Sabtu, 07 November 2015

You are my destiny

YOU ARE MY DESTINY

Hari ini adalah hari dimana aku bertemu dengannya, hari ini penuh dengan kesedihan begitu pula kegembiraan. Akhirnya setelah 10 tahun lamanya kami bertemu kembali tapi mungkin kami tidaklah seberuntung itu . Karena aku bertemu dengannya disebuah pesta pertunangannya dan tunangannya itu adalah mitra kerjaku sendiri . Begitulah keadaannya saat ini kami sedang tatap-tatap an dari kejauhan tatkala ia akan memakaikan cincin ke tunangannya seoalah dalam tatapannya itu ada rasa penyesalan, kesedihan dan seolah ada beban besar dipundaknya sepertinya ia tidak bahagia dalam pertunangannya itu, tapi walau bagaimanapun aku bangga padanya karena ia menjadi pria yang gagah,dewasa, cool dan mapan tidak seperti dulu saat usianya masih 17 tahun yang petakilan,ceroboh dan sifatnya seperti anak kecil. Apakah semuanya sudah terlambat bagiku untuk bisa bersamanya ?
Karena ia lah satu-satunya alasan mengapa aku hidup sampai saat ini, ialah satu-satunya alasan mengapa aku kuat menjalani hari-hari ku dan aku sangat mencintai ia sudah lebih dari sepuluh tahun lamanya. Aku menunggu, menanti kapan kami bisa bertemu kembali. Ia lah Cinta pertama ku Kevin Ananda.
FLASH BACK 10 tahun lalu .. 
Kamu tahu masa remaja itu seperti apa ? kamu tahu apa itu yang namanya bersenang-senang ? Melewatkan waktu bersama sahabat atau teman-teman terdekat sungguh sangatlah menyenangkan. Masa Remaja masa SMA adalah hal yang paling tidak pernah bisa dilupakan karena pada masa itu adalah proses menuju kedewasaan  dan kebersamaan yang sangat kental itu sungguh terikat kuat, dari kebersamaan itulah tumbuh yang namanya kasih sayang, persahabatan, dan cinta. Pada masa ini Cinta sangatlah penting begitu pula persahabatan tapi aku sendiri tidak bisa merasakan dan mengalami apa itu yang namanya masa-masa indah saat remaja terutama soal Cinta tapi aku beruntung karena aku memiliki seorang sahabat baik tapi kami tidak bisa bersenang-senang karena terlalu sibukya.
Karena aku bersekolah di sekolah SMK FARMASI dan untuk itulah aku harus terus belajar lebih keras lagi untuk bisa lulus dengan nilai bagus dan membuat kedua orangtuaku bangga jadi akupun tidak punya waktu utuk bermain-main dan untuk mencari pacar, walau jauh di lubuk hatiku aku ingin sekali bebas dan ingin merasakan saat-saat indah keremajaanku.
Asal kalian tahu, sekolah farmasi itu tidak segampang yang difikirkan tanpa kepintaran akan susah untuk melanjutkan bersekolah. Begitupun aku dengan otak pas-pasan aku tetap terus berusaha untuk menjadi yang terbaik walau tak pernah terbayangkan olehku mengapa bisa seberat ini menjalani kehidupanku. Jujur saja aku juga tak punya keinginan untuk masuk SMK Farmasi tapi karena orangtuaku aku rela melakukan apa saja, tapi walaupun begitu aku tidak pernah menyesal penah bersekolah di smk farmasi  karena asal punya tekad,kemauan dan usaha pasti bisa berhasil. Banyak hafalan yang harus dihafal dan selalu kewalahan saat praktek resep begitupun tidak ada waktu untuk main-main dan cinta-cintaan, itulah masa-masa remajaku. Sebenarnya bisa saja aku bermain-main, bebas dan bersenag-senang tapi aku tidak ingin membuat orangtuaku sangat khawatir. Sebenarnya iri sih ngeliat anak-anak SMA lain yang bisa jalan-jalan ke mall seneng-seneng atau pada traveling ke tempat wisata. Yang jelas aku mah boro-boro bisa gitu pulang sekolah aja hampir maghrib dari pagi terus karena kecapaian tidur terus sabtu ada praktek sama pelajaran tambahan minggu dipakai istirahat lalu dipakai buat belajar dan pada liburan sekolah aku bisa merasakan sedikit walau sedikit aja kesenangan untuk pergi jalan-jalan walau itu hanya beberapa hari dan yang lebih parahnya setelah itu tetep harus kesekolah untuk belajar seolah ada banyak beban berat yang harus kupikul. Tapi aku harus sabar karena sebentar lagi aku akan lulus tinggal beberapa bulan lagi karena saat ini aku sudah kelas 3 SMK dan tidak ada keinginan dariku untuk melanjutkan kuliah jurusan yang sama lagi walau masih aku pertimbangkan.
Tapi semuanya berubah..
Saat aku mulai memberontaki diriku sendiri untuk bebas. Seperti burung yang dikurung di dalam sangkarnya aku bebas. Seolah rasa frustasi dan tertekan dibenakku hilang. Aku sering bermain-main dengan kehidupanku dan menjadi anak yang nakal walau sudah kelas 3 . Awalnya aku bolos jam pelajaran tambahan di hari sabtu untuk pergi main ke mall bersama teman-temanku yang sepertinya mengalami depresi akut sama sepertiku dan ingin cuci mata melihat beberapa anak kuliahan yang sedang nongkrong dan ganteng-ganteng pula tidak seperti anak laki-laki disekolahku yang sedikit dan juga cupu-cupu. Tapi walaupun begitu aku tidak tertarik pada anak kuliahan itu. Aku juga mulai berani memakai make up seperti eyeliner dan lipgloss, aku sangat centil dan genit pada saat itu hanya ikut-ikutan saja tapi ada rasa senang juga. Aku dan teman-teman ku yang kudet tidak tahu apa itu yang namanya senang-senang mungkin dengan cara seperti inilah cara remaja lainnya bersenang-senang kami hanya mengikuti saran dari salah satu temanku. Akhirnya aku juga bisa merasakan apa itu yang namanya senang-senang walau sebenarnya perasaanku sangatlah tidak enak karena tidak terbiasa dan ada rasa menyesal dan bersalah dalam benaku sampai sekarang karena masa pubertasku.
Hari minggu ini aku hangout bersama teman-temanku dari pada aku terus hangout bersama buku pelajaran. Tapi sayang hujan turun dengan deras tapi aku ingin pergi karena besok aku harus belajar selama seminggu full aku ingin merefresh otakku dan akupun memaksakan diri untuk pergi ke sebuah mall di daerah jakarta tapi setelah aku datang, teman-temanku tidak bisa datang karena hujan dan sebagian banyak acara bersama keluarga mereka. Alhasil aku duduk sendirian di cafe itu tak tahu harus berbuat apa, rencananya kami mau nonton bioskop tapi rasanya tidak nyaman kalau sendirian mending nonton dvd aja kalau sendiri terus mau belanja juga belum punya uang karena masih remaja dan belum bekerja.
“ Permisi boleh duduk disini “ kata suara laki-laki kepadaku, saat itu penglihatanku  sedang tertuju keponselku yang sedang menanyakan kabar teman-temanku. Aku kaget ketika aku mendongak laki-laki ini sungguh ganteng,tinggi,putih, mempunyai lesung pipi, hidungnya mancung dan sangat berkarisma sekali dan ia mengenakan kemeja putih dan celana jeans yang aw keren banget juga dengan gaya rambut yang berponi seperti gaya rambutnya lee min hoo di city hunter dan yaps sepertinya aku naksir dengan cowok ini dan ingin sekali berkenalan. Jantungku serasa mau keluar dari dadaku, apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Entahlah. Aku sempet terbengong-bengong sendiri sampai ia harus berdehem
“ Boleh, silahkan ..” kataku dan melihat bangku penuh semua tanda cafe ini laris . Memang cafe ini di gandrungi anak-anak remaja terutama anak-anak kuliahan.
Ia duduk dengan coffe hangat di tangannya sementara aku belum memesan apa-apa karena sudah sore juga rencananya aku mau pulang tapi niat pulangku ku urungkan demi bisa berlama-lama melihat wajahnya bak malaikat itu.
“ kamu kok ga pesan apa-apa “ katanya padaku sambil menyeruput coffenya itu
“ aku sedang menunggu teman-temanku tapi sepertinya mereka tidak datang “ kataku jujur walau sebenernya ga niat membeli apa-apa di cafe itu
Ia hanya menganguk saja
            “ kamu sendiri, sendirian ?”
            “ ya aku sendirian, aku senang minum coffe disini jadi aku sering kesini sendirian. Apa kamu juga suka minum coffe ?  “ katanya tersenyum padaku dan jantungku semakin bertalu-talu lagi dari tadi
Akupun tersenyum
            “ ah tidak juga. Karena ada janji saja aku datang kesini memang coffe seperti apa yang kau suka ? “ kataku bertanya padanya dan aku juga berbohong karena tidak pernah datang ke cafe ini sebelumnya.
            “ ini coffe late yang hangat “ katanya mengangkat gelasnya
            “ sepertinya aku juga harus memesan sesuatu “ kataku ingin berdiri tapi ia memegang pergelangan tanganku seperti melarangku untuk beranjak pergi dan sialnya jantung ini tetap bertalu-talu dengan refleks saja mataku melotot karena merasakan berpegangan tangan dengan pria yang selama ini aku belum pernah rasakan .
            “ biar aku saja yang pesankan untukmu, aku akan merekomendasikan coffe untukmu “ katanya dengan niat baik dan ia pergi memesankan coffe untukku mungkin ia tahu ini pertama kalinya aku datang untuk meminum coffe.
Setelah beberapa menit kemudian ia datang dengan coffe dengan gelas panjang dan terdapat banyak cream diatasnya seperti ice cream.
            “ ini frappe, minuman yang biasa disajikan dingin cobalah ini traktiran dari ku “ katanya sambil tersenyum dan  jantung ini yaampun benar-benar tak bisa diajak berkompromi.
            “ terimakasih kamu baik sekali “ kataku padanya
            “ oiya ngomong-ngomong kita belum kenalan. Kenalkan namaku Kevin “
            “ Namaku Putri, aku 17 tahun “ kataku ketika tangan kami bersalaman
            “ aku juga sama “ katanya dengan senyum lebar seperti nyengir
            “ kufikir kamu anak kuliahan “ kataku kaget karena penampilannya itu loh yang beda jauh menggambarkan figur rapih seperti anak-anak kuliahan
            “ hehe cuman lagi pengen rapih aja sih makanya pake kemeja “ katanya seolah bisa mendengar apa yang aku fiikirkan di dalam hati. Apa mungkin ia bisa baca pikiran aduh gawat kalau itu beneran .
            “ iya aku bisa baca fikiran kamu “ katanya kemudian yang membuatku mengedipkan mataku berkali-kali
Ia pun tertawa terbahak-bahak
            “ mau bersenang-senang bersamaku ?” katanya lagi dan aku hanya bisa menganguk.
            Itulah awal perkenalan kami bermula di sebuah cafe. Sungguh hari yang menyenangkan pada saat itu. Aku minum coffe bersamanya, nonton bioskop bersamanya dan makan malam bersama sungguh seperti kencan saja dan terlebih lagi aku diantar pulang kerumahku dengan motor ninjanya berwarna hitam. Kami sharing walau ia menjawab duluan apa yang ada difikiranku dan ia memiliki selera humor yang tinggi. Ternyata setelah itu dia orngnya ga bisa diem dan ceroboh pula karena dia ga bisa diem , ia hampir menabrak tembok dan sering jatuh pula. Pokoknya jalan sama dia ga bakal ngebosenin deh. Kami pula bertukar nomer ponsel untuk jalan bareng suatu hari nanti. Mungkin ini adalah kencan pertamaku, aku harap hubungan kami terus lanjut. Dan hampir setiap minggu kami menjalani rutinitas yang sama seolah ialah kebahagiaan dan pelipur laraku juga semangatku dalam menjalani hari-hariku yang berat.
            Tak menyangka waktu berjalan dengan cepat dan kami sudah saling mengenal berbulan bulan lamanya dan bulan ini adalah bulan desember, lalu sesuatu terjadi.
            “ Put, put gue mau kenalin cowok baru gue ke elo “ kata sahabat dekatku bernama Tania
            “ hah.. lo udah punya pacar tan. Sejak kapan ? “ kataku tak percaya mengapa Tania yang kurang pergaulan sepertiku bisa mempunyai pacar
            “ sejak kemarin. Namanya Rifky ia anak SMA ... Jakarta dan dia temen les gue itu “ katanya bersemangat sekali
            “ ooh, yang lu bilang nyebelin itu ya anaknya. Ko bisa lu jadian sama dia ? “ kataku bingung
            “ ia sebenernya gue udah suka sama dia lama dan dia juga, jadi udah berbulan bulan ini kami pdkt gitu “ katanya jahat menyembunyikan rahasia padaku.
            “ ah jahat lo Tan, kenapa ga ngomong aja terus terang make disembunyi-sembunyiin pantes aja selama ini lo harus cepet-cepet pulang “ kataku menuding kejahatannya padahal aku sendiri juga bersenang-senang dengan kevin.
            “ sorry ya Put gue ga maksud buat nutupin dari lo cuman takut ga berhasil apalagi ini spesial karena ini pacar kedua gue “ kata Tania dan pacar pertamanya maksudnya mantannya dia waktu smp dan ini yang kedua kali ia pacaran sementara aku belom pernah pacaran sama sekali.
            “ iya gpp lagian gue have fun juga kok “ kataku kemudian
            “ ah padahal gue juga pengen sama yang lainnya have fun juga “ Tania berfikir aku sering jalan bareng sama teman-teman suntuk yang lainnya padahal aku selama ini have fun bareng kevin . Aku bosan jalan sama mereka yang cupu yang salah mengerti pergaulan jadi aku tidak jalan-jalan lagi bersama mereka.
Hehehe aku hanya bisa tertawa mendengar Tania salah paham.
            Kami janjian di foodcourt mall minggu itu. Aku mengajak kevin untuk ku kenalkan pada Tania dan pacarnya itu yah untung-untung jika kami bisa double date. Tapi hubunganku dengan kevin sejauh ini biasa saja dan belum ada tanda-tanda ia mencintaiku, tapi tak apa selagi aku menyukainya dan jantungku bertalu-talu cepat mungkin saja kevin sudah tahu entahlah sakit hati juga kalau ia tidak menyukaiku . Selama ini kami bersenang-senang dengan rasa humor kami dan sering bercanda, entah mungkin Kevin hanya menganggapku temannya saja tapi perasaanku padanya sungguh sangat dalam perasaan menyukai bahkan mungkin mencintai.
            Aku janjian dulu di cafe lalu pergi sama-sama ke foodcourt untuk menemui Tania dan pacarnya Rifky. Tapi setelah kami berempat bertemu begitu kagetnya aku bahwa mereka adalah teman satu sekolah juga. Dan Tania juga sudah kenal sama Kevin karena Rifky yang mengenalkannya waktu itu
            “ Yaampun Putri kenapa ga bilang dari dulu sih kalo sering jalan bareng sama Kevin “ kata sahabatku Tania yang sepertinya tak percaya karena sudah ku rahasiakan
            “ Maaf, gue fikir lo ga kenal. Ya pokoknya impaslah sama kaya lo yang nutupin hubungan lo sama Rifky “ kataku kepada Tania sambil tertawa
            “ Cie kayanya ada yang mau jadian nih ? terus si Riza gimana Man ?? “ tanya Rifky pada Kevin yang langsung melotot mendengarnya. Tawaku lenyap diserap domentor dan hanya ada kesedihan diraut mukaku . Siapa Riza ? apa sebenarnya Kevin sudah punya pacar dan aku hanya dianggap selir aja. Rasanya hatiku sakit sekali memikirkan apa yang terjadi bahwa Kevin selama ini ia sudah mempunyai pacar dan ia memanfaatkan aku. Tania langsung menyenggol pundak pacarnya karena sudah kelepasan ngomong. Aku menunggu untuk Kevin menjelaskan tapi ia diam saja rasanya disitu aku juga pengen nangis rasanya dan ingin cepat-cepat pergi dari situasi yang tidak nyaman itu.
            “ Aku harus pulang dulu, ada tugas yang aku lupa selesaikan “ kataku kemudian sambil berdiri sontak saja ketiga orang itu kaget mendengar ucapanku dan aku melihat Kevin dengan matanya yang coklat itu ia juga serasa bersalah dan mata hangatnya yang mencair itu.
            “ Biar aku antar kamu pulang ?” katanya padaku lalu memegang pergelangan tanganku
            “ Ga perlu, aku bisa pulang sendiri “ kataku  melepas cengkramannya lalu berlari keluar mall dan ternyata di luar hujan deras dan Kevin mengikutiku dari belakang. Please jangan mengikutiku ku mohon .. Aku berlari menerobos hujan dan ingin memanggil taxi disebrang jalan. Aku masih tetap saja menangis
Tapi ia bisa mengejarku dan memegang pergelangan tanganku.
            “ Aku tak bisa membiarkan mu pergi dengan keadaan seperti ini. Aku ingin menjelaskan kesalah pahaman ini “ katanya kemudian
            “ Kesalah pahaman apa ? bahwa selama ini kau hanya memanfaatkanku saja dan sudah memiliki pacar. Seharusnya kamu tahu aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu tapi..tapi kau malah “ kataku tak sanggup melanjutkan lebih rinci lagi tapi ia diam saja memandangku dengan tatapannya yang tajam dan cengkramannya yang kuat dan aku seolah tak ingin melihat matanya lagi, tak ingin sakit hati lagi.
            “ Tolong, lepaskan tanganku dan biarkan aku pergi  “ kataku sudah pasrah tapi ia diam saja dan hujanpun semakin deras lalu aku meronta agar dia melepaskan tanganku tapi ia justru menarik tanganku dan kamipun langsung berciuman. Ciuman pertamaku yang tidak kuduga-duga. Kebetulan disitu sangat sepi hanya ada kami berdua ..
            “ Aku mencintaimu “ katanya padaku dan ia melepaskan cengkramannya padaku yang langsung saja kupeluk ia antara percaya dan tidak percaya dan kami melakukan ciuman kedua kami ..
            “ Lalu apa hubunganmu dengan Riza ? “ tanyaku pada nya
            “ Dia teman semasa kecilku dan ia juga menyukaiku tapi aku tak memiliki perasaan apa-apa padanya “ jawabnya kemudian tapi aku percaya saja padanya.
Aku tersenyum mendengarnya..
            “ Jadi kita resmi pacaran ya ?” kata Kevin padaku. Akhirnya masa remajaku sempurna juga karena sudah mempunyai pacar. Tapi tidak dengan nilai-nilaiku yang makin hari makin mengalami penurunan saja. Aku tidak bisa membagi waktuku antara pacaran dan belajarku tapi Kevin selalu mendukungku agar tetap terus belajar.
 terasa sudah sebulan kami pacaran dan saat ini adalah awal tahun baru  . Aku tidak bisa merayakan dengan Kevin karena aku dihukum untuk nilaiku yang jelek juga sebentar lagi aku harus mengikuti ujian praktiku jadi aku harus fokus pada belajar terus walau mengasyikan sekali Kevin merayakan tahun baru bersama teman-temannya menyewa villa dipuncak.
Ia pun membawa oleh-oleh kalung kerang mutiara cantik untuku  berwarna pink putih, aku sangat senang sekali tapi kebahagianku rusak di bulan Februari awal. Karena repot sering pulang sore  karena ujuian sudah di depan mata dan tak ada waktu untuknya ditambah weekend yang ga bisa ketemu dan ia juga sibuk dengan UN nanti maka kami tidak bisa jalan bareng dan tidak punya waktu sesuatu terjadi..
Ia jadi sulit dihubungi dan menghilang tanpa kabar apa mungkin ia sudah bosan terhadapku dan ingin menghindariku, aku sungguh tidak percaya akan hal ini. Apakah cintanya padaku sedangkal ini. Apakah kami akan segera putus ? untuk memikirkan hal itu saja aku sangat sakit hati. Ada apa sebenarnya dengannya ?? Alhasil aku tidak bisa fokus saat ujianku dan nilaiku turun . Ujian Praktik sudah ku selesaikan berkat kalung itu aku bersemangat walau nilai ujianku tidak bagus, jadi untuk kedepan aku bisa fokus UN saja. Aku tahu bahwa kesalahan besar untuk pacaran di kelas 3 ini. Tapi apa daya inilah takdirnya dan aku tidak menyesal juga .
Nomer hpnya selalu tidak aktif, menjelang isya itu hpnya aktif tapi setelah ku tlp ..
“ Hallo kevin.. kevin “ kataku
“ iya halo, ini siapa ya “ kata suara perempuan itu. Oh my god aku sangat sakit hati sekali mengapa yang akat tlpn perempuan dan ada hubungan apa dengan kevin. Kututup tlpnnya, Aku menangis sesunggukan dan menelepon Tania dan Taniapun menegur Kevin yang langsung ingin datang kerumahku saat itu menurut Tania, tapi ia mengurungkan niatnya entah kenapa untuk pergi ke rumahku malah menstater motornya dengan kecepatan tinggi karena pada saat itu ia sedang futsal dan hpnya ia taruh di tas lalu si Riza itulah yang mengangkat tlpnya karena disitu ada Tania yang melihat yang juga sedang menonton pacarnya bermain futsal. Yang setelah ku tahu ia pergi ke rumah Riza dan langsung memaki-maki nya. Perasaanku juga tidak nyaman aku sudah salah paham .
Aku pergi ke rumahnya keesokan harinya pada sore itu juga, perasaanku sungguh tidak tenang sudah beberapa hari ini . Aku takut sesuatu terjadi padanya, kekhawatianku sungguh sangatlah masuk akal. Aku tidak tahu rumahnya dimana, aku nekat pergi kerumahnya bersama Tania yang meminta alamat dari Rifky. Sore itu hujan lebih tepatnya gerimis dan ternyata rumahnya itu disebuah perumahan elit yang jalan akses masuk ke perumahan itu sangatlah jauh. Dan hari itu juga seperti dipaksakan, tidak ada taksi di daerah itu sepi hanya beberapa mobil mewah yang lewat maka aku dan Tania memutuskan untuk berjalan kaki.
Tibalah aku dirumah mewahnya, sungguh perbedaan yang begitu kontras denganku. Rumahku saja tak sebesar dan semewah ini. Aku hidup sebagai orang biasa-biasa saja sementara ia pangeran yang tinggal di istananya. Ku beranikan untuk menekan pintu bel rumahnya dan pada saat itu seseorang perempuan setengah baya keluar dengan celemek dan lap.
“ Permisi bu, bisa bertemu dengan Kevin . Apa ia ada dirumah ?” kataku berbicara sopan
“ Ada, tunggu sebentar “ kata ibu-ibu itu entah siapanya Kevin masuk ke dalam rumah . Kulihat motor ninjanya terparkir di garasi nya, lalu ibu itu menghampiri kami di pintu gerbang
“ maaf non , tuan Kevinnya tidak ada dirumah . Saya fikir ia ada di rumah, mungkin non salah rumah  “ kata ibunya itu yang seperti pembantu dirumah itu dan ibu itu telah berbohong kepadaku karena sudah jelas bahwa Kevin ada dirumah.
Perasaanku sungguh sangat sakit hati, mengapa ia tega sekali berbohong dan tidak ingin menemuiku . Apakah hubungan kami memang sudah diujung tanduk kehancuran. Ibu itu masuk lagi ke dalam rumahya. Padahal kemarin malam sudah jelas masih ada rasa care terhadapku dan ingin menjelaskan kesalahpahaman ini tapi mengapa sikapnya saat ini berubah dan tidak ingin menemuiku. Mungkin ia marah padaku karena tidak percaya padanya. Tapi aku juga sakit hati karena sudah jauh-jauh datang, rela pergi hujan-hujanan dan berjalan kaki pula juga memang banyak sekali pertanyaan dalam benaku.
“ kok ibu itu bohong sih put udah jelas banget dia ada di dalam dan itu rumahnya pula “ kata Tania berbicara sambil mengandeng tanganku untuk pergi dari rumah itu tapi aku tidak ingin sia-sia untuk datang kerumahnya.
“ Terus kita harus gimana dong ?” tanya Tania lagi ke padaku
Aku membuka tas sekolahku dan kukeluarkan selembar kertas file dan pulpen , aku menulis surat itu tapi tanganku gemetar saat menulis surat itu jadi tulisannya tidak bagus. Surat itu berisi :
DEAR KEVIN,
TERIMAKASIH KARENA SUDAH MEMBUAT HARI-HARIKU INDAH, TERIMAKASIH SUDAH MAU MENJADI TEMAN YANG SPESIAL UNTUKU DAN TERIMAKASIH PULA SUDAH HADIR DI HIDUPKU. AKU TAHU AKU TIDAK SEMPURNA DAN AKU SANGAT MINTA MAAF, AKU SANGAT MINTA MAAF JIKA AKU BANYAK SALAH . AKU TAHU KAMU MARAH PADAKU KARENA SIKAPKU JADI AKU SANGAT MINTA MAAF. AKAN KU KEMBALIKAN KALUNG PEMBERIANMU YANG SUDAH MEMBERIKU SEMANGAT UNTUK TETAP BERJUANG , AKU TIDAK BISA MENERIMANYA KARENA AKU TIDAK PANTAS DAN KUKEMBALIKAN JUGA PERASAANKU YANG SUDAH HANCUR PADAMU. ENTAHLAH, APA HUBUNGAN KU DENGANMU. AKU AKAN MENCOBA UNTUK MELUPAKANMU. TERIMAKASIH .
Dan kuletakan surat beserta kalung itu didepan pintu rumahnya karena pagarnya tidak terkunci aku masuk dan meletakan surat itu. Mungkin benar cintaku akan berakhir, cinta pertamaku yang tidak akan pernah berhasil. Dijalan hujan mulai turun dengan derasnya sementara aku dan Tania hujan-hujan karena kami bahkan tak membawa payung. Perasaanku saat ini sangat hancur, air mataku turun tatkala hujan itu juga turun membasahi pipiku. Tania terus menghiburku sepanjang jalan tapi hanya luka dan duka yang aku rasakan saat ini.
Hari-hari ini kujalani dengan sendirian tanpa ada Kevin yang membuatku tertawa, tak menyangka waktu telah berjalan dengan cepat dan saat ini aku sudah diterima di sebuah universitas negeri ternama. Aku mengambil jurusan yang aku sukai karena orangtuaku sudah mengerti dan mengijinkan aku berbuat sesuka hatiku. Apa yang ku pilih mereka akan mendukungku. Dan Kevin menghilang seperti di telan bumi.
Pagi yang indah itu aku sudah ada di kampusku,sengaja aku datang pagi-pagi agar aku dapat belajar terlebih dahulu padahal hari ini tidak ada jadwal kuliah pagi. Aku duduk di dekat pohon yang menghadap ke danau di kampusku karena tempatnya sangat sejuk,sepi dan damai. Aku melihat kotak berbentuk hati di bawah bangku itu. Lalu kubuka isinya, begitu terkejutnya aku ketika melihat isi yang terdapat dalam kotak berbentuk hati itu. Isi dari kotak itu adalah foto-fotoku bersama Kevin, sebuah gelang berbentuk bintang dan kalung mutiara itu lalu terdapat pula surat di dalamnya. Kotak ini pasti dari Kevin yah pasti, tapi aku tak ingin sakit hati lagi untuk membaca surat nya. Ketika aku melihat foto-fotoku dengannya sungguh jantungku bertalu-talu menandakan aku memang belum bisa melupakan nya sampai saat ini pun dan ada perasaan sakit di dalamnya.
Kuberanikan diri untuk membuka surat itu,
DEAR PUTRI,
MAAFKAN AKU ATAS SIKAPKU SELAMA INI TERHADAPMU. AKU TAHU SUDAH BERSIKAP TIDAK ADIL TERHADAPMU. AKU SUDAH BERBOHONG TERHADAPMU. ITU KARENA AKU HARUS MEMBUAT KEPUTUSAN SECEPATNYA UNTUK MELINDUNGI KAMU DARI RIZA YANG MENGANCAM AKAN MENYAKITI KAMU KARENA MEMANG AKU DAN DIA SUDAH DIJODOHKAN KETIKA KAMI MASIH KECIL WALAU BELUM ADA IKATAN APAPUN TAPI IA SUDAH MELOBI MAMAKU  . UNTUK ITULAH AKU PERGI DAN MENJAUH DARIMU. MAAFKAN AKU. AKU SANGAT MENYESAL. AKU MINTA MAAF. TAPI AKU SUNGGUH SANGAT MENCINTAIMU. SEMAKIN AKU MELUPAKANMU, SEMAKIN PULA AKU MERINDUKANMU DAN SEMAKIN AKU TIDAK BISA MELUPAKANMU. DAN UNTUK INILAH AKU MENULIS SURAT UNTUKMU KARENA AKU TAHU KAU SELALU DATANG KE DANAU INI SETIAP PAGI. JUJUR SAJA AKU SUDAH MENGAMATIMU DARI KEJAUHAN SELAMA INI. AKU BARU PUNYA KEBERANIAN UNTUK MENGUNGKAPKAN PERASAAN KU TERHADAPMU BAHWA SUATU SAAT NANTI AKU AKAN BERSAMAMU. AKU SANGAT YAKIN BAHWA KAULAH TAKDIRKU. DARI PERTAMA KALI AKU MELIHATMU AKU BISA MENDENGAR SUARA HATIMU DAN HANYA PADAMULAH AKU BISA MENDENGAR APA YANG KAU FIKIRKAN. AKU JUGA JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA, PERASAANKU JUGA SAMA SEPERTIMU DAN HANYA KEPADAMULAH PERASAAN INI ADA DAN DUNIA SERASA RUNTUH JIKA AKU TIDAK BERSAMAMU KARENA INGIN BERSAMAMU. DAN KEBERANIANKU ITULAH AKU HARUS PERGI DALAM JANGKA WAKTU YANG LAMA , AKU HARUS BERSEKOLAH DI US DAN MENJADI ORANG YANG SUKSES SUATU HARI NANTI, JUGA BISAKAH ENGKAU MENUNGGUKU JIKA MEMANG BENAR KITA SUDAH DITAKDIRKAN BERSAMA ? AKU MENCINTAIMU  CINTA PERTAMAKU LISTYA PUTRI LARASATI . AKU AKAN KEMBALI PADAMU UNTUK BERSAMAMU... 
            Aku menangis antara bahagia dan sedih mengapa ia tega pergi jika ia memang sudah punya keberanian untuk berbicara kepadaku dan meminta maaf pada apa yang telah ia lakukan kepadaku. Ada perasaan senang karena selama ini ia masih sangat mencintaiku, aku senang sekali karena ia mencintaiku tapi apakah ia akan benar-benar menepati janjinya dan kembali. Dan berapa lama ia akan pergi ?
            Aku masih memandangi surat itu begitu lama dan kubaca berulang-ulang kali, surat cinta ku mendapat balasan yang aku sendiri tidak tahu bagaimana dengan perasaanku terhadapnya kedepannya. Haruskah aku menunggunya atau haruskah aku melupakannya ? lalu aku memandangi kalung kerang mutiara itu. Kalung yang sudah membuatku bersemangat untuk hari-hariku yang berat juga aku memandangi gelang bintang itu. Gelang bintang itu mempunyai makna bahwa orang yang akan pergi maka akan kembaali secepat mungkin, itulah yang ia bilang waktu itu saat ia mengasihiku kalung mutiara itu.
“ Beb kamu tahu ga apa itu arti bintang di langit di atas rumah kita“ katanya padaku saat ia mengantarku pulang ke rumahku dan melihat banyak bintang di atas langit tapi aku hanya geleng-geleng kepala
“ itu artinya bahwa ada seseorang yang merindukanmu “ jawabnya sambil tersenyum bak malaikat itu padaku
“ tapi kan bintangnya banyak dan kita ga tahu juga bintang itu buat siapa ?” tanyaku kebingungan
“ berarti banyak orang yang kangen sama kamu . yah buat yang punya rumah lah “ katanya sambil mengusap-usap kepalaku
“ ah kamu mah gombal, bisa banget. Tau dari mana coba ? “ kataku cekikikan
“ suatu saat aku akan kasih bintang itu buat kamu supaya kamu ingat bahwa aku selalu merindukanmu “ katanya serius membuat aku berhenti tertawa. Lalu ia memakaikan kalung kerang mutiara itu padaku membuatku terheran-heran mengapa ia memakaikanku kalung mutiara bukan bintang
“ loh kirain mau kasih kalung bintang, kok malah kalung kerang mutiara “ kataku bertanya sesuai yang ada di benakku
“ itu hadiah tahun baru dariku, kalung mutiara itu juga melambangkan cinta yang abadi “ katanya mengecup bibirku lalu pergi menstater motornya membuatku mataku melotot.
            Ingatan itu tentangnya sungguh seperti mimpi. Aku ingin sekali kembali kemasa itu. Kedua benda tersebut kalung mutira dan gelang bintang mempunyai arti yang berbeda juga pemiliknya ingin agar aku mengingatnya sebagai cinta sejatinya dan jika aku merindukannya maka aku harus percaya pada bintang itu bahwa suatu saat ia akan kembali karena bintang itu memancarkan kerinduanya yang terdalam.
“ Terimakasih, aku akan berusaha untuk tetap kuat menjalani hari-hariku dan tetap bersemangat. Aku akan menunggumu sampai kapanpun dan hatiku juga perasaanku sudah tertutup hanya untukmu “ Aku berbicara sambil menitikan air mata kebahagiaan itulah yang akan aku lakukan selanjutnya, percaya dan akan selalu menunggunya sambil mengengam gelang bintang dan kalung mutiara itu.
            KEMBALI KEPESTA ITU 10  TAHUN MENDATANG
Ia sepertinya berbohong, surat itu telah menipuku selama 10 tahun.  Aku tak tahu mengapa dan apa yang terjadi disini . Aku menunggunya sudah 10 tahun lamanya menutup pintu hatiku untuk laki-laki lain dan hanya selalu percaya pada barang-barang itu gelang bintang dan kalung mutiara itu yang bahkan aku pakai ke pesta pertunangannya untuk percaya padanya bahwa ia akan kembali bersamaku. Seharusnya aku sudah bisa menebak akhir dari jalan cerita cinta yang aku nanti. Pasti ia tidak akan menepati janjinya dan mempunyai wanita lain. Perasaanku saat ini benar-benar sakit dan kecewa. Walau  sudah 10 tahun sejak kepergiannya, ia tak pernah mengirimiku kabar dari Amerika tapi aku selalu percaya pada surat dan barang-barang itu dan sekarang buktinya aku telah dibodohi oleh barang-barang itu. Perasaannya padaku tak sekuat yang ia bilang yang selalu ia dengung-dengungkan di surat itu. Aku seperti orang bodoh saja. Bahkan aku berdandan cantik untuk datang ke pesta yang aku hanya tahu bahwa pesta itu adalah milik bu Vera client ku di perusahaan tempatku bekerja saat ini yang aku baru tahu bahwa ia lah si Riza itu karena nama panjang nya ARIZA VERA YUDISTIAR  . Seharusnya aku bisa menyadari dari namanya saja bahwa ialah Riza yang selalu didengungkan dari surat itu bahwa ia akan menyakitiku. Harusnya aku tahu dari tatapan matanya yang selalu sinis ketika memandangku dan seharusnya aku bisa sadar mengapa Vera ingin bekerja sama denganku dan mengapa ia mengundangku ke pertunangannya bahkan yang aku tak tahu siapa calon tunangannya itu. Aku baru mengerti sekarang. Aku bodoh, aku sangat sangat bodoh.
            Saat ini aku sedang menatap Kevin. Apa yang akan dia lakukan ketika ia melihatku. Aku sepertinya sudah pasrah dengan keadaan ini tapi ternyata aku salah. Kevin ternyata menjatuhkan cincin yang akan ia pakai ke jari manis Vera.Dan keadaan mulai hening seketika
“ maaf  Riza aku tidak bisa mengikatkan jariku kepadamu. Aku tak ingin mengambil jalan yang salah dengan bertunangan denganmu “ kata Kevin berbicara jahat seperti itu terhadap calon tunangannya yang membuat Vera langsung melotot dan mengeluarkan air matanya dan PLAKK tamparan yang Kevin terima dari wanita yang masih muda disebelahnya.
“ mama “ kevin berkata dan ia sangat shock ditampar oleh mamanya yang ternyata masih terlihat awet muda itu
“ Kau pantas mendapatkan itu . Ada apa kau ingin membatalkan pertunangan ini hah.. apa kau mau menghancurkan perusahaan dan bisnis keluarga juga mau ditaruh dimana muka keluarga kita “ kata mama nya
“ Me..mengapa kau tega sekali mengatakan hal  seperti itu terhadapku “ kata Vera sambil mengepalkan kedua tangannya sambil menangis
“ itu karena aku tak menyukaimu dan mengapa kau selalu memaksaku“ sahut kevin tiba-tiba dan kali ini PLAKK suara tamparan laki-laki paruh baya menampar pipi vera yang seperti nya adalah ayahnya
“ sudah ku bilang ia tidak mencintaimu mengapa kau dan ibumu selalu memaksa pertunangan ini, apa kau tahu arti dari pertunangan itu dan harga diri..” belum sepat ayahya berbicara Vera memotongnya
“ AAAAAAAAAAAAA AYAH AAAAAAAAAAA KEVIN AAA”  katanya berteriak histeris sambil menangis sambil mengacak semua barang yang ada disitu termaksud tatanan rambutnya yang indah lalu ia pingsan seketika.
            Aku sangat prihatin dengan apa yang terjadi tapi hatiku sangat puas dan lega sekali karena Kevin tidak jadi bertunangan begitupun dengan para tamu, tentu sangatlah sangat shock dari apa yang terjadi. Karena apa yang kami dengar bahwa Vera dan Mamanya yang memaksa pertunangan, pertunangan batal karena Kevin tidak mencintai Vera dan Perusahaan milik Kevin diancam kehancuran.
            Aku pulang kerumahku setelah kejadian tadi sedangkan Kevin dan keluarganya membawa Vera ke rs. Entah mengapa mereka membawanya ke rs padahal Verakan hanya pingsan saja. Aku juga belum bisa untuk mengobrol dengan Kevin. Tapi walaupun seperti itu aku senang karena setelah sepuluh tahun lamanya aku bisa melihatnya lagi walau ada perasaan sakit hati tapi aku mengerti mengapa semua ini terjadi.
            Sore itu setelah pulang kerja, aku ke cafe tempat 10 tahun lalu aku bertemu dengan Kevin,. Suasananya masih sama seperti dulu hanya ada beberapa dekorasi yang berubah. Aku juga sering mengunjungi cafe itu jika aku kangen dengan Kevin dan hanya cafe itulah kenanganku bersamanya. Aku memesan coffe late lalu duduk di tempat biasa aku duduk, terdengar alunan musik yang membuat suasana cafe ini sangat nyaman.
Aku membayangkan, andaikan Kevin disini bersamaku dan ku bisa mengobrol banyak denganya tapi sepertinya ia sudah lupa dengan cafe ini. Aku ingin hendak pergi karena aku mengharapkan hal yang tidak pernah terjadi. Kevin menemuiku di cafe itu dan setelah aku berdiri keinginanku menjadi kenyataan. Kevin berdiri di depanku dan tersenyum bak malaikat itu. Refleks akupun duduk kembali.
“ Hallo  Putri, apa kabar ?“ katanya basa-basi padaku.
Jujur saja aku sangat gugup dan tidak tahu untuk bicara apa padahal banyak sekali pertanyaan yang kupendam dalam benaku dan jantungku yaampun berdetak semakin kencang saja.
“ baik, kamu sendiri apa kabar “ kataku berbicara tak enak karena pembicaraan yang membosankan ini
“ sudahlah jangan gugup dan bicaralah apa yang ingin kau bicarakan “ katanya sambil mengangkat sebelah alisnya.
“ aku tidak suka pembicaraan seperti ini “ kataku terus terang
“ aku juga, tapi kan kita baru bertemu setelah 10 tahun wajar jika aku menanyakan kabarmu“ ia berkata seolah tidak terjadi apa-apa seharusnya ia sadar mengapa ia tidak menghubungiku selama ini.
“ maaf aku tidak memberi kan kabar apapun kepadamu “ katanya bicara biasa saja seolah itu hanya masalah kecil dan bisa diatasi secepat mungkin tapi perasaanku kacau sekali selama ini menunggu yang tidak pasti seperti ini.
“ aku tahu ini sulit tapi aku bisa jelaskan semuanya “ katanya lagi
Lagi-lagi ia mendengar apa yang ada di fikiranku
“ iya aneh bukan setelah lama tak bertemu aku masih bisa membaca suara hatimu “ katanya sambil tertawa. Apa mungkin ia adalah takdirku, apakah itu mungkin jika ia belahan jiwaku sampai bisa membaca fikiranku
“ mungkin saja aku takdirmu “ katanya lagi terus-terusan sambil nyengir berbicara sedangkan dari tadi aku hanya diam saja tapi kan setiap orang punya kelebihan sendiri-sendiri dan siapa tahu ada juga orang yang bisa baca fikiranku dan tentunya masa aku harus bilang kalau orang itu takdirku sih bagaimana kalau orang itu sudah tua atau jelek.

“ Hey aku bisa mendengarnya. Bicaralah . Aku hanya bisa mendengar suara hatimu lalu apa lagi kalau kau bukan takdirku “ sahutnya kemudian
“ Baiklah ceritakan semuanya dan jelaskan, kemana kau selama sepuluh tahun dan mengapa menyuruhku untuk menunggumu dan mengapa kau tidak memberiku kabar juga mengapa tiba-tiba kau bertunangan dengan Vera dan tolong jelaskan semuanya itu membuatku pusing “ kataku berbicara menyerocos pertanyaan yang mengalir langsung dari otaku yang berputar ini.
Ia terkekeh
“ kau ini cerewet sekali. Kan aku sudah menjelaskan kepadamu disurat itu bahwa tujuan aku pergi untuk sekolah dan ibuku ingin agar aku menjauhimu “ katanya yang oke itu aku sudah tahu lalu mengapa ia tidak memberiku kabar dan menyuruhku menunggunya.
“ itu karena aku tak ingin orang yang kusayangi di hancurkan oleh mereka yang jahat “ aku baru ngeh maksudnya itu bahwa Kevin tak ingin agar aku disakiti oleh Vera dan Mamahnya tapi semua itu tak cukup untuk membuatku percaya padanya.
“ itu karena mereka mengancamku jika sekali saja aku menghubungimu maka mereka akan menyakitimu untuk itulah aku menulis surat itu agar kau selalu percaya padaku”
“ lalu bagaimana jika aku tak percaya padamu dan melupakanmu karena kau tak memberiku kabar “ kataku
“ tapi aku rasa kau tak bisa melupakanku bukan  begitu ?” tanyanya padaku yang well dia tepat sekali karena kedua benda itu tapi mengapa mereka masih bisa memintanya untuk bertunangan apakah perasaannya telah berubah padaku
“ perasaanku saat ini masih sama seperti 10 tahun lalu. Aku tidak pernah bisa melupakanmu “ deg jantungku berdetak bertalu-talu ada perasaan bahagia juga perasaan senang kepadanya
“ itu karena mereka terus-terusan memaksaku, aku terus mengulur waktuku untuk itu maka baru sekarang pertunangan itu dan tentunya batal juga kan . Maafkan aku, aku minta maaf tapi keadaan yang harus memaksaku “ katanya yang membuatku juga bersimpati padanya
“ Yang penting sekarang aku menepati janjiku kembali dan maafkan aku atas sikapku padamu “ katanya memegang tanganku dan mengecupnya
“ aku selalu menantimu dan bertanya kapan hari ini akan tiba dan terimakasih kau sudah menepati janjimu padaku untuk kembali dan mencintaiku lagi “ kataku yang membuat kami tersenyum.
           
            Aku diantar pulang dengan Mercedez Benc nya . Penampilannya saat ini sangat jauh berbeda. Dulu ia memakai motor dan sekarang mobil tapi mungkin keadaan ini entah akan berlangsung sampai kapan karena mungkin perusahaan miliknya akan bangkrut tapi menurutku tak masalah asal ia mau berusaha lagi dari nol karena tentu suntikan dana tidak jadi dilakukan karena ia tak jadi bertunangan dengan Vera tapi aku juga turut prihatin dengan keluarganya yang biasa hidup mewah bergelimpangan harta tapi semua itu masih bisa diperbaiki asal kami menemukan orang yang mau menyuntikan dana perusahaan.
Walau mamanya masih bersikap dingin pada kami. Tapi kami juga tidak buru-buru untuk menikah, sebenarnya aku selalu mendapat teror dari Vera dan ia juga memutuskan bekerja sama dengan tempatku bekerja tapi fikiran itu selalu kubuang jauh-jauh agar Kevin tidak membacanya. Tapi mungkin kebahagiaan kami memang cukup sampai disini karena aku sakit.
Aku ini lemah dan memang dari aku lahir aku mempunyai kelainan katup jantung untuk itulah aku suka dunia kesehatan dan orangtuaku sangat protektif padaku dan ingin yang terbaik untuku dengan menyekolahkan di dunia kesehatan. Aku bisa hidup sampai sekarang karena obat-obatan yang aku minum dan aku tak tahu apakah Kevin mengetahui ini dan membaca fikiranku sebelumnya, ia tak pernah bertanya dan aku juga tak menceritakan pada kalian penyakitku ini karena memang aku seperti orang sehat sampai saat ini dan penyakitku tidak kambuh, tapi saat ini dadaku sesak sekali.
Kami sedang berada di Bandung disebuah bukit untuk melihat sunset dengan taman yang indah yang dipenuhi bunga dan alang-alang diskeliling kami. Kami saling bercanda dan tertawa riang dan rasanya sangat damai sekali, aku bisa memandangi wajah yang bak seperti malaikat itu. Kenangan yang kita lalui, coffe,kalung mutiara,gelang bintang,surat,danau dan cafe menjadi tempat kenangan kita selama ini. Aku sangat bersyukur karena aku bisa hidup sampai saat ini.
“ ambilah ini “ kataku memakaikan gelang bintang itu pada Kevin agar ia selalu mengenangku dan percaya bahwa suatu hari kami akan bersama. Tapi ia diam saja
“ aku mencintaimu “ kataku berbisik pada Kevin saat kami tiduran dan aku menyender kepundaknya memandang ke atas langit yang mulai tampak akan berganti menjadi malam. Aku tahu Kevin pasti dapat merasakannya karena ia seperti menahan tangisnya . Aku memakai kalung mutiara itu. Aku kemudian menutup mataku. Suatu saat kita pasti akan bersama-sama lagi. Maaf aku harus pergi seperti ini, setelah menunggumu lama seharusnya aku bisa bertahan lebih lama lagi. Maafkan aku Kevin. Maafkan aku telah pergi. Karena  You are my destniny
“ Selamat jalan Putri. My lovely girl and my destiny. Dikehidupan selanjutnya kita akan bersama. I love you My girl “ kata Kevin berbicara sambil menciumi kepala putri karena tak sanggup untuk kehilangan orang yang dicintainya.
“ Lihatlah Putri bintang itu akan selalu bersinar dihatiku “
                        TAMAT.

Sebenernya pengen deh ngepanjangin ceritanya gitu biar sampe mendetail gimana si Putri bisa sampai sakit dan gimana si Riza atau Vera neror si Putri, pasti seru kalau ada adegan fitnah-fitnahan ya dan gimana selanjutnya sama perusahaannya Kevin. Tapi udah bad banget duluan bikin ceritanya . Aku mah ogah-ogahan, yang penting ceritanya selesai. Yang kita tahu pada akhirnya Kevin menjalani harinya sendirian sampai ajal hidupnya. Selalu percaya pada gelang bintang itu di hatinya. Terimakasih telah membaca ^_^ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar