini
“
Mereka mantanku juga temanku “ jawabku juga dalam bahasa inggris
“
enak saja. Aku calon suaminya” Sahut Tomi tak mau salah
“
eh,eh,eh kau ini kita adalah calon pacarnya jadi ngak usah ngaku-ngaku man”
sahut Calvin juga tak mau kalah
“
Sepertinya mereka berlomba untuk mendapatkanmu ya Dara. Sainganku juga
bertambah hah” sahutnya dengan bahasa inggris
Tapi
Tomi seperti akan menghajarnya tapi Calvin memegang tangan tanganya, lalu Tomi
melepaskannya dengan kasar.
“
Dara, aku juga akan bersaing dengan mereka untuk mendapatkan hatimu”
Ingin
rasanya aku pergi kedunia tak berpenghuni dan tak berujung untuk pergi dari
situasi seperti ini
Jadilah
3 orang itu berada dikamarku, merawatku dengan berlomba.
Setelah
aku keluar dari rs itupun mereka tetap berlomba untuk mendapat hatiku.
Siapa yang mengantarku, siapa yang makan bersama
denganku, siapa yang menjemputku, merapikan apartemen ku, siapa yang
mendukungku ketika ku tampil dan siapa yang paling kuat diantara mereka. Aku
juga membuat permainan lari,bersepeda,berenang dll . Sampai aku harus minta
tolong pada teman-teman Running man untuk membuat permainan untuk mereka dan
aku juga mereka bertiga bintang tamunya tapi tetap saja aku belum bisa memilih
diantara mereka bertiga walau sudah sebulan berlalu.
Dimalam musim semi ini aku sengaja pulang diam-diam dari
tempatku agar mereka bertiga tidak merecokiku dengan berjalan kaki .
Ketika aku berjalan kaki, aku melihat bulan purnama
berterang , aku melihatnya di halte bis.
Sambil memejamkan mataku aku merasakan lubuk hatiku yang
paling dalam.
Aku sudah membuat keputusan diantara mereka bertiga...
Aku menelpon mereka
“ Hallo “ setelah suara ku konfrensikan pada mereka
bertiga
“ Aku sudah membuat keputusan, temui aku di pulau jeju
besok” sahutku pada mereka bertiga..
“ kamu dimana sekarang?” tanya Calvin
“ Hey kenapa mesti di pulau jeju “ Sahut Tomi dengan
bahasa korea juga yang ternyata dia sudah bisa bahasa korea
“
apakah kamu sudah pergi ke pulau jeju ? “ tanya Hyun
“
ya, besok soal waktu dan tempat aku sms lagi “ lalu aku tutup telponnya.
Malam
itu aku tidak pulang ke apartement ku dan aku juga tidak pergi ke bandara.
Aku
naik bis menuju hotel, malam ini aku akan tidur di hotel saja..
Aku
membeli tiket pesawat online ke pulau jeju pada penerbangan pagi jam 9,
perjalanan dari seoul incheon ke jeju hampir 2 jam . Sebelum aku pergi, aku
menyempatkan diri untuk membeli baju juga koper baru untuk perjalanan liburanku
yang entah sampai kapan. Jadwalku 5 hari kedepan alhamdulilah kosong hanya
latihan seperti biasa.
Lalu
setelah aku sampai di bandara pulau jeju, aku mulai mencari hotel akhirnya aku
menemukan hotel Ramada Plaza Jeju hotel. Setelah aku akan berangkat ke hotel ,
aku melihat yuki dan Radit sedang berada di bandara juga.
“
Untuk apa ya mereka ke pulau jeju, dan kenapa yuki tidak memberitahuku bahwa
mereka akan ke korea” aku bekata dalam hati
Lalu
aku ingin menghampiri mereka , tapi aku
melihat........................................
Dan
kuurungkan niatku,
Aku
sangat shock melihatnya.
Aku
bergegas memanggil Taxi dan pergi ketempat tujuanku sekarang.
Aku
tak habis fikir apa, kenapa, kok bisa ada................... disini
Lalu
setelah aku sampai di hotel, aku menelpon mereka bertiga
“
Halo, apakah kalian sudah tiba di pulau jeju” kataku pada mereka
“
kamu dimana SANDARA, aku sudah di pulau jeju sejak kemarin malam ketika kau
menelpon” Tomi berkata padaku dia berkata menggunakan bahasa indonesia
“
Kenapa hpmu tidak aktif, kami susah menelponmu dan ponsel gpsmu tak bisa
dilacak” Hyun berkata
“
Jadi kapan, kami bertemu denganmu” Kata Suara Calvin kemudian
“
Oke aku tunggu di gunung halla jam 4 sore nanti ya , tidak boleh telat “ aku
berkata sambil tersenyum
“
Memang kalian menginap dimana ? “
tanyaku kemudian
“
ah lalu dimana kau tinggal saat ini ?” tanya Tomi lagi
“
Ramada hotel “ Kata Calvin
“
Hey megapa kamu memberitahunya, benar-benar” Sahut Tomi
“
yah hotel itu milik relasi kerjanya Tomi” sahut Hyun
“
baiklah sampai bertemu disana “ kataku menutup telpon
Aku
shock, bagaimana bisa mereka menginap di hotel yang sama denganku.
Sekitar
jam 2 saat ini aku segera pergi ke gunung halla tapi saat aku berada di lobby hotel
aku melihat ....................
Aku
takut kalau mereka akan menghampiriku jika melihatku, lalu aku berhasil pergi
dari hotel menuju ke gunung halla selama 40 menit, aku tiba sekitar pukul 3
sore. Berarti masih ada 1 jam untuk bertemu mereka dan pemandangan di gunung
halla ini bener-bener wow banget, begitu indah dan menakjubkan. Berbagaimacam
tanaman musim dingin dan subtropis ada disana, karena sekarang musim semi
bunga-bunga itu terlihat indah begitu juga dengan pemandangannya yang memukau.
“
Hey “ sapa seseorang padaku sambil menepuk pundakku dan aku menoleh kebelakang yang ternyata
orang itu Tomi
Astaga
aku bertemu mereka sebelum jam 4. Baru saja aku sampai ..
Lalu
mereka bertiga sudah ada di depan mataku,
Aku
bingung juga harus berkata apa pada mereka bertiga yang sedang menungguku
bicara.
“
Jam 4 kan, mengapa kalian sudah ada disini dan mengagetkanku” katku acuh pada
mereka
“
sudah lah Dara katakan saja sekarang, kami menunggumu” sahut hyun
Aku
memandang tak percaya pada mereka bertiga.
“
yah baiklah, kalian berputar ke belakang dan nanti yang akan ku pegang bahunya
maka dialah orang yang kupilih “ kataku dan tanpa berbasa-basi mereka berbalik
ke belakang.
Saat
ini aku sudah harus mengambil keputusan. Lalu aku sudah pasti menepuk bahu
Tomi,
Yah
memang dari awal aku sudah memilihnya sebagai pendampingku, tapi karena aku tak
ingin melukai hati kedua pria ini maka aku setuju saja dengan permainan yang
mereka buat walau kelihatannya aku sangat kejam
“
Yeay “ sorak Tomi padaku yang langsung merangkulku.
“
will you marry me” sahutnya lagi sambil berlutut dihadapanku dan di hadapan
orang banyak
Memang
dari awal dia juga sudah mencuri hatiku
Lalu
terdengar tepuk tangan dari Belakangku juga Hyun dan Calvin yang ikut-ikutan
tepuk tangan.
Setelah
aku menoleh, aku melihat yuki,radit bahkan orangtuaku dan orangtuanya juga
adik-adikku dan kakak beserta adiknya tersenyum padaku dengan riang .
“
Ada apa ini sebenarnya” sahutku tak percaya
Aku
serasa sedang dipermainkan jadi apa maksud dari semua ini ya. Memang aku memang
sudah tidak kaget lagi karena kemarin aku melihat mereka semua di bandara dan
di lobby hotel. Mengapa mereka semua tidak memberitahuku pasti ada sesuatu yang
disembunyikan dan benarkan mereka memberiku kejutan dan mengapa mamihnya Tomi
juga ada diantara keluargaku apa mungkinkah mamihnya sudah merestui hubungan
kami. Ini semua seperti mimpi bagiku.
“
Ayah, mamah kekenapa bisa ada dikorea “ kataku pada mereka
“
kita sudah seminggu loh dikorea “ sahut adiku kemudian
Tomi
menghampiri keluarganya dengan mengandeng tanganku
“
jadi, apa-apaan maksud dari semua ini. Aku berharap agar kalian mau merestui
hubungan kami” katanya dengan lantang
“
ya kami memang sudah merestuimu nak “ kata papihnya Tomi dan mamihnya pun ikut
tertawa
Lalu
semua orang mulai mengucapi selamat pada kami berdua.
“
wah selamat ya bro permainan kami ternyata sukses” sahut Calvin
Flashback
Ternyata
yang membuat permainan ini adalah yuki,radit,ken,diandra dan calvin serta
dibantu oleh Ananda,Audi, Hyun, Orangtuaku dan Orangtuanya benar-benar
konspirasi yang sempurna.
Calvin
sebenarnya sengaja pura-pura sangat menyukaiku agar dia tahu seberapa besar
Tomi menyikapinya apakah dia akan melepasku untuk sahabatnya atau tetap
memperjuangkan cintanya untukku dan mana mungkin dia menghianati sahabatnya
sendiri .
Lalu mamihnya Tomi bu Clara dia juga berakting
dengan sangat bagus dia sengaja bagaimana caraku menyikapi seorang ibu yang
galak, sombong, dan tidak merestui hubungan anaknya denganku tentu saja sikapku
menuruti kemauan sang ibu dan pergi dari hadapan anaknya tentu saja memang dari
awal Bu Clara memang sudah merestui hubunganku dengan anaknya, dia ingin agar
anaknya meraih kesuksesan dengan mau meneruskan perusahaan papihnya dan itu
terbukti menjadi kenyataan untuknya agar mau berkerja keras.Dan dia meyuruh
anak temannya untuk membantu dalam konspirasi ini yang kutahu ternyata Audi
sudah memiliki tunangan sebenarnya tapi dia bersedia membantu tante clara demi
Tomi juga.
Yuki
saat itu tidak benar-benar tidur dia tahu aku pergi dari kamar dan
membiarkannya saja. Lalu kenapa aku ke korea, yang ternyata Ananda sudah di
bayar oleh Radit dan Ken agar membantuku pergi , mereka sengaja mencari Ananda
untuk membantuku agar menjadi artis di korea yang memang mr kim ternyata bukan
suami temanku, hanya membantuku. Mr Kim hanya berteman dengan Ananda yang
ternyata mereka teman Diandra juga, tentu saja mereka mau membantu yang
benar-benar tak terduga.
Lalu
ayahku yang merestui kepergiaanku ke korea karena memang sebenarnya ada udang
di balik batu, dia sudah tau semuanya agar bagaimana aku menyikapi semuanya .
Beliau juga ingin agar cita-citaku tercapai dan tak salah memilih seseorang.
Lalu
Hyun juga ikut membantu dalam konspirasi ini karena sebenarnya dia juga berpura-pura
untuk menyukaiku mana mungkin orang yang baru kenal langsung saling menyukai.
Godaaan yang bagaimana aku menyikapi nya juga Calvin apakah aku akan tergiur
untuk memilih mereka dibanding Tomi, juga bagaimana Tomi menyikapi orang-orang
yang memperebutkan hatiku.
Juga
pulau jeju ini sudah direncanakan , mengapa aku memilih pulau jeju ini karena
sepulang aku menghadiri acara ada seseorang yang mengatakan padaku bahwa pulau
jeju itu memiliki kenangan yang sangat indah jadi jika aku ingin membuat
kenangan maka aku harus pergi kesana, dan orang itu adalah orang suruhan para
konspirasi itu.
Tapi pada akhirnya semua itu adalah hal
seberapa besar aku dan Tomi sama-sama yakin dalam cinta kami dan seberapa besar
cinta kami karena dulu kami saling bertengkar dan membenci tapi pada akhirnya
benci itu menjadi cinta dan kami berhasil mengalahkan segala cobaan dalam hidup
kami .
Setting
berganti di ruang besar yang terdapat di hotel tempatku menginap, aku sedang menghadap
ke cermin karena sebentar lagi ku akan bertunangan dengan syah dihadapan
keluargaku, keluarganya dan teman-teman sekalian, aku berdandan dengan sangat
cantik akan ada acara lamaran dan pertunangan di hotel itu. Kami pun memutuskan
untuk menikah 4 bulan yang akan datang dengan kami yang terus melanjutkan
kuliah dan aku berhenti untuk menjadi artis, walaupun kurang dari kontrak dan
orang-orang sangat menyayangkan aku yang menikah muda tapi fans setiaku terus
mendukungku.
Persiapan
pernikahan berjalan dengan lancar, dari gaun pengantin, wedding organization,
foto pra wedding di pulau jeju dan lain-lain berjalan dengan lancar di bulan
september ini. Kami melakukan akad nikah di masjid agung at-tin di TMII dan
pestanya akan berlangsung di hotel miliknya.
tapi ............................
waktu
akan akad nikah sesuatu terjadi
“
kamu dimana” kataku yang panik karena dia belum muncul-muncul juga tapi
keluarganya sudah datang dan kami sedang menunggunya
“
iya sebentar lagi sayang aku nyampai AAAAA” dan terputuslah telponnya
“
Hallo... hallo Tomi “ aku gemetar,lemas dan menjatuhkan hpku ke bawah.
Aku
tidak tahu apa yang terjadi, well pernikahanku berantakan, hancur dan Calon
suamiku hingga kini koma di rs dia harus dipindahkan ke rs di US karena
kepalanya terbentur . Hanya ada satu dr yang sering menjalani hal semacam ini
dan dr nya sangat profesional itupun rujukan dari rs yang ada di Jakarta juga
permohonan keluarganya Tomi agar dia dirawat oleh dr Stev. Aku masih tidak
mengerti apa yang telah terjadi, kami merencanakan pernikhan mewah kami,bahkan
keluarga kami pun saling merestui kami,kerabat dan teman-teman mengucapkan
selamat dan Media membuat berita heboh
untuk pernikahan kami tapi takdir berkata lain semuanya batal dan tidak
terencana. Bayangkan sudah berapa banyak undangan yang tersebar dan berapa
banyak uang yang dikeluarkan. Padahal harusnya itu adalah hari bahagia kami dan
kebahagiaan bagi semua orang.
Semua
orang merasa prihatin padaku, aku tak percaya dengan hidup ini. Aku turut
merawatnya juga di rs , tiap hari aku merawatnya di rs. Kami masih terikat
dengan pertunangan, mungkin suatu saat nanti dia akan bangun...
Sudah
berbulan-bulan kondisinya seperi itu ,
“
Dara, bangun nak” kata mamihnya yang saat itu menjaga anaknya bersamaku
“
Mamih, maaf aku ketiduran” aku berkata, tapi mamihnya tersenyum tipis padaku
“
hidup ini realitis, kau harus terus jalan kedepan. Entah kapan Tomi akan sadar
dari komanya” sahut bu clara menahan tangis tapi tetap tersenyum padaku
“
tapi aku harus tetap berada disisinya “ kataku megusap kepala Tomi
“
kau harus melanjutkan hidupmu “ kata Bu Clara dengan tegas, aku sudah menolak
beberapa kali sampai bosan tapi Bu Clara selalu tidak mau menyerah agar aku
melanjutkan hidupku, akhirnya dia mengusirku untuk jangan tetap berada disisi
Tomi dan akupun melanjutkan kuliahku dengan berkuliah di US di Harvard
University mengambil jurusan fakultas kedokteran HARVARD MEDICAL SCHOOL yang
biayanya juga tak sedikit. Akupun mengikuti kerja sambilan sebagai model
fashion disana yang alhamdulilah cukup untuk membiayai hidupku juga sumbangan
dari orangtuanya Tomi yang menyekolahkanku yang membuatku sangat
berterimakasih. Aku juga sering ikut dalam pembuatan film dan aku juga sering
menjenguk tunanganku itu. Tapi karena akhir-akhir ini aku sibuk jadi aku juga
jarang menjenguknya.
Tak
terasa sudah setahun Tomi terbaring koma, aku sedih sekali dengan keadaanya
yang terus seperti itu. Entah kapan dia akan sadar. Radit,Yuki,Ken,Calvin dan
Diandra juga sering ke Amerika untuk mensuportku dan menjenguk temannya itu.
Sementara mamihnya harus pulang ke Indonesia karena kondisi papihnya yang
memburuk.
“
Aku harus pergi ke Korea akhir minggu ini, aku akan bermain drama disana
mumpung sekarang libur” Kataku tiba-tiba pada ke5 temanku itu yang membuat
mereka menengok kearahku
“
Aku titip Tomi ya guys , ini hanya sebentar. Aku harus mengumpulkan uang untuk
biaya ku disini, aku tak enak terus meminta pada keluarganya” kataku pada
mereka
“
Lalu kau tak akan melihat pertunanganku dengan Diandra “ Sahut Ken padaku
“
Hey mengapa mendadak sekali pergi, “ Sahut Radit
“
Dara, aku baru datang loh ke sini” sahut yuki
“
Nah mumpung ada kalian disini jadi aku harus pergi, aku hanya 2 minggu di korea
kalian kan sebulan disini” kataku lagi
“
Baiklah pergilah, kau harus melanjutkan hidupmu” kata Calvin tersenyum padaku
“
Hati-hati ya dijalan . Tapi nanti ketika penikahanku kau harus datang” kata
Diandra yang meragkul pundakku.
Aku
berangkat ke korea , syuting tapi ketika sudah 4 hari aku disana ada telpon
dari Yuki
“
Hallo Dara, kau masih lama kah di Korea”
“
ya, memang ada apa dengan Tomi. Apakah ada yang terjadi ?“kataku lagi
“
dia telah sadar” yuki berkata
Aku
tutup telponnya, aku juga ingin kembali ke US secepatnya tapi keadaan yang
memaksaku untuk tetap berada di korea selama 2 minggu karena aku sudah
tanda-tangan kontrak dan kontrak film tak bisa di hentikan. Jadi aku harus
tetap bersikap profesional dan kembali setelah 2 minggu tapi...
Aku
berlari menuju rs tempat Tomi dirawat , kudengar dia masih di rs karena harus
benar-benar sembuh total,
Tapi
ketika aku masuk kedalam kamarnya
Aku
melihat pemandangan yang tidak wajar disana seorang gadis yang sepertinya orang
asia sedang mecium pipi tunanganku..
Seketika
itu aku masuk kedalam dan mengagetkan mereka berdua.
“
Siapa kau masuk ke kamar orang lain tanpa izin” kata Tomi padaku
“
Aku.....aku tunanganmu” kataku sedih
Lalu
datanglah teman-temanku dibelakangku
Dan
mereka membawaku pergi keluar
Lalu
mereka membicarakan bahwa Tomi hilang ingatan dan seluruh memorinya tentangku
hilang dan memorinya kembali pada dia waktu sma dulu. jadi aku harus besabar,
perempuan yang dikamar Tomi itu adalah Airin, orang Indonesia keturunan Cina yang
kebetulan teman SMA Tomi yang dulu Tomi sangat suka pada Airin tapi Airin
menolaknya mentah-mentah dan tahu-tahu
saja Airin tak sengaja bertemu dengan Tomi kembali di rs ini, yang melihat Tomi
tidak cupu seperti dulu. Padahal teman-temannya maksudku (Radit,Cavin,Ken,Yuki
dan Diandra) sudah memberitahu Tomi untuk tidak bertemu dengan gadis itu tapi
Tomi memaksa untuk bertemu dengan Airin, yang maklum dulu Tomi sangat menyukai
gadis itu.
Aku
benar-benar tak percaya, padahal baru ku tinggal dia 2 minggu .
“
Hey mengapa kalian tidak memberitahu gadis itu bahwa Tomi sudah memiliki
tunangan” kataku sabar
“
Sudah, bahkan sering. Lalu tiba-tiba Airin tiba-tiba mengeluh, dadanya sakitlah
apa lah yang membuat kami dimarahi oleh dr Steve” kata Radit menghela nafas
“
Aku harus bagaimana” kataku bingung yang sepertinya cobaan dalam hidupku tak
pernah usai.
Aku
beserta teman-temanku kembali keruangan tempat Tomi berada karena orangtuanya
akan segera datang dan tidak seharusnya kami meninggalkanya berduaan dengan
perempuan bernama Airin itu, ketika kami masuk mereka sedang bercanda dan
tertawa-tawa. Sepertinya dia sangat senang bersama gadis itu tapi mengapa jika
bersamaku dulu kami selalu bertengkar dan sering berselisih paham membuatku
membandingkannya,perlakuannya terhadapku dan terhadap gadis itu jauh berbeda.
AAA aku sangat cemburu tapi kutahan dan bersabar, tekadku sekarang agar dia
kembali mengingatku kembali. Aku yakin dia pasti akan kembali padaku.
“
Hey kalian dari mana saja?” kata Tomi
Aku
orang terakhir yang masuk ruangan dan menutup pintu
“
Lalu siapa orang ini, yang megaku-ngaku menjadi tunanganku” Lanjutnya kemudian
Tidak
ada satupun yang menjawab Tomi, mungkin mereka takut salah bicara. Akupun
berjalan mendekat kearahnya.
“
Maafkan aku, namaku Sandara tadi aku sedang mencari dimana tunanganku berada,
tapi dia bersama dengan perempuan lain” sahutku padanya yang membuat Airin
memegang tangan Tomi dan kulihat disitu ada cincin pasangan sama diantara jari
mereka. lalu dimana cincin pertunangan kami. Aku sungguh tidak percaya.
“
Kami sudah bertunangan, ya kan sayang “ sahut gadis itu manja pada Tomi
“
Akulah kekasih dan tunangannya dari dulu hingga sekarang” kata Airin kemudian
Oh
aku sudah tidak tahan lagi dengan perempuan itu, tapi tatapan Tomi dari tadi
melihat kearahku, mungkin apakah dia merasakan sesuatu, apakah kini dia bahagia
.
Aku
mulai menitikan air mata, yuki memegang bahuku agar aku tidak jatuh . Bahkan
kami dari tadi berdiri. Ketika aku akan menamparnya yuki mempererat tangannya
di bahuku sementara Calvin,Radit dan Ken tidak berbuat apa-apa. Lalu tangan
Diandralah yang menampar Airin , mungkin sebal dan ingin membelaku hal yang
ingin aku lakukan daritadi. Aku sangat terharu melihat nya menampar perempuan
itu kalo perlu jambak saja rambunya
“
Hey apa-apaan kau menampar Kekasihku” Kata Tomi
“
Aduh” Perempuan itu mengaduh kesakitan lalu dia memegang dadanya seperti orang
yang kehabisan nafas.
“
Apa kekasihmu hah ! dia perempuan iblis , mengapa karena dia hanya
berpura-pura, kekasihmu adalah Dara” Kata Diandra yang sudah tak tahan dan langsung saja Ken membawanya keluar .
“
Apa yang kalian tunggu panggil Dokter Stev” kata Tomi berteriak pada kami
Tanpa
basa-basi Radit menelpon petugas rs dan Calvin mendekat kearah Airin yang membaringkan
tubuh Airin ke sofa, tapi kulihat perempuan itu senyum ketika Calvin mengangkat
tubuhnya ke sofa. Iiiih dasar perempuan
ular.....................................
Tak
lama kemudian orangtua Tomi datang dan akan membawa Tomi pulang ke Indonesia
juga si nenek lampir itu akan ikut pulang juga ke Indonesia. Aku menyapa
orangtuanya , mereka minta agar aku menuruti kemauan Tomi dan agar ingatannya
perlahan-lahan harus kembali tanpa harus memaksa Tomi untuk mengingat semuana.
Aku pun mengerti. Aku harus pulang ke Indonesia untuk mendapatkan hati dan
ingatan Tomi kembali juga berkunjung ke rumah orang tuaku setelah itu aku akan
kembali bersekolah di US , Karena disini aku sudah memiliki rumah, atau aku
akan berpindah sekolah yang jelas aku harus mengambil cuti kuliah lagi, lagi
pula sekarang masih libur juga.
Kami
ikut pulang ke Indonesia bersama Keluarga Tomi keesokan harinya naik pesawat
jet.
Perilaku
orangtuanya Tomi terhadap Airin juga sangat baik sama seperti mereka
memperlakukanku, mereka hanya mau yang terbaik untuk Tomi dan kebahagiaan
anaknya.
Setelah
sampai bandara, Tomi dan kelurganya masuk kedalam mobil bersama dengan Airin
tentu saja. Aku sangat sakit hati atas sikap keluarga Tomi pada sikapnya pada
Airin, akupun pulang kerumahku naik taksi bersama yuki karena tak mungkin kami
menyuruh Calvin atau Radit yang memang sudah capai walaupun mereka menawarkan ,
lalu Diandra dan Ken pulang ke Bali , mereka melakukan pertunangan mereka tidak
jadi di US. Tapi sebagai gantinya pertunagan mereka akan berlangsung
besar-besaran di bali dan kami harus datang 3 hari berikutnya.
“
jadi bagaimana hubunganmu dengan Radit” kataku kemudian ketika sedang di taxi
bersama yuki
“
kami tidak pacaran, aku tidak tahu apa hubungan kami kami hanya berteman”
katanya kemudian yang mungkin takut sakit hati
“
tapi akhir-akhir ini bukankah dia tidak bersama perempuan lain selain kau, aku
tidak pernah melihat atau mendengar Radit bersama wanita seperti biasanya. Aneh
sekali bukan” kataku yang membuat pipi yuki memerah
“
aku juga tidak tahu perasaanku padanya seperti apa, dia sangat perhatian padaku
bahkan seluruh wanita juga, aku hanya takut dipermainkan” kata yuki cemberut
“
tapi kalian pernah berciuman” kataku pelan-pelan menggoda sahabatku itu
“
entahlah itu terjadi begitu saja” sahutnya datar
Selama
3 hari itu aku bediam diri di rumah dan kadang pergi ke rumah Tomi tapi
mamihnya melarangku terus untuk bicara dengan Tomi karena khawatir dengan sikap
Airin. Jadi akan lebih baik jika nanti saja di bali aku lebih leluasa untuk
bertemu dengan Tomi dan membuatnya untuk mengingat kembali tentangku,tentang
cinta kami dan kepercayaan nya padaku.
Tomi
ikut juga ke bali karena Ken memaksa agar Tomi mau datang, tapi kedatangannya
itu tidak sendirian . tentu saja nenek sihir yang sakit-sakitan itu juga datang
bersamanya.
Aku,Yuki,Radit
dan Calvin berbeda pesawat dengan Tomi dan si nenek sihir tapi kami di lobby
hotel nya tepat bersamaan masuk ke hotel milik Tomi dulu yang dulu kami
menginap disini juga. Karena pertunangan Diandra dan Ken akan diadakan di hotel
milik Tomi.
Lalu
kamipun bebarengan dan menuju resepsionis dan pelayan disitu semuanya menunduk
pada Tomi persis seperti itu.
Lalu
kepala staff Hotel atau manager hotel
itu menunduk dan berkata
“
Apakabar tuan Tomi, apakah kondisi anda baik-baik saja. Lalu apaah kau dan
Sandara sudah menikah ? “ kata Manager itu yang membuat Tomi menoleh kearahku.
Akhirnya
jalan menuju kebenaran akan terbuka lebar karena memang akulah belahan jiwanya
dan memang kalau sudah jodoh tidak akan kemana-mana bukan. Hanya waktulah yang
bisa menjawab segalanya. Orang yang berbohong jika menyimpan rahasia pasti
suatu saat bau bangke itu akan tercium juga. Begitupula dengan orang jahat selalu
akan celaka di akhir cerita. Intinya hidup ini adil dan anugerah bagi semua
umatnya. Aku yakin Allahlah yang akan menolong kita asal kita berdoa dan
mempunyai tekad yang kuat bagi umatnya. Aku sangat senang saat kebenaran hampir
terungkap , entahlah sepertinya Tomi mulai ragu dengan nenek sihir itu. Matanya
melirik Airin lalu padaku lalu pada teman-temannya.
Kalian
tahu reaksi nenek sihir itu seperi apa, mukanya pusat pasi horror banget deh
pokonya seperti dia maling yang sedang ketangkap basah mencuri awakwawk. Nenek
Lampir itukan memang berbohong, dia berbohong dialah tunangan Tomi dan sudah
berpacaran dari dulu sewaktu SMA . Nyebelin banget kan yehet, tapi sepertinya
kebenaran akan segera terungkap, harus dan secepatnya deh pokoknya.
Lalu
pandangan Tomi seperti orang yang kehilangan kesadaran, gawat dia akan pingsan
sepertinya.Dan dia memegangi kepalanya. Aku sungguh tidak tega melihatnya
seperti itu, tapi ternyata dia kuat lalu berdiri tegap dan mengambil kunci
menuju kamarnya tanpa bicara pada siapapun dan mengacuhkan nenek sihir itu.
Disekelilingku sudah ricuh dengan Tomi terutama kedua sahabatnya yang mengikuti
Tomi dari belakang.
Jadilah
aku di lobby bersama yuki dan si nenek sihir.
Ken
dan Diandra sedang menuju perjalanan kemari jadi mereka belum datang.
“
Kau, menjauh dan menyingkirlah dari hadapan Tomi” kata Nenek sihir itu kepadaku
“
Hah..” aku menggelengkan kepalaku
“seharusnya
kamu yang menyingkir, akulah orang yang Tomi cintai. Kenapa harus ngaku-ngaku
gitu. Ga punya harga diri ya” kataku kemudian ketus
Nenek
sihir itu membuka mulutnya seperti kehilangan kata-kata
“
Ap.....pa kamu bilang” katanya berhasil berkata sambil lagi-lagi memegang
dadanya
Aku
merasa kasian sih, tapi sepertinya itu hanya akting.
“
Ayo lah Dara kita ke kamar aja yuk, jangan ladenin orang sakit kaya dia” kata
Yuki yang menyeret tanganku pergi
“
Kamu liat ya, kebenaran sebentar lagi akan terbukti. Dan kenyataan sudah ada
buktinya tadi.Kalau Tomi akan sadar matilah kau” tanpa memperdulikannya,
perduli amat sama orang kaya dia yang punya banyak muka dimana-mana
Aku
pergi bersama yuki tapi ketika kami akan melangkah Pingsan lah Nenek-nenek itu..
Semua
orang yang tak lain para tamu beserta staff melirik ke arahku dan yuki yang
memang tadi kami mengobrol dengannya..
Tapi aku lihat matanya terbuka lalu menutup, tuh kan dia memang
pura-pura pingsan untuk ambil simpati orang lain dan orang lain akan mengangap
aku ini orang jahat. Padahal tadi aku ingin loh menolongnya tapi aku menarik
tangan yuki untuk pergi dari situ. Lalu entah semua orang mempotretku, wah jati
diriku sudah ketahuan.dan ada seorang paparazi yang kebetulan menginap di hotel
itu dan mendekat ke arahku..sementara si Nenek-nenek itu digotong ke sofa lobi
“
Sandara.. artis iternasional kita kan” kata paparazi itu , aku tak punya
pilihan untuk tetap diam karena memang
aku dan yuki meninggalkan orang pingsan dan membuat orang itu kesakitan,
maksudnya pura-pura.Aku takut nama baikku jelek gara-gara perempuan itu
Lalu
si paparazi itu menunjuk ke arah Airin di sofa.
“
Ada apa dengannya,bukankah beliau putri dari pengusaha...........?” kata
paparazi itu
“
Dia hanya pura-pura saja. Aku lelah, aku tadi hanya bicara padanya tapi dia
berakting dengan cukup bagus untuk mengalihkan perhatian banyak orang. Permisi
kami harus pergi ke kamar” kataku bicara sejujur-jujurnya
Lalu
Tomi beserta kedua temannya Calvin dan Radit keluar dari lift sambil berlari ke
arah Airin yang pura-pura itu tapi Calvin dan Radit berhenti disamping aku dan
yuki sementara Tomi melewatiku dan mengendong Nenek sihir itu menuju kamarnya.
Lalu
sang paparazi mulai bertanya bukankah itu tunanganmu, lalu mengapa , bagaimana
bisa dan blablabla.
Radit
dan Calvin juga yuki membawaku keluar dari paparazi itu dan saat ini aku sedang
berada di kamarku.. Entah apa yang harus kulakukan.
“
Yuki, aku akan menemui Tomi sekarang. Aku harus bicara padanya” kataku
“
ya tapi waktunya tidak tepat. Bagaimana jika nanti saja” kata sahabatku itu
Lalu
aku pergi tanpa berkata apa-apa ke kamar Tomi, kamar favorite tempatnya
menginap jika di hotel itu.
Aku
menekan bel,
Lalu
terbukalah pintunya
Aku
kaget ketika melihat neneksihir itu yang membukakan pintunya bukan Tomi.
Sepertinya tadi Tomi membawa nenek itu ke kamarnya, bukan ke kamar si nenek
sihir itu.
“
Aku harus bicara dengan Tomi sebentar” kataku mengusir Nenek itu dengan ramah
“
Maafkan aku ya tadi di lobby yang berkata tak seharusnya pada mu” lanjutku pada
nenek sihir itu
“
mau berkata apa, kau lagi kau lagi . Kepalaku pusing jika kau ada disini” Kata
Tomi dan menyuruh nenek itu mendekat. Tapi si nenek sihir itu duduk di kasur di
samping Tomi dan menyandar dipundaknya Tomi.
“
Apakah kau tidak mengenalku, apakah benar ingatanmu tentangku tidak ada sama
sekali” lalu Tomi memegang kepalanya
Kemudian
aku berkata
“
baiklah aku tidak akan memaksamu sekarang, tapi ingatlah sunset dan ditempat
kita bisa melihat sunset berdua. Aku akan menunggumu disana “
“
udah pergi kamu dari sini” kata nenek sihir itu mengusirku
“
kamu bilang kamu akan menjagaku, melindungiku dan tidak ada satu orangpun yang
bisa merebutku dari tanganmu kan . Liatlah foto-foto kita, kenangan kita .
Bangunlah “ kataku melemparkan kamera pada Tomi dan dia menangkapnya sebelum si
nenek sihir. Tapi si nenek sihir itu ingin merebut kamera itu dari tangan Tomi.
Tapi Tomi membentaknya karena memang kepalanya sedang pusing. Tanpa basa-basi
aku pergi keluar dari kamar Tomi dan langsung ke pantai menghilangkan stress, meluapkan
kesedihanku dan segalanya.
Aku
berjalan di pinggir pantai ke tempat kami melihat sunset, dia melamarku dan
ciuman pertamaku dengannya. Memang saat itu sudah sore tapi masih sekitar 1 jam
lagi untuk sunset turun kepermukaan . Aku menunggu, duduk termenung dan
tahu-tahu saja ada ombak besar menerpaku. Akupun kehilangan kesadaran dan
melihat Tomi berenang menyelamatkanku dan gelap semuanya.
“
Syukurlah kau tidak apa-apa” kata Tomi
Aku
terbangun disekitarku dan melihat dia tersenyum padaku, aku baru ingat bahwa
tadi aku berjalan kearah ombak ketika sedang menunggunya duduk tak ada
juntrungnya, seperti aku tertarik oleh seseuatu memang kedengarannya konyol.Aku
dibangunkan oleh nafas buatannya yang sepertinya ingatannya sudah kembali dan
aku tak akan menyia-nyiakannya, kupeluk dia dengan hangat walaupun kami
sama-sama basah.
“
Aku senang, akhirnya kau mengingatku” kataku kemudian
“
Kau membuat kepalaku sakit, astaga... seharusnya kau lebih berusaha lagi agar
ingatanku pulih lebih cepat” katanya kemudian menciumi rambutku
Lalu
seketika aku melihat sosok Airin di kejauhan sedang memandangi kami. Astaga
gadis itu berjalan ke arah laut sama seperti hal yang aku lakukan tadi .
Berjalan ke arah laut..
“
Lalu mengapa kau tega berjalan kearah laut, apakah kau tidak memperdulikanku”
katanya kemudian
Aku
menunjuk kearah Airin yang dia ikut melihat. Tapi ketika Tomi melihat dia diam
saja
“
Hey, mengapa kau tidak menolongnya” kataku sambil menepuk bahu Tomi
“
dia sudah berbohong, aku benci orang yang suka akting” sahutnya kemudian
Tapi
tetap saja itu berbahaya, aku berdiri lalu berlari ke arah Airin , aku ingin
menolongnya. Saat ini dia menggapai-gapai mencari pertolongan karena sudah
tenggelam.
Aku
berenang dan berhasil menyelamatkannya walau ombak sedang besar-besarnya.
Lalu
aku dan Tomi membawanya ke kamarnya dengan digendong oleh Tomi, di lobby kami
bertemu dengan Diandra,Ken,Yuki,Calvin dan Radit .
“
Dari mana saja kalian,apakah baik-baik saja”tanya Calvin pada kami
“
Hey mengapa gadis itu pingsan” kata Ken
“
paling dia hanya akting” kata Yuki dan Diandra mangut-mangut menyetujui ucapan
yuki
“
Apakah ingatanmu sudah pulih” kata Radit pada temannya itu
“
nanti aja,lebih baik kita bawa dia ke kamarnya” kataku yang membuat kami pergi
ke kamarnya
Ketika
aku dan yang lainnya memasuki kamarnya kami mencoba mencari baju untuk dia
berganti karena basah dan obatnya tapi ketika kami membuka kopernya. Kami
melihat sebuah foto dirinya dan Andin
( Andin
adalah teman kuliahku di kampusku) Aku,Radit,Calvin dan Tomi pun kaget
melihat foto mereka, apakah mereka saling kenal atau bersaudara.
Lalu
kami menemukan hasil pemeriksaan bahwa Airin negatif terkena penyakit kanker
yang dia selalu pamer pada kita dan hanya menderita flu biasa. OMG dia
membohongi kami
Dan
obat yang sering diminumnya adalah vitamin yang rasanya manis.
Lalu
penyelidikan kamipun mengarah ke ponsel miliknya yang benar saja Andin is my
sister, Andin adalah adik Airin.
Dan
kami pun menemukan percakapan di bbm yang sudah mereka setting semuanya .
Menurut
prediksi kami:
1.
Ketika
dikampus dulu ketika mos, Andin sengaja agar aku membuat masalah dan ulah agar
dirinya juga bisa berdekatan dengan Tomi dan Geng terutama Tomidan membenciku .
tapi dia gagal untuk dekat dengan tomi dan sebaliknya justru Tomi jatuh cinta
padaku dan malah mengacuhkannya. Dan saat aku sebelum pergi kebali dia membuat
rencana agar aku kelihatan seperti wanita murahan dan menyebarkannya melalui
gosip yang dia buat tapi semua itu gagal karna aku berlibur kebali.
2.
Ketika
kami berlibur di bali dia juga mengetahuinya dan ingin ke bali juga ikut
bersama kami tapi pada saat kmi di bali dia terkena cacar air yang membuatnya
tidak bisa ikut ke bali. Liat percakapanku waktu aku berhasil pergi ke korea
dan menelponnya disitu dia bilang mengapa aku tidak mengajaknya yang artinya
dia sudah tahu kepergian kami padahal aku tidak cerita apa-apa. Dan pada saat
itu kakanya Airin sedang berada di US . Airin sebenarnya sudah lama
meninggalkan Indonesia dan kuliah di US .
3.
Pada
saat aku menjadi bintang tamu di program reality show kukira Tomi yang
mengirimkan foto dan kenangan kami dan memberi tahukannya pada pembawa acara
itu tapi itu adalah ulah Andin ternyata dan dia yang memberitahu hyun , aku
bertemu Tomi diatas pada saat itu dia berada di korsel juga. Hyun yang
sebenarnya juga suka padaku tapi pura-pura demi membantu konspirasi yang
sebenarnya pada saat itu hyun cemburu
4.
Lalu
di gunung halla sebenarnya dia sengaja akan menjebakku dengan memanggil media
massa untuk menjelekanku .tapi gagal karna semuanya hadir disitu dan media yang
kebetulan datang malah mendapat kabar baik tentang pertunganku
5.
Lalu
pada saat pertunangan kami dia tidak bisa berbuat apa-apa karna dia
sendiri,lemas dan kakinya pincang karena kami melihat foto nya beserta kakinya
yang memar
6.
Tapi
dia berhasil menyusun kembali rencananya dan berhasil membuat kecelakaan dengan
memotong tali rem mobil yang membuat agar kami tidak jadi menikah
7.
Ketidaksadaran
Tomi dan kehilang ingatannya membuatnya bahagia karena hal itu tidak
direncanakan dan menjadi nilai untuk melancarkan niatnya
8.
Kakaknya,
Airin sangat menyayangi adiknya Andin karena mereka hanya berdua dan ortunya
sudah meninggal jadi Airin sebenarnya mau membantu adiknya yang memang dulu
Tomi menyukai Airin dan menjadi nilai plus karena Tomi begitu sadar hanya
mengingat Airin. Airin sebenarnya menyukai Calvin terbukti dia senyum ketika
Calvin memindahkan ke sofa ketika pingsan dan mau membantu adiknya itu dan
sebenarnya tidak menyukai Tomi sejak dulu.
Airin sengaja agar dr Stev membantunya yang dr Stev adalah paman dari
temannya .
9.
Sepertinya
Airin memanas-manasi bu clara agar aku tidak bisa berbicara dengan Tomi
10.
Saat
ini Andin sepertinya ada di Bali dan akan membuat rencana lagi
Itulah ke 10 hal yang kami tanyakan ke
Airin ketika dia sadar dan menangis sesengukan dan mengakui kesalahan Adiknya
dan kesalahannya karna membantu adiknya. Dan perbuatannya untuk tenggelam di
laut adalah karena suruhan adiknya. Ketika dia hampir tenggelam dia sungguh
berfikir ini sangat bodoh karena mengikuti keinginan adiknya tapi adiknya
meyakinkkan bahwa dia akan baik-baik saja dan segera menyalahkanku agar aku
difitnah olehnya . Tapi disatu sisi dia serasa ingin mati dan berterimakasih
padaku telah menolongnya dari kematiaan. Dan menceritakan semuanya pada kami
lalu meminta maaf atas namanya juga adiknya. Airin sangat menyayangi adiknya
itu. Tapi saat ini dia dipihak kami dan akan membela dan membantu kami untuk
menyadarkan adiknya hal yang ingin dia lakukan tapi kami masih belum bisa
mempercayai Airin.
“ Mengapa dia menghianatiku, ku fikir dia
sahabatku ternyata” kataku terduduk lemas
“ Apalagi, dia sangat menyukai Tomi. Dia
akan melakukan segala cara untuk mendapatkan sesuatu termaksud cintanya” kata
kakaknya kemudian yang membuatku
merinding seketika .
Kami melakukan hal seperti biasanya,
melupakan kejadian yang menimpa kami walaupun sebenarnya pasti dihati
masing-masing kami punya rasa takut , apakah yang akan terjadi selanjutnya
masalah yang menimpa kami. Airin ingin membantu kami dan kami menyuruhnya unuk
menghubungi kami jika andin membuat rencana walau kami tak percaya padanya
sepenuhnya.
Kamipun melakukan aktifitas seperti biasa
karena besok malam Ken dan Diandra akan
bertunangan dan mengumumkan pernikahan mereka yang ternyata ku tau pernikahan
mereka akan berlangsung secepatnya setelah pertunangan mereka. Aku turut senang
karena semuanya mungkin akan kembali normal jika tanpa kehadiran Andin.Juga Diandra sangat khawatir jika Andin
merencanakan sesuatu masalah di pertunangannya.Akupun merasa khawatir juga jika
ada sesuatu yang menimpa kami lagi tapi aku dan yang lainnya menenangkan
pasangan yang akan bertunangan itu. Toh yang Andin inginkan hanya aku dan Tomi
berpisah dan aku harus merasakan pahitnya hidup dan menderita tapi tak ada
salahnya kami tetap waspada.
Malam ini Diandra tidur bersama aku dan
yuki karna besok dirinya akan bertunangan dengan orang yang dicintainya. Mereka
pacaran sudah 5 tahun loh, awet banget ya. Aku juga kadang iri dengan pasangan
ini walaupun Tomi selalu memberikan perasaannya,jiwa,raga bahkan uang dan
everything for me.
Suara bel berbunyi ketika aku sedang asyik
bercanda dengan Diandra juga Yuki,padahal sudah hampir tengah malam.
“ Siapa ya, malam-malam begini?” kataku
“ udah ga usah di buka pintunya” kata Yuki
“ udah, buka aja pintunya siapa tahu
penting” kata Diandra
Aku dan yuki saling menatap horor, habis
kami selalu takut jika tengah malam begini ada orang yang mengebel pintu kami,
kami hanya takut orang itu jahat.
Ponselku berbunyi dari Tomi, sudah kuduga
itu pasti dia.
Akulah yang membuka pintu.
“ HEY lama sekali kau membuka pintunya !”
katanya setengah berteriak
Ya dia sepertinya sudah kembali menjadi
Tomi yang selalu berteriak padaku.
“ Mau apa malam-malam begini, hah ngak
liat kami mau tidur” kataku kemudian
“ Apa, mau tidur . Ku pikir kalian hanya
tertawa saja dari tadi. Oh iya aku pinjam Dara ya sebentar” sahutnya dan
menarik lenganku lalu yuki juga diandra tersenyum melihat kami .
“ hey mengapa kau tahu, jangan-jangan kau
memasang cctv ya “ kataku sambil berjalan ke arah yang dituju yaitu kamarnya.
Aduh gawat mengapa dia mengajakku ke
kamarnya malam-malam begini fikirku yang bukan-bukan. Ada perasaan takut juga
ada apa sih sebenarnya, lalu aku melihat seseorang mengintip dari tembok di
depan kami ya itu Andin aku tahu dia mengintip kami.
Lalu masuklah aku ke kamarnya.
“ Mau apa kau hah” kataku dan membuat dia
tersenyum sinis
“ aku tadi melihat Andin mengintip waktu
kita akan masuk ke kamar ini” kataku kemudian
“ well, lupakan orang itu. Aku sangat
merindukan kamu, entah aku tak ingin berpisah denganmu “ katanya sambil menarik
tanganku duduk di sofa dan tersenyum yang membuat kami berciuman.
Sumpah perasaanku tak karuan, aku takut
Tomi akan melakukan hal padaku.
Lalu dia tiduran di pangkuan paha ku.
“ Hey Dara, mengapa jantungmu berdetak
terus” katanya
“ tidak...” kataku berbohong sambil
merasakan ketegangan itu
“ seharusnya kita sudah menikah sekarang,
bukan begitu?” lanjutnya
“ usap kepalaku dan ceritakan dongeng
sebelum tidur untukku cepat” katanya lagi
Aku mengusap kepalanya sambil tersenyum
jadi dia ingin agar aku membacakan dongeng bukan hal yang aneh-aneh.
Aku bercerita setelah beberapa menit
kemudian lalu dia sudah tertidur , aku sebaiknya pergi ke kamarku. Tapi aku
sangat mengantuk sekali ,lalu ku senderkan pungungku ke sofa,duduk dan
tertidurlah aku .
Keesokan harinya ketika aku bangun , aku
sudah di tempat tidurnya waaa aku takut sekali....
Tapi dia ternyata tidur di sofa dan masih
belum bangun dan aku cek pakaian kupun lengkap itu berarti semalam aku
ketiduran dan dia ingin tidur nyaman maka dia memindahkanku ke kasur lalu tidur
di sofa, juga itu artinya tidak ada sesuatu yang terjadi dengan kami . syukurlah...
“ tapi kenapa yuki dan diandra tidak
mencariku ya. Apa mereka tidak takut aku kenapa-kenapa” kataku dan melihat ponselku
masih pukul 5 pagi .
Dan langsung bangun ke kamarku.
Aku di lobby sendirian, dari tadi kutekan
bel nya tapi tidak ada jawaban. Ah aku sudah mengira , mereka mematikan bel
agar mereka dapat tidur dengan nyenyak.
Aah harus bagaimana aku, aku tak mungkin
balik ke kamar Tomi.Aku tak ingin membangunkannya.
“ hallo Dara , apa kabar” kata Andin yang
mucul tiba-tiba dari belakangku
Sumpah seperti setan saja dia.. aaagh
mengagetkanku.Ku lihat dia masih memakai baju yang sama saat kemarin malam dia
memata-mataiku.
Aku tersenyum kepadanya
“ Andin, yaampun. Ko bisa ya kita ketemu
disini. Aku baik, bagaimana denganmu?” kataku padanya
Tapi bukannya tersenyum padaku dia
mengeluarkan pisau dari sakunya dan mengarahkannya padaku.
“ Mau, apa kamu”? kataku
Aku melihat sekeliling dan menmukan cctv
syukurlah,
“ udah jangan pura-pura bego, lo pasti tau
kan rencana gue”
Pisau itu dia acungkan kedepan muka ku
sontak aku tak bisa berbuat apa-apa.
Lalu DOOOR suara tembakan dan tembakan itu
mengenai kakinya Andin
Dan ternyata kami sudah dikepung oleh
polisi tapi pisaunya cepat hampir mengenai mataku.
Tapi walaupun pincang dan kakinya
berdarah, Andin ternyata jago bela diri dan berhasil lolos dari para polisi
yang tak berkutik di hajarnya walau polisi itu mempunyai pistol. Aku sangat
tercengang melihatnya
Aku seperti berada di film action saat
itu. Dan aku sangat shock..
Dan pintu kamarkupun terbuka.
“ Dara kau tidak apa-apa” kata yuki
memeluku
“ aku tak apa” kataku melepas pelukan yuki
“ maaf kami sudah membuat rencana tanpa
memberitahumu” sahut Diandra kemudian yang ternyata Radit, Calvin dan Ken ada
di dalam kamar juga yang itu berarti mereka sudah membuat rencana dan pada saat
itu Tomi muncul dan memeluku.
Yang ternyata mereka membuat rencana tanpa
memberitahuku.
FLASHBACK
Saat itu Calvin kembali ke kamarnya karena
kami sedang makan malam dan ingin mengambil rokoknya yang ketinggalan di kamar
lalu pada saat dia akan keluar dan membuka pintu dia melihat melalui layar ada
Andin di depan pintu Tomi dan masuk
kedalam kamar Tomi dengan handycam ditangannya, lalu keluar dari kamar Tomi
tanpa handycam itu yang sepertinya Andin menaruh handycam itu diam-diam untuk
memata-matai Tomi.
Lalu Calvin berceritalah pada Ken,Radit
juga Tomi dan Tomi sengaja membawaku malam-malam ke kamarnya, agar Andin tidak
tahan dan gelisah sepanjang malam mondar-mandir di depan kamar Tomi,
Yang hal itu benar saja ia gelisah
mengikuti gerak-gerik tomi dan mengikuti Tomi diam-diam ke kamarku lalu
mondar-mandir semalaman di depan pintu Tomi terus. Sementara Calvin sudah
memasang kamera pengintai di koridor di depan pintunya,di sepanjang koridor
lalu Calvin,Radit beserta Ken ke kamar yuki dan Diandra dilantai bawahnya dan
menceritakan semuanya.
Pantas tak ada yang mencariku pada saat
itu .Mereka juga tak tidur semalaman, mengintai gerak-gerik Andin dan menelpon
polisi untuk berjaga saat Andin diluar kendali.
Saat aku bangun Tomi sebenarnya juga sudah
bangun bahkan hanya pura-pura tidur lalu pada saat aku sudah ada didepan kamar
dan menekan bel mereka sebenarnya tahu tapi tak membuka pintunya.
Lalu benar saja Andin mengikutiku dan saat
dia mengacungkan pisau barulah mereka menelpon polisi yang membuat polisi
menembak kaki Andin.
Tapi sayangnya dia berhasil lolos damn,
dan pasti merencanakan sesuatu lagi yang lebih seram oh my god..
Kami berdandan dengan sangat cantik
terutama Diandra dengan memakai gaun pink yang sangat cantik, walau semalam ia tidak
tidur tapi ia senang karena hari ini hari pertunangannya. Pertunangan di mulai
pada sore hari sampai tengah malam sepertinya. Dan keamananpun diperketat untuk
menghindari accident yang tidak diinginkan.
“ Aku tegang sekaligus bahagia” Diandra
berkata padaku dan yuki yang menemainya berdandan
“ Dulu waktu aku bertunangan juga sama
tegangnya di “ kataku tersenyum dan melihat cincin tunangan dijari manisku juga
mengingat Tomi belum memakai cincin pertunangan kami
“ well,udah saatnya kita turun” kata yuki
yang membuat kami melangkah ketempat acara itu.Aku berjalan bersama yuki
disamping Diandra, aku berada di samping kiri.kami berjalan di red carpet. Aku
melihat Tomi tersenyum padaku memakai kemeja putih dan jas hitamnya.Sungguh
gagah dan ya well ganteng.
Aku duduk di bangku yang telah disediakan
disebelah Tomi, acara tukar cincin pun berlangsung .
“ serasi sekali ya mereka, aku jadi ingat
dulu pertunangan kita” kataku berbisik pada Tomi, lalu dia mengeluarkan
cincinya dari sakunya.
“ pakaikan cincinnya, ayo.aku ingin kau
memakaikannya untuku” sahutnya tersenyum
Ketika diandra sedang menukar cincin.Aku
juga memakaikan cincin kejari manis Tomi.
“jadi kapan kita akan menikah” kata Tomi
Dan pada saat itu aku melihat Andin
mengintip dari arah jendela lalu berlari kearah kolam renang , tanpa berfikir
panjang dan bodoh aku mengikutinya dan Tomi mengejarku dari belakang. Benar
saja dia berhenti di kolam renang dan membelakangi kami.
Aku ingin sekali mejambak
rambutnya,menceburkannya pada saat itu dan betanya bagaimana dia tega berbuat
seperti itu kepadaku.
Lalu dia berbalik menghadapku.
“ Kalian belum menang, kalian tidak akan
bersatu.kakaku sudah memberitahukannya padaku . Jika kalian akan bersama kalian
akan mati” sahutnya pada kami dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya yaitu
sebuah pistol , entah dari mana dia mendapatkan pistol itu dan mengacungkan
pistol itu padaku dan Tomi , sungguh dia tidak waras.
Aku sudah kira Airin pasti memberitahukan
pada adiknya,untuk itu kami tidak sepenuhnya percaya.
aku dan Tomi saling berpandangan tidak
bergerak sama sekali.
Lalu dia perlahan mendekat kearah kami,
dia berjalan kesamping Tomi. Sementara aku di depan Tomi tidak menoleh ke
belakang, pistol itu diarahkan padaku.
“ Kau tahu seberapa besar aku mencintaimu,
hah. Kau tahu sudah berapa lama aku menyukaimu “ sahutnya
“ aku tidak mencintaimu” kata Tomi yang
membuat pistol itu berpindah menghadapnya
“ kau ingin mati “ katanya pada Tomi
mengacungkan pistol , aku tak berani menoleh ke belakang.
“ aku menyukaimu saat dulu kau sangat
menyukai kakaku sudah hampir 5 tahun, saat dulu kau cupu akupun
menyukaimu.Bahkan aku masuk ke universitas yang sama denganmu itu karena aku
menyukaimu” katanya lalu mengacungkan pistol itu kearahku lagi
Kami diam dan sekeliling kami sudah ramai
banyak orang , tapi tak ada yang berani mendekat. Aparat keamanan pun tak
berani mendekat dan hanya mengacungkan pistol ke arah Andin.
“Jangan mendekat “ sahutnya berteriak pada
kami dan menembakan pistol ke udara
“ kau tahu, aku sudah berdandan seperti
kakaku yang kau cintai itu. Bahkan kau tak pernah memandangku . Bukankah wajah
ini yang kau cintai “ Andin memegang wajahnya yang sama percis dengan Airin
“ Hentikan” kata Tomi padanya
Tanpa basa basi dia menembak kearahku dan
jatuhlah aku ke kolam renang, lalu tembakan aparat keamanan berhasil menembak
ke dadanya. Tapi tembakannya padaku meleset karena aku berhasil menjatuhkan
diriku ke kolam renang menghindar.
“ Maaf ya acara kalian jadi kacau” kataku
pada Ken dan Diandra basah kuyup dan sedang mengeringkan badanku dengan handuk
“ yang penting kau tidak apa-apa “ kata
Ken padaku
“ kami juga sudah bertunangan ko, cuman
pestanya saja yang harus berhenti” kata Diandra kemudian
Yuki membawakan Teh hangat padaku bersama
Radit yng hubungan mereka akan membaik dan berlanjut sementara Calvin dan Tomi
sedang mengurus kakak beradik itu Airin dan Andin.
Mereka mati muda. Setelah tahu Andin
tertembak tentu nyawanya tidak akan selamat walau sudah dibawa ke rs dan sang
kakak yang frustasi memutuskan untuk bunuh diri dikamarnya, sungguh tragis
kejadian ini dan menjadi pelajaran bagi kami.
Tapi para tamu hotel tidak
mempermasalahkan kejadian meninggalnya kakak beradik itu malah hotel milik Tomi
itu sangat ramai walaupun ada orang yang meninggal di hotel itu.
Saat ini aku masih berada di bali dan
sebentar lagi sunset akan turun, aku sedang berjalan dipasir bersama Tomi.
“ saat ini tidak akan ada halangan lagi
bukan bagi kita” katanya tersenyum kearahku
Aku juga tersenyum padanya dan memegang
tangannya.
“ maukah kau menikahiku dan menungguku”
kataku padanya
“ tentu saja, tapi apa maksudmu untuk
menunggumu” katanya padaku
“ ya, aku akan melanjutkan kuliahku di
harvard jadi tunggulah 4 tahun lagi dan kau harus menjadi sukses saat aku
kembali nanti “ kataku merasa bersalah tapi memantapkan niatku untuk
melanjutkan pendidikanku
Walaupun kami bisa menikah dan tinggal
bersama di US tapi aku tak ingin mengangu bisnisnya terutama perkerjaannya di
Indonesia dan memilih untuk serius menjalani kehidupanku. Dia juga sebentar
lagi akan menjadi sarjana sementara aku masih jauh untuk wisuda, jadi itulah
keputusanku yang sesungguhnya.
Responnya tentu saja menolak ideku tapi
aku meyakinkan dia jika dia memang jodohku maka tentu saja kami akan bersatu
lagi selamanya , kami bisa saling berkunjung,mengirim email dan hal hal lain
untuk berkomunikasi.
Kamipun berciuman di pantai yang indah ini
bersama sunset untuk kesekian kalinya.
Aku meninggalkan Indonesia dan pergi ke AS
secepatnya setelah aku pulang dari Bali, aku takut mengubah fikiranku dan
tinggal lebih lama di sini. Tak luput aku mengunjungi rumah orang tuaku dan
menghadiri wisuda Tomi lalu langsung pergi berangkat ke bandara.
Tomi,Calvin,Radit,Yuki,Ken dan Diandra
mengantarkanku ke bandara. Ken dan Diandra sedang ada di jakarta saat ini tapi
aku malah langsung pergi. Tomi sebenarnya ingin menemaniku ke AS tapi kutolak
karena kami harus menjalani hidup kami masig-masing.
“ Kau janji harus meneleponku sehari 3x
ok, dan harus sering chating denganku” kata Tomi saat aku akan naik kepesawat
“ iya baiklah, tapi dengan perbedaan
waktu24 jam mungkin sulit bagi kita untuk berkomunikasi” kataku tertawa dan
membuatnya cemberut
“ yasudah gimana nanti saja, terimakasih
teman-teman sudah mengantarku.Aku pergi dulu ya “ kataku yang langsung saja
Tomi memeluku dan teman-teman hanya tersenyum melihat kami
“ tolong, aku tak ingin kau pergi.jangan
pergi” katanya kemudian berbisik
“ sudah terlambat” sahutku melepaskan
pelukannya dan pergi berjalan ke pesawat
“ SELAMAT JALAN DARA” teriak teman-temanku
, akupun mulai berlinangan air mata dan tak sanggup untuk menoleh ke belakang.
Sampailah aku di United State beberapa jam
kemudian....
Aku menghiasi hari-hari ku di US dengan
belajar lebih giat dan berkerja semampunya.Cita-citaku menjadi seorang Dokter
akan segera tercapai jadi aku harus kuat walau perasaanku tak pernah tenang.
Tak terasa sudah 2,5 tahun berlalu, aku
bahkan tidak berkomunikasi dengan Tomi. Ponselnya selalu tak aktiv sejak aku
pergi dan chatingankupun tak pernah dibalas. Aku khawatir jika ada sesuatu
terjadi pada Tomi,
Tapi menurut teman-teman dia baik-baik
saja kuat dan menjadi orang hebat.
Bahkan dia tidak mengunjungiku dan aku
juga tidak pernah pulang ke Indonesia. Apakah mungkin dia sudah menemukan
penggantiku.Setiap aku memikirkannya hatiku sangat sakit sekali,
Yuki,Calvin,Radit,Ken dan Diandra bahkan
setiap 6 bulan sekali mengunjungiku ke AS. Dan orangtuaku pun sering berkunjung
ke rumahku tapi tidak bagi Tomi dan keluarganya..
Teman-teman ku bahkan tak mau membicarakan
tentang Tomi, seperti ada yang ditutup-tutupi
dan dirahasiakan saja dariku.Tapi aku tak penah banyak komentar lagi dan tak
menaanyakan soal Tomi lagi.Aku sudah memilih hidupku sendiri.
Aku mendapat surat undangan pernikahan Ken
dan Diandra. Aku harus pulng ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan mereka
juga sebelum aku diwisuda. Aku sudah berhasil dan lulus dengan cepat dan dengan
nilai sempurna... aku sangat bangga dengan itu, bahkan yang seharusnya beberapa
tahun lagi aku kuliah aku lampui dengan nilai yang bagus. Juga aku mungkin akan
bertemu Tomi pasti . Tapi untuk apa aku bertemu dengannya kalau emang dia sudah
mempunyai kekasih lain dan mengacuhkanku selama aku bersekolah, rasanya hatiku
sakit sekali memikirkan itu.
Sampailah aku di Bandara SOETA sungguh
rasnya capai sekali berada di pesawat beberapa jam,
Aku dijemput oleh Yuki yang sekarang ia
bisa menyetir dan kedudukannya bekerja sebagai manager.
“ wah, this your car” kataku memakai
bahasa inggris
“ udah deh ah, mentang-mentang bergaul
sama bule jadi make bahasa inggris mulu.Ini Indonesia tau” kata yuki tertawa
dan memasukan barangku ke mobilnya dan pergi kemudian.
“ maaf ya Radit sama Calvin ga bisa jemput
lo , mereka sibuk sekarang”
“ya gpp ko ki. oiya ke bali nanti kan,
acaranya minggu depan” kataku
“ kitakan berangkat 2 hari lagi ra masa lo
lupa” kata yuki kemudian
“ jadi kapan lu bakal nyusul diandra merid
“kataku mengolok sahabatku
“ ga ada niat RA , dianya aja masih suka
ketauan jalan bareng cewe lain “ kata yuki, ya memang yuki sudah 2,5 tahun
jadian dengan Radit tapi tetap saja mereka selalu bertengar dan jika bertengkar
mereka akan sama-sama berselingkuh. Pasangan yang lucu sekali ...
“ Ra, masih pengen ketemu Tomi” kata yuki
berbicara padaku pelan dan hati-hati
“ please ki, udah ribuan kali gue nanyain
kabar dia dan itu ngebuat gue capek. Gue ga tau, mungkin emang dia udah lupain
gue kali” kataku
“ oke maaf ya dara, gue ga maksud”
“ gue juga ga tau perasaan gue kaya gimana
ke dia” kataku melihat kejalanan tol yang lurus
Selama aku pulang orang-orang rumah sangat
hangat menyambutku, seolah tak terjadi apa-apa. Bahkan ayahku juga tidak
menanyai terus soal hubunganku dengan Tomi.Mungkin kami tidak berjodoh,
Sore itu aku belanja di sebuah mall baru
di Jakarta , aku belanja kebutuhanku bersama yuki untuk pernikahan Diandra,
kami membeli gaun untuk acara resepsi dan kado untuk mereka berdua karena waktu
akad nikah kami memakai kebaya samaan yang sudah disiapkan oleh pasangan itu.
Lalu ketika aku berada di eskalator ingin
menuju tempat makan di lantai atas, lali aku melihat Tomi beserta para
bodyguard di sekelilingnya menuruni eskalator.Ya aku melihatnya, aku
memandangnya tapi dia acuh ketika melihatku.Sungguh hatiku sakit sekali..
“ lu ngak apa-apa kan Ra” kata Yuki
menenangkanku
“ ke...ke..kenapa dia seperti itu” tanpa
sadar aku menitikan air mata dan menangis
Kami duduk di sebuah restoran
“ maaf ya Ra, mall baru ini punya Tomi
sebenarnya” kata yuki memandangku sedih
“ ya tapi kenapa lo ngajakin gue
kesini.Tapi yaudahlah gpp ko emang hubungan kami sudah benar-benar berakhir
sepertinya” kataku dan memesan makanan sesuka hatiku, aku sedang ingin makan
banyak agar perasaanku jauh lebih tenang.
Esoknya aku beserta yang lainnya berangkat
ke bali.
“ maaf ya Dara, kita ngak sempet jemput
kamu waktu itu” kata Calvin padaku saat kami sedang menunggu pesawat. Kami naik
pesawat biasa karena pesawat jet itu punya Tomi. Tapi aku heran mengapa Radit
dan Calvin tidak bareng dengan Tomi. Yang jelas pasti udah terjadi sesuatu
dengan mereka.
“ ya, gak apa-apa ko kak. Kan masih ada
Yuki”
“ Gimana kabarmu ?” kata Radit berbicara
padaku dan yuki memelototi pacarnya itu,
Memang kantung mataku besar seperti panda
dan mataku sembab, semalam aku menangis karena benar tak kuasa mengapa
hubunganku dan Tomi seperti ini. Hal yang paling aku tahan selama aku berada di
Amrik yaitu menangisi keputusanku yang bodoh.
“ ah, aku baik-baik aja kok” kataku tapi
tidak dengan penampilanku
Kami sampai di Bali 5 hari sebelum akad
nikah ken dan diandra.
Karena ken orang islam dan diandra orang
hindu salah satu dari mereka harus berpindah agama nya, yang tentu saja Diandra
menjadi mualaf .Subhanallah,
Mereka akan menikah di masjid.. hal yang
tak pernah dibayangkan oleh Diandra,walau dia sudah tahu takdirnya.
Selama 4 hari kami di bali bahkan Tomi tak
muncul-muncul juga,ken juga tidak tahu sahabatnya akan datang atau tidak.Aku
merasa sedih sekali, ada apa yang terjadi..
Walau kami menginap di hotel milik Tomi
tapi hotelkan bebas siapa aja orang
boleh nginap jadi tak ada rasa apapun pada diriku saat aku menginap
dihotelnya hanya aku benci berjalan dipasir dan sunset juga aku benci laut dan
juga hanya kenangan yang ada dan akan kututup rapat-rapat.
Malam sebelum pernikahan Diandra , kami
menginap di kamar miliknya di rumahnya. Biasalah sebelum merid melepas masa
kesendiriannya bersama teman-temannya dan besok ia akan menjadi istrinya Ken..
“ Aduh di, aku lupa bawa hpku di kamar
hotel, tadi aku cas soalnya” kataku dan melihat jam sudah menunjukan pukul 10
malam
“ yah biasa deh dara pelupa” kata yuki cekikikan
“ yaudah kamu pulang aja dulu ke hotel
siapa tahu ada yang penting” kata Diandra pengertian
“ mau gue anter ra” kata yuki
“ eh gue sendiri aja. Tau jalan kok gue,
lagian lu temenin Diandra aja ya disini ok” kataku lalu aku memangil taxi
Saat aku tiba di lobby hotel , sangking
terburu-burunya aku menabrak seseorang dan orang itu adalah Tomi.Kami saling
berpandangan
“ maaf “ kataku lalu ingin segera pergi
tapi ia menahan pergelangan tanganku.
“ kita harus bicara” sahutnya lalu aku
dengan kasar melepaskan tengannya dari pergelangan tanganku
“ permisi” kataku dan saat aku ingin pergi
lagi dia berhasil menyeretku keluar, ke pantai dekat dengan laut .
Aku tak bicara satu kata pun, Begitu juga
dengan dia.Kami saling menatap dengan adanya sinar bulan yang menerangi muka
kami. Perasaanku tak karuan. Ada senang bisa melihatnya dari dekat dan ada pula
sedih dan kekecewaan menghampiri perasaanku seolah aku akan meminta dia
menjelaskan ada apa dengannya selama ini atau mungkin dia menyeretku kemari
bukan untuk kami bersatu kembali tapi akan memutuskan hubungan denganku
entahlah aku pasrah dan aku tak tahu apa yang terjadi dia hanya terus menatapku
dan aku ingin berteriak dan menahan tangis.
“ Aku minta maaf karena tak pernah
menghubungimu kembali” sahutnya padaku yang membuat pecahlah tangisanku, aku
tak percaya padanya seolah-olah hal itu cukup dengan meminta maaf saja.
Aku diam saja menangis, tapi dia ingin
memeluku
“ jangan peluk aku, apa belum puas kamu
bikin aku bermimpi dan menjatuhkanku kembali.Kamu tahu rasanya seperti apa
..........sakit” kataku menepis tangannya dan aku melihat cincin tunangan itu
masih ia kenakan.
“ aku bahkan tak tahu kamu kembali cepat
ke sini,kamu bilang 4 tahun” tangisanku semakin deras
“ jadi kamu benci aku kembali lebih cepat,
dan siapa orang yang telah merebutmu itu“ kataku berkata seperti meraung
“ sepertinya kamu sudah banyak salah paham
“ katanya kemudian menghela nafas
“ aku memang sengaja tidak memberimu kabar
selama 2,5 tahun sejak kepergianmu itu karena aku ingin kau fokus dengan
sekolahmu dan aku tidak akan menganggumu selama disana “ katanya kepadaku
“ bohong,kamu bohong “ teriaku padanya,
aku terduduk lemas di pasir sementara ombak bergulir kencang seperti hatiku
yang kacau. Ia jongkok dan seperti ingin menangis juga
“ aku selalu memperhatikanmu dari jauh,
seperti saat dulu kamu di korea.Bahkan aku tahu seluruh aktivitasmu dari senin
ke minggu bahkan saat liburanpun aku tahu semuanya” dia memegang tanganku yang
cincin itu masih kugunakan tapi kutepiskan.
“ Kamu jahat TOMI, kamu jahat..itu ngak
adil bagiku.Apa ngak bisa kamu hanya menghubungiku bahkan sebulan sekali, aku
hanya ingin tahu kabarmu” kataku menunduk , lalu aku merasakan dia juga mulai
menangis karena air matanya jatuh ditanganku.
“ Tolong dara, aku ngak maksud buat
gitu.Aku selalu datang sebulan sekali ke Amerika bahkan aku selalu melihatmu
dari jauh . Aku tahu aku memang salah karena tidak menghubungimu tapi itu
karena aku..” kata Tomi dengan suara parau tapi keburu kepotong oleh ketiga
temannya.
“ Itu benar dara, tomi berkata jujur. Dia
ingin kamu tetap melanjutkan kuliahmu tanpa harus menganggumu” kata Ken sambil
berteriak yag membuatku menoleh
“ Kami sudah tahu semuanya, maafkan kami
karena tidak memberitahumu yang sebenarnya selama ini” kata Calvin
“ Maafkan dia Dara, dia melakukan ini demi
kebaikanmu juga” kata Radit.
“ lucu sekali kalian ini, kalian sedang
bermain drama apa hah? lalu mengapa waktu di mall kau mengacuhkanku” aku
mendongak melihat Tomi yang hidungnya memerah
“ aku takut bagaimana aku menjelaskannya
padamu waktu itu, waktu itu aku baru tahu kau sudah berada di Indonesia padahal
rencananya hari itu aku akan menemuimu ke Amerika dan menjelaskan semuanya
padamu untuk membawa kau pulang karena studymu sudah berakhir “ katanya yang
membuat perutku mulas
“ jadi kamu mengetahui bahwa aku telah
selesai melakukan studyku” kataku tak percaya
“ ya aku sangat tahu segalanya tentangmu”
katanya dan kami pun berpelukan yang membuat ketiga temannya itu tepuk tangan
dan pantas saja dia juga sudah memberitahu ayahku agar jangan khawatirkan
hubunganku dengannya.Bahkan keluarganya juga teman-teman hal yang sudah ia
rancang. Aku seperti orang bodoh saja terus-terusan dibohongi seolah aku memang
ditakdirkan untuk tidak tahu apa-apa.
Malam itu kami sudah berbaikan dan well
hubungan kami akan tetap menjadi hubungan kami yang dulu,
Senangnya......
Seolah belenggu yang kurasakan
bertahun-tahun hilang.
Aku diantar kembali ke rumah Diandra,,
lalu kami melakukan malam doremiredo ....
Pagi itu kami bangun pagi-pagi sekali
padahal kami tidur lewat tengah malam,
Masih ngantuk sih sebenarnya...
Kami bersiap-siap berdandan menuju ke
masjid agung sudirman yang berada di denpasar bali. Diandra sangat cantik
dengan kebaya berwarna putih sementara aku,yuki beserta wanita lainnya memakai
kebaya berwarna emas lalu yang laki-laki memakai jas . rencananya resepsi
mereka akan berlangsung memakai adat bali loh,,,dirumah Diandra... rumah
diandra sangat luas perkarangannya makanya nanti akan diadakan resepsi disana..
Setelah mereka selesai dan syah menjadi
suami istri, kami makan-makan dirumah ken lalu mereka pergi untuk
bersenang-senang dan tentunya kami tak ingin menganggu mereka.
Tak terasa sudah sore menjelang, aku dan
Tomi seperti biasa akan berjalan-jalan di pantai untuk melihat sunset.inilah
hal yang paling aku tunggu-tunggu ...
“ Dara.. aku rasa cerita kita sebentar
lagi akan selesai” dia merangkul pundakku dan aku memeluk pingangnya sambil
berjalan
“ aku rasa akhirnya cerita kita akan
bahagia” kataku dan melihat Yuki dan Radit saling mengejar, juga Calvin yang
masih juga sendirian. Entah aku merasa kasian juga pada Calvin yang masih terus
sendirian.
Kami berjalan menjauh dari keramaian,
Lalu ketika kami pulang ke hotel...
“ Micel” teriak Tomi yang membuat Calvin
dan Micel gelagapan karena kepergok saling berciuman.
Yaaap , Micel mantan tunangan Calvin yang
sepertinya akan kembali dalam kehidupan Calvin. Mungkin mereka akan kembali
bersama,entahlah ..
Ada perasaan senang karena mungkin Calvin
sepertinya menemukan orang yang selama ini dia cari,tunanganya.
Tapi tidak begitu bagi Tomi dan Radit.
Mereka sangat menentang hubungan Calvin
dengan Micel,
Ada apa ya sebenarnya sampai Tomi dan
Radit tidak merestui hubungan mereka ?
Sungguh buruk nasib kak Calvin, sebenarnya
dia sangat mencintai kak micella bahkan sebelum saat mereka dijodohkanpun
mereka sudah saling suka, tapi waktu itu kak micella memutuskan pertunangannya
dengan kak Calvin karena kak Micella hamil diluar nikah tentu anak nya bukan
anak kak Calvin melainkan anak bule yang bule itu tak mau bertanggung jawab,
dan untuk itulah kak Calvin pergi ke paris selama 6 bulan untuk menemani proses
kelahiran mantan tunangannya itu.
Memang kak Micell terlampau lebih tua 2
tahun dari kak Calvin dan tentu saja Tomi Radit dan Ken sudah tau semua itu
dari awal maka itu mereka tak mengijinkan sahabatnya untuk berhubungan dengan
perempuan itu. Apalagi harus tanggung jawab yang bukan kewajibanya walau kak
Calvin ingin..
Sungguh sangat rumit sekali
Aku juga baru dikasih tau oleh Tomi, yang
lagi-lagi aku tak tahu apa-apa ..
Untuk itu mereka memutuskan kontak dan
menjalani kehidupan sendiri-sendiri tapi seolah dunia ini cepat berputar
akhirnya Kak Micell datang lagi dikehidupan kak Calvin entah untuk apa...
Dan tentulah sahabat-sahabatnya menentang
keinginan mereka untuk bersatu kembali, kasian sekali nasib kak Calvin padahal
dulu aku sangat menyukainya ..
Aku rasa aku harus bicara pada Kak Calvin
tapi susah juga sih ya , Tomikan cemburuan apalagi sama teman sendiri..yasudah
biarlah itu menjadi hal pelik bagi kak Calvin yang bahkan aku tak ingin ikut
campur diantara mereka .
Siang itu aku berniat untuk ke spa karena
acara resepsi Diandra dilaksanakan esok harinya jadi aku juga ingin
menghilangkan stress dan pegal-pegal berdua dengan yuki lalu karena kebetulan
apa, aku dan yuki bertemu dengan kak Micell ..
Kak Micell sangat cantik dia keturunan
eropa indonesia , kulitnya yang putih , langsing dan mempunyai lesung pipi di
kedua pipinya sangat manis sekali. Jadi orang inilah yang telah merebut hati
kak Calvin orang yang aku kagumi selama ini..
Dia tersenyum kearahku.
Ini adalah pertemuan keduaku padanya, yang
pertemuan pertama kami waktu kemarin yang kamipun tidak bicara sepatah kata pun
. Mungkin ini adalah perdanaa kami akan saling bicara mengenal dan hal semacam
itulah..
“ Dara,Yuki sini duduk “ sapa kak Micell
pada kami yang ternyata sudah mengenal kami ternyata, mungin kak Calvin
menceritakan padanya.
“ hallo kak Micell, mau spa atau udah
selesai” kataku padanya
“ ah, udah selesai kok baru aja. Tau gitu
tadi bareng aja ya” katanya sambil tertawa seolah memang tak ada beban
“ kak Micell baik-baik aja kan” kata Yuki
bertanya,yang pertanyaan itu juga ingin kuutarakan padanya
“ hhm kalau kalian ada waktu bagaimana
kalau kita ngobrol bareng, ada yang pengen aku ceritakan juga sih pada kalian “
sahutnya kemudian
Dan kami pun memutuskan untuk jalan bareng
dengan kak Micell dan membatalkan untuk spa. Sepertinya ada yang ingin kak
Micell ceritakan pada kami dan tentulah aku juga yuki tak menyianyiakan waktu
ini.
Kami berada di sebuah cafe yang beradaa di
bali. Yap kami memesan coffe americano..
“ kak Micell, kalau mau cerita ya cerita
aja. Kami siap ko mendengarkannya” kata yuki berbicara seolah dia sudah dekat
dengan kak Micell
Kak Micell pun tersenyum
“ Apa kalian sebenanya sudah saling
mengenal sebelumnya?” kataku pada mereka berdua
“ ya dara, kami pernah bertemu sebelumnya
beberapa kali waktu kau pergi ke amerika” kata kak Micell kemudian, aku ingat
dulu yuki menelponku waktu berada di amrik bahwa ia bertemu dengan kak Micell..
“ masa lu lupa si, ah dara gue kan pernah
ngomong waktu itu.gimana si “ yuki tertawa lalu meminum coffe nya
“ jadi kak micell, yuki udah tahu semuanya
ya . Cerita dong kak “ kataku menjulurkn lidahku pada yuki, kak micell pun
tertawa
“ baiklah aku akan cerita, jadi aku
melakukan kesalahan bodoh karena telah berselingkuh dari Calvin sampai punya
anak dari hasil perselingkuhanku itu” katanya lalu meminum coffe nya itu
“ jadi kakak menyesal,lalu bagaimana
dengan anak kakak sekarang” kataku meminum coffeku
“ yah, aku sangat menyesal dara, aku ingin
bersatu kembali dengan nya.Kami masih saling mencintai. Anaku perempuan namanya
Audrey sekarang diasuh oleh ibuku bersama babysister dia sudah hampir 4 tahun
sekarang dan dia baik-baik saja” katanya
Lalu ia melanjutkan.
“ tapi susah ya, teman-temannya tak
merestui hubungan kami padahal kami akan memulainya dari awal “
“ jadi kakak akan memulai dari awal
bersama kak Calvin” kata yuki kemudian dan kak Micell mengangguk
“ aku tahu kakak orang yang baik,
sejujurnya aku merestui kakak dengan kak Calvin wajar jika orang memang
mempunyai kesalahan “ kataku
“ terimakasih dara,yuki kalian sungguh
mengerti perasaanku. Oiya dara sebenarnya dulu waktu aku memutuskan hubunganku
dengan Calvin dia bilang dia menyukai seseorang yaitu kamu tapi kamu sudah bersama
dengan Tomi jadi dia melupakanmu dia tak ingin menusuk sahabatnya . Hal yang
sama ketika aku berselingkuh dia juga sangat menyukaimu sebenarnya” kata Kak
Micell yang membuatku tercengang jadi benar kak Calvin menyukaiku bukan karena
konspirasi belaka karena dulu ketika malam itu dia ingin menciumku aku merasa
bahwa itu bukanlah pura-pura.
Kami pulang juga ke hotel. Aku dan Yuki
sepakat untuk membantu kak Micell untuk meyakinkan Tomi dan Radit bahwa untuk
apa melarang orang yang benar-benar saling mencintai untuk berpisah..
Hpku memang sengaja aku tidak aktivkan dan
pastilah tanduk Tomi keluar dan marah-marah, aku menemuinya di pantai juga yuki
yang menemui pacarnya. Dia sedang berjemur bersama Radit dan Calvin yang sedang
tertidur pulas ..
Saat Tomi melihatku ia sangat cuek sekali
padaku..
“ Hey pemalas bangun” kataku padanya
“ siapa, aku “ katanya tesenyum mengejek.
Akupun langsung menarik tangannya..
“ Hey aku sedang bersantai, mau apa kau “
katanya sok cuek tapi dia nurut saja
Kulihat yuki juga menarik tangan Radit dan
meningglkan Calvin sendirian.
“ aku mau bicara “ kataku setelah tinggal
kami berdua , sore itu memang mau sunset
“ mau apa sayang hah “ katanya yang
kepingin tertawa juga saat dia blang sayang
“ soal Calvin dan Micell” kataku yang
membuat wajahnya serius
“ ada apa memangnya, keputusanku tetap
bulat untuk tidak merestui mereka” katanya
“ kalau seandainya kita diposisi mereka
dan teman-temanmu tak merestui hubunganmu dengan ku . apa yang kau lakukan?”
kataku yang membuatnya terdiam
“ tolonglah tomi, restui mereka. Apa kau
tak ingin melihat temanmu bahagia” kataku kemudian
“ aku ingin agar Calvin bahagia tapi bukan
bersama perempuan itu” katanya
“ kamu belum mengerti juga ya” kataku
sambil memegang kedua pipi tomi dan ku memandang ke dalam matanya yang hangat.
“ lihat mataku. Sebagai sahabat seharusnya
kau mengasih tahu mana yang benar dan tidak tapi soal perasaannya itu urusan
Calvin sendiri bukan urusanmu.Dia sudah
besar dan megerti mana yang baik untuknya” kataku berkata pelan yang membuat
dia menganguk dan mengerti
“ ya, aku mengerti . Baiklah aku akan
merestui mereka jika itu yang terbaik”
“ terimakasih. Itu baru tunanganku” kataku
kemudian .
Lalu kami berkumpul bersama calvin dan
micell untuk merestui hubungan mereka bersama yuki dan radit yang juga turut
merestui Calvin dan Micell..
Serasa hidup ini bahagia sekali karena
masing-masing dari kami sudah memiliki pasangan hidup.Tak ada penyesalan juga
duka lagi diantara kami..
Kebahagian baru saja akan dimulai, Sore
itu kami menghadiri resepsi nikahan Diandra dan Ken sungguh penganti baru itu
sangat berbahagia sekali dan kami juga tentunya sangat bahagia dengan pasangan
kami sendiri-sendiri..
Seolah hidup ini adil dan kesusahan juga
duka yang kami alami akan hilang seperti buih...
Aku mengenakan gaun merahku, kelihatan
sekali aku begitu menonjol dipesta itu. Ken dan Diandra menggunakan adat dan
pakaian adat bali, banyak para tamu yang mulai berdatangan. Well aku juga ingin
merasakan kebahagian yang dirasakan oleh Diandra. Menjadi seorang istri yang
akan berbakti dengan suaminya lalu menyiapkan makanan untuk sang suami dan
pakaian juga mengurus anak-anak pasti bakal jauh lebih menyenangkan bukan.
Tak terasa sudah malam dan kamipun pulang
ke hotel karena besok kami sudah pulang ke jakarta kembali.
“ Bahagia sekali ya Diandra dan Ken tadi “
kataku tersenyum saat Tomi mengendarai mobilnya
Lalu dia memberhentikan mobilnya tiba-tiba
Dia memandangku kemudian ...
“ ke...ke kenapa “ kataku tiba-tiba
“ ayo kita juga menikah “ katanya yang
membuat pipiku merah
Kami pulang ke jakarta esok harinya.. Aku
menemui keluarga Tomi juga sebaliknya Tomi menemui keluargaku dan kami membuat
janji lagi agar keluarga besar kami bertemu.
Semua seluruh keluarga sangat bangga pada
kami walau dulu kami tidak berhasil menikah tapi banyak kesusahan yang kami
lalui sampai akhirnya yah seperti ini..
Aku mulai merancang pernikahanku kembali..
Kamipun membeli rumah mewah untuk kami
tinggali, setelah membeli rumah kamipun sedang menuju tempat selanjutnya ke KUA
untuk mengurus berkas-berkas.
Rumah yang kami akan bangun adalah rumah 3
tingkat yang disertai 4 kamar dilantai bawah, dapur, ruang makan,ruang
tamu,ruang tv yang seperti labirin dan tangga ke atas yang tersembunyi lalu
dilantai dua tidak ada kamar, hanya ruang kerja,ruang alat-alat musik,ruang
dance yang luas, ruang tempat perawatan medis seeperti obat-obatan dll, lalu
dilantai teratas yaitu kamarku dengan tomi hanya ada satu kamar yap. Dilengapi
ruang pakaian ganti,kamar mandi dan balkon yang menghadap ke perkarangan belakang
rumah.
Kamar mandi bawah ada di dua kamar lalu
satu kamar mandilainnya misah diluar dekat dengan kolam renang serta pepohonan
dan tanaman di perkarangan belakang yang membuat rumah ini begitu asri.
“ Jadi bagaimana dengan acara kita, kita
harus menyiapkan undangan,even organization juga kita belum photo prewed, oiya
jadi dimana kita akan melangsungkan akad dan resepsi nikah” kataku cerewet pada
Tomi karena seluruh keluarga besar menyetujui agar aku merancang pernikahanku
sendiri.
Tapi dia hanya tertawa,
“ bukankah dulu kita sudah melakukan photo
prewed di jeju”
Yang membuatku cemberut..
“ ya memang , tapi kita harus menambah
foto baru juga kan “ kataku yang membuat dia tertawa juga
“ ya yya baiklah , kau ingin foto prewed
dimana?”
“ di mana ajalah yang penting foto kita
unik dan bagus, soalnya yang kemaren di pulau jeju juga bagus sih” kataku
tertawa
“ jadi kita bakalan bulan madu kemana?”
katanya mengolok-oloku
“ aku gatau “ kataku berkata singkat
Dia tertawa lagi..
“ kamu tenang aja aku udah persiapin semuanya
kok jadi kamu gausah khawatir” katanya tersenyum kepadaku. Maksud dari pesiapin
semuanya apa ya..
Oalah, ternyata dia membeli sebuah pulau
mini yang sangat luas di samudra pasifik.Juga 2 pesawat untuk akses bolak-balik
ke pulau itu.
Bahkan aku sendiripun kagetnya bukan main,
pulau yang sudah terdapat hotel,restauran dan penginapan pondok serta tak kalah
indahnya dari pulau-pulau lainnya. Tomi membeli pulau itu oleh seorang
pengusaha asal amerika dan well aku jadi penasaran bagaimana pernikahanku yang
akan berlangsung 3 bulan lagi nanti ya di pulau itu...
Kami banyak mengundang kerabat,keluarga
besar dan lain-lain, katanya sih pernikahanku adalah pernikahan termewah tahun
ini. Entahlah itu yang diucapkan oleh para media massa..
Aku bahkan tak mengeluarkan uang
sepeserpun, semuanya ditanggung oleh
Tomi.
Tak terasa sudah 3 bulan berlalu dan besok
aku akan melangsungkan akad nikah, aku dipinggit selama 3 hari loh dan well
malam ini aku ditemani yuki,diandra juga kak Micell.. ahk senangnya aku
berkumpul lagi dengan mereka.
Ada perasaan tegang menghampiriku, aku
sangat tidak percaya bahwa sebentar lagi aku akan menjadi istri orang.
Akad nikahku akan dilakukan di masjid
At-tin, masjid yang dulu aku juga akan melangsungkan akad tapi tak jadi karena
kecelakaan Tomi itu.
Kami sudah bersiap-siap berangkat ke
masjid, acara akad nikahku sengaja pada sore hari dilaksanakan, hari itu hari
jumat dengan sore yang indah..
Aku memakai kebaya putih dengan model yang
sangat bagus.
Berangkatlah kami, yang ternyata setelah
aku datang dia sudah datang ternyata, perasaanku sangatlah tak karuan . Aku
diam di mobil sementara seluruhnya sudah berjalan masuk ke masjid. Aku ditemani
oleh yuki dan diandra karena kak micell harus melihat kesaksian Tomi dan
memfotonya. Well setelah semuanya masuk aku keluar dari mobil dan masuk lewat
pintu belakang masjid..
Setelah acara seserahan selesai (
seserahan atau mas kawin yang diberikan yaitu uang sebesar 1 m yang
dirancang dan seperangkat alat shalat beserta
alat-alat lainnya )
dan acara ijab kabul selesai aku ingin
sekali menitikan air mata, lalu aku keluar dari tempat persembunyianku bersama
yuki dan diandra dan menghampiri Tomi berada. lalu aku melihatnya dengan bangga
karena berhasil melakukan ijab kabul dengan sekali pengucapan juga tegas dan
lancar, kami menandatangani berkas lalu berlutut dikaki kedua orang tua kami
dan memohon ampun juga. Ucapan selamatpun mengalir terus berdatangan pada kami.
Dan selesailah akad nikahku dengannya kami
langsung pulang kerumah baru kami sore itu , dan nyampe rumah sekitar jam 7
malam.
Dan
melakukan malam pertama kami.
Acara resepsiku akan berlangsung di hotel
mewah di Jakarta esok harinya lalu mengundang kerabat dekat untuk berpesta
resepsi selanjutnya di pulau kami.
Acara resepsinya juga dimulai pada sore
hari sampai tengah malam, kami sangat menikmati pernikahan kami. Seluruh
kerabatku baik di Indonesia,korea bahkan di Amerika punturut datang memenuhi
undangan yang terlamapau banyak ini.
Kami memakai adat Sunda karena kami
sama-sama orang sunda,, terdengarlah alunan musik khas jawa barat ini tak luput
banyak artis yang berdatangan juga yang mengisi acara di acara kami. Foto
prewed kami dipajang disekeliling ruangan seolah semua tamu melihat kebahagiaan
yang kami rasakan saat ini,,, aku melemparkan bungaku dan tepat mengenai
yuki..well mungkin dia akan menyusul.
Kami menyalami tamu yang sangat banyak
itu,aku senang sekali tapi capai sekali.yap
Setelah itu kami langsung terbang ke
Amerika Selatan untuk berbulan madu selama sepekan lalu langsung terbang ke
pulau kami untuk resepsi selanjutnya...
Semua hadir dalam resepsi keduaku , aku
memakai gaun pengantin mengembang berwarna putih yang sangat cantik dan elegan
....
Selama kami honeymoon aku sangat sekali
bahagia, kami sering sekali jalan-jalan dan well kami akan melanjutkan
honeymoon kami dipulau kami selesai resepsi dan akan pergi keliling eropa
setelah itu. Sungguh mengejutkan sekali karena aku sama sekali tak tahu menahu
akan kemana kami berpergian...
Saat ini aku berada di eropa, di kawasan
padang rumput yang luas sekali dan bunga-bunga yang bermekaran karena sekarang
musim semi...
Juga pohon-pohon tinggi yang berada
disekitar kami, suara burung yang berkicau indah, angin bertiup meniupkan
rambut panjangku dan sungguh seperti syurga..
Tomi sedang tiduran dipahaku
sementara aku mengelus kepalanya
( percis seperti gambar kan)
“ Aku sangat bahagia sekali, aku
igin seperti ini selamanya” katanya melihat kearahku sambil tiduran dan aku
mengelus rambutnya
“ Aku juga dan bersama anak-anak
kita tentunya” kataku yang memberi tahu bahwa saat ini aku sedang hamil.Responnya
lalu memeluku dan menempelkan telinganya ke perutku..
Aku melahirkan anak kembar loh, dan
kamipun hidup bahagia selamanya sebagai keluarga utuh.
TAMAT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar