Sabtu, 07 November 2015

my story

  My story ..
            Namaku Sandara Putri tapi biasanya orang-orang memanggilku putri , aku anak ke 1 dari 3 bersaudara. Saat ini aku bekerja paruh waktu di perusahaan kosmetik di Jakarta dan sangat ingin bersekolah kembali dan disinilah awal ceritaku dimulai..
MASA ORIENTASI SISWA (MOS)
Namanya Andrea Tomi Silalanu, dia judes,jutek,songgong,penyuruh,pemarah dan semuanya jelek-jelek ada di dia semua dan dia adalah kakak kelasku yang akan meorientasikan siswa baru di kampus kami di Jakarta. Awalnya aku benci sekali padanya bagaimana tidak hari pertama aku mos sudah disuruh berlari keliling lapangan 7 puteran tanpa boleh berhenti seperti diktator kelas kakap. Oke mungkin kelihatannya aku lebay, tapi serius dia sangat nyebelin. Tapi senyebelin nyebelinnya dia orang-orang pada suka dan tergila-gila padanya, entah apa yang mereka lihat darinya. Oke dia memang kaya raya lebih tepatnya anak orang kaya, anak pengusaha yang mempunyai mall,hotel di seluruh indonesia, restauran, dan perusahaannya di berbagai negara yang setiap hari bawa mobil sport berwarna hitam, dan katanya sih ya dia ganteng banget. Oke dia emang ganteng sih tapi tetap saja aku sangat sangat benci dia dan dia selalu menjadi yang nomor satu diantara teman-temannya, kalo kalian fikir teman-temannya mau mengikuti perintahnya kalian salah besar justru kedua temannya itu tidak mau menjadi pesuruhnya karena mereka sederajat anak orang kaya.
Namanya Raditya Anugrah dia adalah playboy kelas kakap di kampus kami dia di  juluki si cassanova oleh semua orang karena dia selalu berkencan dengan banyak wanita, termaksud orang paling ganteng juga di kampus kami dan dia anak dari pengusaha kontruksi bangunan, batu bara dan mempunyai mini hotel di Anyar. Dia membawa mobil sport berwarna orens hitam, gaya rambut yang selalu di jambul dan kadang berponi dengan tinggi dan badan yang atletis dan sama nyebelinnya kaya Tomi.
Terakhir dia adalah Calvin Amarananui ibunya seorang aktris terkenal dan ayahnya seorang dokter dan pemilik rs di Jakarta, rahasia kelahirannya pun dirahasiakan oleh ibu dan ayahnya sehingga dia tumbuh menjadi anak yang kaku,dingin, dan masa bodoh terhadap sesuatu hal tetapi dia lah orang yang paling  baik diantara Tomi dan Radit  dan dia selalu membelaku ketika mos berlangsung, karena dia selalu membelaku dihadapan teman-temannya tumbuh perasaan suka ku padanya mungkin aku sudah jatuh cinta kepadanya. Dia juga termaksud anak orang kaya dan membawa mobil sport berwarna putih.

“ HEY, Mengapa kau telat datang lagi “ seru Tomi kepadaku setengah berteriak
“ Maaf ka aku kesiangan dan macet pula “ seruku menunduk
“ Kalo gitu segera membersihkan wc eh tidak menyapu halaman,lari saja sana “ teriaknya
Tapi aku hanya melongo
“ Hey Tomi jangan terlalu keras dengan Dara “ sapa Calvin pada sahabatnya yang membuatku kagum pada sahabatnya itu
“Apa yang kau katakan, aku hanya...oh baiklah jika aku terlalu kelas, ok Dara nanti malam kamu harus mau makan malam bersamaku dan itu hukuman yang harus kamu jalani “ Tomi membalas
Lalu
“nanti malam aku jemput kerumahmu “ dengan berlalu pergi begitu saja
“ kekekenapa dia, dari mana dia tahu rumahku “ sahutku yang masih heran
“ sudah sana pergi ketempat yang lainnya “ kata ka Calvin
Kemudian datanglah Radit dengan kedua perempuan di samping kiri dan kanannya
“ sepertinya dia menyukaimu “ kata ka radit sambil tersenyum padaku dan aku hanya pergi berlalu

Sepulang kuliah aku bekerja terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah

“ apa !!” seru sahabatku yuki sekaligus partner kerjaku
“ iya dia mengajakku makan malam, bagaimana ini . Aku sangat sangat membencinya, kamu tahu kan yuki bagaimana dia mengerjaiku selama ini “ curhatku pada sahabatku itu
“ mungkin dia ingin meminta maaf atas sikapnya padamu selama ini ? “ balas yuki juga binggung
“ eh, eh kalian ini sedang apa ! bekerja yang benar jangan mengobrol terus “ teriak bos kami dan seketika itu kami diam.
“ PERMISI ! “ Teriak seseorang , aku dan yuki hanya betatap muka ketika Tomi dan kawan-kawan menerobos masuk ketempat kerjaku ini
“ Siapa kalian, mau apa datang kemari ?” tanya bos kami kepada ketiga orang itu
“ Maaf tuan kami ingin bertemu dengan Dara saja “ jawab Tomi arrogan
Tapi bos ku hanya melotot ke arah mereka
“ aduh gawat “ raungku dalam hati
“  iya kami mau beli kosmetik, kemarin dara menawarkan produknya pada kami dan kami berniat untuk membelinya sekarang “ Radit berkata dengan kalem sambil melihat kearah yuki
“ tapi kami tidak menjualnya disini, asal kalian tahu ya kalo kalian mau membeli kosmetik melalui resep dokter saja ! “ jawab bos kami
“ kami membeli dalam partai besar pak “ Calvin berkata sambil tersenyum
Lalu bos kami itu pun tertawa “hahaha”
Ternyata dari tadi bos kami menahan tawa di balik kesinisannya pada Tomi and geng itu
“ Dara, silahkan layani tamu ini ya. Ingat, pembeliannya yang umum saja jangan yang memakai resep dokter “ kata bos kami lalu beranjak pergi meninggalkan kami 
“ baiklah tuan-tuan kalian mau pesan apa saja, disini kami memiliki ...” belum selesai aku berkata si Tomi sudah memotong perkataanku
“ oh oh oh, jadi ini tempat kerjamu dara” Tomi memandang kesekitar sambil tersenyum sinis tapi aku tidak memperdulikannya
“ nama kamu siapa “ sapa radit pada yuki yang langsung membawa aura memikatnya, untunglah yuki langsung membuang muka mungkin sudah tahu dengan radit yang playboy ini karena setiap hari aku selalu bercerita padanya
“ dia sahabatku namanya yuki “ kataku terus terang
“ yuki ini radit yang tadi menanyaimu, dan ini calvin kaka senatku yang baik lalu yang ini kau bisa tahu lah betapa kejamnya dia “ sahutku pada yuki
“ hallo aku yuki sahabat dara sejak sma “ sapa yuki pada tomi and geng
“ ah sudahlah, aku tidak ingin membuang waktuku yang berharga ini, pokoknya nanti malam jam 8 aku jemput kamu di rumahmu dara dan berikan nomor ponselmu padaku “ Tomi berkata padaku
“ Kau seperti penodong saja kawan “ Calvin berkata dengan tersenyum
“ tidak! Tidak akan ku beri tahu nomor ponselku :p” sahutku
“ kau,kau ini.. oke aku akan komplain pada bos mu tentang pelayanan yang tidak mengenakan ini” ancam Tomi
“ hey sudahlah, ayo kita pergi” Radit berkata sambil mengedipkan mata pada yuki
“tunggu,kita harus membeli kosmetiknya sebelum pergi”kata Calvin pengertian
“ ah beli saja semua yang dipasarkan hari ini “ tantang Tomi sambil matanya menatap tajam padaku
“dasar,anak orang kaya” batinku
“baiklah tuan tomi ini nomor ponselku 089660xxxxxx dan aku mempunyai satu syarat untuk makan malam kita nanti”
“ apa itu “ tantangnya
“ aku ingin yuki juga ikut dengan kita nanti, kalo perlu kita double or triple date saja untuk apa kita berduaan saja”
“ tidak !!” jawabnya setengah berteriak
“ kau tenang saja dara,aku akan ikut dengannya nanti malam” senyum Radit padaku
“ aku rasa, aku tidak perlu ikut” Calvin berkata sambil menguap, sepertinya ia mengantuk dan selalu mengantuk
“ ok kita pergi sekarang dan ini cek untuk membeli kosmetik apa saja “ jawab tomi mengasihiku uang seratus juta dan aku juga yuki hanya terbngong bengong melihat cek itu
“ kamu gila !” jawabku tapi mereka bertiga sudah pegi berlalu
“ lalu bagaimana dengan kosmetik yang sudah mereka beli dara “ tanya yuki padaku
“ entah, mungkin besok akan aku bawa ketempat kuliah “ desahku keberatan pada sahabatku itu.

Malam hari pun tiba, aku diberi tahu oleh Tomi kalau Radit tidak bisa datang karena sakit lalu aku berkata karena sudh malam dan tidak membuang waktu agar Tomi langsung saja ketempat makan tanpa perlu menjemputku, itu alasan agar orangtuaku tidak marah kalo aku membawa laki-laki kerumah aku sangat takut pada orangtuaku , aku takut dimarahi saja.Lalu aku naik taksi bersama yuki ke restoran yang ternyata sudah Tomi booking semua, jujur saja suasananya sangat canggung, walaupun aku memakai dress berwarna merah dan berdandan seperti tidak biasanya tapi rasa canggung itu ada, apa lagi ketika aku datang Tomi melihatku terus menerus dan tersenyum apa mungkin dia terpesona olehku tapi ketika dia melihat yuki, langsung cemberut padahal yuki juga tidak kalah cantik memakai gaun pink senada dengan warna kulitnya yang putih. Setelah makan malam dia mengantar aku dan yuki pulang kerumah masing-masing, aku sengaja mengambil tempat duduk dibelakang bersama yuki dan dia di depan menyetir mobil sport hitamnya seperti seorang supir haha rasakan itu.

“ aku duluan ya dara, makasih ya ka tomi atas makan malamnya ini “ sahut yuki yang kemudian pergi menutup pintu mobil
Lalu tinggal aku dan dia berada di dalam mobil
“ hey kamu masih mau duduk dibelakang dan memperlakukan aku seperti supir” teriak Tomi padaku kemudian aku segera pindah kekursi depan
“ maafkan aku tomi, aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu” jawabku sekenanya
“ kamu sudah menyinggung perasaanku, kamu tahu aku hanya ingin makan malam berdua denganmu tapi kenapa kamu mengajak temanmu itu ! “ teriak Tomi
“ aku minta maaf “ ulangku
“ aku sudah membooking restauran itu untuk kamu tapi yah sudahlah “ jawabnya lalu menstater mobilnya dan menyetir dengan kecepatan tinggi. Aku hanya bisa diam melihatnya yang sedang marah padaku tanpa berani bicara lagi.

Sesampainya dirumah
“ Dara diantar siapa kamu” kata ayah serius
“ teman yah “ jawabku sekenanya dan pergi ke kamarku lalu aku mendengar percakapan ibu dan ayahku yang menyebut anaknya sudah dewasa dan cowo yang membawa mobil itu anak orang kaya jadi pantas untuk bersama putri mereka.

Keesokan harinya
Aku membawa kembali cek kemarin pemberian Tomi dan ingin meminta maaf juga atas kemarin malam dan aku melihat dia bersama kedua temanya sedang asyik berbincang di bawah pohon ,

“ Tomi maaf ya kemarin malam gue udah ngelakuin kesalahan sama lo” kataku
“ ko kamu ga pangil aku kamu aku kamu dan kakak juga” katanya refleks
“ loh kenapa gue harus panggil lo kakak, kan mos udah berakhir” kataku sambil memberikan cek yang kemarin dia berikan
“ apa ini, gue kan udah ngasih ke elo” dia tersenyum sinis dan melecekan cek itu dan melemparkannya ketong sampah terdekat sementara kedua temannya hanya tertawa
“ hey ! apa apaan lu ngebuang cek itu” teriakku lalu bebicara lagi “ itu kan uang” aku berkata pelan
“ huh, buang saja jika lu nga mau , bagi gue  uang segitu ga ada artinya”
Dan aku hanya bisa melotot tajam kearahnya
“ oiya lu minta maaf ga tulus banget sih Dara” sahutnya kemudian
“ oke sekali lagi gue minta maaf “ aku berkata sambil tersenyum memamerkan gigi dan mata melotot
“ oke tapi ada syaratnya biar gue mau maafin lu”
“ apa itu ?”
“ jangan pangil lu gue dan panggil aku kakak mengerti “
Aku semakin kesal aja dibuatnya mengapa dia mempermasalahkan harus memanggil apa, aku mendesah sebal
“ kak Calvin, ( sambil tersenyum), kak Radit aku duluan ya ada mapel soalnya” tersenyum dan pergi berlalu sementara Tomi bengong dan beteriak “ Hey mengapa kau memanggil kakak pada mereka sedangkan padaku tidak “ dan segera menyusulku tapi aku berlari sampai kelas lalu dia berhenti mengejarku.
1 jam kemudian
Ketika dosen ga datang dan kami mahasiswa terpaksa harus istirahat, inilah yang anak kuliahan paling benci yaitu menunggu dosen datang entah kapan dan harus cari kegiatan sendiri.
“ Dara kamu sedang mengerjakan apa?” sapa teman kulliahku bernama Andin lebih tepatnya partner ketika mos
“ ini loh ndin kan lumayan kan kalo kita belajar sebelum dosen menjelaskan pada kita, agar nanti pas dosennya jelasin jadi ngerti gitu” aku tersenyum pada temanku itu
“ ah sudah lah dara, aku laper hayu kita sarapan ke kantin saja ya “ Andin menarikku keluar dari kelas yang sudah kosong itu
“ tapi kan disana ada Tomi and geng “kataku kemudian tapi Andin tidak perduli dan terus menarikku sampai kantin,
Kantin di kampus kami terbilang mewah karna memiliki chef dari paris dan makanannya pun terbilang mahal , jika aku terus makan di kantin maka uangku akan cepat habis tapi digandrungi banyak anak muda di kampus kami seperti cafe.
Sesapainya di kantin benar saja Tomi sedang makan bersama temanya itu dan langsung berhenti makan tatkala melihatku berjalan memasuki kantin, lalu aku duduk bersama Andin dan tidak melihat ke arah Tomi lagi tapi tahu-tahu dia sudah ada di sebelahku, memegang tanganku,menyuruhku berdiri dan merangkul pundakku
“ PERHATIAN”teriaknya, aku hanya bisa diam
“ Sandara, maukah kau menjadi pacarku “ dia berbicara padaku dan mata semua orang langsung melihatku tak percaya
“gue..gue “ aku terbata bata sambil melihat kearah Calvin yang mengangguk kearahku sementara dia masih tak suka aku ngomong dengan aksen bahasa gue karena alisnya mengkerut
“ baiklah gue mau jadi pacar lo “ aku berkata kemudian dan banjir tepuk tangan pun tatkala mengiringi Tomi yang mencium pipiku di depan semua orang
“ selamat ya “ sahut ka Radit padaku dan Tomi, tapi aku melihat Calvin pergi dari kantin,
‘ oh apakah aku sudah melakukan hal yang benar menerima cinta Tomi ini ‘ sahutku dalam hati

“ oke kalian bisa pesan apa saja dan aku yang bayar semuanya “ Tomi berkata sambil tertawa dan akupun harus ikut ikutan tertawa melihatnya
            Aku pacaran dengan Tomi tapi tetap saja dia selalu berteriak padaku, sangat protektif dan sangat sangat cemburu pada siapa saja yang mendekatiku entah itu teman,dosen,petugas kebersihan hingga Radit sahabatnya sendiri pun dia cemburu. Dan dia sangat ambekan , selalu ngambek jika aku tidak mengikuti keinginannya. Tak terasa sudah 6 bulan kami pacaran, aku tidak bisa melupakan Calvin sebenarnya . Calvin harus pergi ke Paris bersama tunangannya kak Micell seorang disigner muda entah kapan Calvin kembali setelah 6 bulan pergi . ya, dia sudah memiliki tunangan rupanya sejak SMA tapi entah hubungan mereka sejauh ini seperti kakak beradik saja, aku hanya diceritakan oleh pacarku tentang hubungan Calvin dengan Tunangannya itu, hatiku sebenarnya sakit, hancur mendengar dia sudah punya tunangan tapi apa yang harus dikata aku juga bahagia karena sudah memiliki pacar seperti Tomi yang songgongnya nauzubilah.
“ dia akan segera kembali “ Tomi kemudian bekata tiba-tiba
Kami saat itu sedang menonton pertandingan basket , adik lelakiku adalah atlet basket dan kami sedang menontonnya bermain basket bersama yuki dan radit.
“ maksudmu Calvin “ Radit tertawa
“ yoi bro, dia kemarin ngirimin gue email katanya mau pulang secepatnya” Tomi lalu memandangiku yang cengo
“ tutup mulut jelekmu itu “ Tomi lalu berkata sambil tertawa dan aku cemberut
“ kapan kak Calvin datang, apakah dia bersama tunangannya” tanya yuki pada Tomi
“ entah kaka juga ga tau ki” Kata pacarku sambil meletakan tanganya padaku,
Akhir akhir ini kami memang selalu jalan berempat, walaupun ka Radit kadang selalu membawa beberapa wanitanya tapi tetap yuki harus tetap ikut jalan bersamaku karena aku ingin bersenang-senang bersama sahabatku itu dan sepertinya yuki menyukai ka Radit dan kak Radit juga perhatian padanya, tapi memang ka Radit selalu baik dengan semua wanita sih , itu yang membuat sahabatku harus menahan perasaannya sendiri
“ gol... tercetak gol” sahut pacarku sambil membuyarkan lamunanku dan akupun tersenyum

3 hari berlalu seperti biasanya Tomi selalu bersikap protektif,cemburu dan ambekan.
Kami bertengkar melalui telpon selular karena aku terlalu sibuk dengan urusan sekolah,kerja jadi aku lupa untuk memberinya kabar hari itu dan saat itu setelah pulang kerja setengah hari aku sedang ada reuni sekolah sma ku hanya dengan sahabat dekatku saja , kami siang itu janjian di depan halte sekolah dan terus saja Tomi mengomel di bbm aku lelah dan membiarkannya saja.
“ akhirnya kita bisa reunian juga” kata yuki padaku
“ iya mumpung wiwi dan lila lagi ada di jakarta , mereka kan hanya 2 tahun sekali pergi ke jakarta” kataku antusias
Tak lama kemudian sinta,amel,lila datang ke halte depan sekolah kami hanya tinggal menunggu wiwi datang
KRING,KRING,KRING.. (telpon ku berbunyi ) yaitu dari Tomi pacarku
“ Eh Dara hp lu bunyi mulu tuh dari tadi, angkat sana” kata lila mengomel
“ males ah paling orang itu lagi “ kataku dan hanya melihat hp itu berbunyi
“ Tomi ya ra “ yuki berkata
“ siapa tomi ? “ sahut sinta dan amel bebarengan




Ketika itu juga mobil sport berwarna hitam berhenti di depan halte lalu disusul mobil sport berwarna putih dan orens , ‘ aku melihat mobil Calvin ‘ batinku
Seketika itu Tomi keluar dari mobilnya beserta teman-temannya juga , wiwi datang , lalu tomi menarik tanganku membawaku ketempat orang-orang tidak bisa mendengar ucapan kami dan teman temanku hanya bisa menelan ludah dan terpesona oleh mobil di depannya dan tersihir olh kegantengan Radit dan Calvin

“ lepasin tanganku “ kataku
“ kamu ini apa apaan si! Kamu susah banget di hubungin, dan ini hari sabtu. Seengaknya kamu luangin ke waktu kamu yang berharga ini buat aku !!!” ucapnya
“bagaimana kamu tahu aku disini?” tanyaku lalu cepat-cepat aku berkata
“ aku minta maaf, aku hari ini ngak bisa ikut jalan-jalan sama kamu. Hari ini aku ada reuni sekolahku dan teman-temanku sudah menungguku” aku berkata sambil melihat raut mukanya yang marah
“ oh, jadi kamu lebih milih teman-teman kamu itu dibanding pergi sama aku iya “
“ bukan gitu maksudku” aku melihat kearah Radit dan Calvin juga teman-temanku yang sedang tertawa
“ ok kamu pilih mau ikut aku atau kamu pilih pergi sama teman-teman kamu itu ? hah”
“ maaf aku harus ikut dengan temanku” ketika mendengar ucapanku reaksinya langsung pergi meninggalkanku dan menstater mobilnya lalu pergi dengan kecepatan tinggi beserta kedua temannya yang mengikuti dari belakang
“ huhuhu siapa itu?”euforia teman-temanku  pada aku dan yuki yang sudah mengenal ketiga laki-laki itu
“ dia pacarku “ sahutku
“ oh terus yang mana pacar yuki” kata sinta
“ hehehe “ yuki hanya bisa tertawa
“ kenalin gue dong sama mereka ra “ kata lila kegenitan
“ iya ganteng banget dan mobilnya itu loh “ kata amel kemudian
“ dia kenapa kelihatan marah ra ?” tanya wiwi
“ biasalah ambekan” kataku dan merasa bersalah pada pacarku itu

            Kami marahan hampir 2 hari, aku sampai harus memohon-mohon pada Tomi supaya mau memaafkan aku dan dia mau memaafkan dengan syarat
“ apa itu syaratnya” tanyaku lewat telpon
“ kamu harus menemaniku terus menerus” sahutnya
“ oke baiklah” kataku
“ iya kamu harus menemaniku berlibur ke bali “
“ hah apa BALI !!” aku berkata sambil setengah teriak  
“iya bali, kamu boleh mengajak yuki untuk ikut, besok aku jemput dirumahmu” balasnya mengakhiri telpon
Aku langsung bergegas merapikan pakaian ku yang akan ku bawa ke bali, karena dia sudah pesan tiket pesawat untuk kami dan pada saat  keesokan hari kami pergi pagi-pagi, aku kesal juga dengan sikapnya yang selalu terus menerus bersikap seenaknya, masalahku sekarang adalah bagaimana bilang ke orang tuaku bahwa aku akan berlibur dengan pacarku ke bali dan bagaimana aku bilang ke bos ku bahwa aku akan berhenti bekerja untuk beberapa hari juga bagaimana dengan kuliahku... AAAAA aku gila memikirkan ini semua
Tiba-tiba aku mendapat pesan dari bosku:
(Sandara kau boleh berlibur sesukamu, aku sudah menemukan penggantimu dan yuki selama kalian berlibur bersama, fighting ! )
Aku merasa ini aneh sekali, ok masalah satu selesai,
“ Dara, mengapa kau menaruh bajumu di koper” tanya ibu ku tiba-tiba
“ iya bu, aku ada dinas pergi ke bali. Disana aku harus mempromosikan kepada custumer” jawabku merasa tak enak hati karena sudah berbohong
“Lalu bagaimana dengan kuliahmu? Kau seharusnya bicara terlebih dahulu dengan ayahmu” tanya ibuku dan aku hanya menelan ludah
“ itu..itu “
Tiba-tiba ada bbm dari Tomi:
( kau tenang saja, aku sudah bilang ke tata usaha bahwa kalau kau akan cuti kuliah selama 2 minggu ) seolah dia menjawab ke risauan ku sekarang
“ aku sudah ambil cuti mam 2 minggu”
“apa?? 2 minggu ! “ tanya ibuku keheranan
Aku hanya bisa mengangguk, lalu ibuku keluar dari kamarku dan dia berkata agar aku harus bilang kepada ayahku, aku benci menjadi anak yang apa-apa harus dikekang oleh orang tua, aku ingin sekali bebas dan bisa bebas dari situasi seperti ini. Kemudian aku menelepon yuki dan menjelaskan semuanya...ZzzZz

Aku kerumah yuki memakai taxi sekitar jam 7 pagi, memakai dres oblong berwarna ungu dengan motif bunga-bunga beserta kacamata gaya berwarna coklat dan topi pantai hehe, kami akan dijemput dirumah yuki jam 8 oleh ketiga pria itu, dia sangat bersikeras agar dia menjemputku di rumahku tapi aku berhasil membujuknya agar dia menjemputku di rumah yuki saja, dan tentunya yuki sangat antusias sekali mendengar kami akan berlibur dibali selama dua minggu apalagi dia tahu bos mengijinkan kami pergi syukurlah ..
Jarak dari rumahku kerumah yuki tidak terlalu jauh hanya beberapa km, ketika aku sampai yuki sudah bersiap-siap untuk pergi tapi tidak seperti penampilanku yang mungkin nora ini, yuki memakai kaus lengan panjang dan celana jeans saja
“ loh ki kita mau kepantai loh” kataku
“ emang kenapa ada yang salah “ sahutnya sambil melirik penampilanku yang glamor dan cemberut, memang dari dulu aku ini kalo soal pakaian memang fashionable dan seksi tapi temanku yang satu ini sangat suka memakai kaus, kaus lengan panjang dan kemeja ( aku juga suka si memakai kemeja) dan tidak suka memakai dress atau hal lain kecuali ada acara-acara tapi aku belum pernah mengomentari yuki, karna aku takut menyinggung perasaanya, mungkin baru kali ini
“ seengaknya lo pake kacamata lah ki, sama topi pantai. Lu punya kan ? “ kataku tak ingin menyinggungnya
“ oh iya ya gue lupa, bentar ya gue ambil dulu hehe” sahutnya
Setelah itu kami berbincang bincang sambil menunggu mereka datang
Karna rumah yuki terdapat di belakang mall dan jalan masuk kerumahnya susah  jadi mereka suruh tunggu di sana, aku dan yuki menggeret koper yang lumayan besar menuju tempat parkir mobil.
“ hey ladies, udah siap” Tomi berbicara sambil tangan kanannya merangkul pundakku dan tangan kirinya membawa koperku menuju bagasi mobil sportnya
Aku melihat Radit yang tertawa melihat yuki,mungkin aku tahu mengapa dia tertawa
Dan Calvin yang tersenyum melihatku melepaskan diri dari pelukan pacarku itu.
Aku belum menanyakan kabarnya dan bagaimana dia ke paris, apa yang terjadi dsb..
Tapi belakangan aku tahu kalo dia dan kak Micell tidak melanjutkan hubungan mereka lagi tapi aku tidak tahu detailnya.

Perjalanan dari rumah yuki ke bandara soekarno hatta memakan waktu 2 jam saja dengan macetnya kota jakarta walaupun sudah memakai jalan tolpun nauzubillah..
“ kita berangkat pesawat yang jam berapa si! “ tanyaku pada Tomi yang kesal karna dia selalu melihatku dengan matanya yang berwarna coklat itu
Radit menertawaiku, aku perhatikan dia dari tadi ketawa terus. Sementra itu Yuki cemberut saja karna dari tadi dia satu mobil dengan Radit.
“ Kita akan naik pesawat pribadi ra “ Calvin berkata sambil memakan permen lolipop
“ apa ! pesawat pribadi “ jawab aku dan yuki bebarengan sementara Tomi cengengesan saja.
Pesawat pribadi ini sangat mewah dan nyaman . kebahagian yuki langsung bangkit kembali , kami berfoto bersama di dalam pesawat, sarapan enak dan melihat pemandangan yang luar biasa indah diatas ketinggian.
Perjalanan dari Bandara SOETA ke Bandara I GUSTI NGURAH RAY juga selama 2 jam
Lalu kami menuju ke hotel,
“ Selamat datang tuan Tomi” kata salah satu staff hotel dan aku binggung karna staff hotel pada berjajar dipinggir kiri dan kanan kami seolah menyambut kedatangan kami,aku sudah tak heran kalo hotel mewah di daerah kuta bali ini miliknya, lalu kami menuju receptionis hotel untuk mendapat kunci kamar kami.
“ maaf tuan tapi kamar kosongnya hanya ada 4, semuanya penuh kami tidak mungkin memaksa tamu vvip untuk pergi, maaf tuan “ Reseptionis itu berbicara sambil menunduk
“ kau ! kau “ katanya menahan emosi
“ sudah lah aku bisa ko berbagi kamar dengan yuki” sahutku lalu dia tersenyum tipis
Dan dia mengambil ke 4 kunci itu lalu membagikan kepada Calvin dan Radit
“ kau harus tidur denganku bukan dengan yuki” Katanya tanpa ekspresi
“ HEY ! APA KAU GILA” Kataku cemberut
Lalu dia memberikan kunci hotel kepada yuki
“ tentu saja aku bercanda, dasar gadis bodoh” sahutnya sambil pergi berlalu menyusul kedua temannya yang sudah beranjak pergi ke kamar masing-masing.

Setelah aku berada dikamarku aku sangat senang karena jendela dikamar kami menghadap ke laut, aku mengambil tempat tidur didekat jendela, tempat tidur kami ada dua bagian di sudut kiri dan kanan dan yuki mengambil disudut lainnya, aku mandi berendam karna rasanya badanku lengket semua dengan bathtub yang dipenuhi bunga-bunga aku merasakan kenikmatan lalu setelah mandi aku tidur sampe sore, yuki juga melakukan aktivitas yang sama.
Kami sama-sama sepakat untuk selalu waspada dan mengunci pintu kamar hotel kami..
Jam 4 sore aku bangun, dan melihat di hp ku beberapa missed call tertera atas nama Tomi , aku tersenyum dan melihat yuki sudah bangun sedang menonton tv.
“ tadi sekitar sejam yang lalu pacar lu datang kesini, ngedor-ngedor pintu dan nanyain lu. Kayanya dia khawatir ra. Gue jadi kebangun gara-gara ka Tomi deh“ yuki berkata padaku
“ hhm sory ya ki lu jadi kebangun, ayo kita liat pantai kebawah mumpung udah sore, ngak terik kaya tadi siang. “ kataku
“ akhirnya ra, gue bisa juga keluar” sahutnya tertawa dengan memakai baju yang sama, aku merasa risih juga melihat yuki
“ kenapa lo nga keluar aja sendiri pas gue lagi tidur” tanyaku kebingungan
“ nah itu gue rada takut juga pergi sendirian hehe” itulah yuki penakut dan pemalu

AKU TIBA JUGA DI PANTAI , aku main air laut maksudnya main itu kalo ada ombak datang aku lari pas ombaknya kembali lagi kelaut  aku kejar , itulah permainan yang paling seru memang sih kaya anak kecil hehe.
“ Ra, lu ngak ngehubungin Tomi ? “ tanya yuki yang sedang berfoto-foto dengan kamera nya sementara aku main pasir dengan menuliskan nama-nama dipasir
“ oiya, gue lupa” sahutku lalu bbm Tomi agar datang kebawah
“ yuki, ayo kita duduk di situ sambil berjemur” kataku setelah puas bermain, lalu kami pun berjemur di kursi santai
Dan kemudian Radit dan Tomi datang
“ hey ! kemana saja kau ini dasar tukang tidur” Tomi setengah berteriak padaku
“ Bisa enggak lu sekali aja ngak  teriak teriak  di depan gue hah “ balasku juga tak kalah meneriaki nya
SHIIIT sahutnya kesal.
Lalu Radit menarik Tomi dan membisikan kata-kata ke telinga Tomi
Tapi aku masih bisa mendengar
“ Bro, bukan gitu cara memperlakuin cewe” kata Tomi
“ terus gimana, gue binggung pacaran sama dia” Tomi berkata kencang agar aku bisa mendengarnya
Lalu Radit membisikan sesuatu tapi aku tidak bisa dengar apa dan tahu-tahu tanganku sudah ditarik oleh Tomi.
“ yuki, tolong mau dibawa kemana gue AAA lepasin gue “
“ Dara hati hati , pertahankan ...” yuki meneriakiku yang makin jauh
“ Bro gue serahin temennya sama lu” Tomi berkata menggeretku pergi
Sekilas aku melihat Radit tersenyum.
Dia menggeret tanganku pergi, kami hanya berjalan di pinggir pantai menjauh dari keramaian banyak orang dan suasananya, yap suasananya memang sangat romantis, pohon kelapa yang melambai-lambai di tiup angin, laut yang menyejukan mata ketika kita melihat laut yang jernih serta sunset yang sebentar lagi akan datang.
Kemudian tiba lah kami ditempat yang dia tuju, lalu dia melepaskan tangannya dari tanganku,
“ Dara, aku mengajakmu kesini agar kita bisa melihat sunset lebih dekat dan ada sesuatu yang kita harus bicarakan berdua saja” Tomi memandangku begitulah kami saling berpandangan dan berhadap-hadapan
“apa itu” sahutku
“ Bolehkah aku tahu perasaanmu padaku sebenarnya” sahutnya sambil berlutut dihadapanku
Terasa jantungku berdetak kencang, dagdigdugdagdigdug perasaan yang tak pernah ku dapat saat aku menyukai Calvin. Apa mungkin sekarang aku sudah jatuh cinta pada Tomi dan apakah perasaanku pada Calvin hanya sekedar perasaan suka dan menganggumi seseorang.
Lalu ia berlutut dihadapanku, mengecup jari tanganku
“ Aku..aku” sahutku terbata-bata lalu dia berdiri mengecup keningku dan mata kami berpandangan kembali
“ Aku sangat mencintaimu” kataku lancar sambil melihat kedalam matanya yang memancarkan perasaan yang sama apa yang aku rasakan
Lalu kemudian dia menarik tanganku untuk duduk , sepertinya dia sengaja agar aku bisa melihat sunset
Tapi ketika kami dudukpun kami tetap bertatap muka dan tahu-tahu saja dipantai yang indah ini dengan suasana yang romantis ini,dan sunset. Kami berciuman untuk pertama kalinya, lalu kami menghetikan ciuman kami saat matahari sudah tenggelam seutuhnya.


 “ Apa, lu ciuman sama Tomi” sahut yuki kaget ketika aku menceritakan saat indah tadi sore
Aku mengangguk sambil tersenyum
“ bukannya selama ini lu selalu menjaga agar hal semacam ini tidak terjadi? “ tanya sahabatku itu keheranan
“ yup, tapi beneran loh sepertinya dia serius ki. Kayanya dia emang jatuh cinta sama gue dan gue juga udah jatuh cinta beneran sama dia ki “ sahutku sambil merebahkan diri dikasur empuk
“  loh kalian bukannya saling benci, terus gimana perasaan lu sama kaCalvin “
“ mungkin ini karma, tapi rasa yang gue dapet sama Ka Calvin ga seperti perasaan gue sama Tomi” sahutku sekenanya
“ lalu apa yang terjadi saat gue pergi ninggalin lo “ tanyaku
“ dia bilang aku lebay ra,mana mungkin Tomi macam-macam sama lu. Gue sebenernya kesel juga sama si Radit abis dia ngomenin style baju gue itu sih masa dia bilang gue mau kepantai atau kepengajian gitu” sahabatku itu menceritakan sambil cemberut
“ haha emang mungkin lo sama gue harus belanja belanja disini, kita buktiin tuh sama Radit kalo kita ini oke dari wanita yang selama ini dikencaninya, ya ngak ki” kataku
“ iya si, bdw tadi gue sempet keceplosan gitu ra kalo lu dari dulu suka sama temennya itu”
“ maksud lu Calvin ? “ aku terkaget kaget mendengarnya kok bisa yuki keceplosan
“ ya tapi gue langsung bilang aja kalo temen yang dimaksud itu Tomi “ sahut yuki
Aku hanya menghela nafas lega

Setibanya aku tiba di restaurant depan untuk makan malam , makanan yang disajikan sangatlah beragam dan membuat selera makanku meningkat.
“ makan tuh pelan-pelan cantik” kata Tomi sambil tersenyum meledek
“ asal kamu tahu ya, selera makanku ini jauh lebih besar dari pada orang-orang kebanyakan” kataku dan kemudian ada 2 orang yang tidak ku kenal berjalan menghampiri kami
“ wey, whats up bro. Gila lo man  ke bali kok ngak ngabarin gue sih , jahat ya lu bertiga” kata cowo itu sambil mengandeng perempuan sepertinya pacarnya
“ sorry bro kita mendadak pergi gara-gara Tomi nih” Calvin berkata sambil merangkul sahabatnya
“ udah ganti lagi man cewe lu” kata Radit tertawa
Tapi cowo itu hanya melotot ke arah Radit
Tomi lalu berdiri dari kursi dan memperkenalkan kami kepada temannya yang tinggal di Bali, si cowok itu namanya Ken dia adalah teman SMA Tomi and geng tapi Ken memutuskan untuk tinggal di Bali dan pacarnya bernama Diandra yang ampun aku iri dengan pacarnya ini cantik karena kulitnya yang coklat dan rambut lurus panjangnya itu. Tapi kedatangannya Cuma sebentar karna dia ada acara bersama keluarganya di hotel sebelah jadi Ken mengantarnya dulu lalu balik lagi ketempat kami makan.
Setelah makan Kami pergi ke balkon kamar Tomi karna kamarnya yang paling besar. Kami ngobrol lama, foto bareng dan tiba saatnya untuk kami mengadakan permainan seru.
“ permainan apa itu?”  kataku keheranan karena melihat ekspresi keempat cowok itu yang menahan tawa
“hanya permainan truth or dare dengan media botol sebagai pelempar yang menunjuk siapa orang yang sial” Kata Calvin biasa aja
“ eh eh bukan, bagaimana kalau truth or kiss” kata Ken sambil cekikikan
“ nah gue setuju tuh “ kata Radit tertawa, memang dasar cowo sahutku dalam hati
“ apa-apaan cium, engak ah “ sahut yuki dan aku bebarengan
Tapi Tomi hanya diam saja yang berarti dia setuju
Dan permainan pun dimulai kami duduk membuat lingkaran dan botol itu diputar dan menghampiri Calvin, lalu Ken bertanya “ apakah disini ada orang yang kau sukai”  tapi Calvin tidak menjawab dan hanya mencium pipi radit disebelahnya yang membuat Tomi dan Ken tertawa HAHAHA begitu tapi aku jiji juga si masa cowo cium cowo, mungkin ini permainan yang mereka sering lakukan ketika masih SMA dulu.
Botolpun diputar aku melihat yuki waspada begitu pula aku yang ikut ikutan waspada agar botol itu tak menghampiriku tapi botol itu behenti di depan Ken.
“ guys, gue tentunya pilih cium dong, karna kalian berdua perempuan disini terserah siapa diantara kalian berdua yang ingin ku cium” sahut Ken
Tapi Tomi berdeham kencang
“ enak aja lu nyuruh cewe gue buat cium lo, ayo man kita cium dia “ lalu Tomi,Radit dan Calvin mengejar Ken untuk menciumnya
“ iyuh jijik gue dicium sama kalian udah cukup ya waktu dulu” sahut ken sambil lari terbirit-birit membuatku dan yuki tertawa begitu menyenangkannya mereka berteman dan selesailah permainan kami.

Keesokan harinya aku bangun dikamar, matahari sudah tinggi diluar sementara yuki ku lihat merem melek dari tempat tidurnya tidak ada dikamar lalu  aku menguap lebar dan merentangkan tanganku lalu ketika aku melirik ke arah sudut lainnya dekat jendela aku melihat Tomi berdiri menghadap kebalkon lalu berbalik melihatku.
“ Hey pemalas bangun ! bukankah kita akan berpergian hari ini dan bukankah kau ingin selalu menemaniku” sahutnya setengah berteriak hal yang biasa dia lakukan padaku.
Aku terkejut karena ada dia di dalam kamarku dan aku hanya memakai baju tidur seksi yang biasa aku pakai, lalu aku melilitkan selimut ke badanku.
Aku sangat kesal sekali mengapa dia tiba-tiba berada dikamarku dan memarahiku begitu seharusnya sebagai pacar yang baik dia membangunkanku dengan lembut bukannya malah berteriak seperti itu dan kenapa yuki meninggalkanku sendiri dikamar bersama orang ini, kalau terjadi apa-apa denganku bagaimana ah aku jadi kesal juga dengan yuki.
“ yayaya gue bangun sekarang, puas lo . sana pergi dari kamar gue, gue mau mandi” aku berkata sambil berdiri dan mengacungkan jari ke arah pintu
“ udah sana mandi gue tunggu disini, lagian percuma lu usir gue juga . lo lupa ni hotel milik gue” sahutnya tak mau kalah dan menjulurkan lidahnya
Dasar sifat sombongnya pun semakin menjadi-jadi..

Kami sarapan dan memulai perjalanan seru kami selama di bali, kami pergi ke pura uluwatu itu loh tempat yang banyak kera untuk menjaga kesucian para uluwatu..
Kami foto-foto, minum es kelapa dan mengobrol. Aku sangat ingin mengobrol dengan kak Calvin tapi Tomi selalu berada disampingku dan terus-terusan menempel disebelahku entah kenapa dia semakin protektif saja padaku.
“ yah kami memutuskan untuk sendiri-sendiri saja” kata Calvin berkata ketika Radit bertanya padanya
“ aku dengar micell akan segera menikah di paris “ sahut Tomi tiba-tiba keceplosan dan membuat Calvin pergi berlalu begitu saja
“ Hey lu tuh gimana sih ga ngerti banget perasaan orang ya !” sahutku kesal setengah berteriak
“ man lu sepertinya udah buat kesalahan “ sahut Radit tapi diam saja ditempat tidak mengikuti kemana temannya pergi dan aku berdiri dan ingin menghampirinya
“ duduk” perintahnya, “ aku bilang duduk” sahut Tomi lagi !!
Aku menurut saja dan duduk,aku juga tak ingin memperkeruh suasana

Lalu kami melanjutkan ke tempat wisata kedua, sekitar jam setengah 3 sore kami tiba juga di Garuda Wisnu Kencana yaitu tempat patung besar dan bukit kapur yang berada di bali selatan, suasananya diantara kami sudah mulai membaik kami melupakan masalah tadi dan Calvin juga sudah mulai tertawa lagi dan enjoy lagi.
Matahari bersinar terang disore hari yang terik ini tapi walaupun begitu banyak para touris dalam maupun luar negeri berseliweran ditempat itu.
Aku jalan bersama yuki di depan karena sangking senangnya kami berdua tertawa-tawa berlari kecil  sedangkan Tomi,Calvin dan Radit mengikuti dari belakang seperti bodyguard saja
“ yuki, liat tuh ada bule ganteng lagi “ kataku pada temanku itu
“ ayo kita minta foto sama mereka” sahut yuki mengeluarkan kamera dari tasnya
Kami berlari menghampiri bule ganteng itu, emang si keliatan kita norak tapi well banyak orang juga seperti kami .
“ hallo, excuseme MR “ kataku pada bule itu dan melihat Tomi berlari mendekati kami disusul teman-temannya
“ hallo “ kata bule itu yang sepertinya usianya 20 tahun
“ my name is Dara and this my friends yuki. Can we take picture with you “ sahutku cepat takut Tomi menggeretku pergi dari situ lalu mereka diam disebelahku dan diam saja
“ my name is josh well lets go to take picture” lalu yuki menyerahkan kameranya padaku agar aku bisa memfotonya dan Josh tapi Radit tertawa melihat ekspresi yuki
Lalu aku menyerahkan kamera itu pada yuki dan berdiri disamping Josh tapi Tomi langsung berdiri disamping aku jadi josh menyingkir jadilah dia di tengah diantara aku dan josh lalu cheeers
“ thank you Josh “ sahutku pada josh dan dongkol juga sama Tomi bisa tidak sih agar dia tidak cemburu sekali saja .
“ where do you from Josh “ kata Calvin kemudian
“ from USA , and nice to meet you guys” sahut Josh tersenyum pada kami
“ well see you later Josh “ sahu tomi lalu menarik tanganku pergi dan diikuti teman-teman kami
Setelah itu bisa ditebak kami bertengkar karena kecemburuannya lalu aku pergi saja sambil menyuruh yuki untuk ikut bersamaku dan dia membiarkannya saja.
Jam menunjukan pukul setengah enam sore Aku hanya berdua dengan Yuki ingin pulang ke hotel dan pulang saja ke Jakarta sekalian tapi kemudian kami melihat pertunjukkan atraksi tari-tarian tradisional dan modern dance juga terdapat drama musical.kami duduk didepan disalah satu tempat duduk penonton dan mengurungkan niat kami untuk pulang.
Boleh dibilang aku memang sering berfoto bersama yuki dan kami emang narsis abis. Itulah yang membuat ketiga pria itu nyaman bila bersama aku dan yuki begitu pula kami yang nyaman bersama mereka seperti dilindungi saja. Tapi kami hanya berdua disini dan merasakan penyesalan kenapa tadi 
Aku harus marah-marah pada Tomi.        
Lalu si penari perempuan itu menarik tanganku dan mengagetkanku dari kebengonggan dan berdirilah aku diatas panggung, binggung mau ngapain aku hanya mengikuti gerakan sipenari dan melihat Tomi,Calvin,Radit juga  Ken dan Diandra juga ada disalah satu tempat duduk penonton memperhatikan kami dari jauh, aku tahu mana mungkin mereka meninggalkanku dan yuki pergi begitu saja .
Lalu sang penari tradisional pergi kebelakang panggung bersama latar musiknya dan aku hanya berdiri sendiri di panggung itu jutaan pasang mata menatapku dari jauh aku sangat gugup dan harus bagaimana tiba-tiba musik dance yaitu hollaback girl dari stereo terdengar dan dengan terpaksa aku menari sampai musiknya habis setelah itu tepuk tangan pun terdengar dari bangku penonton. Aku tak percaya dengan apa yang aku lakukan memang dari dulu aku suka menari tapi mengapa penari tradisional itu menarikku keatas panggung sangat janggal sekali lalu aku menghampiri yuki.
“ keren banget ra “ kata sahabatku dan mengacungkan kedua jempol padaku dan aku hanya tersenyum tipis
Lalu Tomi dan yang lainnya juga menhampiri aku dan yuki
“ wah hebat kamu ra bisa ngelakuin semua itu” kata Diandra yang memelukku
“ maaf ya kami telat bergabung dengan kalian karena seharian ini kami ada acara” sahut Ken lalu mengedipkan mata padaku
Lalu Radit hanya tertawa dan Calvin tersenyum padaku
“ Hey nyonya jelek maafkan aku ya sudah kasar terhadapmu” kata Tomi kemudian
Tapi aku hanya tertawa saja dan melupakan hal-hal yang tidak mengenakan.

Pulangnya kami makan malam di pantai jimbaran tempat makan malam yang paling eksotis di bali dengan pantai pasir putih dan aneka hidangan lautnya yang memukau selera, selesai makan kami pulang ke hotel dan menunggu perjalanan lagi keesokan harinya.

Tapi malam ini aku tidak bisa tidur..
Perutku begah dan kembung sepertinya aku masuk angin, yang ingin aku rasakan sekarang adalah menghirup udara pantai yang sejuk. Lalu tengah malam itu sekitar jam setengah satu aku pergi ke pantai dan melihat pantai dimalam hari agar aku bisa tidur lagi tapi tahukah bahwa aku juga melihat Calvin berdiri di pinggir pantai sambil merentangkan tanganyya ke alam ,
 “ sedang apa dia malam-malam seperti ini” sahutku dalam hati
Aku menghampiri kak Calvin
“kak Calvin “ lalu dia menoleh ke arahku
“ sedang apa kamu malam-malam begini “ katanya seperti apa yang ada dipikiranku padanya
“ aku hanya ingin menghirup udara laut saja kak” sahutku yang membuat dia tersenyum tipis
“ sebaiknya kamu masuk ke kamar” katanya yang membuat aku cemberut
“ yaya baiklah aku akan menemanimu disini “ katanya kemudian
“ sebenarnya kak ada yang ingin aku tanyakan pada kaka”
Lalu kami duduk berdua di pasir malam yang hanya disinari oleh terang bulan purnama sambil melihat kearah ombak laut yang anginnya sangat kencang.
“ kenapa kaka pergi ke paris tiba-tiba “ kataku takut-takut
“ karena aku butuh kejelasan hubunganku dengan dia juga aku mencintai orang lain selain dia dan ingin memutuskan hubunganku dengannya” jawabnya panjang tanpa bertele-tele dan membuatku tercengang dengan jawabannya itu.
“ maaf kak jika aku ingin tahu tapi siapa orang yang kaka sukai selain kak micell” sahutku pelan tapi pasti
“ aku memang menyukai micell tapi tidak baginya, dia hanya menganggapku adik dan  aku kehilangan kesempatan untuk menyatakan perasaanku pada orang yang kucintai, karena dia telah bersama dengan orang lain dan itu juga yang membuatku pergi” dia berkata lalu aku memegang tangan Calvin disebelahku karena merasa kasihan dengan apa yang ia rasakan
“ kamu tadi bertanya siapa orang yang kucintaikan” katanya lalu mengecup keningku sementara mataku melotot karena selama ini Calvin juga menyukaiku mungkin lebih tapi aku telah bersama dengan Tomi dan aku juga tak ingin menghancurkan persahabatan mereka.
“ HEY LEPASKAN DIA !!” Teriak seseorang dari belakang saat Calvin ingin mencium bibirku .
Dan orang itu adalah Tomi
Aku kaget karena ketehuan berada dipinggir pantai bersama Sahabatnya yang menyatakan perasaannya paadaku dan ingin menciumku.
“ Aku bisa jelasin semuanya” sahutku kemudian tapi Tomi berlari menghampiri kami dan memukul Calvin dengan tinjunya dipipinya
Aku berusaha melerai mereka tapi mereka sudah saling hantam hingga petugas keamanan pantai pergi untuk melerai mereka.
“ Temen macem apa lo main tikung temen sendiri hah !” Sahutnya berteriak
“ Emang kenapa kalo gue juga suka sama DIA !” katanya tak mau kalah dan langsung saja Tomi menghajarnya.
Akhirnya Tomi tidak mau bicara padaku tapi dia selalu berada disekitarku dan Calvin pulang kejakarta sepertinya sudah terjadi kesepakatan entah apa diantara mereka berdua.
Sudah berhari-hari berlalu yang membuatku selalu ingin pulang juga ke Jakarta dan membuatku tersiksa karena tidak pernah bisa bicara padanya juga menurut Radit,Yuki,Ken dan Diandra lebih baik aku tetap tinggal disini selama perjanjian kami berlibur selama 2 minggu dan jika aku pulang ke Jakarta juga akan mengakibatkan Tomi percaya kalau kami berselingkuh.
Siang itu aku sedang berenang dikolam renang hotel bersama yuki dan Radit sementara banyak bule memakai bikini tetapi aku dan yuki hanya memakai kaos dan celana pendek.
Lalu Tomi datang bersama Kedua wanita bule yang memakai bikini itu, mungkin dia sengaja memanas-manasiku sementara Radit yang juga sedang berenang langsung memeluk kedua wanita itu.
“ HI long to see you dear” sahut Radit
“ ofcourse, we came to indonesian yesterday and im very interisting remember us come too” kata salah satu bule itu
“ Can we get trip together “ kata bule satunya sambil tertawa
Sementara aku berbisik-bisik pada yuki
“ Cantik ya bulenya, kulitnya coklat excited banget dibandingin gue “ bisikku pada yuki
“ yah cantik banget ra mereka, gue jadi minder juga” kata yuki berbisik padaku
“ tapi sayang ki, mereka ga pake baju” tawaku cekikikan diikuti yuki yang terbahak-bahak membuat kedua bule,radit dan tomi melirik kearah kami.
“ well Dara,Yuki sini naik” kata Radit agar dia memperkenalkan teman bulenya pada kami
“ hallo myname is Celeste” sahut bule berambut pirang bergelombang dengan kulit coklat itu
“ hallo my name is Roseline” sahut bule berambut pirang sebahu yang memiliki kulit coklat juga
 “ My name is Sandara and this my friends “ sahutku menjabat tangan mereka berdua
“ hallo My name is Yuki” sahut yuki sambil tersenyum sementara ekspresiku cemberut karena melihat kedua tangan Tomi yang memegangi pundak kedua perempuan itu.
“ Have fun with him” sahutku pada Celeste dan Roseline sambil menampar pipi Tomi didepan mereka dan  pergi berlalu mengambil handuk , lalu yuki mengikutiku dari belakang
“ Dara, kenapa lo tampar kak Tomi “ katanya sambil berjalan menyusulku
“ abis dia keterlaluan gitu sih rangkul-rangkul cewe kan gue cemburu ki”kataku dan menitikan air mata
“ Ra, gue ngerti ko perasaan lo tapi lo harus liat dong reaksi dia pas lu tampar kaya gimana” sahut yuki menghiburku dan kami sampai juga di kamar
“ dia keterlaluan banget udah ngak mau ngomong terus bawa-bawa perempuan disamping kiri kanannya” kataku sambil menangis dan duduk dibalkon depan kamar
“ mungkin nih ya emang mereka cuman temenan aja kali ra dan terus mereka cuman rangkulan ko karena mungkin Tomi sengaja bikin lo sakit hati” kata yuki kemudian duduk disampingku
“ aduh yuki lu gimana sih katanya ngerti perasaan gue tapi kenapa lo jadi belain dia” sahutku kesal
“ udah lah ra lo ngak boleh nangis gini mending lo buktiin sama dia kalo lo baik-baik aja dan well mending kita jalan-jalan aja spa ke sauna atau belanja gitu” kata yuki yang membuat aku senang juga mendengarnya
“ ayo kita pergi ke spa aja badan gue pegel-pegel abis itu baru kita belanja ya”
Setelah itu aku mandi dan bersiap-siap untuk pergi hanya berdua saja dengan yuki
Tapi aku merasa aneh tumben banget nih si yuki ngajakin belanja dan ke spa apa mungkin ya ada sesuatu tapi pikiran itu kubuang jauh-jauh mungin sahabatku ini hanya ingin membuatku senang
Tapikan spa dibali terbilang mahal loh batinku kemudian.
Ketika kami datang ke spa, kami disuguhi beberapa layanan dan melihat harganya yang funtastic lalu petugas spa itu berkata bahwa kami adalah orang yang ke 100 datang jadi kami tidak perlu membayar pelayanan ini, aneh banget kan.
Aku dan yuki masuk kekamar spa yang berbeda, karena pelayanan ini termuat dalam kamar-kamar, agak takut juga sih sebenarnya tapi aku nurut saja ketika aku diantar kekamar disebelah yuki oleh petugas spanya di dalam kamar itu sudah ada Tomi seperti sedang menungguku.
Lalu aku hanya bengong melihatnya dan mengingat rasa sakit hatiku melihat dia dikolamrenang tadisetelah itu pintu ditutup karena petugas spa itu mengunci kami dari luar dan aku hanya mengedor-ngedor pintu itu .
“ Mau sampai kapan lo ngedor-ngedor pintu itu juga ga bakal ada yang buka” Tomi memulai bicara padaku sambil tersenyum sinis
“ Oke tujuan lo ngunciin gue ditempat kaya gini buat apa hah, lo sengkongkol kan sama Yuki apa Radit terlibat juga” sahutku setengah teriak
“ yah itu emang ide mereka berdua agar kita saling ngomong “ sahutnya sambil berjalan kearahku yang masih berdiri didepan itu lalu dia semakin dekat dan dekat sampai wajahnya yang hanya beberapa cm dari mukaku.
Dia tersenyum lagi dan menarik tanganku untuk duduk disofa empuk
“ Baiklah kita selesaikan masalah ini “ katanya kemudian sementara aku terkejut
“ Kenapa kamu menamparku di kolam renang hah, memang ga sakit ditampar “ sahutnya menudingku
“gue cemburu, lo ngak ngerti banget sih jadi cowok ngerangkul perempuan kirikanan sambil cepika cepiki dihadapan gue, gimana kalo lo juga ngelakuin hal lebih sama mereka emangnya lo ngak ngerti apa perasaan gue yang sakit hati harus liat itu semua” kataku bicara dengan cepat
“ lalu gimana perasaan gue ketika lo juga nyaris dicium sama Calvin, jawab gimana sakit hatinya gue tau kalo sahabat gue dan pacar gue selingkuh dihadapan gue”
Well dia emang bener tapi aku diam saja
“ tapi kan seengaknya gue emang ga ada hubungan apa-apa sama Calvin” kataku membela diri
“ Mana gue tau lu punya hubungan spesial apa engak sama dia begitu pula lu yang nuduh-nuduh gue ada apa-apanya sama tuh bule !” sahutnya setengah berteriak
Air mataku turun membanjiri pipiku dengan deras lalu aku menunduk
“ Aku minta maaf sama kamu, beneran aku emang ga ada apa-apa sama Calvin emang dulu aku emang sempet suka sama dia tapi setelah pacaran sama kamu aku jatuh cinta sama kamu dan perasaanku ke dia cuman menganggumi saja ngak lebih. Perasaan aku ke kamu tuh beda, aku ga sanggup kehilangan kamu dan aku juga sakit hati kenapa kamu ga mau ngomong sama aku dan dengerin semuanya” kataku sambil menunduk dan meneteskan air mata.
“udah ngomongnya. yah aku sudah tahu segalanya, aku memaafkan kamu . Aku sudah bicara dengan Calvin kami membuat kesepakatan dan aku anggap masalah ini selesai” katanya mengelap air mataku dengan tangannya dan memelukku.
“udah jangan nangis lagi” ucapnya padaku
“ tapi kesepakatan apa itu” aku bertanya
“ jika aku melukai perasaanmu dan meninggalkanmu maka dia akan berusaha mengambi kamu dariku kami akan bertarung secara fair untuk memperebutkan kamu” katnya sambil tertawa
Aku hanya bisa diam saja mengingat aku sudah aman dalam pelukannya saat ini.
Tak terasa kami sudah berada di bali selama 1 minggu, lalu dengan suasana yang sama kami berjalan kembali di pantai melihat matahari terbenam dan suasananya pun sama seperti waktu itu begitu damai,tentram dan sejuk..
Dia memegang kedua tanganku saat itu kami berhadap-hadapan lalu seperti dejavu dia berlutut dihadapanku tapi lain karena waktu itu dia mencium tanganku tapi yang dia lakukan saat ini berbeda  dia mengeluarkan sepasang cincin perak dan berkata
“ will you marry me “ sahutnya yang membuat jantungku lebih cepat bertalu-talu
“ yes i do” sahutku yang kemudian kami berpelukan dipantai dan sunsetpun menjadi saksi bahwa saat ini dia melamarku menjadi pasangan hidupnya, aku sangat bahagia sekalli dan perasaan ini tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lalu dia memasangkan cincin berlian itu padaku begitu pula aku yang memakaikan cincin itu padanya.
Setelah itu kami pulang ke hotel dan melihat dari kejauhan ibu Tomi yang sedang duduk di lobby hotel seperti sedang menunggu kami, bersama seorang gadis cantik disebelahnya. Tapi kemudian Tomi memegang erat tanganku, kami berpengangan erat sekali sambil menghampiri ibunya.
“ mami “ teriak Tomi kepada maminya
“ akhirnya kamu datang juga sayang” sahut mamihnya sambil melihat penampilanku lalu beralih ke tangan kami berdua yang memakai cincin samaan
“ ada apa mamih datang tiba-tiba dan kenapa mamih bawa perempuan ini kesini “ tomi bertanya kearah mamihnya dengan suara dingin seperti es batu
Tapi mamihnya terus meliriku
“ kamu siapa ya terus ada hubungan apa kamu dengan anak saya “ kata mamihnya dengan sopan kepadaku
Tapi sebelum Aku menjawab, Tomi sudah menyela ucapanku dan terus merekatkan pegangan tangannya pada tanganku
“ Dia tunanganku mam, aku akan memperkenalkan dia secara resmi nanti dipesta ulang tahunku minggu depan” katanya tetap dingin
“ sayang sekali yah, padahal mami datang dari london kesini bersama dengan Audi cuman ingin memberi kabar bahwa pernikahan kalian akan berlangsung 6 bulan yang akan datang “ kata mamihnya sambil melotot tajam kearahnya.
Apa menikah ‘ batinku’ kenapa dia tidak pernah bicara kalau dia mempunyai calon istri dan saat itu juga aku merasa minder dihadapan mamihnya dan perempuan itu Audi. Audi sangatlah cantik dengan rambut hitam bergelombang panjang,kullit putih , mata coklat dan hidung mancung juga dia sangat langsing dan tinggi tidak seperti ku yang kekurangannya banyak. Aku pendek, ceroboh, agak gendut dan berpipi chubby, aku jadi membandingkan diriku dengan perempuan itu.
“ apa pekerjaan orangtuamu Sandara? “ tanya mami Tomi lagi padaku tapi aku heran mengapa maminya sudah mengetahui namaku apa mungkin mami nya menyewa detektif untuk mengetahui latar belakang kehidupanku
“ Aah sudahlah mam jangan ganggu hubungan kami kan aku sudah bilang aku ngak suka sama Audi dan aku juga ga setuju dengan perjodohan ini “ Tomi berkata dengan lantang dan menarik tanganku pergi ke dalam lift meninggalkan maminya yang jarang sekali bertemu dengannya, aku hanya bisa diam saja tak tahu harus berbuat apa dan merasa sakit hati sekali mengapa selama ini Tomi tidak pernah cerita padaku kalau dia dijodohkan dengan orang lain.
Sampailah kami didepan pintu kamarku
“ masuk ! “ seruku pada Tomi dengan menahan perasaan ingin segera menitikan air mata
Tapi ketika aku membuka pintu kamarku aku memergoki yuki dan radit sedang berciuman, sumpah aku shock tapi Tomi malah tertawa membuat pasangan itu salah tingkah, sepertinya mereka sudah berpacaran dan tidak memberitahukannya padaku dasar batinku. Radit yang sedang duduk disof bersama yuki langsung pergi keluar menarik tangan Tomi tapi kuhadang karena aku ingin bicara 4 mata dengan Tunanganku yang akan menikah dengan perempuan lain.
“ Sorry gue ada perlu sama dia, bisa ga kalian berdua pergi keluar dulu sebentar “ kataku pada yuki dan radit
“ Dara gue bisa jelasin ini ga seperti yang lo kira” sahut yuki kemudian
“ Masa bodohlah kalian mau berbuat apa, kalian udah gede udah tau mana yang baik dan mana yang jelek lagian gue bukan ngomongin masalah kalian berdua ko“ kataku dan ingin sekali menanggis
Tanpa berkata apa-apa yuki dan radit keluar dari kamarku.
Ketika kamarku sepi aku menampar pipi Tomi “ PLAKK”
“ Kamu kenapa ko main tampar aja” Tomi berkata sambil memegang pipinya
“ ya karena kamu ga pernah bilang kalo kamu juga udah dijodohin dan punya calon istri, kamu jahat . Memang kamu fikir aku siapa kamu sampai kamu ga mau bilang . Aku pacar kamu aku tuh berhak tau semuanya , kalo kamu nganggep aku seharusnya kamu bilang jangan diem aja seolah-olah ngak terjadi apa-apa dan senaknya ngelamar aku gitu aja “ aku berkata sambil menangis tapi Tomi sepertinya mengerti dan diapun hanya  bisa diam juga mendengarkan keluh kesahku
Dia mencoba untuk memelukku tapi aku menepis ajakannya untuk berada di dalam pelukannya
“ aku ga tau harus mulai dari mana dan aku ngak mau kamu sakit hati, aku juga ga setuju dengan perjodohan ini karena itu hanya perjodohan bisnis belaka, aku juga ga mikirin sampai sejauh itu”
Tapi aku tetap menangis seolah ucapannya tidak cukup untuk membuatku berhenti menangis
“aku cuman cinta sama kamu bukan sama perempuan itu, kamu harus percaya sama aku ya. Aku Cuma mau menikah sama kamu bukan dia” sahutnya kemudian
“ kamu pergi dari kamarku sekarang, aku pengen sendiri “ lalu dengan ragu-ragu dia meninggalkanku pergi , entah kenapa masalah antara kami berdua terus-menerus datang.
Setelah dia pergi beberapa lama kemudian yuki masuk ke kamar dan mencoba menghiburku.
“ Dara” sahutnya sambil memelukku
“ gue ga apa-apa ko ki” sahutku berbohong
“ iya gue udah tau ko masalah lo sama maminya Tomi” kata sahabatku kemudian
“ bukan itu aja ki, dengan Tomi juga dia berbohong ki sama gue” sahuku sambil mengelap air mataku dengan tissu
“ iya dia berbohong itukan karena demi kebaikan lo juga, dia ga mau lu sakit hati” kata yuki
“ yah lu harus buktiin dong sama maminya kalo cinta kalian berdua kuat” tambah yuki
“ kita berdua beda derajat yah asal lu tau aja ki dia pangeran,anak orang kaya , anak pengusaha sementara gue bukan siapa-siapa “ sahutku menimpali dan yuki tak bisa berkata apa-apa lagi
Lalu pintu bel kamar kami berbunyi , setelah ku buka ternyata itu adalah orang suruhan maminya Tomi untuk membawaku pergi bertemu dengannya. Aku pun segera mengikuti orang suruhan maminya sebelum aku pergi aku bilang ke yuki untuk tidak bilang apa-apa ke Tomi kalau ibunya memanggilku, sampailah aku dikamar ibu Tomi
Aku masuk keruangan itu, disana sudah ada Audi yang duduk dengan mamihnya Tomi mereka sedang minum teh ..
“ HEH TUNGGU APA LAGI DUDUK “ teriak mamih nya Tomi
Aku kemudian duduk dipinggir sofa karena takut, tubuhku gemetaran.
“ Tante, jangan galak-galak dong” sahut Audi tersenyum
“ perkenalkan sebelumnya nama saya  clara mamihnya Tomi “ kata bu clara kali ini dengan suara rendah
“ oke langsung ke intinya saja karena saya ga mau bertele-tele dengan kamu. Kamu tinggalkan anak saya putus hubungan dengannya dan carilah orang lain yang lebih baik, kamu perlu uang berapa hah untuk pergi” lanjutnya kemudian
“ tapi bu clara kami saling mencintai dan uang bukan segalanya...”
“ssshhht “ kata bu clara memotong ucapanku
“ cinta, hehm apa kalian tau arti dari tanggung jawab. Cinta itu bisa dihancurkan dan bisa hilang dengan sendirinya dan masa depan perusahaan kami ada jika Tomi mau dijodohkan dengan Audi” lanjutnya
Aku ingin rasanya menangis tapi aku tidak bisa membantah ucapan bu clara
“ apa sih kehebatan lo dibanding gue, gue cantik lebih dari lo,pendidikan gue juga bagus karena gue sekolah diluar negeri, dan masih kayaan juga gue.Nyadar diri dong” kata Audi ikut bicara
Lalu aku berlutut dikaki mamihnya Tomi sambil menangis sesungukan aku memohon
“ HEH APAAPAN INI” bu clara memberontak tapi aku memegangi kakinya.
“ Tolonglah bu restui kami berdua, saya tahu saya memang tidak sempurna dan saya tahu diri dengan semuanya tapi yang kita punya hanya cinta” sahutku sambil berlutut dan menangis
Tapi Bu Clara tidak bicara setelah itu dan Audi tertawa terbahak-bahak melihatku lama aku berlutut akhirnya aku berdiri.
 “ Baiklah Bu Clara jika itu yang ibu mau,saya akan pergi sekarang juga dan saya tidak akan mengganggu Tomi lagi” ucapku kemudian
“ Dan tolong rahasiakan ucapan kita saat ini” sahutku
Tapi Bu Clara hanya memandangiku entah dia punya perasaan iba padaku atau tidak
“ Permisi” sahutku dan berjalan kearah Audi
“ jika kamu tahu apa yang aku punya untuk mendapatkan hati Tomi jawabannya karena hati ku murni jujur,bersih tidak kotor sepertimu yang merendahkan orang lain” kataku sambil berlalu kedepan pintu.
Ketika aku menutup pintu kamar Bu Clara, Tomi sudah menghadangku diluar.
Dia menggeret tanganku pergi.
“ Lepaskan “ sahutku sambil menepis tangannya tapi tak berhasil
“ bicara apa saja kau dengan mamih “ katanya sambil mencengkram tanganku lebih kencang
“ aku lelah, tidak ingin bicara denganmu dan biarkan aku pergi tidur ke kamar “ kataku kemudian seketika itu dia melepaskan tanganku dan pergi darinya dia hanya melihat punggungku yang makin menjauh.

Aku masuk kamar dengan lesu, lalu yuki hanya bisa melihatku.
“ Gue capek ki, ga mau bahas dan gue mau tidur” sahutku berbaring ditempat tidur dan terlelap lalu yuki juga ikutan tidur
Aku sengaja menset alarmku pukul 2 agar aku dapat pergi diam-diam tanpa membangunkan orang-orang dan akan jauh lebih baik agar yuki tidak tahu kemana aku pergi untuk waktu yang lama
Aku langsung membenahi pakaianku yang memang sudah rapi karena aku sering merapikannya di dalam koper, dan tinggal menggeret koperku pergi. Saat tidur memang yuki susah untuk bangun jadi dia tidak akan tahu aku pergi.
Saat aku sudah berada di luar hotel seseorang menelpon ku,
“ Hallo Ananda, aku sudah berada di luar hotel” kataku
“ aku akan nyampai sebentar lagi dan aku sudah membeli tiket ke korea, penerbangan kita jam 4 kita akan have fun di korea “ Kata eman kecilku itu Ananda

FLASHBACK,
Saat aku seorang diri karena kesal Tomi tidak mau bicara padaku dan yuki sedang tidur siang juga radit yang pergi bertiga dengan Ken juga Diandra aku pergi sendiri naik taksi ke rumah temanku  di Denpasar namanya Ananda memang sebelumnya aku sudah bertanya dulu apa dia sedang ada di Indonesia  dirumahnya di Bali atau tidak karena dia tinggal di korea dan pulang 2minggu sekali ke bali.
aku merasa bosan tak kusangka dia mengajakku belanja dan kami ngobrol-ngobrol tak kusangka lagi Ananda menawariku untuk menjadi artis girlband di korea karena menurutnya aku punya bakat terpendam katanya suaraku bagus dan aku cantik, pintar menari suaminya bekerja sebagai produser di salah satu agensi di korea. Ananda menikah dengan orang korea karena chatting sudah 1 tahun ini.
Tanpa membuang kesempatan aku harus fikir-fikir dulu tapi waktu yang dia berikan sampai hari ini dan dia akan berangkat hari senin pagi ke korea. Lalu setelah aku bertemu dengan mamihnya Tomi aku langsung bilang kalau aku terima tawaran itu dan aku harap aku bisa ikut ke korea secepatnya.
Aku ingin membuktikan pada Tomi dan ibunya kalau aku bisa bangkit dari keterpurukan dan Mereka sudah salah karena meremehkanku.

Setelah itu aku, Ananda beserta suaminya berangkat dari bandara I Gusti Ngurah Ray ke bandara Incheon selama 13 jam 5 menit dan memiliki selisih 1 jam untuk korea dan bali , kalau dari jakarta baru perbedaannya selama 2 jam, kami tiba di bandara Incheon sekitar pukul 5 sore atau 4 sore waktu bali dan 3 sore wib.
Kebetulan aku sudah punya pasport karena waktu itu aku membuatnya untuk pergi ke singapore, dan ketika kami tiba dikorea selatan ternyata disana sedang dalam musim dingin karena sekarang bulan februari akhir jadi aku memakai pakaian tebal.
Di pesawat aku teringat dengan Tomi, aku sebenarnya juga tidak tega meninggalkan dia dan pergi begitu saja. Sebelum pergi tadi aku meninggalkan surat diatas tempat tidurku yang isinya aku minta maaf karena pergi dan tolong jangan mencariku kepada semuanya. Lalu aku menambahkan untuk Tomi agar hubungan kami berakhir sampai disini saja juga aku tidak berniat untuk menikah dengannya, aku harap semua orang tidak membenciku dan merelakan kepergiaanku. Tapi ketika akan aku tinggalkan cincin pemberian darinya aku mengurungkan niatku dan membawa cincin itu bersamaku, karena mungkin ini kenang-kenangan darinya atau apakah kami bisa kembali seperti dulu, bersama-sama kembali.
Aku juga sebenarnya tidak ingin pergi dari sisinya tapi aku harus pergi dan membuktikan pada mamihnya bahwa aku bukan orang hina.
Ya pasti kami akan sama-sama lagi suatu saat nanti, aku percaya itu atau dia menemukan penggantiku dan entahlah aku tidak mau mengingatnya.
“ Dara ko bengong aja sih dari tadi” kata Ananda menyadarkanku dari kebengongan dan fikiranku
“ ya nan emang dari incheon ke seoul berapa lama “ aku bertanya kami sedang berada di dalam taxi
“ hhm kira-kira 1 jam sampai rumahku di gangnam” katanya kemudian
“ hhm Nan lebih baik aku tidur di hotel saja sebelum aku mencari rumah atap” kataku kemudian
“ hey kenapa kamu ingin tinggal di hotel memang kenapa dengan rumah kami” kata suami nanda kim yeon seok yang fasih berbahasa indonesia sekaligus produser tempat menaungiku.
Kami memang belum membicarakan tentang kontrak tapi harus tinggal di rumah teman yang sudah memiliki suami sepertinya tidak etis menurutku jika harus tinggal dirumah mereka .
“ eh tidak mr kim, saya kan akan tinggal lama selama di korea jadi saya juga ingin punya rumah sendiri bukannya mau menolak permintaan kalian” sahutku dengan sopan tapi Nanda hanya mengangguk, aku juga tidak membicarakan masalah pribadiku padanya, dia hanya tahu aku pergi kekorea atas ajakannya dan tidak tahu atas dasar apa aku ingin menjadi selebritis.
“ bagaimana kalo kamu tinggal di apartemen khusus artis kami, kami juga meminjamkan apartemen sebagai tempat tinggal artis kami untuk tinggal sementara dan kau well akan menjadi bagian dari kami” kata tuan kim padaku
“ sudah tidak usah sungkan ya dara terima saja apartementnya” sahut istrinya kemudian
Mr kim adalah salah satu produser  dan pemilik saham terbesar dari perusahaannya yaitu jyp entertaiment bersama park jin yeong  yang mendirikan bersama pamannya maka dia juga punya andil untuk merekrut artis baru ,Perusahaan tempat mr kim yeon bekerja termaksud perusahaan yang menaunggi artis girl band atau boy band seperti Wonder Girls, 2PM, 2AM, Miss A, G Soul, JOO, Park Joon Hyung, dan San E dan lain-lain.
Aku diantar juga ke apartment ini apartemennya juga sangat bagus dan mewah namanya apartemen Galeria forent Seoul..
Setelah sampai aku berendam di bathtub karena lelah menempuh perjalanan yang panjang, pasti Tomi sudah membaca suratku dan mungkin sedang mencariku. Dan pasti orangtuaku juga khawatir padaku begitu pula dengan teman-temanku yuki dan Radit.
Handphone ku sengaja ku matikan sejak aku berangkat, lalu setelah aku mandi aku membuka kembali hp ku dan benar saja ada banyak sms, bbm masuk kesana juga pesan suara. Aku tidak perduli dengan pesan-pesan itu bahkan satupun tak ada yang aku baca, aku mencatat nomer tlp orang tuaku, yuki dan Andin teman kuliahku. Aku akan mengabari mereka dan menyelesaikan masalahku saat ini.
Lalu aku patahkan kartu hpku dan menelpon mereka lewat tlp di apartemen itu. Aku sudah bilang pada Mr kim dan Ananda bahwa aku akan memakai telpon itu dan mereka mengijinkannya.
“ hallo Andin” kataku kemudian setelah tersambung
“ ya ini siapa ya” sahut Andin
“ ini Dara “ kataku
“ Astaga Dara kamu dari mana saja tidak mengabariku selama ini dan pergi dengan Tomi tanpa mengajaku lalu mengapa Tomi mengabariku apa kau bersamaku atau tidak” katanya
“ yah aku minta maaf ndin, aku akan cerita semuanya nanti tapi tolong din kamu harus bantu aku yah” kataku lagi
“ boleh, minta tolong apa” katanya
“ aku akan kirimkan surat pengunduran diriku padamu dan tolong kamu bisa kan sampaikan surat nya pada ruang tata usaha “ kataku lagi
“ apa, kamu mau berhenti sekolah ! “ katanya dengan nada kencang
“ ya, aku akan kuliah diluar negeri tapi aku janji aku akan menceritakan padamu nanti apa yang terjadi” sahutku
“ ko gitu sih,memang negara mana yang akan kamu diami” Andin bertanya lagi
“ hhhm Amerika “ sahutku berbohong pasti ketahuan lah dengan kode nomer tlp yang aku gunakan saat ini
“ hhm baiklah aku akan sampaikan ke tata usaha “ sahutnya percaya padaku
“Tolong ya Ndin jangan beritahu Tomi dan yang lainnya, jika ada anak lain yang menanyakan bilang saja kau tidak tahu” kataku lagi
“ memang kenapa, apa kalian bertengkar”
“ ya seperti itu, mereka tidak tahu aku pergi. Lalu aku juga sudah putus dengan Tomi”
“ ko bisa “ katanya lagi
“ ceritanya panjang ndin, nanti aku janji akan bertemu denganmu dan bercerita semuanya. Oiya surat pengunduran diriku akan aku kirim besok mungkin lusa atau beberapa hari suratnya akan sampai” kataku
“ yah baiklah aku percaya, oke”
“ sampai jumpa” sahutku dan menutup telponnya

Aku memandangi dua nomer lagi yaitu nomer yuki dan orangtuaku
Aku menekan tombol yuki, setelah tersambung
“ hallo yuki” kataku tapi banyak suara disekitar yuki jadi yuki hanya hallo hallo saja
Lalu kututup telponnya sepertinya aku tidak tepat telponnya.
Aku telpon yuki lagi
“ Hallo” kataku saat suasana disekitar yuki hening
“ halo Dara, dara .. ini elu kan” katanya lagi
“ ya, ini gue. Lo dimana kok tadi suaranya berisik banget, apa lo lagi sama Tomi dan yang lainnya” kataku
“ ya tapi sekarang engga, gue lagi ada di bandara I gusti ngurah ray mau pulang ke jakarta makanya berisik dan sekarang gue lagi ada di toilet cewe jadi mereka ga bisa denger” katanya
Lalu dia berkata lagi
“ lo dimana sekarang, lo ngak tahu kita semua khawatir tau ngak. Bahkan Tomi udah nyari lo kemana-mana dia bahkan bolak-balik jakarta-bali dari tadi dia kerumah lo, dia ketempat yang kalian sering nongkrong, dia tanya sana sini, dia balik lagi ke bali siapa tahu lo masih di bali, dia cari kemana-mana tapi lo ngak ada. Kasian tau ra, seharian ini dia nyariin lo dan sekarang dia mau nyari lo ke jakarta” katanya lagi
“ maaf ki” sahutku ingin menangis
Lalu aku menambahkan
“gue lagi di korea, gue baru tiba disini sekitar 2 jam yang lalu. Gue bener-bener ngak tahu harus gimana, hubungan kami udah berakhir ki dan gue minta agar lo rahasiain keberadaan gue sekarang kalau lo emang sahabat gue” kataku lagi
“ oke tapi lo baik-baik aja kan dan kenapa mesti ke korea? “
“ ya gue baik-baik aja kok. Oiya kalo lo pergi kerja besok bilang sama bos gue akan berhenti kerja karena akan kuliah ke luar negeri. Karna gue udah jadi karyawan tetap gue juga bakal kirim surat pengunduran diri gue ke kantor besok”
“ apa lo beneran mau stay di korea dan bakalan kuliah juga disana” yuki berkata seperti tidak percaya
“ ya bukan Cuma kuliah, gue juga akan kerja di korea. Maaf tapi nanti kalau kita ketemu gue bakal ceritain semuanya ok”
“ hhm baiklah, nanti kita sambung lagi. Aku takut mereka curiga padaku aku terlalu lama di toilet” katanya lagi
“ ok sampai jumpa, nanti gue bakalan kabarin lo lagi” dan kututup telponnya.

Aku menghela nafas, aku akan menelpon orangtuaku dan mengabari mereka tapi sepertinya orangtuaku sudah tau aku tidak berada di bali dan tentu pasti mereka khawatir, aku takut juga untuk menelepon mereka.
Tapi kuberanikan diriku untuk menelponnya ku tekan nomer telpon rumahku dan tersambung
“Hallo assalamualaikum” kataku berbicara dengan tenang
Terdengar suara ibuku dari kejauhan
“ walaikumsalam, dara kau kah itu nak” kata ibuku lagi
“ ya bu ini dara, gini bu ibu dan ayah tidak usah khawatir dara baik-baik aja ko “ kataku pelan-pelan
“ gimana ibu ngak khawatir katanya kamu ngak ada dimana-mana, kamu dimana sekarang?” tanya ibuku
Lalu sepertinya ayahku merebut telpon dari ibuku
“ HALO DARA DIMANA KAMU, PULANG SEKARANG JUGA” kata ayahku meneriakiku
“ maaf yah, tidak bisa dara mempunyai masalah jadi Dara memutuskan untuk sekolah dan bekerja di korea , Dara harus menjauhi seseorang yah” kataku
“ pulang, mengapa mesti ke korea kamu kan punya rumah disini” kata ayahku lagi
“ aku sudah besar yah, aku sudah bekerja menghasilkan uang dan kuliah. Seharusnya ayah sama ibu percaya padaku” kataku lagi
Tapi tanpa kusadari ayahku menyetujui ucapanku
“ baiklah ayah sudah tau apa masalahmu dan melarikan diri keluar negeri. Beberapa hari yang lalu ibunya Tomi datang ke rumah dan melabrak kami” kata ayahku lagi
“ lalu kalian tidak apa-apa kan, maaf yah aku tidak pernah bercerita kalau aku sudah punya pacar” kataku lagi
“ sebenarnya ayah sudah tahu kamu sudah punya pacar, kalian pergi sama-sama kan pergi ke bali tapi seharusnya kau tidak usah bohong pada ayah untuk pekerjaan kau pergi”
“ ayah, bagaimana ayah bisa tahu. Ceritakan padaku semuanya”
“ kau sudah besar nak jadi tahu mana yang salah dan mana yang benar, ayah percaya sama kamu dan memang lebih baik kamu menjauh dari Tomi dulu, dia sudah 3 kali datang kerumah mencaimu.Pertama saat dia meminta restu pada ayah untuk menikahimu, kedua dan ketiga saat dia saat ini mencarimu” kata ayahku kaya menahan tawa sementara aku menangis
“ baik yah, terimakasih . Aku sudah mengurus kepindahanku ke korea jadi aku akan hidup dengan baik dan akan aku kirimkan foto beserta alamatku dikorea, aku tinggal di apartemen jadi ayah tidak usah khawatir. Oiya yah jangan beritahu Tomi kalau dia mencariku dimana jika dia datang lagi kerumah.” Kataku sambil mengelap air mata dipipiku
“ yaudah, hati-hati disana . Ayah akan segera ke korea menemuimu nanti”
“ baik” lalu kututup telponnya

Aku berpikir jadi sebelum dia melamarku waktu itu dia sudah minta izin pada ayahku,tapi kapan. Apa saat aku dan dia marahan. Betapa senangnya aku merasakannya tapi aku kembali sedih bahwa hubungan kami sudah berakhir dan tidurlah aku terlelap dalam dinginnya malam kota seoul di kasurku yang empuk.

Aku harus mulai belajar bahasa korea, Ananda setiap harinya selalu mengunjungi apartement ku . Aku kursus bahasa korea padanya, aku tanda-tangan kontrak selama satu tahun pada jyp ent dan uang yang aku terima luar biasa funtastic,mereka juga akan memberiku bonus kalau aku menghadiri acara-acara juga konser jadi tak berpaut pada kontrak. Aku juga ditawari operasi plastik tapi kutolak dan aku berhasil menurunkan berat badanku 10kg selama seminggu dikorea. Sebelum aku berdebut aku harus latihan training dulu untuk memulainya, aku diperkenalkan oleh ke6 member grupku yaitu girls inspiration yaitu GININ dari singkatan GIRLS INSPIRATION atau (SYG) SONYEO YEONG GAM dalam bahasa korea. Mereka adalah hasil dari audisi kemarin yang diselenggarakan pihak perusahaan, sebenernya aku malu juga sih aku kan ngak ikut audisi tapi bisa menjadi artis.
Mereka cantik-cantik sungguh, mereka dari berbagai macam negara ada yang dari cina,jepang,amerika,aku dari indonesia dan juga 2orang dari korea.
Katanya sih grup kami bakalan jauh terkenal nanti ketika kami debut dari grup girl band2 kebanyakan.
Tak terasa sudah 1 bulan aku meninggalkan Indonesia, aku belum kembali bersekolah.Aku memutuskan untuk tidak bersekolah dulu selama training jadi mungkin pada bulan juli nanti aku akan mendaftar sekolah di korea malah tanggung juga kalau aku sekarang-sekarang ini mendaftar sekolah.
Setiap hari aku latihan vokal, suara nada tinggi-rendah, aku jadi lead dance ternyata karena memang aku yang paling lincah dan yang paling bisa untuk menari. Memang dari dulu aku suka dance kalau ada kesempatan aku menari.Tapi sekarang aku berusaha keras untuk menari mewujudkan impianku dan kembali sebagai orang yang kuat. Aku juga tidak tahu kabar Tomi seperti apa, aku juga tak tahu bagaimana dia sekarang. Tapi aku selalu bertelpon-telpon dengan yuki dan bilang kalau Tomi memang sudah tahu aku berada di korea, dia tahu dari adiku katanya. Tapi Tomi cuek saja dan saat ini dia sedang berada di London, mungkin sedang menemani Audi atau membicarakan pernikahan mereka entah aku juga tak tahu. Perasaanku jangan kalian tanya pastinya sakit hati lah, bahkan sampai saat ini aku belum bisa melupakannya. Setiap malam cincin yang dia berikan selalu berada di jari manisku , setiap aku akan tambil cincin itu juga selalu ku pakai .
Bulan berikutnya grup ku debut dan banyak antusiasme dari para fans, aku juga enjoy saja menjalani hidupku sebagai seorang artis. 1 minggu kemudian berita kemunculanku sebagai artis korea muncul diberbagai media massa termaksud di Indonesia juga album pertamaku. Jadwalku setiap hari padat sangat padat sampai suatu hari..
“ hallo, apa kabar namaku oh hyun “ salah satu member boy band baru juga dari sm entertaiment dengan menggunakan bahasa korea
Aku yang saat itu memang sedang sendiri di ruang rias sedang merias make up ku karena anggota lainnya belum datang. Aku melirik kearah suara itu
“ hallo, apa kabar namaku Sandara. Ada apa ya ?” sahutku juga dengan menggunakan bahasa korea.
“ oh Sandara dari Ginin kan, aku fans mu “ kata Oh hyun padaku juga dalam bahasa korea , lalu aku tertawa saja, sebenarnya aku sudah tahu dia sudah lama karena boy band nya dia debut beberapa bulan yang lalu.
“ oh aku terlambat, apa kau tahu dimana ruangan memberku berada.Sepertinya aku nyasar “ katanya lagi kemudian dalam bahasa korea
“ memang kau anggota boy band mana” sahutku sambil melanjutkan riasanku
“ masa kau tidak tahu aku siapa, aku sungguh tidak percaya . Hey aku saja tahu kau masa kau tidak, benar-benar” lanjutnya lagi lalu aku tertawa lagi dan tak sengaja lipstik yang ku gunakan bergeser ke kanan ke pipiku karena aku tertawa, sekarang giliran hyun yang tertawa. Oh hyun orangnya itu tinggi, aga bule, putih, berambut hitam berjambul seperti perpaduan kris dan sehun exo. Tapi ku dengar dia tidak melakukan operasi plastik dia murni sama sepertiku dan dia campuran korea-amerika.
2 minggu berlalu.
Setelah itu kami juga begitu akrab, menurut para media kami adalah sepasang kekasih yang serasi tapi kami hanya berteman saja dan aku baru tahu kalau selama ini Hyun tidak pernah pacaran, dia memang suka pada seseorang tapi dia tak pernah menggungkapkannya karena dia tahu bahwa dia tidak pantas untuk perempuan itu.
Aku sedang mengikuti acara reality show bersama grupku dan bersama grup Hyun. Aku abis diolok-olok oleh pembawa acara itu bersama hyun. Lalu pembawa acara itu berhasil menemukan banyak fotoku bersama Tomi ketika beberapa bulan lalu kami di bali, tapi aku tersenyum tipis dari mana pembawa acara itu tahu .
“ yah dia mantan pacarku dan itu teman-temanku Yuki,Radit dan Calvin” kataku tersenyum pada kamera dengan bahasa korea
“ bukankah kalian sudah membicarakan pernikahan “ sahut pembawa acara itu dengan bahasa korea
Lalu anggota member lain terkejut begitu pula hyun, memang aku tak pernah cerita pada hyun soal Tomi.
Dan aku melihat Tomi dalam berjalan ke bangku penonton dan duduk, serasa darahku berdesir dari ujung kepala ke ujung kaki. Perasaanku aneh, aku senang melihatnya tapi aku juga merasakan kepedihan hatiku saat ini. Ingin sekali aku menghampirinya, memeluknya,meminta maaf semuanya tapi disatu sisi aku juga ingin membuatnya sakit hati karena tidak mencariku dan memilih untuk pergi ke London sepeti yang yuki katakan. Semua orang menunggu jawabanku
“ yah, memang aku sudah dilamar olehnya, kami memutuskan pertunangan kami. Tidak, aku yang memutuskan dia karena menurutku aku tak pantas buatnya, derajat sosial kami dan ibunya juga tak setuju aku menjadi menantunya” kataku menahan tangisan
“ sungguh ironi sekali nasibmu, silahkan keluarkan saja unek-unekmu pada nya. Semoga dia mendengar ucapanmu saat ini” kata pembawa acara itu
“ tidak,hubungan kami memang sudah berakhir dan dia juga sepertinya akan menikah dengan orang lain , pernikahan yang sudah ibunya rancang.Aku cuman mau minta maaf karena aku memutuskannya, aku ..” dan tangisku pecah
“ sudahlah “ kata hyun menuding ke pembawa acara itu
“ hentikan pernyataan itu, kasihan dia “ lanjutnya sementara penonton dan para member merasa simpatik padaku.
Aku melihatnya kembali dibangku penonton tapi Tomi sudah hilang dari bangku itu.

Setelah acara reality show itu berakhir, aku kembali ke ruang tunggu untuk para artis. Aku melihat serangkaian bunga di meja beserta pesan menggunakan bahasa Indonesia,
TEMUI AKU DI ATAS GEDUNG INI SEKARANG !
From : Sandara Putri

Teman-temanku pada heboh karena aku mendapat bunga, tanpa fikir panjang aku langsung berlari menuju lift dan menuju lantai paling atas.
Setelah aku sampai ke atas betul saja pengirim bunga itu adalah Tomi. Ada rasa tak percaya di benakku untuk apa dia menemuiku dan aku hanya bisa berdiri kaku setelah melihatnya dalam cahaya bulan.
Dia sedang melihatku saat ini, aku pun berjalan perlahan-lahan menghampirinya tapi aku binggung harus bicara apa.
“ Bagaimana kabarmu, apakah kau baik-baik saja” kataku memulai pembicaraan ini
Tapi dia diam saja tetap memandangiku, oh my god apakah aku salah bicara batinku.
“ Aku minta maaf karena memutuskanmu dan pergi meninggalkanmu” kataku lagi
“ HEY APAKAH KAMU TAHU BETAPA SAKIT HATINYA AKU ! “ Tak kusangka dia membentakku, otomatis reaksiku kaget dan pasrah melihat reaksinya yang semarah ini
“ aku minta maaf .. “ sahutku dan Tomi mendekatiku perlahan demi perlahan
“sepertinya juga kamu sudah punya penggantiku kan . Kapan kau akan menikah dengan perempuan itu “ sahutku lagi karena melihat reaksinya yang mendekatiku, otomatis aku mundur kebelakang membentur tembok dan mukanya terdapat jelas di depan mukaku
Namun saat itu juga datang lah Oh hyun yang langsung meninju muka Tomi
“ Lepaskan dia” Hyun berkata menggunakan bahasa Korea
Tapi Tomi tidak membalasnya dan hanya menatap tajam Hyun, terasa darah keluar dari bibir Tomi
“ Selamat yah atas pacar barumu ini” katanya sambil berlalu pergi meninggalkanku berdua dengan Hyun, perasaanku sangat sedih . Aku tidak ingin dia pergi, dan sepertinya dia sudah salah paham dengan Hyun.
Mengapa Hyun harus datang dan memukul Tomi, jika Hyun tidak datang maka mungkin kami akan mengungkapkan perasaan masing-masing dan mungkin juga akan berbaikan.
Aku pun menampar pipi Oh Hyun, refleks dia memegang pipinya dan melihatku tidak percaya.
“ Me..me..mengapa kau menamparku” katanya dalam bahasa korea
“ Mengapa kau meninjunya, dan mengapa kau ikut campur dengan urusanku” Sahutku berkata seperti itu
“ Karena.. karena.. AKU MENYUKAIMU, bukankah kau juga menyukaiku dan kita seperti sepasang kekasih” Katanya kemudian yang membuatku tak percaya, ternyata selama ini dia sudah salah paham menganggapku baik padanya. Aku tidak punya perasaan apa-apa pada Hyun, aku hanya menganggapnya teman tapi tidak baginya.
“ Aku hanya menganggapmu teman dan kita baru berkenalan dan berteman selama 2 minggu ini, hanya ada satu orang dalam hatiku. Maafkan aku “ kataku sabar
Dia mengepalkan tangannya dan pergi meninggalkanku sendiri diatap dengan angin malam yang dingin juga menusuk.
Aku pulang ke apartementku dengan perasaan kacau, sepanjang jalan aku menyetir mobilku dengan menangis. Ketika aku sudah sampai, aku kaget karena di dalam rumahku sudah ada Tomi yang sedang menungguku duduk di sofa putih ruang tengahku.
“ Kenapa kau bisa masuk ke apartement ku?” reaksiku berkata seperti itu
“ aku tau kode apartemen mu karena itu kode tanggal aku melamarmu kan, juga aku sudah mengintaimu selama kau berada di korea “ Lanjutnya kemudian
Aku duduk di depannya
Aku heran maksud mengintaiku selama berada di korea apa ya
“ Jadi, kau..” kataku lagi tapi di potong olehnya
“ ya, setiap hari aku selalu melihatmu dari jauh, aku selalu melihat aktifitasmu setiap hari saat hari dimana sesudah kau meninggalkanku ke korea, setiap detik aku melihatmu. Lewat kamera cctv yang ku pasang di ruang kerja latihanmu di jyp dan disitu” sahutnya menunjuk ke arah pojok dinding kamarku
Aku sangat shock..
“ aku langsung datang ke korea, apa kau fikir aku tidak mencarimu selama ini ? “ katanya lagi
“ tapi mengapa kau tidak menunjukan batang hidungmu padaku “ aku bertanya
“ karena aku ingin melihatmu menjalani hidupmu dan bahagia tanpaku, tapi mengapa kau memutuskanku secara sepihak “ sahutnya
“ aku ingin merubah hidupmu, ibumu benar bahwa aku memang bukan siapa-siapa dan tak pantas untukmu” sahutku padanya yang membuat dia tertawa kecil
“ kamu tahu, aku saat ini sudah menjadi presdir direktur di seluruh perusahaan aset papihku. Aku juga tidak menunjukan batang hidungku karena aku sibuk bekerja dan mamihku tidak akan berkutik menantangku”
“ tapi tetap saja kau harus meminta restu pada kedua orang tuamu, lalu bagaimana dengan sekolahmu”
“ ya kau benar kita harus meminta restu dari orangtuaku.Jika mereka tidak menginginkan kita maka aku akan rela melepas semuanya demimu. Aku mengambil cuti kuliah untuk waktu yang lama”
“ memangnya kita akan bersama lagi sampai kau harus meminta restu pada orangtuamu” godaku padanya
Lalu dia duduk disampingku dan memelukku tapi aku merasa senang dipelukannya.
“ tentu saja, memangnya siapa yang setiap malam menangis melihat cincin itu dan jika kau tidak mencintaiku harusnya cincin itu dikembalikan”
Dan mengecup kepalaku
Bel depankupun berbunyi, sepertinya aku kedatangan tamu tapi mengapa malam-malam begini ada tamu di depan rumahku.
Lalu setelahku buka pintunya, terlihatlah Calvin tersenyum padaku..

Reaksi Tomi setelah melihat mantan sahabatnya itu langsung menarik tanganku untuk masuk ke dalam dan menutup pintu tapi Calvin berhasil menahan pintu itu agar tidak tertutup.
“ MAU APA KAU DATANG KEMARI !” teriak Tomi pada Calvin
“ Aku akan memenuhi kesepakatan kita “ tapi aku hanya melirik kearah mereka berdua.

Mereka saling menatap tajam,
“ Sudah jangan bertengkar, kalian ini kan bersahabat. Kesepakatan apa itu “ kataku menengahi mereka berdua lalu aku teringat percakapanku dengan Tomi waktu dirumah spa Bali bahwa
“ jika aku melukai perasaanmu dan meninggalkanmu maka dia akan berusaha mengambi kamu dariku kami akan bertarung secara fair untuk memperebutkan kamu” Tomi berkata sambil tertawa.
Seketika itu juga Tomi menarik Kerah kemeja Calvin dan menghentakannya ke dinding.
“ Gue ga ada masalah sama Dara, jadi lo masih berharap dia mau sama lo hah “
Lalu Calvin melepaskan cengkraman dari tangan Tomi.
Aku semakin bingung harus bagaimana, kedua sahabat ini bertengkar gara-gara memperebutkanku, andai hidup ini mudah.
“ Udah dong jangan bertengkar ! “ aku berteriak yang membuat kedua orang itu melirik kearahku
“ Lo harus tepatin janji lo, kata siapa lo ngak ada masalah justru lo udah bikin Dara sakit hati dan nangis juga dan lo udah tinggalin dia sendirian di sini “ tanpa basa-basi Calvin mencengkram pergelangan tanganku
“ Aw ..” rintihku
“ Lepasin dia sekarang brengsek ! “ Tomi kesal lalu menonjok muka Calvin tapi karena aku berusaha melepaskan cengkramanku dari tangan Calvin maka aku lah yang kena tonjok dan serasa gelap semua.
Ya aku pingsan
Setelah sadar aku berada di rs dekat apartemen ku, memakai infus dan sepertinya aku dapat kamar vvip di rs itu.
“ Sudah sadar rupanya” Suara Dokter disampingku dengan bahasa inggris membangunkanku.
 Tomi beserta Calvin bergegas menghampiriku
Kepalaku serasa pusing.
“ kamu ga apa-apa kan” sahut Tomi dan Calvin padaku bebarengan
Tapi aku tersenyum mengangguk
“ Dokter, mengapa aku harus di infus .Aku kan cuman kena pukul“ kataku pada Dokter dengan bahasa korea, aku melihat tag namanya, namanya shin jill ram
“ kamu sudah pingsan selama 6 jam dan kamu terlalu capai juga lebih baik kamu istirahat . Saya tahu kamu seorang artis. Permisi “ dengan berkata berbahasa korea
“ terimakasih dokter “ sahut Calvin yang juga ternyata bisa bahasa korea.
 dokter itu tersenyum  dan bergegas pergi keluar kamarku
“kamu ngomong apa sih sama dokter itu , kenapa kalian tidak berbicara dengan bahasa inggris saja” kata Tomi
Tapi Calvin hanya tertawa
“ apakah kalian sudah berbaikan ? “ tanyaku hati-hati
“ yah kami sudah berbaikan, asal kau harus memilih diantara kami berdua” sahut Tomi cemberut
“ Kami akan bersaing untuk mendapatkan hatimu, dan yang kalah harus mengerti melepaskanmu juga tidak ada dendam diantara kami “ Calvin menambahkan
“ jadi, apa kau sudah mengakui kesalahanmu ?” sahutku pada Tomi
“ yah aku mengakuinya, terserah kau mau memberikan permainan apa pada kami untuk mendapatkan hatimu . Aku harap sih ikuti kata hatimu “ Kata Tomi
Memangnya hati ini permainan apa baginya, ini hati bukan mainan .Bagaimana bisa aku memilih diantara 2 sahabat ini yang sudah berteman dari kecil. Seharusnya dia tahu hatiku hanya untuknya, tapi aku terima saja dengan menganguk kepada mereka berdua.
setiap hari Calvin dan Tomi memperebutkan. Siapa yang menyuapiku makan, siapa yang memberikan ku obat, siapa yang mengantarkanku ke toilet yang hanya beberapa m saja dan siapa yang mengambil baju ganti untukku. Aku pusing juga melihat mereka berdua, tapi membuatku entah mengapa terhibur oleh mereka berdua.
Media mulai mengetahui aku sakit dan dirawat di rs. Lalu bermunculanlah teman-temanku yang menjengukku begitu pula dengan Ananda. Juga Hyun..
Hyun masuk ke kamarku dengan membawa sekranjang apel dan boneka super Hello kity super besar ke kamarku,
Aku tersenyum
“ Hey mau apa kau kemari “ Sahut Tomi memakai bahasa inggris pada Hyun
Lalu Calvin juga berbicara seperti itu dengan bahasa korea
“ ini aku bawaakan apel dan boneka agar kau nyaman berada di sini “ lanjutnya  menaruh Boneka disampingku dan keranjang apel di meja
“ Hey kalian berdua ini siapa, aku yang harusnya nanya dan mengapa kalian disini” sahut Hyun dengan bahasa inggris kali ini
“ Mereka mantanku juga temanku “ jawabku juga dalam bahasa inggris
“ enak saja. Aku calon suaminya” Sahut Tomi tak mau salah
“ eh,eh,eh kau ini kita adalah calon pacarnya jadi ngak usah ngaku-ngaku man” sahut Calvin juga tak mau kalah
“ Sepertinya mereka berlomba untuk mendapatkanmu ya Dara. Sainganku juga bertambah hah” sahutnya dengan bahasa inggris
Tapi Tomi seperti akan menghajarnya tapi Calvin memegang tangan tanganya, lalu Tomi melepaskannya dengan kasar.
“ Dara, aku juga akan bersaing dengan mereka untuk mendapatkan hatimu”
Ingin rasanya aku pergi kedunia tak berpenghuni dan tak berujung untuk pergi dari situasi seperti ini
Jadilah 3 orang itu berada dikamarku, merawatku dengan berlomba.
Setelah aku keluar dari rs itupun mereka tetap berlomba untuk mendapat hatiku.
Siapa yang mengantarku, siapa yang makan bersama denganku, siapa yang menjemputku, merapikan apartemen ku, siapa yang mendukungku ketika ku tampil dan siapa yang paling kuat diantara mereka. Aku juga membuat permainan lari,bersepeda,berenang dll . Sampai aku harus minta tolong pada teman-teman Running man untuk membuat permainan untuk mereka dan aku juga mereka bertiga bintang tamunya tapi tetap saja aku belum bisa memilih diantara mereka bertiga walau sudah sebulan berlalu.
Dimalam musim semi ini aku sengaja pulang diam-diam dari tempatku agar mereka bertiga tidak merecokiku dengan berjalan kaki .
Ketika aku berjalan kaki, aku melihat bulan purnama berterang , aku melihatnya di halte bis.
Sambil memejamkan mataku aku merasakan lubuk hatiku yang paling dalam.
Aku sudah membuat keputusan diantara mereka bertiga...
Aku menelpon mereka
“ Hallo “ setelah suara ku konfrensikan pada mereka bertiga
“ Aku sudah membuat keputusan, temui aku di pulau jeju besok” sahutku pada mereka bertiga..
“ kamu dimana sekarang?” tanya Calvin
“ Hey kenapa mesti di pulau jeju “ Sahut Tomi dengan bahasa korea juga yang ternyata dia sudah bisa bahasa korea
“ apakah kamu sudah pergi ke pulau jeju ? “ tanya Hyun
“ ya, besok soal waktu dan tempat aku sms lagi “ lalu aku tutup telponnya.

Malam itu aku tidak pulang ke apartement ku dan aku juga tidak pergi ke bandara.
Aku naik bis menuju hotel, malam ini aku akan tidur di hotel saja..
Aku membeli tiket pesawat online ke pulau jeju pada penerbangan pagi jam 9, perjalanan dari seoul incheon ke jeju hampir 2 jam . Sebelum aku pergi, aku menyempatkan diri untuk membeli baju juga koper baru untuk perjalanan liburanku yang entah sampai kapan. Jadwalku 5 hari kedepan alhamdulilah kosong hanya latihan seperti biasa.
Lalu setelah aku sampai di bandara pulau jeju, aku mulai mencari hotel akhirnya aku menemukan hotel Ramada Plaza Jeju hotel. Setelah aku akan berangkat ke hotel , aku melihat yuki dan Radit sedang berada di bandara juga.
“ Untuk apa ya mereka ke pulau jeju, dan kenapa yuki tidak memberitahuku bahwa mereka akan ke korea” aku bekata dalam hati
Lalu aku ingin menghampiri mereka , tapi aku melihat........................................
Dan kuurungkan niatku,
Aku sangat shock melihatnya.
Aku bergegas memanggil Taxi dan pergi ketempat tujuanku sekarang.
Aku tak habis fikir apa, kenapa, kok bisa ada................... disini
Lalu setelah aku sampai di hotel, aku menelpon mereka bertiga
“ Halo, apakah kalian sudah tiba di pulau jeju” kataku pada mereka
“ kamu dimana SANDARA, aku sudah di pulau jeju sejak kemarin malam ketika kau menelpon” Tomi berkata padaku dia berkata menggunakan bahasa indonesia
“ Kenapa hpmu tidak aktif, kami susah menelponmu dan ponsel gpsmu tak bisa dilacak” Hyun berkata
“ Jadi kapan, kami bertemu denganmu” Kata Suara Calvin kemudian
“ Oke aku tunggu di gunung halla jam 4 sore nanti ya , tidak boleh telat “ aku berkata sambil tersenyum
“ Memang kalian menginap dimana ?  “ tanyaku kemudian
“ ah lalu dimana kau tinggal saat ini ?” tanya Tomi lagi
“ Ramada hotel “ Kata Calvin
“ Hey megapa kamu memberitahunya, benar-benar” Sahut Tomi
“ yah hotel itu milik relasi kerjanya Tomi” sahut Hyun
“ baiklah sampai bertemu disana “ kataku menutup telpon
Aku shock, bagaimana bisa mereka menginap di hotel yang sama denganku.
Sekitar jam 2 saat ini aku segera pergi ke gunung halla tapi saat aku berada di lobby hotel aku melihat ....................
Aku takut kalau mereka akan menghampiriku jika melihatku, lalu aku berhasil pergi dari hotel menuju ke gunung halla selama 40 menit, aku tiba sekitar pukul 3 sore. Berarti masih ada 1 jam untuk bertemu mereka dan pemandangan di gunung halla ini bener-bener wow banget, begitu indah dan menakjubkan. Berbagaimacam tanaman musim dingin dan subtropis ada disana, karena sekarang musim semi bunga-bunga itu terlihat indah begitu juga dengan pemandangannya yang memukau.
“ Hey “ sapa seseorang padaku sambil menepuk pundakku  dan aku menoleh kebelakang yang ternyata orang itu Tomi
Astaga aku bertemu mereka sebelum jam 4. Baru saja aku sampai ..
Lalu mereka bertiga sudah ada di depan mataku,
Aku bingung juga harus berkata apa pada mereka bertiga yang sedang menungguku bicara.
“ Jam 4 kan, mengapa kalian sudah ada disini dan mengagetkanku” katku acuh pada mereka
“ sudah lah Dara katakan saja sekarang, kami menunggumu” sahut hyun
Aku memandang tak percaya pada mereka bertiga.
“ yah baiklah, kalian berputar ke belakang dan nanti yang akan ku pegang bahunya maka dialah orang yang kupilih “ kataku dan tanpa berbasa-basi mereka berbalik ke belakang.
Saat ini aku sudah harus mengambil keputusan. Lalu aku sudah pasti menepuk bahu Tomi,
Yah memang dari awal aku sudah memilihnya sebagai pendampingku, tapi karena aku tak ingin melukai hati kedua pria ini maka aku setuju saja dengan permainan yang mereka buat walau kelihatannya aku sangat kejam
“ Yeay “ sorak Tomi padaku yang langsung merangkulku.
“ will you marry me” sahutnya lagi sambil berlutut dihadapanku dan di hadapan orang banyak
Memang dari awal dia juga sudah mencuri hatiku
Lalu terdengar tepuk tangan dari Belakangku juga Hyun dan Calvin yang ikut-ikutan tepuk tangan.
Setelah aku menoleh, aku melihat yuki,radit bahkan orangtuaku dan orangtuanya juga adik-adikku dan kakak beserta adiknya tersenyum padaku dengan riang .
“ Ada apa ini sebenarnya” sahutku tak percaya
Aku serasa sedang dipermainkan jadi apa maksud dari semua ini ya. Memang aku memang sudah tidak kaget lagi karena kemarin aku melihat mereka semua di bandara dan di lobby hotel. Mengapa mereka semua tidak memberitahuku pasti ada sesuatu yang disembunyikan dan benarkan mereka memberiku kejutan dan mengapa mamihnya Tomi juga ada diantara keluargaku apa mungkinkah mamihnya sudah merestui hubungan kami. Ini semua seperti mimpi bagiku.
“ Ayah, mamah kekenapa bisa ada dikorea “ kataku pada mereka
“ kita sudah seminggu loh dikorea “ sahut adiku kemudian
Tomi menghampiri keluarganya dengan mengandeng tanganku
“ jadi, apa-apaan maksud dari semua ini. Aku berharap agar kalian mau merestui hubungan kami” katanya dengan lantang
“ ya kami memang sudah merestuimu nak “ kata papihnya Tomi dan mamihnya pun ikut tertawa
Lalu semua orang mulai mengucapi selamat pada kami berdua.
“ wah selamat ya bro permainan kami ternyata sukses” sahut Calvin

Flashback
Ternyata yang membuat permainan ini adalah yuki,radit,ken,diandra dan calvin serta dibantu oleh Ananda,Audi, Hyun, Orangtuaku dan Orangtuanya benar-benar konspirasi yang sempurna.
Calvin sebenarnya sengaja pura-pura sangat menyukaiku agar dia tahu seberapa besar Tomi menyikapinya apakah dia akan melepasku untuk sahabatnya atau tetap memperjuangkan cintanya untukku dan mana mungkin dia menghianati sahabatnya sendiri .
 Lalu mamihnya Tomi bu Clara dia juga berakting dengan sangat bagus dia sengaja bagaimana caraku menyikapi seorang ibu yang galak, sombong, dan tidak merestui hubungan anaknya denganku tentu saja sikapku menuruti kemauan sang ibu dan pergi dari hadapan anaknya tentu saja memang dari awal Bu Clara memang sudah merestui hubunganku dengan anaknya, dia ingin agar anaknya meraih kesuksesan dengan mau meneruskan perusahaan papihnya dan itu terbukti menjadi kenyataan untuknya agar mau berkerja keras.Dan dia meyuruh anak temannya untuk membantu dalam konspirasi ini yang kutahu ternyata Audi sudah memiliki tunangan sebenarnya tapi dia bersedia membantu tante clara demi Tomi juga.
Yuki saat itu tidak benar-benar tidur dia tahu aku pergi dari kamar dan membiarkannya saja. Lalu kenapa aku ke korea, yang ternyata Ananda sudah di bayar oleh Radit dan Ken agar membantuku pergi , mereka sengaja mencari Ananda untuk membantuku agar menjadi artis di korea yang memang mr kim ternyata bukan suami temanku, hanya membantuku. Mr Kim hanya berteman dengan Ananda yang ternyata mereka teman Diandra juga, tentu saja mereka mau membantu yang benar-benar tak terduga.
Lalu ayahku yang merestui kepergiaanku ke korea karena memang sebenarnya ada udang di balik batu, dia sudah tau semuanya agar bagaimana aku menyikapi semuanya . Beliau juga ingin agar cita-citaku tercapai dan tak salah memilih seseorang.
Lalu Hyun juga ikut membantu dalam konspirasi ini karena sebenarnya dia juga berpura-pura untuk menyukaiku mana mungkin orang yang baru kenal langsung saling menyukai. Godaaan yang bagaimana aku menyikapi nya juga Calvin apakah aku akan tergiur untuk memilih mereka dibanding Tomi, juga bagaimana Tomi menyikapi orang-orang yang memperebutkan hatiku.
Juga pulau jeju ini sudah direncanakan , mengapa aku memilih pulau jeju ini karena sepulang aku menghadiri acara ada seseorang yang mengatakan padaku bahwa pulau jeju itu memiliki kenangan yang sangat indah jadi jika aku ingin membuat kenangan maka aku harus pergi kesana, dan orang itu adalah orang suruhan para konspirasi itu.
 Tapi pada akhirnya semua itu adalah hal seberapa besar aku dan Tomi sama-sama yakin dalam cinta kami dan seberapa besar cinta kami karena dulu kami saling bertengkar dan membenci tapi pada akhirnya benci itu menjadi cinta dan kami berhasil mengalahkan segala cobaan dalam hidup kami .
Setting berganti di ruang besar yang terdapat di hotel tempatku menginap, aku sedang menghadap ke cermin karena sebentar lagi ku akan bertunangan dengan syah dihadapan keluargaku, keluarganya dan teman-teman sekalian, aku berdandan dengan sangat cantik akan ada acara lamaran dan pertunangan di hotel itu. Kami pun memutuskan untuk menikah 4 bulan yang akan datang dengan kami yang terus melanjutkan kuliah dan aku berhenti untuk menjadi artis, walaupun kurang dari kontrak dan orang-orang sangat menyayangkan aku yang menikah muda tapi fans setiaku terus mendukungku.
Persiapan pernikahan berjalan dengan lancar, dari gaun pengantin, wedding organization, foto pra wedding di pulau jeju dan lain-lain berjalan dengan lancar di bulan september ini. Kami melakukan akad nikah di masjid agung at-tin di TMII dan pestanya akan berlangsung di hotel miliknya.
 tapi ............................
waktu akan akad nikah sesuatu terjadi
“ kamu dimana” kataku yang panik karena dia belum muncul-muncul juga tapi keluarganya sudah datang dan kami sedang menunggunya
“ iya sebentar lagi sayang aku nyampai AAAAA” dan terputuslah telponnya
“ Hallo... hallo Tomi “ aku gemetar,lemas dan menjatuhkan hpku ke bawah.
Aku tidak tahu apa yang terjadi, well pernikahanku berantakan, hancur dan Calon suamiku hingga kini koma di rs dia harus dipindahkan ke rs di US karena kepalanya terbentur . Hanya ada satu dr yang sering menjalani hal semacam ini dan dr nya sangat profesional itupun rujukan dari rs yang ada di Jakarta juga permohonan keluarganya Tomi agar dia dirawat oleh dr Stev. Aku masih tidak mengerti apa yang telah terjadi, kami merencanakan pernikhan mewah kami,bahkan keluarga kami pun saling merestui kami,kerabat dan teman-teman mengucapkan selamat  dan Media membuat berita heboh untuk pernikahan kami tapi takdir berkata lain semuanya batal dan tidak terencana. Bayangkan sudah berapa banyak undangan yang tersebar dan berapa banyak uang yang dikeluarkan. Padahal harusnya itu adalah hari bahagia kami dan kebahagiaan bagi semua orang.
Semua orang merasa prihatin padaku, aku tak percaya dengan hidup ini. Aku turut merawatnya juga di rs , tiap hari aku merawatnya di rs. Kami masih terikat dengan pertunangan, mungkin suatu saat nanti dia akan bangun...
Sudah berbulan-bulan kondisinya seperi itu ,
“ Dara, bangun nak” kata mamihnya yang saat itu menjaga anaknya bersamaku
“ Mamih, maaf aku ketiduran” aku berkata, tapi mamihnya tersenyum tipis padaku
“ hidup ini realitis, kau harus terus jalan kedepan. Entah kapan Tomi akan sadar dari komanya” sahut bu clara menahan tangis tapi tetap tersenyum padaku
“ tapi aku harus tetap berada disisinya “ kataku megusap kepala Tomi
“ kau harus melanjutkan hidupmu “ kata Bu Clara dengan tegas, aku sudah menolak beberapa kali sampai bosan tapi Bu Clara selalu tidak mau menyerah agar aku melanjutkan hidupku, akhirnya dia mengusirku untuk jangan tetap berada disisi Tomi dan akupun melanjutkan kuliahku dengan berkuliah di US di Harvard University mengambil jurusan fakultas kedokteran HARVARD MEDICAL SCHOOL yang biayanya juga tak sedikit. Akupun mengikuti kerja sambilan sebagai model fashion disana yang alhamdulilah cukup untuk membiayai hidupku juga sumbangan dari orangtuanya Tomi yang menyekolahkanku yang membuatku sangat berterimakasih. Aku juga sering ikut dalam pembuatan film dan aku juga sering menjenguk tunanganku itu. Tapi karena akhir-akhir ini aku sibuk jadi aku juga jarang menjenguknya.
Tak terasa sudah setahun Tomi terbaring koma, aku sedih sekali dengan keadaanya yang terus seperti itu. Entah kapan dia akan sadar. Radit,Yuki,Ken,Calvin dan Diandra juga sering ke Amerika untuk mensuportku dan menjenguk temannya itu. Sementara mamihnya harus pulang ke Indonesia karena kondisi papihnya yang memburuk.
“ Aku harus pergi ke Korea akhir minggu ini, aku akan bermain drama disana mumpung sekarang libur” Kataku tiba-tiba pada ke5 temanku itu yang membuat mereka menengok kearahku
“ Aku titip Tomi ya guys , ini hanya sebentar. Aku harus mengumpulkan uang untuk biaya ku disini, aku tak enak terus meminta pada keluarganya” kataku pada mereka
“ Lalu kau tak akan melihat pertunanganku dengan Diandra “ Sahut Ken padaku
“ Hey mengapa mendadak sekali pergi, “ Sahut Radit
“ Dara, aku baru datang loh ke sini” sahut yuki
“ Nah mumpung ada kalian disini jadi aku harus pergi, aku hanya 2 minggu di korea kalian kan sebulan disini” kataku lagi
“ Baiklah pergilah, kau harus melanjutkan hidupmu” kata Calvin tersenyum padaku
“ Hati-hati ya dijalan . Tapi nanti ketika penikahanku kau harus datang” kata Diandra yang meragkul pundakku.

Aku berangkat ke korea , syuting tapi ketika sudah 4 hari aku disana ada telpon dari Yuki
“ Hallo Dara, kau masih lama kah di Korea”
“ ya, memang ada apa dengan Tomi. Apakah ada yang terjadi ?“kataku lagi
“ dia telah sadar” yuki berkata
Aku tutup telponnya, aku juga ingin kembali ke US secepatnya tapi keadaan yang memaksaku untuk tetap berada di korea selama 2 minggu karena aku sudah tanda-tangan kontrak dan kontrak film tak bisa di hentikan. Jadi aku harus tetap bersikap profesional dan kembali setelah 2 minggu tapi...
Aku berlari menuju rs tempat Tomi dirawat , kudengar dia masih di rs karena harus benar-benar sembuh total,
Tapi ketika aku masuk kedalam kamarnya
Aku melihat pemandangan yang tidak wajar disana seorang gadis yang sepertinya orang asia sedang mecium pipi tunanganku..
Seketika itu aku masuk kedalam dan mengagetkan mereka berdua.
“ Siapa kau masuk ke kamar orang lain tanpa izin” kata Tomi padaku
“ Aku.....aku tunanganmu” kataku sedih
Lalu datanglah teman-temanku dibelakangku
Dan mereka membawaku pergi keluar
Lalu mereka membicarakan bahwa Tomi hilang ingatan dan seluruh memorinya tentangku hilang dan memorinya kembali pada dia waktu sma dulu. jadi aku harus besabar, perempuan yang dikamar Tomi itu adalah Airin, orang Indonesia keturunan Cina yang kebetulan teman SMA Tomi yang dulu Tomi sangat suka pada Airin tapi Airin menolaknya mentah-mentah  dan tahu-tahu saja Airin tak sengaja bertemu dengan Tomi kembali di rs ini, yang melihat Tomi tidak cupu seperti dulu. Padahal teman-temannya maksudku (Radit,Cavin,Ken,Yuki dan Diandra) sudah memberitahu Tomi untuk tidak bertemu dengan gadis itu tapi Tomi memaksa untuk bertemu dengan Airin, yang maklum dulu Tomi sangat menyukai gadis itu.
Aku benar-benar tak percaya, padahal baru ku tinggal dia 2 minggu .
“ Hey mengapa kalian tidak memberitahu gadis itu bahwa Tomi sudah memiliki tunangan” kataku sabar
“ Sudah, bahkan sering. Lalu tiba-tiba Airin tiba-tiba mengeluh, dadanya sakitlah apa lah yang membuat kami dimarahi oleh dr Steve” kata Radit menghela nafas
“ Aku harus bagaimana” kataku bingung yang sepertinya cobaan dalam hidupku tak pernah usai.

Aku beserta teman-temanku kembali keruangan tempat Tomi berada karena orangtuanya akan segera datang dan tidak seharusnya kami meninggalkanya berduaan dengan perempuan bernama Airin itu, ketika kami masuk mereka sedang bercanda dan tertawa-tawa. Sepertinya dia sangat senang bersama gadis itu tapi mengapa jika bersamaku dulu kami selalu bertengkar dan sering berselisih paham membuatku membandingkannya,perlakuannya terhadapku dan terhadap gadis itu jauh berbeda. AAA aku sangat cemburu tapi kutahan dan bersabar, tekadku sekarang agar dia kembali mengingatku kembali. Aku yakin dia pasti akan kembali padaku.
“ Hey kalian dari mana saja?” kata Tomi
Aku orang terakhir yang masuk ruangan dan menutup pintu
“ Lalu siapa orang ini, yang megaku-ngaku menjadi tunanganku” Lanjutnya kemudian
Tidak ada satupun yang menjawab Tomi, mungkin mereka takut salah bicara. Akupun berjalan mendekat kearahnya.
“ Maafkan aku, namaku Sandara tadi aku sedang mencari dimana tunanganku berada, tapi dia bersama dengan perempuan lain” sahutku padanya yang membuat Airin memegang tangan Tomi dan kulihat disitu ada cincin pasangan sama diantara jari mereka. lalu dimana cincin pertunangan kami. Aku sungguh tidak percaya.
“ Kami sudah bertunangan, ya kan sayang “ sahut gadis itu manja pada Tomi
“ Akulah kekasih dan tunangannya dari dulu hingga sekarang” kata Airin kemudian
Oh aku sudah tidak tahan lagi dengan perempuan itu, tapi tatapan Tomi dari tadi melihat kearahku, mungkin apakah dia merasakan sesuatu, apakah kini dia bahagia .
Aku mulai menitikan air mata, yuki memegang bahuku agar aku tidak jatuh . Bahkan kami dari tadi berdiri. Ketika aku akan menamparnya yuki mempererat tangannya di bahuku sementara Calvin,Radit dan Ken tidak berbuat apa-apa. Lalu tangan Diandralah yang menampar Airin , mungkin sebal dan ingin membelaku hal yang ingin aku lakukan daritadi. Aku sangat terharu melihat nya menampar perempuan itu kalo perlu jambak saja rambunya
“ Hey apa-apaan kau menampar Kekasihku” Kata Tomi
“ Aduh” Perempuan itu mengaduh kesakitan lalu dia memegang dadanya seperti orang yang kehabisan nafas.
“ Apa kekasihmu hah ! dia perempuan iblis , mengapa karena dia hanya berpura-pura, kekasihmu adalah Dara” Kata Diandra yang sudah tak tahan dan  langsung saja Ken membawanya keluar .
“ Apa yang kalian tunggu panggil Dokter Stev” kata Tomi berteriak pada kami
Tanpa basa-basi Radit menelpon petugas rs dan Calvin mendekat kearah Airin yang membaringkan tubuh Airin ke sofa, tapi kulihat perempuan itu senyum ketika Calvin mengangkat tubuhnya ke sofa. Iiiih dasar perempuan ular.....................................
Tak lama kemudian orangtua Tomi datang dan akan membawa Tomi pulang ke Indonesia juga si nenek lampir itu akan ikut pulang juga ke Indonesia. Aku menyapa orangtuanya , mereka minta agar aku menuruti kemauan Tomi dan agar ingatannya perlahan-lahan harus kembali tanpa harus memaksa Tomi untuk mengingat semuana. Aku pun mengerti. Aku harus pulang ke Indonesia untuk mendapatkan hati dan ingatan Tomi kembali juga berkunjung ke rumah orang tuaku setelah itu aku akan kembali bersekolah di US , Karena disini aku sudah memiliki rumah, atau aku akan berpindah sekolah yang jelas aku harus mengambil cuti kuliah lagi, lagi pula sekarang masih libur juga.
Kami ikut pulang ke Indonesia bersama Keluarga Tomi keesokan harinya naik pesawat jet.
Perilaku orangtuanya Tomi terhadap Airin juga sangat baik sama seperti mereka memperlakukanku, mereka hanya mau yang terbaik untuk Tomi dan kebahagiaan anaknya.
Setelah sampai bandara, Tomi dan kelurganya masuk kedalam mobil bersama dengan Airin tentu saja. Aku sangat sakit hati atas sikap keluarga Tomi pada sikapnya pada Airin, akupun pulang kerumahku naik taksi bersama yuki karena tak mungkin kami menyuruh Calvin atau Radit yang memang sudah capai walaupun mereka menawarkan , lalu Diandra dan Ken pulang ke Bali , mereka melakukan pertunangan mereka tidak jadi di US. Tapi sebagai gantinya pertunagan mereka akan berlangsung besar-besaran di bali dan kami harus datang 3 hari berikutnya.
“ jadi bagaimana hubunganmu dengan Radit” kataku kemudian ketika sedang di taxi bersama yuki
“ kami tidak pacaran, aku tidak tahu apa hubungan kami kami hanya berteman” katanya kemudian yang mungkin takut sakit hati
“ tapi akhir-akhir ini bukankah dia tidak bersama perempuan lain selain kau, aku tidak pernah melihat atau mendengar Radit bersama wanita seperti biasanya. Aneh sekali bukan” kataku yang membuat pipi yuki memerah
“ aku juga tidak tahu perasaanku padanya seperti apa, dia sangat perhatian padaku bahkan seluruh wanita juga, aku hanya takut dipermainkan” kata yuki cemberut
“ tapi kalian pernah berciuman” kataku pelan-pelan menggoda sahabatku itu
“ entahlah itu terjadi begitu saja” sahutnya datar
Selama 3 hari itu aku bediam diri di rumah dan kadang pergi ke rumah Tomi tapi mamihnya melarangku terus untuk bicara dengan Tomi karena khawatir dengan sikap Airin. Jadi akan lebih baik jika nanti saja di bali aku lebih leluasa untuk bertemu dengan Tomi dan membuatnya untuk mengingat kembali tentangku,tentang cinta kami dan kepercayaan nya padaku.
Tomi ikut juga ke bali karena Ken memaksa agar Tomi mau datang, tapi kedatangannya itu tidak sendirian . tentu saja nenek sihir yang sakit-sakitan itu juga datang bersamanya.
Aku,Yuki,Radit dan Calvin berbeda pesawat dengan Tomi dan si nenek sihir tapi kami di lobby hotel nya tepat bersamaan masuk ke hotel milik Tomi dulu yang dulu kami menginap disini juga. Karena pertunangan Diandra dan Ken akan diadakan di hotel milik Tomi.
Lalu kamipun bebarengan dan menuju resepsionis dan pelayan disitu semuanya menunduk pada Tomi persis seperti itu.
Lalu kepala staff  Hotel atau manager hotel itu menunduk dan berkata
“ Apakabar tuan Tomi, apakah kondisi anda baik-baik saja. Lalu apaah kau dan Sandara sudah menikah ? “ kata Manager itu yang membuat Tomi menoleh kearahku.

Akhirnya jalan menuju kebenaran akan terbuka lebar karena memang akulah belahan jiwanya dan memang kalau sudah jodoh tidak akan kemana-mana bukan. Hanya waktulah yang bisa menjawab segalanya. Orang yang berbohong jika menyimpan rahasia pasti suatu saat bau bangke itu akan tercium juga. Begitupula dengan orang jahat selalu akan celaka di akhir cerita. Intinya hidup ini adil dan anugerah bagi semua umatnya. Aku yakin Allahlah yang akan menolong kita asal kita berdoa dan mempunyai tekad yang kuat bagi umatnya. Aku sangat senang saat kebenaran hampir terungkap , entahlah sepertinya Tomi mulai ragu dengan nenek sihir itu. Matanya melirik Airin lalu padaku lalu pada teman-temannya.
Kalian tahu reaksi nenek sihir itu seperi apa, mukanya pusat pasi horror banget deh pokonya seperti dia maling yang sedang ketangkap basah mencuri awakwawk. Nenek Lampir itukan memang berbohong, dia berbohong dialah tunangan Tomi dan sudah berpacaran dari dulu sewaktu SMA . Nyebelin banget kan yehet, tapi sepertinya kebenaran akan segera terungkap, harus dan secepatnya deh pokoknya.
Lalu pandangan Tomi seperti orang yang kehilangan kesadaran, gawat dia akan pingsan sepertinya.Dan dia memegangi kepalanya. Aku sungguh tidak tega melihatnya seperti itu, tapi ternyata dia kuat lalu berdiri tegap dan mengambil kunci menuju kamarnya tanpa bicara pada siapapun dan mengacuhkan nenek sihir itu. Disekelilingku sudah ricuh dengan Tomi terutama kedua sahabatnya yang mengikuti Tomi dari belakang.
Jadilah aku di lobby bersama yuki dan si nenek sihir.
Ken dan Diandra sedang menuju perjalanan kemari jadi mereka belum datang.
“ Kau, menjauh dan menyingkirlah dari hadapan Tomi” kata Nenek sihir itu kepadaku
“ Hah..” aku menggelengkan kepalaku
“seharusnya kamu yang menyingkir, akulah orang yang Tomi cintai. Kenapa harus ngaku-ngaku gitu. Ga punya harga diri ya” kataku kemudian ketus
Nenek sihir itu membuka mulutnya seperti kehilangan kata-kata
“ Ap.....pa kamu bilang” katanya berhasil berkata sambil lagi-lagi memegang dadanya
Aku merasa kasian sih, tapi sepertinya itu hanya akting.
“ Ayo lah Dara kita ke kamar aja yuk, jangan ladenin orang sakit kaya dia” kata Yuki yang menyeret tanganku pergi
“ Kamu liat ya, kebenaran sebentar lagi akan terbukti. Dan kenyataan sudah ada buktinya tadi.Kalau Tomi akan sadar matilah kau” tanpa memperdulikannya, perduli amat sama orang kaya dia yang punya banyak muka dimana-mana
Aku pergi bersama yuki tapi ketika kami akan melangkah Pingsan lah Nenek-nenek itu..
Semua orang yang tak lain para tamu beserta staff melirik ke arahku dan yuki yang memang tadi kami mengobrol dengannya..  Tapi aku lihat matanya terbuka lalu menutup, tuh kan dia memang pura-pura pingsan untuk ambil simpati orang lain dan orang lain akan mengangap aku ini orang jahat. Padahal tadi aku ingin loh menolongnya tapi aku menarik tangan yuki untuk pergi dari situ. Lalu entah semua orang mempotretku, wah jati diriku sudah ketahuan.dan ada seorang paparazi yang kebetulan menginap di hotel itu dan mendekat ke arahku..sementara si Nenek-nenek itu digotong ke sofa lobi
“ Sandara.. artis iternasional kita kan” kata paparazi itu , aku tak punya pilihan untuk tetap diam  karena memang aku dan yuki meninggalkan orang pingsan dan membuat orang itu kesakitan, maksudnya pura-pura.Aku takut nama baikku jelek gara-gara perempuan itu
Lalu si paparazi itu menunjuk ke arah Airin di sofa.
“ Ada apa dengannya,bukankah beliau putri dari pengusaha...........?” kata paparazi itu
“ Dia hanya pura-pura saja. Aku lelah, aku tadi hanya bicara padanya tapi dia berakting dengan cukup bagus untuk mengalihkan perhatian banyak orang. Permisi kami harus pergi ke kamar” kataku bicara sejujur-jujurnya
Lalu Tomi beserta kedua temannya Calvin dan Radit keluar dari lift sambil berlari ke arah Airin yang pura-pura itu tapi Calvin dan Radit berhenti disamping aku dan yuki sementara Tomi melewatiku dan mengendong Nenek sihir itu menuju kamarnya.
Lalu sang paparazi mulai bertanya bukankah itu tunanganmu, lalu mengapa , bagaimana bisa dan blablabla.
Radit dan Calvin juga yuki membawaku keluar dari paparazi itu dan saat ini aku sedang berada di kamarku.. Entah apa yang harus kulakukan.
“ Yuki, aku akan menemui Tomi sekarang. Aku harus bicara padanya” kataku
“ ya tapi waktunya tidak tepat. Bagaimana jika nanti saja” kata sahabatku itu
Lalu aku pergi tanpa berkata apa-apa ke kamar Tomi, kamar favorite tempatnya menginap jika di hotel itu.
Aku menekan bel,
Lalu terbukalah pintunya
Aku kaget ketika melihat neneksihir itu yang membukakan pintunya bukan Tomi. Sepertinya tadi Tomi membawa nenek itu ke kamarnya, bukan ke kamar si nenek sihir itu.
“ Aku harus bicara dengan Tomi sebentar” kataku mengusir Nenek itu dengan ramah
“ Maafkan aku ya tadi di lobby yang berkata tak seharusnya pada mu” lanjutku pada nenek sihir itu
“ mau berkata apa, kau lagi kau lagi . Kepalaku pusing jika kau ada disini” Kata Tomi dan menyuruh nenek itu mendekat. Tapi si nenek sihir itu duduk di kasur di samping Tomi dan menyandar dipundaknya Tomi.
“ Apakah kau tidak mengenalku, apakah benar ingatanmu tentangku tidak ada sama sekali” lalu Tomi memegang kepalanya
Kemudian aku berkata
“ baiklah aku tidak akan memaksamu sekarang, tapi ingatlah sunset dan ditempat kita bisa melihat sunset berdua. Aku akan menunggumu disana “
“ udah pergi kamu dari sini” kata nenek sihir itu mengusirku
“ kamu bilang kamu akan menjagaku, melindungiku dan tidak ada satu orangpun yang bisa merebutku dari tanganmu kan . Liatlah foto-foto kita, kenangan kita . Bangunlah “ kataku melemparkan kamera pada Tomi dan dia menangkapnya sebelum si nenek sihir. Tapi si nenek sihir itu ingin merebut kamera itu dari tangan Tomi. Tapi Tomi membentaknya karena memang kepalanya sedang pusing. Tanpa basa-basi aku pergi keluar dari kamar Tomi dan langsung ke pantai menghilangkan stress, meluapkan kesedihanku dan segalanya.
Aku berjalan di pinggir pantai ke tempat kami melihat sunset, dia melamarku dan ciuman pertamaku dengannya. Memang saat itu sudah sore tapi masih sekitar 1 jam lagi untuk sunset turun kepermukaan . Aku menunggu, duduk termenung dan tahu-tahu saja ada ombak besar menerpaku. Akupun kehilangan kesadaran dan melihat Tomi berenang menyelamatkanku dan gelap semuanya.

“ Syukurlah kau tidak apa-apa” kata Tomi
Aku terbangun disekitarku dan melihat dia tersenyum padaku, aku baru ingat bahwa tadi aku berjalan kearah ombak ketika sedang menunggunya duduk tak ada juntrungnya, seperti aku tertarik oleh seseuatu memang kedengarannya konyol.Aku dibangunkan oleh nafas buatannya yang sepertinya ingatannya sudah kembali dan aku tak akan menyia-nyiakannya, kupeluk dia dengan hangat walaupun kami sama-sama basah.
“ Aku senang, akhirnya kau mengingatku” kataku kemudian
“ Kau membuat kepalaku sakit, astaga... seharusnya kau lebih berusaha lagi agar ingatanku pulih lebih cepat” katanya kemudian menciumi rambutku
Lalu seketika aku melihat sosok Airin di kejauhan sedang memandangi kami. Astaga gadis itu berjalan ke arah laut sama seperti hal yang aku lakukan tadi . Berjalan ke arah laut..
“ Lalu mengapa kau tega berjalan kearah laut, apakah kau tidak memperdulikanku” katanya kemudian
Aku menunjuk kearah Airin yang dia ikut melihat. Tapi ketika Tomi melihat dia diam saja
“ Hey, mengapa kau tidak menolongnya” kataku sambil menepuk bahu Tomi
“ dia sudah berbohong, aku benci orang yang suka akting” sahutnya kemudian
Tapi tetap saja itu berbahaya, aku berdiri lalu berlari ke arah Airin , aku ingin menolongnya. Saat ini dia menggapai-gapai mencari pertolongan karena sudah tenggelam.
Aku berenang dan berhasil menyelamatkannya walau ombak sedang besar-besarnya.
Lalu aku dan Tomi membawanya ke kamarnya dengan digendong oleh Tomi, di lobby kami bertemu dengan Diandra,Ken,Yuki,Calvin dan Radit .
“ Dari mana saja kalian,apakah baik-baik saja”tanya Calvin pada kami
“ Hey mengapa gadis itu pingsan” kata Ken
“ paling dia hanya akting” kata Yuki dan Diandra mangut-mangut menyetujui ucapan yuki
“ Apakah ingatanmu sudah pulih” kata Radit pada temannya itu
“ nanti aja,lebih baik kita bawa dia ke kamarnya” kataku yang membuat kami pergi ke kamarnya
Ketika aku dan yang lainnya memasuki kamarnya kami mencoba mencari baju untuk dia berganti karena basah dan obatnya tapi ketika kami membuka kopernya. Kami melihat sebuah foto dirinya dan Andin
 ( Andin  adalah teman kuliahku di kampusku) Aku,Radit,Calvin dan Tomi pun kaget melihat foto mereka, apakah mereka saling kenal atau bersaudara.
Lalu kami menemukan hasil pemeriksaan bahwa Airin negatif terkena penyakit kanker yang dia selalu pamer pada kita dan hanya menderita flu biasa. OMG dia membohongi kami
Dan obat yang sering diminumnya adalah vitamin yang rasanya manis.
Lalu penyelidikan kamipun mengarah ke ponsel miliknya yang benar saja Andin is my sister, Andin adalah adik Airin.
Dan kami pun menemukan percakapan di bbm yang sudah mereka setting semuanya .
Menurut prediksi kami:
1.      Ketika dikampus dulu ketika mos, Andin sengaja agar aku membuat masalah dan ulah agar dirinya juga bisa berdekatan dengan Tomi dan Geng terutama Tomidan membenciku . tapi dia gagal untuk dekat dengan tomi dan sebaliknya justru Tomi jatuh cinta padaku dan malah mengacuhkannya. Dan saat aku sebelum pergi kebali dia membuat rencana agar aku kelihatan seperti wanita murahan dan menyebarkannya melalui gosip yang dia buat tapi semua itu gagal karna aku berlibur kebali.
2.      Ketika kami berlibur di bali dia juga mengetahuinya dan ingin ke bali juga ikut bersama kami tapi pada saat kmi di bali dia terkena cacar air yang membuatnya tidak bisa ikut ke bali. Liat percakapanku waktu aku berhasil pergi ke korea dan menelponnya disitu dia bilang mengapa aku tidak mengajaknya yang artinya dia sudah tahu kepergian kami padahal aku tidak cerita apa-apa. Dan pada saat itu kakanya Airin sedang berada di US . Airin sebenarnya sudah lama meninggalkan Indonesia dan kuliah di US .
3.      Pada saat aku menjadi bintang tamu di program reality show kukira Tomi yang mengirimkan foto dan kenangan kami dan memberi tahukannya pada pembawa acara itu tapi itu adalah ulah Andin ternyata dan dia yang memberitahu hyun , aku bertemu Tomi diatas pada saat itu dia berada di korsel juga. Hyun yang sebenarnya juga suka padaku tapi pura-pura demi membantu konspirasi yang sebenarnya pada saat itu hyun cemburu
4.      Lalu di gunung halla sebenarnya dia sengaja akan menjebakku dengan memanggil media massa untuk menjelekanku .tapi gagal karna semuanya hadir disitu dan media yang kebetulan datang malah mendapat kabar baik tentang pertunganku
5.      Lalu pada saat pertunangan kami dia tidak bisa berbuat apa-apa karna dia sendiri,lemas dan kakinya pincang karena kami melihat foto nya beserta kakinya yang memar
6.      Tapi dia berhasil menyusun kembali rencananya dan berhasil membuat kecelakaan dengan memotong tali rem mobil yang membuat agar kami tidak jadi menikah
7.      Ketidaksadaran Tomi dan kehilang ingatannya membuatnya bahagia karena hal itu tidak direncanakan dan menjadi nilai untuk melancarkan niatnya
8.      Kakaknya, Airin sangat menyayangi adiknya Andin karena mereka hanya berdua dan ortunya sudah meninggal jadi Airin sebenarnya mau membantu adiknya yang memang dulu Tomi menyukai Airin dan menjadi nilai plus karena Tomi begitu sadar hanya mengingat Airin. Airin sebenarnya menyukai Calvin terbukti dia senyum ketika Calvin memindahkan ke sofa ketika pingsan dan mau membantu adiknya itu dan sebenarnya tidak menyukai Tomi sejak dulu.
      Airin sengaja agar dr Stev membantunya yang dr Stev adalah paman dari temannya .
9.      Sepertinya Airin memanas-manasi bu clara agar aku tidak bisa berbicara dengan Tomi
10.  Saat ini Andin sepertinya ada di Bali dan akan membuat rencana lagi

Itulah ke 10 hal yang kami tanyakan ke Airin ketika dia sadar dan menangis sesengukan dan mengakui kesalahan Adiknya dan kesalahannya karna membantu adiknya. Dan perbuatannya untuk tenggelam di laut adalah karena suruhan adiknya. Ketika dia hampir tenggelam dia sungguh berfikir ini sangat bodoh karena mengikuti keinginan adiknya tapi adiknya meyakinkkan bahwa dia akan baik-baik saja dan segera menyalahkanku agar aku difitnah olehnya . Tapi disatu sisi dia serasa ingin mati dan berterimakasih padaku telah menolongnya dari kematiaan. Dan menceritakan semuanya pada kami lalu meminta maaf atas namanya juga adiknya. Airin sangat menyayangi adiknya itu. Tapi saat ini dia dipihak kami dan akan membela dan membantu kami untuk menyadarkan adiknya hal yang ingin dia lakukan tapi kami masih belum bisa mempercayai Airin.
“ Mengapa dia menghianatiku, ku fikir dia sahabatku ternyata” kataku terduduk lemas
“ Apalagi, dia sangat menyukai Tomi. Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan sesuatu termaksud cintanya” kata kakaknya kemudian  yang membuatku merinding seketika .

Kami melakukan hal seperti biasanya, melupakan kejadian yang menimpa kami walaupun sebenarnya pasti dihati masing-masing kami punya rasa takut , apakah yang akan terjadi selanjutnya masalah yang menimpa kami. Airin ingin membantu kami dan kami menyuruhnya unuk menghubungi kami jika andin membuat rencana walau kami tak percaya padanya sepenuhnya.
Kamipun melakukan aktifitas seperti biasa karena besok  malam Ken dan Diandra akan bertunangan dan mengumumkan pernikahan mereka yang ternyata ku tau pernikahan mereka akan berlangsung secepatnya setelah pertunangan mereka. Aku turut senang karena semuanya mungkin akan kembali normal jika tanpa kehadiran Andin.Juga  Diandra sangat khawatir jika Andin merencanakan sesuatu masalah di pertunangannya.Akupun merasa khawatir juga jika ada sesuatu yang menimpa kami lagi tapi aku dan yang lainnya menenangkan pasangan yang akan bertunangan itu. Toh yang Andin inginkan hanya aku dan Tomi berpisah dan aku harus merasakan pahitnya hidup dan menderita tapi tak ada salahnya kami tetap waspada.
Malam ini Diandra tidur bersama aku dan yuki karna besok dirinya akan bertunangan dengan orang yang dicintainya. Mereka pacaran sudah 5 tahun loh, awet banget ya. Aku juga kadang iri dengan pasangan ini walaupun Tomi selalu memberikan perasaannya,jiwa,raga bahkan uang dan everything for me.
Suara bel berbunyi ketika aku sedang asyik bercanda dengan Diandra juga Yuki,padahal sudah hampir tengah malam.
“ Siapa ya, malam-malam begini?” kataku
“ udah ga usah di buka pintunya” kata Yuki
“ udah, buka aja pintunya siapa tahu penting” kata Diandra
Aku dan yuki saling menatap horor, habis kami selalu takut jika tengah malam begini ada orang yang mengebel pintu kami, kami hanya takut orang itu jahat.
Ponselku berbunyi dari Tomi, sudah kuduga itu pasti dia.
Akulah yang membuka pintu.
“ HEY lama sekali kau membuka pintunya !” katanya setengah berteriak
Ya dia sepertinya sudah kembali menjadi Tomi yang selalu berteriak padaku.
“ Mau apa malam-malam begini, hah ngak liat kami mau tidur” kataku kemudian
“ Apa, mau tidur . Ku pikir kalian hanya tertawa saja dari tadi. Oh iya aku pinjam Dara ya sebentar” sahutnya dan menarik lenganku lalu yuki juga diandra tersenyum melihat kami .
“ hey mengapa kau tahu, jangan-jangan kau memasang cctv ya “ kataku sambil berjalan ke arah yang dituju yaitu kamarnya.
Aduh gawat mengapa dia mengajakku ke kamarnya malam-malam begini fikirku yang bukan-bukan. Ada perasaan takut juga ada apa sih sebenarnya, lalu aku melihat seseorang mengintip dari tembok di depan kami ya itu Andin aku tahu dia mengintip kami.
Lalu masuklah aku ke kamarnya.
“ Mau apa kau hah” kataku dan membuat dia tersenyum sinis
“ aku tadi melihat Andin mengintip waktu kita akan masuk ke kamar ini” kataku kemudian
“ well, lupakan orang itu. Aku sangat merindukan kamu, entah aku tak ingin berpisah denganmu “ katanya sambil menarik tanganku duduk di sofa dan tersenyum yang membuat kami berciuman.
Sumpah perasaanku tak karuan, aku takut Tomi akan melakukan hal padaku.
Lalu dia tiduran di pangkuan paha ku.
“ Hey Dara, mengapa jantungmu berdetak terus” katanya
“ tidak...” kataku berbohong sambil merasakan ketegangan itu
“ seharusnya kita sudah menikah sekarang, bukan begitu?” lanjutnya
“ usap kepalaku dan ceritakan dongeng sebelum tidur untukku cepat” katanya lagi
Aku mengusap kepalanya sambil tersenyum jadi dia ingin agar aku membacakan dongeng bukan hal yang aneh-aneh.
Aku bercerita setelah beberapa menit kemudian lalu dia sudah tertidur , aku sebaiknya pergi ke kamarku. Tapi aku sangat mengantuk sekali ,lalu ku senderkan pungungku ke sofa,duduk dan tertidurlah aku .
Keesokan harinya ketika aku bangun , aku sudah di tempat tidurnya waaa aku takut sekali....
Tapi dia ternyata tidur di sofa dan masih belum bangun dan aku cek pakaian kupun lengkap itu berarti semalam aku ketiduran dan dia ingin tidur nyaman maka dia memindahkanku ke kasur lalu tidur di sofa, juga itu artinya tidak ada sesuatu yang terjadi dengan kami . syukurlah...
“ tapi kenapa yuki dan diandra tidak mencariku ya. Apa mereka tidak takut aku kenapa-kenapa” kataku dan melihat ponselku masih  pukul 5 pagi .
Dan langsung bangun ke kamarku.
Aku di lobby sendirian, dari tadi kutekan bel nya tapi tidak ada jawaban. Ah aku sudah mengira , mereka mematikan bel agar mereka dapat tidur dengan nyenyak.
Aah harus bagaimana aku, aku tak mungkin balik ke kamar Tomi.Aku tak ingin membangunkannya.
“ hallo Dara , apa kabar” kata Andin yang mucul tiba-tiba dari belakangku
Sumpah seperti setan saja dia.. aaagh mengagetkanku.Ku lihat dia masih memakai baju yang sama saat kemarin malam dia memata-mataiku.
Aku tersenyum kepadanya
“ Andin, yaampun. Ko bisa ya kita ketemu disini. Aku baik, bagaimana denganmu?” kataku padanya
Tapi bukannya tersenyum padaku dia mengeluarkan pisau dari sakunya dan mengarahkannya padaku.
“ Mau, apa kamu”? kataku
Aku melihat sekeliling dan menmukan cctv syukurlah,
“ udah jangan pura-pura bego, lo pasti tau kan rencana gue”
Pisau itu dia acungkan kedepan muka ku sontak aku tak bisa berbuat apa-apa.
Lalu DOOOR suara tembakan dan tembakan itu mengenai kakinya Andin
Dan ternyata kami sudah dikepung oleh polisi tapi pisaunya cepat hampir mengenai mataku.
Tapi walaupun pincang dan kakinya berdarah, Andin ternyata jago bela diri dan berhasil lolos dari para polisi yang tak berkutik di hajarnya walau polisi itu mempunyai pistol. Aku sangat tercengang melihatnya
Aku seperti berada di film action saat itu. Dan aku sangat shock..
Dan pintu kamarkupun terbuka.
“ Dara kau tidak apa-apa” kata yuki memeluku
“ aku tak apa” kataku melepas pelukan yuki
“ maaf kami sudah membuat rencana tanpa memberitahumu” sahut Diandra kemudian yang ternyata Radit, Calvin dan Ken ada di dalam kamar juga yang itu berarti mereka sudah membuat rencana dan pada saat itu Tomi muncul dan memeluku.

Yang ternyata mereka membuat rencana tanpa memberitahuku.
FLASHBACK
Saat itu Calvin kembali ke kamarnya karena kami sedang makan malam dan ingin mengambil rokoknya yang ketinggalan di kamar lalu pada saat dia akan keluar dan membuka pintu dia melihat melalui layar ada Andin  di depan pintu Tomi dan masuk kedalam kamar Tomi dengan handycam ditangannya, lalu keluar dari kamar Tomi tanpa handycam itu yang sepertinya Andin menaruh handycam itu diam-diam untuk memata-matai Tomi.
Lalu Calvin berceritalah pada Ken,Radit juga Tomi dan Tomi sengaja membawaku malam-malam ke kamarnya, agar Andin tidak tahan dan gelisah sepanjang malam mondar-mandir di depan kamar Tomi,
Yang hal itu benar saja ia gelisah mengikuti gerak-gerik tomi dan mengikuti Tomi diam-diam ke kamarku lalu mondar-mandir semalaman di depan pintu Tomi terus. Sementara Calvin sudah memasang kamera pengintai di koridor di depan pintunya,di sepanjang koridor lalu Calvin,Radit beserta Ken ke kamar yuki dan Diandra dilantai bawahnya dan menceritakan semuanya.
Pantas tak ada yang mencariku pada saat itu .Mereka juga tak tidur semalaman, mengintai gerak-gerik Andin dan menelpon polisi untuk berjaga saat Andin diluar kendali.
Saat aku bangun Tomi sebenarnya juga sudah bangun bahkan hanya pura-pura tidur lalu pada saat aku sudah ada didepan kamar dan menekan bel mereka sebenarnya tahu tapi tak membuka pintunya.
Lalu benar saja Andin mengikutiku dan saat dia mengacungkan pisau barulah mereka menelpon polisi yang membuat polisi menembak kaki Andin.
Tapi sayangnya dia berhasil lolos damn, dan pasti merencanakan sesuatu lagi yang lebih seram oh my god..

Kami berdandan dengan sangat cantik terutama Diandra dengan memakai gaun pink yang sangat cantik, walau semalam ia tidak tidur tapi ia senang karena hari ini hari pertunangannya. Pertunangan di mulai pada sore hari sampai tengah malam sepertinya. Dan keamananpun diperketat untuk menghindari accident yang tidak diinginkan.
“ Aku tegang sekaligus bahagia” Diandra berkata padaku dan yuki yang menemainya berdandan
“ Dulu waktu aku bertunangan juga sama tegangnya di “ kataku tersenyum dan melihat cincin tunangan dijari manisku juga mengingat Tomi belum memakai cincin pertunangan kami
“ well,udah saatnya kita turun” kata yuki yang membuat kami melangkah ketempat acara itu.Aku berjalan bersama yuki disamping Diandra, aku berada di samping kiri.kami berjalan di red carpet. Aku melihat Tomi tersenyum padaku memakai kemeja putih dan jas hitamnya.Sungguh gagah dan ya well ganteng.
Aku duduk di bangku yang telah disediakan disebelah Tomi, acara tukar cincin pun berlangsung .
“ serasi sekali ya mereka, aku jadi ingat dulu pertunangan kita” kataku berbisik pada Tomi, lalu dia mengeluarkan cincinya dari sakunya.
“ pakaikan cincinnya, ayo.aku ingin kau memakaikannya untuku” sahutnya tersenyum
Ketika diandra sedang menukar cincin.Aku juga memakaikan cincin kejari manis Tomi.
“jadi kapan kita akan menikah” kata Tomi
Dan pada saat itu aku melihat Andin mengintip dari arah jendela lalu berlari kearah kolam renang , tanpa berfikir panjang dan bodoh aku mengikutinya dan Tomi mengejarku dari belakang. Benar saja dia berhenti di kolam renang dan membelakangi kami.
Aku ingin sekali mejambak rambutnya,menceburkannya pada saat itu dan betanya bagaimana dia tega berbuat seperti itu kepadaku.
Lalu dia berbalik menghadapku.
“ Kalian belum menang, kalian tidak akan bersatu.kakaku sudah memberitahukannya padaku . Jika kalian akan bersama kalian akan mati” sahutnya pada kami dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya yaitu sebuah pistol , entah dari mana dia mendapatkan pistol itu dan mengacungkan pistol itu padaku dan Tomi , sungguh dia tidak waras.
Aku sudah kira Airin pasti memberitahukan pada adiknya,untuk itu kami tidak sepenuhnya percaya.
aku dan Tomi saling berpandangan tidak bergerak sama sekali.
Lalu dia perlahan mendekat kearah kami, dia berjalan kesamping Tomi. Sementara aku di depan Tomi tidak menoleh ke belakang, pistol itu diarahkan padaku.
“ Kau tahu seberapa besar aku mencintaimu, hah. Kau tahu sudah berapa lama aku menyukaimu “ sahutnya
“ aku tidak mencintaimu” kata Tomi yang membuat pistol itu berpindah menghadapnya
“ kau ingin mati “ katanya pada Tomi mengacungkan pistol , aku tak berani menoleh ke belakang.
“ aku menyukaimu saat dulu kau sangat menyukai kakaku sudah hampir 5 tahun, saat dulu kau cupu akupun menyukaimu.Bahkan aku masuk ke universitas yang sama denganmu itu karena aku menyukaimu” katanya lalu mengacungkan pistol itu kearahku lagi
Kami diam dan sekeliling kami sudah ramai banyak orang , tapi tak ada yang berani mendekat. Aparat keamanan pun tak berani mendekat dan hanya mengacungkan pistol ke arah Andin.
“Jangan mendekat “ sahutnya berteriak pada kami dan menembakan pistol ke udara
“ kau tahu, aku sudah berdandan seperti kakaku yang kau cintai itu. Bahkan kau tak pernah memandangku . Bukankah wajah ini yang kau cintai “ Andin memegang wajahnya yang sama percis dengan Airin
“ Hentikan” kata Tomi padanya
Tanpa basa basi dia menembak kearahku dan jatuhlah aku ke kolam renang, lalu tembakan aparat keamanan berhasil menembak ke dadanya. Tapi tembakannya padaku meleset karena aku berhasil menjatuhkan diriku ke kolam renang  menghindar.

“ Maaf ya acara kalian jadi kacau” kataku pada Ken dan Diandra basah kuyup dan sedang mengeringkan badanku dengan handuk
“ yang penting kau tidak apa-apa “ kata Ken padaku
“ kami juga sudah bertunangan ko, cuman pestanya saja yang harus berhenti” kata Diandra kemudian
Yuki membawakan Teh hangat padaku bersama Radit yng hubungan mereka akan membaik dan berlanjut sementara Calvin dan Tomi sedang mengurus kakak beradik itu Airin dan Andin.
Mereka mati muda. Setelah tahu Andin tertembak tentu nyawanya tidak akan selamat walau sudah dibawa ke rs dan sang kakak yang frustasi memutuskan untuk bunuh diri dikamarnya, sungguh tragis kejadian ini dan menjadi pelajaran bagi kami.
Tapi para tamu hotel tidak mempermasalahkan kejadian meninggalnya kakak beradik itu malah hotel milik Tomi itu sangat ramai walaupun ada orang yang meninggal di hotel itu.

Saat ini aku masih berada di bali dan sebentar lagi sunset akan turun, aku sedang berjalan dipasir bersama Tomi.
“ saat ini tidak akan ada halangan lagi bukan bagi kita” katanya tersenyum kearahku
Aku juga tersenyum padanya dan memegang tangannya.
“ maukah kau menikahiku dan menungguku” kataku padanya
“ tentu saja, tapi apa maksudmu untuk menunggumu” katanya padaku
“ ya, aku akan melanjutkan kuliahku di harvard jadi tunggulah 4 tahun lagi dan kau harus menjadi sukses saat aku kembali nanti “ kataku merasa bersalah tapi memantapkan niatku untuk melanjutkan pendidikanku
Walaupun kami bisa menikah dan tinggal bersama di US tapi aku tak ingin mengangu bisnisnya terutama perkerjaannya di Indonesia dan memilih untuk serius menjalani kehidupanku. Dia juga sebentar lagi akan menjadi sarjana sementara aku masih jauh untuk wisuda, jadi itulah keputusanku yang sesungguhnya.
Responnya tentu saja menolak ideku tapi aku meyakinkan dia jika dia memang jodohku maka tentu saja kami akan bersatu lagi selamanya , kami bisa saling berkunjung,mengirim email dan hal hal lain untuk berkomunikasi.
Kamipun berciuman di pantai yang indah ini bersama sunset untuk kesekian kalinya.

Aku meninggalkan Indonesia dan pergi ke AS secepatnya setelah aku pulang dari Bali, aku takut mengubah fikiranku dan tinggal lebih lama di sini. Tak luput aku mengunjungi rumah orang tuaku dan menghadiri wisuda Tomi lalu langsung pergi berangkat ke bandara.
Tomi,Calvin,Radit,Yuki,Ken dan Diandra mengantarkanku ke bandara. Ken dan Diandra sedang ada di jakarta saat ini tapi aku malah langsung pergi. Tomi sebenarnya ingin menemaniku ke AS tapi kutolak karena kami harus menjalani hidup kami masig-masing.
“ Kau janji harus meneleponku sehari 3x ok, dan harus sering chating denganku” kata Tomi saat aku akan naik kepesawat
“ iya baiklah, tapi dengan perbedaan waktu24 jam mungkin sulit bagi kita untuk berkomunikasi” kataku tertawa dan membuatnya cemberut
“ yasudah gimana nanti saja, terimakasih teman-teman sudah mengantarku.Aku pergi dulu ya “ kataku yang langsung saja Tomi memeluku dan teman-teman hanya tersenyum melihat kami
“ tolong, aku tak ingin kau pergi.jangan pergi” katanya kemudian berbisik
“ sudah terlambat” sahutku melepaskan pelukannya dan pergi berjalan ke pesawat
“ SELAMAT JALAN DARA” teriak teman-temanku , akupun mulai berlinangan air mata dan tak sanggup untuk menoleh ke belakang.
Sampailah aku di United State beberapa jam kemudian....
Aku menghiasi hari-hari ku di US dengan belajar lebih giat dan berkerja semampunya.Cita-citaku menjadi seorang Dokter akan segera tercapai jadi aku harus kuat walau perasaanku tak pernah tenang.
Tak terasa sudah 2,5 tahun berlalu, aku bahkan tidak berkomunikasi dengan Tomi. Ponselnya selalu tak aktiv sejak aku pergi dan chatingankupun tak pernah dibalas. Aku khawatir jika ada sesuatu terjadi pada Tomi,
Tapi menurut teman-teman dia baik-baik saja kuat dan menjadi orang hebat.
Bahkan dia tidak mengunjungiku dan aku juga tidak pernah pulang ke Indonesia. Apakah mungkin dia sudah menemukan penggantiku.Setiap aku memikirkannya hatiku sangat sakit sekali,
Yuki,Calvin,Radit,Ken dan Diandra bahkan setiap 6 bulan sekali mengunjungiku ke AS. Dan orangtuaku pun sering berkunjung ke rumahku tapi tidak bagi Tomi dan keluarganya..
Teman-teman ku bahkan tak mau membicarakan tentang Tomi,  seperti ada yang ditutup-tutupi dan dirahasiakan saja dariku.Tapi aku tak penah banyak komentar lagi dan tak menaanyakan soal Tomi lagi.Aku sudah memilih hidupku sendiri.
Aku mendapat surat undangan pernikahan Ken dan Diandra. Aku harus pulng ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan mereka juga sebelum aku diwisuda. Aku sudah berhasil dan lulus dengan cepat dan dengan nilai sempurna... aku sangat bangga dengan itu, bahkan yang seharusnya beberapa tahun lagi aku kuliah aku lampui dengan nilai yang bagus. Juga aku mungkin akan bertemu Tomi pasti . Tapi untuk apa aku bertemu dengannya kalau emang dia sudah mempunyai kekasih lain dan mengacuhkanku selama aku bersekolah, rasanya hatiku sakit sekali memikirkan itu.
Sampailah aku di Bandara SOETA sungguh rasnya capai sekali berada di pesawat beberapa jam,
Aku dijemput oleh Yuki yang sekarang ia bisa menyetir dan kedudukannya bekerja sebagai manager.
“ wah, this your car” kataku memakai bahasa inggris
“ udah deh ah, mentang-mentang bergaul sama bule jadi make bahasa inggris mulu.Ini Indonesia tau” kata yuki tertawa dan memasukan barangku ke mobilnya dan pergi kemudian.
“ maaf ya Radit sama Calvin ga bisa jemput lo , mereka sibuk sekarang”
“ya gpp ko ki. oiya ke bali nanti kan, acaranya minggu depan” kataku
“ kitakan berangkat 2 hari lagi ra masa lo lupa” kata yuki kemudian
“ jadi kapan lu bakal nyusul diandra merid “kataku mengolok sahabatku
“ ga ada niat RA , dianya aja masih suka ketauan jalan bareng cewe lain “ kata yuki, ya memang yuki sudah 2,5 tahun jadian dengan Radit tapi tetap saja mereka selalu bertengar dan jika bertengkar mereka akan sama-sama berselingkuh. Pasangan yang lucu sekali ...
“ Ra, masih pengen ketemu Tomi” kata yuki berbicara padaku pelan dan hati-hati
“ please ki, udah ribuan kali gue nanyain kabar dia dan itu ngebuat gue capek. Gue ga tau, mungkin emang dia udah lupain gue kali” kataku
“ oke maaf ya dara, gue ga maksud”
“ gue juga ga tau perasaan gue kaya gimana ke dia” kataku melihat kejalanan tol yang lurus
Selama aku pulang orang-orang rumah sangat hangat menyambutku, seolah tak terjadi apa-apa. Bahkan ayahku juga tidak menanyai terus soal hubunganku dengan Tomi.Mungkin kami tidak berjodoh,
Sore itu aku belanja di sebuah mall baru di Jakarta , aku belanja kebutuhanku bersama yuki untuk pernikahan Diandra, kami membeli gaun untuk acara resepsi dan kado untuk mereka berdua karena waktu akad nikah kami memakai kebaya samaan yang sudah disiapkan oleh pasangan itu.
Lalu ketika aku berada di eskalator ingin menuju tempat makan di lantai atas, lali aku melihat Tomi beserta para bodyguard di sekelilingnya menuruni eskalator.Ya aku melihatnya, aku memandangnya tapi dia acuh ketika melihatku.Sungguh hatiku sakit sekali..
“ lu ngak apa-apa kan Ra” kata Yuki menenangkanku
“ ke...ke..kenapa dia seperti itu” tanpa sadar aku menitikan air mata dan menangis
Kami duduk di sebuah restoran
“ maaf ya Ra, mall baru ini punya Tomi sebenarnya” kata yuki memandangku sedih
“ ya tapi kenapa lo ngajakin gue kesini.Tapi yaudahlah gpp ko emang hubungan kami sudah benar-benar berakhir sepertinya” kataku dan memesan makanan sesuka hatiku, aku sedang ingin makan banyak agar perasaanku jauh lebih tenang.
Esoknya aku beserta yang lainnya berangkat ke bali.
“ maaf ya Dara, kita ngak sempet jemput kamu waktu itu” kata Calvin padaku saat kami sedang menunggu pesawat. Kami naik pesawat biasa karena pesawat jet itu punya Tomi. Tapi aku heran mengapa Radit dan Calvin tidak bareng dengan Tomi. Yang jelas pasti udah terjadi sesuatu dengan mereka.
“ ya, gak apa-apa ko kak. Kan masih ada Yuki”
“ Gimana kabarmu ?” kata Radit berbicara padaku dan yuki memelototi pacarnya itu,
Memang kantung mataku besar seperti panda dan mataku sembab, semalam aku menangis karena benar tak kuasa mengapa hubunganku dan Tomi seperti ini. Hal yang paling aku tahan selama aku berada di Amrik yaitu menangisi keputusanku yang bodoh.
“ ah, aku baik-baik aja kok” kataku tapi tidak dengan penampilanku
Kami sampai di Bali 5 hari sebelum akad nikah ken dan diandra.
Karena ken orang islam dan diandra orang hindu salah satu dari mereka harus berpindah agama nya, yang tentu saja Diandra menjadi mualaf .Subhanallah,
Mereka akan menikah di masjid.. hal yang tak pernah dibayangkan oleh Diandra,walau dia sudah tahu takdirnya.
Selama 4 hari kami di bali bahkan Tomi tak muncul-muncul juga,ken juga tidak tahu sahabatnya akan datang atau tidak.Aku merasa sedih sekali, ada apa yang terjadi..
Walau kami menginap di hotel milik Tomi tapi hotelkan bebas siapa aja orang  boleh nginap jadi tak ada rasa apapun pada diriku saat aku menginap dihotelnya hanya aku benci berjalan dipasir dan sunset juga aku benci laut dan juga hanya kenangan yang ada dan akan kututup rapat-rapat.
Malam sebelum pernikahan Diandra , kami menginap di kamar miliknya di rumahnya. Biasalah sebelum merid melepas masa kesendiriannya bersama teman-temannya dan besok ia akan menjadi istrinya Ken..
“ Aduh di, aku lupa bawa hpku di kamar hotel, tadi aku cas soalnya” kataku dan melihat jam sudah menunjukan pukul 10 malam
“ yah biasa deh dara pelupa”  kata yuki cekikikan
“ yaudah kamu pulang aja dulu ke hotel siapa tahu ada yang penting” kata Diandra pengertian
“ mau gue anter ra” kata yuki
“ eh gue sendiri aja. Tau jalan kok gue, lagian lu temenin Diandra aja ya disini ok” kataku lalu aku memangil taxi
Saat aku tiba di lobby hotel , sangking terburu-burunya aku menabrak seseorang dan orang itu adalah Tomi.Kami saling berpandangan
“ maaf “ kataku lalu ingin segera pergi tapi ia menahan pergelangan tanganku.
“ kita harus bicara” sahutnya lalu aku dengan kasar melepaskan tengannya dari pergelangan tanganku
“ permisi” kataku dan saat aku ingin pergi lagi dia berhasil menyeretku keluar, ke pantai dekat dengan laut .
Aku tak bicara satu kata pun, Begitu juga dengan dia.Kami saling menatap dengan adanya sinar bulan yang menerangi muka kami. Perasaanku tak karuan. Ada senang bisa melihatnya dari dekat dan ada pula sedih dan kekecewaan menghampiri perasaanku seolah aku akan meminta dia menjelaskan ada apa dengannya selama ini atau mungkin dia menyeretku kemari bukan untuk kami bersatu kembali tapi akan memutuskan hubungan denganku entahlah aku pasrah dan aku tak tahu apa yang terjadi dia hanya terus menatapku dan aku ingin berteriak dan menahan tangis.

“ Aku minta maaf karena tak pernah menghubungimu kembali” sahutnya padaku yang membuat pecahlah tangisanku, aku tak percaya padanya seolah-olah hal itu cukup dengan meminta maaf saja.
Aku diam saja menangis, tapi dia ingin memeluku
“ jangan peluk aku, apa belum puas kamu bikin aku bermimpi dan menjatuhkanku kembali.Kamu tahu rasanya seperti apa ..........sakit” kataku menepis tangannya dan aku melihat cincin tunangan itu masih ia kenakan.
“ aku bahkan tak tahu kamu kembali cepat ke sini,kamu bilang 4 tahun” tangisanku semakin deras
“ jadi kamu benci aku kembali lebih cepat, dan siapa orang yang telah merebutmu itu“ kataku berkata seperti meraung
“ sepertinya kamu sudah banyak salah paham “ katanya kemudian menghela nafas
“ aku memang sengaja tidak memberimu kabar selama 2,5 tahun sejak kepergianmu itu karena aku ingin kau fokus dengan sekolahmu dan aku tidak akan menganggumu selama disana “ katanya kepadaku
“ bohong,kamu bohong “ teriaku padanya, aku terduduk lemas di pasir sementara ombak bergulir kencang seperti hatiku yang kacau. Ia jongkok dan seperti ingin menangis juga
“ aku selalu memperhatikanmu dari jauh, seperti saat dulu kamu di korea.Bahkan aku tahu seluruh aktivitasmu dari senin ke minggu bahkan saat liburanpun aku tahu semuanya” dia memegang tanganku yang cincin itu masih kugunakan tapi kutepiskan.
“ Kamu jahat TOMI, kamu jahat..itu ngak adil bagiku.Apa ngak bisa kamu hanya menghubungiku bahkan sebulan sekali, aku hanya ingin tahu kabarmu” kataku menunduk , lalu aku merasakan dia juga mulai menangis karena air matanya jatuh ditanganku.
“ Tolong dara, aku ngak maksud buat gitu.Aku selalu datang sebulan sekali ke Amerika bahkan aku selalu melihatmu dari jauh . Aku tahu aku memang salah karena tidak menghubungimu tapi itu karena aku..” kata Tomi dengan suara parau tapi keburu kepotong oleh ketiga temannya.
“ Itu benar dara, tomi berkata jujur. Dia ingin kamu tetap melanjutkan kuliahmu tanpa harus menganggumu” kata Ken sambil berteriak yag membuatku menoleh
“ Kami sudah tahu semuanya, maafkan kami karena tidak memberitahumu yang sebenarnya selama ini” kata Calvin
“ Maafkan dia Dara, dia melakukan ini demi kebaikanmu juga” kata Radit.
“ lucu sekali kalian ini, kalian sedang bermain drama apa hah? lalu mengapa waktu di mall kau mengacuhkanku” aku mendongak melihat Tomi yang hidungnya memerah
“ aku takut bagaimana aku menjelaskannya padamu waktu itu, waktu itu aku baru tahu kau sudah berada di Indonesia padahal rencananya hari itu aku akan menemuimu ke Amerika dan menjelaskan semuanya padamu untuk membawa kau pulang karena studymu sudah berakhir “ katanya yang membuat perutku mulas
“ jadi kamu mengetahui bahwa aku telah selesai melakukan studyku” kataku tak percaya
“ ya aku sangat tahu segalanya tentangmu” katanya dan kami pun berpelukan yang membuat ketiga temannya itu tepuk tangan dan pantas saja dia juga sudah memberitahu ayahku agar jangan khawatirkan hubunganku dengannya.Bahkan keluarganya juga teman-teman hal yang sudah ia rancang. Aku seperti orang bodoh saja terus-terusan dibohongi seolah aku memang ditakdirkan untuk tidak tahu apa-apa.
Malam itu kami sudah berbaikan dan well hubungan kami akan tetap menjadi hubungan kami yang dulu,
Senangnya......
Seolah belenggu yang kurasakan bertahun-tahun hilang.
Aku diantar kembali ke rumah Diandra,, lalu kami melakukan malam doremiredo ....
Pagi itu kami bangun pagi-pagi sekali padahal kami tidur lewat tengah malam,
Masih ngantuk sih sebenarnya...
Kami bersiap-siap berdandan menuju ke masjid agung sudirman yang berada di denpasar bali. Diandra sangat cantik dengan kebaya berwarna putih sementara aku,yuki beserta wanita lainnya memakai kebaya berwarna emas lalu yang laki-laki memakai jas . rencananya resepsi mereka akan berlangsung memakai adat bali loh,,,dirumah Diandra... rumah diandra sangat luas perkarangannya makanya nanti akan diadakan resepsi disana..
Setelah mereka selesai dan syah menjadi suami istri, kami makan-makan dirumah ken lalu mereka pergi untuk bersenang-senang dan tentunya kami tak ingin menganggu mereka.
Tak terasa sudah sore menjelang, aku dan Tomi seperti biasa akan berjalan-jalan di pantai untuk melihat sunset.inilah hal yang paling aku tunggu-tunggu ...
“ Dara.. aku rasa cerita kita sebentar lagi akan selesai” dia merangkul pundakku dan aku memeluk pingangnya sambil berjalan
“ aku rasa akhirnya cerita kita akan bahagia” kataku dan melihat Yuki dan Radit saling mengejar, juga Calvin yang masih juga sendirian. Entah aku merasa kasian juga pada Calvin yang masih terus sendirian.
Kami berjalan menjauh dari keramaian,
Lalu ketika kami pulang ke hotel...
“ Micel” teriak Tomi yang membuat Calvin dan Micel gelagapan karena kepergok saling berciuman.
Yaaap , Micel mantan tunangan Calvin yang sepertinya akan kembali dalam kehidupan Calvin. Mungkin mereka akan kembali bersama,entahlah ..
Ada perasaan senang karena mungkin Calvin sepertinya menemukan orang yang selama ini dia cari,tunanganya.
Tapi tidak begitu bagi Tomi dan Radit.
Mereka sangat menentang hubungan Calvin dengan Micel,
Ada apa ya sebenarnya sampai Tomi dan Radit tidak merestui hubungan mereka ?

Sungguh buruk nasib kak Calvin, sebenarnya dia sangat mencintai kak micella bahkan sebelum saat mereka dijodohkanpun mereka sudah saling suka, tapi waktu itu kak micella memutuskan pertunangannya dengan kak Calvin karena kak Micella hamil diluar nikah tentu anak nya bukan anak kak Calvin melainkan anak bule yang bule itu tak mau bertanggung jawab, dan untuk itulah kak Calvin pergi ke paris selama 6 bulan untuk menemani proses kelahiran mantan tunangannya itu.
Memang kak Micell terlampau lebih tua 2 tahun dari kak Calvin dan tentu saja Tomi Radit dan Ken sudah tau semua itu dari awal maka itu mereka tak mengijinkan sahabatnya untuk berhubungan dengan perempuan itu. Apalagi harus tanggung jawab yang bukan kewajibanya walau kak Calvin ingin..
Sungguh sangat rumit sekali
Aku juga baru dikasih tau oleh Tomi, yang lagi-lagi aku tak tahu apa-apa ..
Untuk itu mereka memutuskan kontak dan menjalani kehidupan sendiri-sendiri tapi seolah dunia ini cepat berputar akhirnya Kak Micell datang lagi dikehidupan kak Calvin entah untuk apa...
Dan tentulah sahabat-sahabatnya menentang keinginan mereka untuk bersatu kembali, kasian sekali nasib kak Calvin padahal dulu aku sangat menyukainya ..
Aku rasa aku harus bicara pada Kak Calvin tapi susah juga sih ya , Tomikan cemburuan apalagi sama teman sendiri..yasudah biarlah itu menjadi hal pelik bagi kak Calvin yang bahkan aku tak ingin ikut campur diantara mereka .
Siang itu aku berniat untuk ke spa karena acara resepsi Diandra dilaksanakan esok harinya jadi aku juga ingin menghilangkan stress dan pegal-pegal berdua dengan yuki lalu karena kebetulan apa, aku dan yuki bertemu dengan kak Micell ..
Kak Micell sangat cantik dia keturunan eropa indonesia , kulitnya yang putih , langsing dan mempunyai lesung pipi di kedua pipinya sangat manis sekali. Jadi orang inilah yang telah merebut hati kak Calvin orang yang aku kagumi selama ini..
Dia tersenyum kearahku.
Ini adalah pertemuan keduaku padanya, yang pertemuan pertama kami waktu kemarin yang kamipun tidak bicara sepatah kata pun . Mungkin ini adalah perdanaa kami akan saling bicara mengenal dan hal semacam itulah..
“ Dara,Yuki sini duduk “ sapa kak Micell pada kami yang ternyata sudah mengenal kami ternyata, mungin kak Calvin menceritakan padanya.
“ hallo kak Micell, mau spa atau udah selesai” kataku padanya
“ ah, udah selesai kok baru aja. Tau gitu tadi bareng aja ya” katanya sambil tertawa seolah memang tak ada beban
“ kak Micell baik-baik aja kan” kata Yuki bertanya,yang pertanyaan itu juga ingin kuutarakan padanya
“ hhm kalau kalian ada waktu bagaimana kalau kita ngobrol bareng, ada yang pengen aku ceritakan juga sih pada kalian “ sahutnya kemudian
Dan kami pun memutuskan untuk jalan bareng dengan kak Micell dan membatalkan untuk spa. Sepertinya ada yang ingin kak Micell ceritakan pada kami dan tentulah aku juga yuki tak menyianyiakan waktu ini.
Kami berada di sebuah cafe yang beradaa di bali. Yap kami memesan coffe americano..
“ kak Micell, kalau mau cerita ya cerita aja. Kami siap ko mendengarkannya” kata yuki berbicara seolah dia sudah dekat dengan kak Micell
Kak Micell pun tersenyum
“ Apa kalian sebenanya sudah saling mengenal sebelumnya?” kataku pada mereka berdua
“ ya dara, kami pernah bertemu sebelumnya beberapa kali waktu kau pergi ke amerika” kata kak Micell kemudian, aku ingat dulu yuki menelponku waktu berada di amrik bahwa ia bertemu dengan kak Micell..
“ masa lu lupa si, ah dara gue kan pernah ngomong waktu itu.gimana si “ yuki tertawa lalu meminum coffe nya
“ jadi kak micell, yuki udah tahu semuanya ya . Cerita dong kak “ kataku menjulurkn lidahku pada yuki, kak micell pun tertawa
“ baiklah aku akan cerita, jadi aku melakukan kesalahan bodoh karena telah berselingkuh dari Calvin sampai punya anak dari hasil perselingkuhanku itu” katanya lalu meminum coffe nya itu
“ jadi kakak menyesal,lalu bagaimana dengan anak kakak sekarang” kataku meminum coffeku
“ yah, aku sangat menyesal dara, aku ingin bersatu kembali dengan nya.Kami masih saling mencintai. Anaku perempuan namanya Audrey sekarang diasuh oleh ibuku bersama babysister dia sudah hampir 4 tahun sekarang dan dia baik-baik saja” katanya
Lalu ia melanjutkan.
“ tapi susah ya, teman-temannya tak merestui hubungan kami padahal kami akan memulainya dari awal “
“ jadi kakak akan memulai dari awal bersama kak Calvin” kata yuki kemudian dan kak Micell mengangguk
“ aku tahu kakak orang yang baik, sejujurnya aku merestui kakak dengan kak Calvin wajar jika orang memang mempunyai kesalahan “ kataku
“ terimakasih dara,yuki kalian sungguh mengerti perasaanku. Oiya dara sebenarnya dulu waktu aku memutuskan hubunganku dengan Calvin dia bilang dia menyukai seseorang yaitu kamu tapi kamu sudah bersama dengan Tomi jadi dia melupakanmu dia tak ingin menusuk sahabatnya . Hal yang sama ketika aku berselingkuh dia juga sangat menyukaimu sebenarnya” kata Kak Micell yang membuatku tercengang jadi benar kak Calvin menyukaiku bukan karena konspirasi belaka karena dulu ketika malam itu dia ingin menciumku aku merasa bahwa itu bukanlah pura-pura.
Kami pulang juga ke hotel. Aku dan Yuki sepakat untuk membantu kak Micell untuk meyakinkan Tomi dan Radit bahwa untuk apa melarang orang yang benar-benar saling mencintai untuk berpisah..
Hpku memang sengaja aku tidak aktivkan dan pastilah tanduk Tomi keluar dan marah-marah, aku menemuinya di pantai juga yuki yang menemui pacarnya. Dia sedang berjemur bersama Radit dan Calvin yang sedang tertidur pulas ..
Saat Tomi melihatku ia sangat cuek sekali padaku..
“ Hey pemalas bangun” kataku padanya
“ siapa, aku “ katanya tesenyum mengejek. Akupun langsung menarik tangannya..
“ Hey aku sedang bersantai, mau apa kau “ katanya sok cuek tapi dia nurut saja
Kulihat yuki juga menarik tangan Radit dan meningglkan Calvin sendirian.
“ aku mau bicara “ kataku setelah tinggal kami berdua , sore itu memang mau sunset
“ mau apa sayang hah “ katanya yang kepingin tertawa juga saat dia blang sayang
“ soal Calvin dan Micell” kataku yang membuat wajahnya serius
“ ada apa memangnya, keputusanku tetap bulat untuk tidak merestui mereka” katanya
“ kalau seandainya kita diposisi mereka dan teman-temanmu tak merestui hubunganmu dengan ku . apa yang kau lakukan?” kataku yang membuatnya terdiam
“ tolonglah tomi, restui mereka. Apa kau tak ingin melihat temanmu bahagia” kataku kemudian
“ aku ingin agar Calvin bahagia tapi bukan bersama perempuan itu” katanya
“ kamu belum mengerti juga ya” kataku sambil memegang kedua pipi tomi dan ku memandang ke dalam matanya yang hangat.
“ lihat mataku. Sebagai sahabat seharusnya kau mengasih tahu mana yang benar dan tidak tapi soal perasaannya itu urusan Calvin sendiri  bukan urusanmu.Dia sudah besar dan megerti mana yang baik untuknya” kataku berkata pelan yang membuat dia menganguk dan mengerti
“ ya, aku mengerti . Baiklah aku akan merestui mereka jika itu yang terbaik”
“ terimakasih. Itu baru tunanganku” kataku kemudian .
Lalu kami berkumpul bersama calvin dan micell untuk merestui hubungan mereka bersama yuki dan radit yang juga turut merestui Calvin dan Micell..
Serasa hidup ini bahagia sekali karena masing-masing dari kami sudah memiliki pasangan hidup.Tak ada penyesalan juga duka lagi diantara kami..

Kebahagian baru saja akan dimulai, Sore itu kami menghadiri resepsi nikahan Diandra dan Ken sungguh penganti baru itu sangat berbahagia sekali dan kami juga tentunya sangat bahagia dengan pasangan kami sendiri-sendiri..
Seolah hidup ini adil dan kesusahan juga duka yang kami alami akan hilang seperti buih...
Aku mengenakan gaun merahku, kelihatan sekali aku begitu menonjol dipesta itu. Ken dan Diandra menggunakan adat dan pakaian adat bali, banyak para tamu yang mulai berdatangan. Well aku juga ingin merasakan kebahagian yang dirasakan oleh Diandra. Menjadi seorang istri yang akan berbakti dengan suaminya lalu menyiapkan makanan untuk sang suami dan pakaian juga mengurus anak-anak pasti bakal jauh lebih menyenangkan bukan.
Tak terasa sudah malam dan kamipun pulang ke hotel karena besok kami sudah pulang ke jakarta kembali.
“ Bahagia sekali ya Diandra dan Ken tadi “ kataku tersenyum saat Tomi mengendarai mobilnya
Lalu dia memberhentikan mobilnya tiba-tiba
Dia memandangku kemudian ...
“ ke...ke kenapa “ kataku tiba-tiba
“ ayo kita juga menikah “ katanya yang membuat pipiku merah
Kami pulang ke jakarta esok harinya.. Aku menemui keluarga Tomi juga sebaliknya Tomi menemui keluargaku dan kami membuat janji lagi agar keluarga besar kami bertemu.
Semua seluruh keluarga sangat bangga pada kami walau dulu kami tidak berhasil menikah tapi banyak kesusahan yang kami lalui sampai akhirnya yah seperti ini..
Aku mulai merancang pernikahanku kembali..
Kamipun membeli rumah mewah untuk kami tinggali, setelah membeli rumah kamipun sedang menuju tempat selanjutnya ke KUA untuk mengurus berkas-berkas.
Rumah yang kami akan bangun adalah rumah 3 tingkat yang disertai 4 kamar dilantai bawah, dapur, ruang makan,ruang tamu,ruang tv yang seperti labirin dan tangga ke atas yang tersembunyi lalu dilantai dua tidak ada kamar, hanya ruang kerja,ruang alat-alat musik,ruang dance yang luas, ruang tempat perawatan medis seeperti obat-obatan dll, lalu dilantai teratas yaitu kamarku dengan tomi hanya ada satu kamar yap. Dilengapi ruang pakaian ganti,kamar mandi dan balkon yang menghadap ke perkarangan belakang rumah.
Kamar mandi bawah ada di dua kamar lalu satu kamar mandilainnya misah diluar dekat dengan kolam renang serta pepohonan dan tanaman di perkarangan belakang yang membuat rumah ini begitu asri.
“ Jadi bagaimana dengan acara kita, kita harus menyiapkan undangan,even organization juga kita belum photo prewed, oiya jadi dimana kita akan melangsungkan akad dan resepsi nikah” kataku cerewet pada Tomi karena seluruh keluarga besar menyetujui agar aku merancang pernikahanku sendiri.
Tapi dia hanya tertawa,
“ bukankah dulu kita sudah melakukan photo prewed di jeju”
Yang membuatku cemberut..
“ ya memang , tapi kita harus menambah foto baru juga kan “ kataku yang membuat dia tertawa juga
“ ya yya baiklah , kau ingin foto prewed dimana?”
“ di mana ajalah yang penting foto kita unik dan bagus, soalnya yang kemaren di pulau jeju juga bagus sih” kataku tertawa
“ jadi kita bakalan bulan madu kemana?” katanya mengolok-oloku
“ aku gatau “ kataku berkata singkat
Dia tertawa lagi..
“ kamu tenang aja aku udah persiapin semuanya kok jadi kamu gausah khawatir” katanya tersenyum kepadaku. Maksud dari pesiapin semuanya apa ya..
Oalah, ternyata dia membeli sebuah pulau mini yang sangat luas di samudra pasifik.Juga 2 pesawat untuk akses bolak-balik ke pulau itu.
Bahkan aku sendiripun kagetnya bukan main, pulau yang sudah terdapat hotel,restauran dan penginapan pondok serta tak kalah indahnya dari pulau-pulau lainnya. Tomi membeli pulau itu oleh seorang pengusaha asal amerika dan well aku jadi penasaran bagaimana pernikahanku yang akan berlangsung 3 bulan lagi nanti ya di pulau itu...
Kami banyak mengundang kerabat,keluarga besar dan lain-lain, katanya sih pernikahanku adalah pernikahan termewah tahun ini. Entahlah itu yang diucapkan oleh para media massa..
Aku bahkan tak mengeluarkan uang sepeserpun, semuanya ditanggung oleh  Tomi.
Tak terasa sudah 3 bulan berlalu dan besok aku akan melangsungkan akad nikah, aku dipinggit selama 3 hari loh dan well malam ini aku ditemani yuki,diandra juga kak Micell.. ahk senangnya aku berkumpul lagi dengan mereka.
Ada perasaan tegang menghampiriku, aku sangat tidak percaya bahwa sebentar lagi aku akan menjadi istri orang.
Akad nikahku akan dilakukan di masjid At-tin, masjid yang dulu aku juga akan melangsungkan akad tapi tak jadi karena kecelakaan Tomi itu.
Kami sudah bersiap-siap berangkat ke masjid, acara akad nikahku sengaja pada sore hari dilaksanakan, hari itu hari jumat dengan sore yang indah..
Aku memakai kebaya putih dengan model yang sangat bagus.
Berangkatlah kami, yang ternyata setelah aku datang dia sudah datang ternyata, perasaanku sangatlah tak karuan . Aku diam di mobil sementara seluruhnya sudah berjalan masuk ke masjid. Aku ditemani oleh yuki dan diandra karena kak micell harus melihat kesaksian Tomi dan memfotonya. Well setelah semuanya masuk aku keluar dari mobil dan masuk lewat pintu belakang masjid..
Setelah acara seserahan selesai ( seserahan atau mas kawin yang diberikan yaitu uang sebesar 1 m yang dirancang  dan seperangkat alat shalat beserta alat-alat lainnya )
dan acara ijab kabul selesai aku ingin sekali menitikan air mata, lalu aku keluar dari tempat persembunyianku bersama yuki dan diandra dan menghampiri Tomi berada. lalu aku melihatnya dengan bangga karena berhasil melakukan ijab kabul dengan sekali pengucapan juga tegas dan lancar, kami menandatangani berkas lalu berlutut dikaki kedua orang tua kami dan memohon ampun juga. Ucapan selamatpun mengalir terus berdatangan pada kami.
Dan selesailah akad nikahku dengannya kami langsung pulang kerumah baru kami sore itu , dan nyampe rumah sekitar jam 7 malam.
 Dan melakukan malam pertama kami.
Acara resepsiku akan berlangsung di hotel mewah di Jakarta esok harinya lalu mengundang kerabat dekat untuk berpesta resepsi selanjutnya di pulau kami.


Acara resepsinya juga dimulai pada sore hari sampai tengah malam, kami sangat menikmati pernikahan kami. Seluruh kerabatku baik di Indonesia,korea bahkan di Amerika punturut datang memenuhi undangan yang terlamapau banyak ini.
Kami memakai adat Sunda karena kami sama-sama orang sunda,, terdengarlah alunan musik khas jawa barat ini tak luput banyak artis yang berdatangan juga yang mengisi acara di acara kami. Foto prewed kami dipajang disekeliling ruangan seolah semua tamu melihat kebahagiaan yang kami rasakan saat ini,,, aku melemparkan bungaku dan tepat mengenai yuki..well mungkin dia akan menyusul.
Kami menyalami tamu yang sangat banyak itu,aku senang sekali tapi capai sekali.yap
Setelah itu kami langsung terbang ke Amerika Selatan untuk berbulan madu selama sepekan lalu langsung terbang ke pulau kami untuk resepsi selanjutnya...
Semua hadir dalam resepsi keduaku , aku memakai gaun pengantin mengembang berwarna putih yang sangat cantik dan elegan ....
Selama kami honeymoon aku sangat sekali bahagia, kami sering sekali jalan-jalan dan well kami akan melanjutkan honeymoon kami dipulau kami selesai resepsi dan akan pergi keliling eropa setelah itu. Sungguh mengejutkan sekali karena aku sama sekali tak tahu menahu akan kemana kami berpergian...
Saat ini aku berada di eropa, di kawasan padang rumput yang luas sekali dan bunga-bunga yang bermekaran karena sekarang musim semi...
Juga pohon-pohon tinggi yang berada disekitar kami, suara burung yang berkicau indah, angin bertiup meniupkan rambut panjangku dan sungguh seperti syurga..
Tomi sedang tiduran dipahaku sementara aku mengelus kepalanya
( percis seperti gambar kan)
“ Aku sangat bahagia sekali, aku igin seperti ini selamanya” katanya melihat kearahku sambil tiduran dan aku mengelus rambutnya
“ Aku juga dan bersama anak-anak kita tentunya” kataku yang memberi tahu bahwa saat ini aku sedang hamil.Responnya lalu memeluku dan menempelkan telinganya ke perutku..
Aku melahirkan anak kembar loh, dan kamipun hidup bahagia selamanya sebagai keluarga utuh.
TAMAT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar