YOU
ARE MY DESTINY
Hari ini adalah hari
dimana aku bertemu dengannya, hari ini penuh dengan kesedihan begitu pula
kegembiraan. Akhirnya setelah 10 tahun lamanya kami bertemu kembali tapi
mungkin kami tidaklah seberuntung itu . Karena aku bertemu dengannya disebuah
pesta pertunangannya dan tunangannya itu adalah mitra kerjaku sendiri .
Begitulah keadaannya saat ini kami sedang tatap-tatap an dari kejauhan tatkala
ia akan memakaikan cincin ke tunangannya seoalah dalam tatapannya itu ada rasa
penyesalan, kesedihan dan seolah ada beban besar dipundaknya sepertinya ia
tidak bahagia dalam pertunangannya itu, tapi walau bagaimanapun aku bangga
padanya karena ia menjadi pria yang gagah,dewasa, cool dan mapan tidak seperti
dulu saat usianya masih 17 tahun yang petakilan,ceroboh dan sifatnya seperti
anak kecil. Apakah semuanya sudah terlambat bagiku untuk bisa bersamanya ?
Karena ia lah
satu-satunya alasan mengapa aku hidup sampai saat ini, ialah satu-satunya
alasan mengapa aku kuat menjalani hari-hari ku dan aku sangat mencintai ia
sudah lebih dari sepuluh tahun lamanya. Aku menunggu, menanti kapan kami bisa
bertemu kembali. Ia lah Cinta pertama ku Kevin Ananda.
FLASH
BACK 10 tahun lalu ..
Kamu tahu masa remaja itu
seperti apa ? kamu tahu apa itu yang namanya bersenang-senang ? Melewatkan
waktu bersama sahabat atau teman-teman terdekat sungguh sangatlah menyenangkan.
Masa Remaja masa SMA adalah hal yang paling tidak pernah bisa dilupakan karena
pada masa itu adalah proses menuju kedewasaan
dan kebersamaan yang sangat kental itu sungguh terikat kuat, dari
kebersamaan itulah tumbuh yang namanya kasih sayang, persahabatan, dan cinta.
Pada masa ini Cinta sangatlah penting begitu pula persahabatan tapi aku sendiri
tidak bisa merasakan dan mengalami apa itu yang namanya masa-masa indah saat
remaja terutama soal Cinta tapi aku beruntung karena aku memiliki seorang
sahabat baik tapi kami tidak bisa bersenang-senang karena terlalu sibukya.
Karena aku bersekolah di
sekolah SMK FARMASI dan untuk itulah aku harus terus belajar lebih keras lagi
untuk bisa lulus dengan nilai bagus dan membuat kedua orangtuaku bangga jadi
akupun tidak punya waktu utuk bermain-main dan untuk mencari pacar, walau jauh
di lubuk hatiku aku ingin sekali bebas dan ingin merasakan saat-saat indah keremajaanku.
Asal kalian tahu, sekolah
farmasi itu tidak segampang yang difikirkan tanpa kepintaran akan susah untuk
melanjutkan bersekolah. Begitupun aku dengan otak pas-pasan aku tetap terus
berusaha untuk menjadi yang terbaik walau tak pernah terbayangkan olehku
mengapa bisa seberat ini menjalani kehidupanku. Jujur saja aku juga tak punya
keinginan untuk masuk SMK Farmasi tapi karena orangtuaku aku rela melakukan apa
saja, tapi walaupun begitu aku tidak pernah menyesal penah bersekolah di smk
farmasi karena asal punya tekad,kemauan
dan usaha pasti bisa berhasil. Banyak hafalan yang harus dihafal dan selalu
kewalahan saat praktek resep begitupun tidak ada waktu untuk main-main dan
cinta-cintaan, itulah masa-masa remajaku. Sebenarnya bisa saja aku bermain-main,
bebas dan bersenag-senang tapi aku tidak ingin membuat orangtuaku sangat
khawatir. Sebenarnya iri sih ngeliat anak-anak SMA lain yang bisa jalan-jalan
ke mall seneng-seneng atau pada traveling ke tempat wisata. Yang jelas aku mah
boro-boro bisa gitu pulang sekolah aja hampir maghrib dari pagi terus karena
kecapaian tidur terus sabtu ada praktek sama pelajaran tambahan minggu dipakai
istirahat lalu dipakai buat belajar dan pada liburan sekolah aku bisa merasakan
sedikit walau sedikit aja kesenangan untuk pergi jalan-jalan walau itu hanya
beberapa hari dan yang lebih parahnya setelah itu tetep harus kesekolah untuk
belajar seolah ada banyak beban berat yang harus kupikul. Tapi aku harus sabar
karena sebentar lagi aku akan lulus tinggal beberapa bulan lagi karena saat ini
aku sudah kelas 3 SMK dan tidak ada keinginan dariku untuk melanjutkan kuliah
jurusan yang sama lagi walau masih aku pertimbangkan.
Tapi semuanya berubah..
Saat aku mulai memberontaki
diriku sendiri untuk bebas. Seperti burung yang dikurung di dalam sangkarnya
aku bebas. Seolah rasa frustasi dan tertekan dibenakku hilang. Aku sering
bermain-main dengan kehidupanku dan menjadi anak yang nakal walau sudah kelas 3
. Awalnya aku bolos jam pelajaran tambahan di hari sabtu untuk pergi main ke
mall bersama teman-temanku yang sepertinya mengalami depresi akut sama
sepertiku dan ingin cuci mata melihat beberapa anak kuliahan yang sedang
nongkrong dan ganteng-ganteng pula tidak seperti anak laki-laki disekolahku
yang sedikit dan juga cupu-cupu. Tapi walaupun begitu aku tidak tertarik pada
anak kuliahan itu. Aku juga mulai berani memakai make up seperti eyeliner dan
lipgloss, aku sangat centil dan genit pada saat itu hanya ikut-ikutan saja tapi
ada rasa senang juga. Aku dan teman-teman ku yang kudet tidak tahu apa itu yang
namanya senang-senang mungkin dengan cara seperti inilah cara remaja lainnya
bersenang-senang kami hanya mengikuti saran dari salah satu temanku. Akhirnya
aku juga bisa merasakan apa itu yang namanya senang-senang walau sebenarnya
perasaanku sangatlah tidak enak karena tidak terbiasa dan ada rasa menyesal dan
bersalah dalam benaku sampai sekarang karena masa pubertasku.
Hari minggu ini aku
hangout bersama teman-temanku dari pada aku terus hangout bersama buku
pelajaran. Tapi sayang hujan turun dengan deras tapi aku ingin pergi karena
besok aku harus belajar selama seminggu full aku ingin merefresh otakku dan
akupun memaksakan diri untuk pergi ke sebuah mall di daerah jakarta tapi
setelah aku datang, teman-temanku tidak bisa datang karena hujan dan sebagian
banyak acara bersama keluarga mereka. Alhasil aku duduk sendirian di cafe itu
tak tahu harus berbuat apa, rencananya kami mau nonton bioskop tapi rasanya
tidak nyaman kalau sendirian mending nonton dvd aja kalau sendiri terus mau
belanja juga belum punya uang karena masih remaja dan belum bekerja.
“ Permisi boleh duduk
disini “ kata suara laki-laki kepadaku, saat itu penglihatanku sedang tertuju keponselku yang sedang
menanyakan kabar teman-temanku. Aku kaget ketika aku mendongak laki-laki ini
sungguh ganteng,tinggi,putih, mempunyai lesung pipi, hidungnya mancung dan
sangat berkarisma sekali dan ia mengenakan kemeja putih dan celana jeans yang
aw keren banget juga dengan gaya rambut yang berponi seperti gaya rambutnya lee
min hoo di city hunter dan yaps sepertinya aku naksir dengan cowok ini dan
ingin sekali berkenalan. Jantungku serasa mau keluar dari dadaku, apakah aku
jatuh cinta pada pandangan pertama. Entahlah. Aku sempet terbengong-bengong
sendiri sampai ia harus berdehem
“ Boleh, silahkan ..”
kataku dan melihat bangku penuh semua tanda cafe ini laris . Memang cafe ini di
gandrungi anak-anak remaja terutama anak-anak kuliahan.
Ia duduk dengan coffe
hangat di tangannya sementara aku belum memesan apa-apa karena sudah sore juga
rencananya aku mau pulang tapi niat pulangku ku urungkan demi bisa berlama-lama
melihat wajahnya bak malaikat itu.
“ kamu kok ga pesan
apa-apa “ katanya padaku sambil menyeruput coffenya itu
“ aku sedang menunggu
teman-temanku tapi sepertinya mereka tidak datang “ kataku jujur walau
sebenernya ga niat membeli apa-apa di cafe itu
Ia hanya menganguk saja
“
kamu sendiri, sendirian ?”
“ ya
aku sendirian, aku senang minum coffe disini jadi aku sering kesini sendirian.
Apa kamu juga suka minum coffe ? “
katanya tersenyum padaku dan jantungku semakin bertalu-talu lagi dari tadi
Akupun tersenyum
“ ah
tidak juga. Karena ada janji saja aku datang kesini memang coffe seperti apa
yang kau suka ? “ kataku bertanya padanya dan aku juga berbohong karena tidak
pernah datang ke cafe ini sebelumnya.
“ ini
coffe late yang hangat “ katanya mengangkat gelasnya
“
sepertinya aku juga harus memesan sesuatu “ kataku ingin berdiri tapi ia
memegang pergelangan tanganku seperti melarangku untuk beranjak pergi dan
sialnya jantung ini tetap bertalu-talu dengan refleks saja mataku melotot karena
merasakan berpegangan tangan dengan pria yang selama ini aku belum pernah
rasakan .
“
biar aku saja yang pesankan untukmu, aku akan merekomendasikan coffe untukmu “
katanya dengan niat baik dan ia pergi memesankan coffe untukku mungkin ia tahu
ini pertama kalinya aku datang untuk meminum coffe.
Setelah beberapa menit kemudian ia datang dengan coffe
dengan gelas panjang dan terdapat banyak cream diatasnya seperti ice cream.
“ ini
frappe, minuman yang biasa disajikan dingin cobalah ini traktiran dari ku “
katanya sambil tersenyum dan jantung ini
yaampun benar-benar tak bisa diajak berkompromi.
“
terimakasih kamu baik sekali “ kataku padanya
“
oiya ngomong-ngomong kita belum kenalan. Kenalkan namaku Kevin “
“
Namaku Putri, aku 17 tahun “ kataku ketika tangan kami bersalaman
“ aku
juga sama “ katanya dengan senyum lebar seperti nyengir
“
kufikir kamu anak kuliahan “ kataku kaget karena penampilannya itu loh yang
beda jauh menggambarkan figur rapih seperti anak-anak kuliahan
“
hehe cuman lagi pengen rapih aja sih makanya pake kemeja “ katanya seolah bisa
mendengar apa yang aku fiikirkan di dalam hati. Apa mungkin ia bisa baca
pikiran aduh gawat kalau itu beneran .
“ iya
aku bisa baca fikiran kamu “ katanya kemudian yang membuatku mengedipkan mataku
berkali-kali
Ia pun tertawa terbahak-bahak
“ mau
bersenang-senang bersamaku ?” katanya lagi dan aku hanya bisa menganguk.
Itulah
awal perkenalan kami bermula di sebuah cafe. Sungguh hari yang menyenangkan
pada saat itu. Aku minum coffe bersamanya, nonton bioskop bersamanya dan makan
malam bersama sungguh seperti kencan saja dan terlebih lagi aku diantar pulang
kerumahku dengan motor ninjanya berwarna hitam. Kami sharing walau ia menjawab
duluan apa yang ada difikiranku dan ia memiliki selera humor yang tinggi.
Ternyata setelah itu dia orngnya ga bisa diem dan ceroboh pula karena dia ga
bisa diem , ia hampir menabrak tembok dan sering jatuh pula. Pokoknya jalan
sama dia ga bakal ngebosenin deh. Kami pula bertukar nomer ponsel untuk jalan
bareng suatu hari nanti. Mungkin ini adalah kencan pertamaku, aku harap
hubungan kami terus lanjut. Dan hampir setiap minggu kami menjalani rutinitas
yang sama seolah ialah kebahagiaan dan pelipur laraku juga semangatku dalam
menjalani hari-hariku yang berat.
Tak
menyangka waktu berjalan dengan cepat dan kami sudah saling mengenal berbulan
bulan lamanya dan bulan ini adalah bulan desember, lalu sesuatu terjadi.
“
Put, put gue mau kenalin cowok baru gue ke elo “ kata sahabat dekatku bernama
Tania
“
hah.. lo udah punya pacar tan. Sejak kapan ? “ kataku tak percaya mengapa Tania
yang kurang pergaulan sepertiku bisa mempunyai pacar
“
sejak kemarin. Namanya Rifky ia anak SMA ... Jakarta dan dia temen les gue itu
“ katanya bersemangat sekali
“
ooh, yang lu bilang nyebelin itu ya anaknya. Ko bisa lu jadian sama dia ? “
kataku bingung
“ ia
sebenernya gue udah suka sama dia lama dan dia juga, jadi udah berbulan bulan ini
kami pdkt gitu “ katanya jahat menyembunyikan rahasia padaku.
“ ah
jahat lo Tan, kenapa ga ngomong aja terus terang make disembunyi-sembunyiin
pantes aja selama ini lo harus cepet-cepet pulang “ kataku menuding
kejahatannya padahal aku sendiri juga bersenang-senang dengan kevin.
“
sorry ya Put gue ga maksud buat nutupin dari lo cuman takut ga berhasil apalagi
ini spesial karena ini pacar kedua gue “ kata Tania dan pacar pertamanya
maksudnya mantannya dia waktu smp dan ini yang kedua kali ia pacaran sementara
aku belom pernah pacaran sama sekali.
“ iya
gpp lagian gue have fun juga kok “ kataku kemudian
“ ah
padahal gue juga pengen sama yang lainnya have fun juga “ Tania berfikir aku
sering jalan bareng sama teman-teman suntuk yang lainnya padahal aku selama ini
have fun bareng kevin . Aku bosan jalan sama mereka yang cupu yang salah
mengerti pergaulan jadi aku tidak jalan-jalan lagi bersama mereka.
Hehehe aku hanya bisa tertawa mendengar Tania salah
paham.
Kami
janjian di foodcourt mall minggu itu. Aku mengajak kevin untuk ku kenalkan pada
Tania dan pacarnya itu yah untung-untung jika kami bisa double date. Tapi
hubunganku dengan kevin sejauh ini biasa saja dan belum ada tanda-tanda ia
mencintaiku, tapi tak apa selagi aku menyukainya dan jantungku bertalu-talu
cepat mungkin saja kevin sudah tahu entahlah sakit hati juga kalau ia tidak
menyukaiku . Selama ini kami bersenang-senang dengan rasa humor kami dan sering
bercanda, entah mungkin Kevin hanya menganggapku temannya saja tapi perasaanku
padanya sungguh sangat dalam perasaan menyukai bahkan mungkin mencintai.
Aku
janjian dulu di cafe lalu pergi sama-sama ke foodcourt untuk menemui Tania dan
pacarnya Rifky. Tapi setelah kami berempat bertemu begitu kagetnya aku bahwa
mereka adalah teman satu sekolah juga. Dan Tania juga sudah kenal sama Kevin
karena Rifky yang mengenalkannya waktu itu
“
Yaampun Putri kenapa ga bilang dari dulu sih kalo sering jalan bareng sama
Kevin “ kata sahabatku Tania yang sepertinya tak percaya karena sudah ku
rahasiakan
“
Maaf, gue fikir lo ga kenal. Ya pokoknya impaslah sama kaya lo yang nutupin
hubungan lo sama Rifky “ kataku kepada Tania sambil tertawa
“ Cie
kayanya ada yang mau jadian nih ? terus si Riza gimana Man ?? “ tanya Rifky
pada Kevin yang langsung melotot mendengarnya. Tawaku lenyap diserap domentor
dan hanya ada kesedihan diraut mukaku . Siapa Riza ? apa sebenarnya Kevin sudah
punya pacar dan aku hanya dianggap selir aja. Rasanya hatiku sakit sekali
memikirkan apa yang terjadi bahwa Kevin selama ini ia sudah mempunyai pacar dan
ia memanfaatkan aku. Tania langsung menyenggol pundak pacarnya karena sudah
kelepasan ngomong. Aku menunggu untuk Kevin menjelaskan tapi ia diam saja
rasanya disitu aku juga pengen nangis rasanya dan ingin cepat-cepat pergi dari
situasi yang tidak nyaman itu.
“ Aku
harus pulang dulu, ada tugas yang aku lupa selesaikan “ kataku kemudian sambil
berdiri sontak saja ketiga orang itu kaget mendengar ucapanku dan aku melihat
Kevin dengan matanya yang coklat itu ia juga serasa bersalah dan mata hangatnya
yang mencair itu.
“
Biar aku antar kamu pulang ?” katanya padaku lalu memegang pergelangan tanganku
“ Ga
perlu, aku bisa pulang sendiri “ kataku
melepas cengkramannya lalu berlari keluar mall dan ternyata di luar
hujan deras dan Kevin mengikutiku dari belakang. Please jangan mengikutiku ku
mohon .. Aku berlari menerobos hujan dan ingin memanggil taxi disebrang jalan.
Aku masih tetap saja menangis
Tapi ia bisa mengejarku dan memegang pergelangan
tanganku.
“ Aku
tak bisa membiarkan mu pergi dengan keadaan seperti ini. Aku ingin menjelaskan
kesalah pahaman ini “ katanya kemudian
“
Kesalah pahaman apa ? bahwa selama ini kau hanya memanfaatkanku saja dan sudah
memiliki pacar. Seharusnya kamu tahu aku menyukaimu sejak pertama kali kita
bertemu tapi..tapi kau malah “ kataku tak sanggup melanjutkan lebih rinci lagi
tapi ia diam saja memandangku dengan tatapannya yang tajam dan cengkramannya
yang kuat dan aku seolah tak ingin melihat matanya lagi, tak ingin sakit hati
lagi.
“
Tolong, lepaskan tanganku dan biarkan aku pergi
“ kataku sudah pasrah tapi ia diam saja dan hujanpun semakin deras lalu
aku meronta agar dia melepaskan tanganku tapi ia justru menarik tanganku dan kamipun
langsung berciuman. Ciuman pertamaku yang tidak kuduga-duga. Kebetulan disitu
sangat sepi hanya ada kami berdua ..
“ Aku
mencintaimu “ katanya padaku dan ia melepaskan cengkramannya padaku yang
langsung saja kupeluk ia antara percaya dan tidak percaya dan kami melakukan
ciuman kedua kami ..
“
Lalu apa hubunganmu dengan Riza ? “ tanyaku pada nya
“ Dia
teman semasa kecilku dan ia juga menyukaiku tapi aku tak memiliki perasaan
apa-apa padanya “ jawabnya kemudian tapi aku percaya saja padanya.
Aku tersenyum mendengarnya..
“
Jadi kita resmi pacaran ya ?” kata Kevin padaku. Akhirnya masa remajaku
sempurna juga karena sudah mempunyai pacar. Tapi tidak dengan nilai-nilaiku
yang makin hari makin mengalami penurunan saja. Aku tidak bisa membagi waktuku
antara pacaran dan belajarku tapi Kevin selalu mendukungku agar tetap terus
belajar.
terasa sudah sebulan kami pacaran dan saat ini
adalah awal tahun baru . Aku tidak bisa
merayakan dengan Kevin karena aku dihukum untuk nilaiku yang jelek juga
sebentar lagi aku harus mengikuti ujian praktiku jadi aku harus fokus pada
belajar terus walau mengasyikan sekali Kevin merayakan tahun baru bersama
teman-temannya menyewa villa dipuncak.
Ia pun membawa oleh-oleh
kalung kerang mutiara cantik untuku
berwarna pink putih, aku sangat senang sekali tapi kebahagianku rusak di
bulan Februari awal. Karena repot sering pulang sore karena ujuian sudah di depan mata dan tak ada
waktu untuknya ditambah weekend yang ga bisa ketemu dan ia juga sibuk dengan UN
nanti maka kami tidak bisa jalan bareng dan tidak punya waktu sesuatu terjadi..
Ia jadi sulit dihubungi
dan menghilang tanpa kabar apa mungkin ia sudah bosan terhadapku dan ingin
menghindariku, aku sungguh tidak percaya akan hal ini. Apakah cintanya padaku
sedangkal ini. Apakah kami akan segera putus ? untuk memikirkan hal itu saja
aku sangat sakit hati. Ada apa sebenarnya dengannya ?? Alhasil aku tidak bisa
fokus saat ujianku dan nilaiku turun . Ujian Praktik sudah ku selesaikan berkat
kalung itu aku bersemangat walau nilai ujianku tidak bagus, jadi untuk kedepan aku
bisa fokus UN saja. Aku tahu bahwa kesalahan besar untuk pacaran di kelas 3
ini. Tapi apa daya inilah takdirnya dan aku tidak menyesal juga .
Nomer hpnya selalu tidak
aktif, menjelang isya itu hpnya aktif tapi setelah ku tlp ..
“ Hallo kevin.. kevin “
kataku
“ iya halo, ini siapa ya
“ kata suara perempuan itu. Oh my god aku sangat sakit hati sekali mengapa yang
akat tlpn perempuan dan ada hubungan apa dengan kevin. Kututup tlpnnya, Aku
menangis sesunggukan dan menelepon Tania dan Taniapun menegur Kevin yang
langsung ingin datang kerumahku saat itu menurut Tania, tapi ia mengurungkan
niatnya entah kenapa untuk pergi ke rumahku malah menstater motornya dengan
kecepatan tinggi karena pada saat itu ia sedang futsal dan hpnya ia taruh di
tas lalu si Riza itulah yang mengangkat tlpnya karena disitu ada Tania yang
melihat yang juga sedang menonton pacarnya bermain futsal. Yang setelah ku tahu
ia pergi ke rumah Riza dan langsung memaki-maki nya. Perasaanku juga tidak
nyaman aku sudah salah paham .
Aku pergi ke rumahnya keesokan
harinya pada sore itu juga, perasaanku sungguh tidak tenang sudah beberapa hari
ini . Aku takut sesuatu terjadi padanya, kekhawatianku sungguh sangatlah masuk
akal. Aku tidak tahu rumahnya dimana, aku nekat pergi kerumahnya bersama Tania
yang meminta alamat dari Rifky. Sore itu hujan lebih tepatnya gerimis dan
ternyata rumahnya itu disebuah perumahan elit yang jalan akses masuk ke
perumahan itu sangatlah jauh. Dan hari itu juga seperti dipaksakan, tidak ada
taksi di daerah itu sepi hanya beberapa mobil mewah yang lewat maka aku dan
Tania memutuskan untuk berjalan kaki.
Tibalah aku dirumah
mewahnya, sungguh perbedaan yang begitu kontras denganku. Rumahku saja tak
sebesar dan semewah ini. Aku hidup sebagai orang biasa-biasa saja sementara ia
pangeran yang tinggal di istananya. Ku beranikan untuk menekan pintu bel
rumahnya dan pada saat itu seseorang perempuan setengah baya keluar dengan
celemek dan lap.
“ Permisi bu, bisa bertemu
dengan Kevin . Apa ia ada dirumah ?” kataku berbicara sopan
“ Ada, tunggu sebentar “
kata ibu-ibu itu entah siapanya Kevin masuk ke dalam rumah . Kulihat motor
ninjanya terparkir di garasi nya, lalu ibu itu menghampiri kami di pintu
gerbang
“ maaf non , tuan
Kevinnya tidak ada dirumah . Saya fikir ia ada di rumah, mungkin non salah
rumah “ kata ibunya itu yang seperti
pembantu dirumah itu dan ibu itu telah berbohong kepadaku karena sudah jelas
bahwa Kevin ada dirumah.
Perasaanku sungguh sangat
sakit hati, mengapa ia tega sekali berbohong dan tidak ingin menemuiku . Apakah
hubungan kami memang sudah diujung tanduk kehancuran. Ibu itu masuk lagi ke
dalam rumahya. Padahal kemarin malam sudah jelas masih ada rasa care terhadapku
dan ingin menjelaskan kesalahpahaman ini tapi mengapa sikapnya saat ini berubah
dan tidak ingin menemuiku. Mungkin ia marah padaku karena tidak percaya
padanya. Tapi aku juga sakit hati karena sudah jauh-jauh datang, rela pergi
hujan-hujanan dan berjalan kaki pula juga memang banyak sekali pertanyaan dalam
benaku.
“ kok ibu itu bohong sih
put udah jelas banget dia ada di dalam dan itu rumahnya pula “ kata Tania
berbicara sambil mengandeng tanganku untuk pergi dari rumah itu tapi aku tidak
ingin sia-sia untuk datang kerumahnya.
“ Terus kita harus gimana
dong ?” tanya Tania lagi ke padaku
Aku membuka tas sekolahku
dan kukeluarkan selembar kertas file dan pulpen , aku menulis surat itu tapi
tanganku gemetar saat menulis surat itu jadi tulisannya tidak bagus. Surat itu
berisi :
DEAR KEVIN,
TERIMAKASIH KARENA SUDAH
MEMBUAT HARI-HARIKU INDAH, TERIMAKASIH SUDAH MAU MENJADI TEMAN YANG SPESIAL
UNTUKU DAN TERIMAKASIH PULA SUDAH HADIR DI HIDUPKU. AKU TAHU AKU TIDAK SEMPURNA
DAN AKU SANGAT MINTA MAAF, AKU SANGAT MINTA MAAF JIKA AKU BANYAK SALAH . AKU
TAHU KAMU MARAH PADAKU KARENA SIKAPKU JADI AKU SANGAT MINTA MAAF. AKAN KU
KEMBALIKAN KALUNG PEMBERIANMU YANG SUDAH MEMBERIKU SEMANGAT UNTUK TETAP
BERJUANG , AKU TIDAK BISA MENERIMANYA KARENA AKU TIDAK PANTAS DAN KUKEMBALIKAN
JUGA PERASAANKU YANG SUDAH HANCUR PADAMU. ENTAHLAH, APA HUBUNGAN KU DENGANMU.
AKU AKAN MENCOBA UNTUK MELUPAKANMU. TERIMAKASIH .
Dan kuletakan surat
beserta kalung itu didepan pintu rumahnya karena pagarnya tidak terkunci aku
masuk dan meletakan surat itu. Mungkin benar cintaku akan berakhir, cinta
pertamaku yang tidak akan pernah berhasil. Dijalan hujan mulai turun dengan
derasnya sementara aku dan Tania hujan-hujan karena kami bahkan tak membawa
payung. Perasaanku saat ini sangat hancur, air mataku turun tatkala hujan itu
juga turun membasahi pipiku. Tania terus menghiburku sepanjang jalan tapi hanya
luka dan duka yang aku rasakan saat ini.
Hari-hari ini kujalani
dengan sendirian tanpa ada Kevin yang membuatku tertawa, tak menyangka waktu
telah berjalan dengan cepat dan saat ini aku sudah diterima di sebuah
universitas negeri ternama. Aku mengambil jurusan yang aku sukai karena
orangtuaku sudah mengerti dan mengijinkan aku berbuat sesuka hatiku. Apa yang
ku pilih mereka akan mendukungku. Dan Kevin menghilang seperti di telan bumi.
Pagi yang indah itu aku
sudah ada di kampusku,sengaja aku datang pagi-pagi agar aku dapat belajar
terlebih dahulu padahal hari ini tidak ada jadwal kuliah pagi. Aku duduk di
dekat pohon yang menghadap ke danau di kampusku karena tempatnya sangat
sejuk,sepi dan damai. Aku melihat kotak berbentuk hati di bawah bangku itu.
Lalu kubuka isinya, begitu terkejutnya aku ketika melihat isi yang terdapat
dalam kotak berbentuk hati itu. Isi dari kotak itu adalah foto-fotoku bersama
Kevin, sebuah gelang berbentuk bintang dan kalung mutiara itu lalu terdapat
pula surat di dalamnya. Kotak ini pasti dari Kevin yah pasti, tapi aku tak
ingin sakit hati lagi untuk membaca surat nya. Ketika aku melihat foto-fotoku
dengannya sungguh jantungku bertalu-talu menandakan aku memang belum bisa
melupakan nya sampai saat ini pun dan ada perasaan sakit di dalamnya.
Kuberanikan diri untuk
membuka surat itu,
DEAR
PUTRI,
MAAFKAN
AKU ATAS SIKAPKU SELAMA INI TERHADAPMU. AKU TAHU SUDAH BERSIKAP TIDAK ADIL
TERHADAPMU. AKU SUDAH BERBOHONG TERHADAPMU. ITU KARENA AKU HARUS MEMBUAT
KEPUTUSAN SECEPATNYA UNTUK MELINDUNGI KAMU DARI RIZA YANG MENGANCAM AKAN
MENYAKITI KAMU KARENA MEMANG AKU DAN DIA SUDAH DIJODOHKAN KETIKA KAMI MASIH
KECIL WALAU BELUM ADA IKATAN APAPUN TAPI IA SUDAH MELOBI MAMAKU . UNTUK ITULAH AKU PERGI DAN MENJAUH DARIMU.
MAAFKAN AKU. AKU SANGAT MENYESAL. AKU MINTA MAAF. TAPI AKU SUNGGUH SANGAT
MENCINTAIMU. SEMAKIN AKU MELUPAKANMU, SEMAKIN PULA AKU MERINDUKANMU DAN SEMAKIN
AKU TIDAK BISA MELUPAKANMU. DAN UNTUK INILAH AKU MENULIS SURAT UNTUKMU KARENA
AKU TAHU KAU SELALU DATANG KE DANAU INI SETIAP PAGI. JUJUR SAJA AKU SUDAH
MENGAMATIMU DARI KEJAUHAN SELAMA INI. AKU BARU PUNYA KEBERANIAN UNTUK
MENGUNGKAPKAN PERASAAN KU TERHADAPMU BAHWA SUATU SAAT NANTI AKU AKAN BERSAMAMU.
AKU SANGAT YAKIN BAHWA KAULAH TAKDIRKU. DARI PERTAMA KALI AKU MELIHATMU AKU
BISA MENDENGAR SUARA HATIMU DAN HANYA PADAMULAH AKU BISA MENDENGAR APA YANG KAU
FIKIRKAN. AKU JUGA JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA, PERASAANKU JUGA SAMA
SEPERTIMU DAN HANYA KEPADAMULAH PERASAAN INI ADA DAN DUNIA SERASA RUNTUH JIKA
AKU TIDAK BERSAMAMU KARENA INGIN BERSAMAMU. DAN KEBERANIANKU ITULAH AKU HARUS
PERGI DALAM JANGKA WAKTU YANG LAMA , AKU HARUS BERSEKOLAH DI US DAN MENJADI
ORANG YANG SUKSES SUATU HARI NANTI, JUGA BISAKAH ENGKAU MENUNGGUKU JIKA MEMANG
BENAR KITA SUDAH DITAKDIRKAN BERSAMA ? AKU MENCINTAIMU CINTA PERTAMAKU LISTYA PUTRI LARASATI . AKU
AKAN KEMBALI PADAMU UNTUK BERSAMAMU...
Aku
menangis antara bahagia dan sedih mengapa ia tega pergi jika ia memang sudah
punya keberanian untuk berbicara kepadaku dan meminta maaf pada apa yang telah
ia lakukan kepadaku. Ada perasaan senang karena selama ini ia masih sangat
mencintaiku, aku senang sekali karena ia mencintaiku tapi apakah ia akan
benar-benar menepati janjinya dan kembali. Dan berapa lama ia akan pergi ?
Aku
masih memandangi surat itu begitu lama dan kubaca berulang-ulang kali, surat
cinta ku mendapat balasan yang aku sendiri tidak tahu bagaimana dengan
perasaanku terhadapnya kedepannya. Haruskah aku menunggunya atau haruskah aku
melupakannya ? lalu aku memandangi kalung kerang mutiara itu. Kalung yang sudah
membuatku bersemangat untuk hari-hariku yang berat juga aku memandangi gelang
bintang itu. Gelang bintang itu mempunyai makna bahwa orang yang akan pergi
maka akan kembaali secepat mungkin, itulah yang ia bilang waktu itu saat ia
mengasihiku kalung mutiara itu.
“ Beb kamu tahu ga apa itu arti bintang di langit di
atas rumah kita“ katanya padaku saat ia mengantarku pulang ke rumahku dan
melihat banyak bintang di atas langit tapi aku hanya geleng-geleng kepala
“ itu artinya bahwa ada seseorang yang merindukanmu “
jawabnya sambil tersenyum bak malaikat itu padaku
“ tapi kan bintangnya banyak dan kita ga tahu juga
bintang itu buat siapa ?” tanyaku kebingungan
“ berarti banyak orang yang kangen sama kamu . yah
buat yang punya rumah lah “ katanya sambil mengusap-usap kepalaku
“ ah kamu mah gombal, bisa banget. Tau dari mana coba
? “ kataku cekikikan
“ suatu saat aku akan kasih bintang itu buat kamu
supaya kamu ingat bahwa aku selalu merindukanmu “ katanya serius membuat aku
berhenti tertawa. Lalu ia memakaikan kalung kerang mutiara itu padaku membuatku
terheran-heran mengapa ia memakaikanku kalung mutiara bukan bintang
“ loh kirain mau kasih kalung bintang, kok malah
kalung kerang mutiara “ kataku bertanya sesuai yang ada di benakku
“ itu hadiah tahun baru dariku, kalung mutiara itu
juga melambangkan cinta yang abadi “ katanya mengecup bibirku lalu pergi
menstater motornya membuatku mataku melotot.
Ingatan
itu tentangnya sungguh seperti mimpi. Aku ingin sekali kembali kemasa itu.
Kedua benda tersebut kalung mutira dan gelang bintang mempunyai arti yang
berbeda juga pemiliknya ingin agar aku mengingatnya sebagai cinta sejatinya dan
jika aku merindukannya maka aku harus percaya pada bintang itu bahwa suatu saat
ia akan kembali karena bintang itu memancarkan kerinduanya yang terdalam.
“ Terimakasih, aku akan berusaha untuk tetap kuat
menjalani hari-hariku dan tetap bersemangat. Aku akan menunggumu sampai
kapanpun dan hatiku juga perasaanku sudah tertutup hanya untukmu “ Aku
berbicara sambil menitikan air mata kebahagiaan itulah yang akan aku lakukan
selanjutnya, percaya dan akan selalu menunggunya sambil mengengam gelang
bintang dan kalung mutiara itu.
KEMBALI KEPESTA ITU 10 TAHUN MENDATANG
Ia sepertinya berbohong, surat itu telah menipuku
selama 10 tahun. Aku tak tahu mengapa
dan apa yang terjadi disini . Aku menunggunya sudah 10 tahun lamanya menutup
pintu hatiku untuk laki-laki lain dan hanya selalu percaya pada barang-barang
itu gelang bintang dan kalung mutiara itu yang bahkan aku pakai ke pesta
pertunangannya untuk percaya padanya bahwa ia akan kembali bersamaku.
Seharusnya aku sudah bisa menebak akhir dari jalan cerita cinta yang aku nanti.
Pasti ia tidak akan menepati janjinya dan mempunyai wanita lain. Perasaanku
saat ini benar-benar sakit dan kecewa. Walau
sudah 10 tahun sejak kepergiannya, ia tak pernah mengirimiku kabar dari
Amerika tapi aku selalu percaya pada surat dan barang-barang itu dan sekarang
buktinya aku telah dibodohi oleh barang-barang itu. Perasaannya padaku tak
sekuat yang ia bilang yang selalu ia dengung-dengungkan di surat itu. Aku
seperti orang bodoh saja. Bahkan aku berdandan cantik untuk datang ke pesta
yang aku hanya tahu bahwa pesta itu adalah milik bu Vera client ku di
perusahaan tempatku bekerja saat ini yang aku baru tahu bahwa ia lah si Riza
itu karena nama panjang nya ARIZA VERA YUDISTIAR . Seharusnya aku bisa menyadari dari namanya
saja bahwa ialah Riza yang selalu didengungkan dari surat itu bahwa ia akan menyakitiku.
Harusnya aku tahu dari tatapan matanya yang selalu sinis ketika memandangku dan
seharusnya aku bisa sadar mengapa Vera ingin bekerja sama denganku dan mengapa
ia mengundangku ke pertunangannya bahkan yang aku tak tahu siapa calon
tunangannya itu. Aku baru mengerti sekarang. Aku bodoh, aku sangat sangat
bodoh.
Saat
ini aku sedang menatap Kevin. Apa yang akan dia lakukan ketika ia melihatku.
Aku sepertinya sudah pasrah dengan keadaan ini tapi ternyata aku salah. Kevin
ternyata menjatuhkan cincin yang akan ia pakai ke jari manis Vera.Dan keadaan
mulai hening seketika
“ maaf Riza aku
tidak bisa mengikatkan jariku kepadamu. Aku tak ingin mengambil jalan yang
salah dengan bertunangan denganmu “ kata Kevin berbicara jahat seperti itu
terhadap calon tunangannya yang membuat Vera langsung melotot dan mengeluarkan
air matanya dan PLAKK tamparan yang Kevin terima dari wanita yang masih muda
disebelahnya.
“ mama “ kevin berkata dan ia sangat shock ditampar
oleh mamanya yang ternyata masih terlihat awet muda itu
“ Kau pantas mendapatkan itu . Ada apa kau ingin
membatalkan pertunangan ini hah.. apa kau mau menghancurkan perusahaan dan
bisnis keluarga juga mau ditaruh dimana muka keluarga kita “ kata mama nya
“ Me..mengapa kau tega sekali mengatakan hal seperti itu terhadapku “ kata Vera sambil
mengepalkan kedua tangannya sambil menangis
“ itu karena aku tak menyukaimu dan mengapa kau selalu
memaksaku“ sahut kevin tiba-tiba dan kali ini PLAKK suara tamparan laki-laki
paruh baya menampar pipi vera yang seperti nya adalah ayahnya
“ sudah ku bilang ia tidak mencintaimu mengapa kau dan
ibumu selalu memaksa pertunangan ini, apa kau tahu arti dari pertunangan itu
dan harga diri..” belum sepat ayahya berbicara Vera memotongnya
“ AAAAAAAAAAAAA AYAH AAAAAAAAAAA KEVIN AAA” katanya berteriak histeris sambil menangis
sambil mengacak semua barang yang ada disitu termaksud tatanan rambutnya yang
indah lalu ia pingsan seketika.
Aku
sangat prihatin dengan apa yang terjadi tapi hatiku sangat puas dan lega sekali
karena Kevin tidak jadi bertunangan begitupun dengan para tamu, tentu sangatlah
sangat shock dari apa yang terjadi. Karena apa yang kami dengar bahwa Vera dan
Mamanya yang memaksa pertunangan, pertunangan batal karena Kevin tidak
mencintai Vera dan Perusahaan milik Kevin diancam kehancuran.
Aku
pulang kerumahku setelah kejadian tadi sedangkan Kevin dan keluarganya membawa
Vera ke rs. Entah mengapa mereka membawanya ke rs padahal Verakan hanya pingsan
saja. Aku juga belum bisa untuk mengobrol dengan Kevin. Tapi walaupun seperti
itu aku senang karena setelah sepuluh tahun lamanya aku bisa melihatnya lagi
walau ada perasaan sakit hati tapi aku mengerti mengapa semua ini terjadi.
Sore
itu setelah pulang kerja, aku ke cafe tempat 10 tahun lalu aku bertemu dengan
Kevin,. Suasananya masih sama seperti dulu hanya ada beberapa dekorasi yang
berubah. Aku juga sering mengunjungi cafe itu jika aku kangen dengan Kevin dan
hanya cafe itulah kenanganku bersamanya. Aku memesan coffe late lalu duduk di
tempat biasa aku duduk, terdengar alunan musik yang membuat suasana cafe ini
sangat nyaman.
Aku membayangkan, andaikan Kevin disini bersamaku dan
ku bisa mengobrol banyak denganya tapi sepertinya ia sudah lupa dengan cafe ini.
Aku ingin hendak pergi karena aku mengharapkan hal yang tidak pernah terjadi.
Kevin menemuiku di cafe itu dan setelah aku berdiri keinginanku menjadi
kenyataan. Kevin berdiri di depanku dan tersenyum bak malaikat itu. Refleks
akupun duduk kembali.
“ Hallo Putri,
apa kabar ?“ katanya basa-basi padaku.
Jujur saja aku sangat gugup dan tidak tahu untuk
bicara apa padahal banyak sekali pertanyaan yang kupendam dalam benaku dan
jantungku yaampun berdetak semakin kencang saja.
“ baik, kamu sendiri apa kabar “ kataku berbicara tak
enak karena pembicaraan yang membosankan ini
“ sudahlah jangan gugup dan bicaralah apa yang ingin
kau bicarakan “ katanya sambil mengangkat sebelah alisnya.
“ aku tidak suka pembicaraan seperti ini “ kataku
terus terang
“ aku juga, tapi kan kita baru bertemu setelah 10
tahun wajar jika aku menanyakan kabarmu“ ia berkata seolah tidak terjadi
apa-apa seharusnya ia sadar mengapa ia tidak menghubungiku selama ini.
“ maaf aku tidak memberi kan kabar apapun kepadamu “
katanya bicara biasa saja seolah itu hanya masalah kecil dan bisa diatasi
secepat mungkin tapi perasaanku kacau sekali selama ini menunggu yang tidak
pasti seperti ini.
“ aku tahu ini sulit tapi aku bisa jelaskan semuanya “
katanya lagi
Lagi-lagi ia mendengar apa yang ada di fikiranku
“ iya aneh bukan setelah lama tak bertemu aku masih
bisa membaca suara hatimu “ katanya sambil tertawa. Apa mungkin ia adalah
takdirku, apakah itu mungkin jika ia belahan jiwaku sampai bisa membaca
fikiranku
“ mungkin saja aku takdirmu “ katanya lagi
terus-terusan sambil nyengir berbicara sedangkan dari tadi aku hanya diam saja
tapi kan setiap orang punya kelebihan sendiri-sendiri dan siapa tahu ada juga
orang yang bisa baca fikiranku dan tentunya masa aku harus bilang kalau orang
itu takdirku sih bagaimana kalau orang itu sudah tua atau jelek.
“ Hey aku bisa mendengarnya. Bicaralah . Aku hanya
bisa mendengar suara hatimu lalu apa lagi kalau kau bukan takdirku “ sahutnya
kemudian
“ Baiklah ceritakan semuanya dan jelaskan, kemana kau
selama sepuluh tahun dan mengapa menyuruhku untuk menunggumu dan mengapa kau
tidak memberiku kabar juga mengapa tiba-tiba kau bertunangan dengan Vera dan
tolong jelaskan semuanya itu membuatku pusing “ kataku berbicara menyerocos
pertanyaan yang mengalir langsung dari otaku yang berputar ini.
Ia terkekeh
“ kau ini cerewet sekali. Kan aku sudah menjelaskan
kepadamu disurat itu bahwa tujuan aku pergi untuk sekolah dan ibuku ingin agar
aku menjauhimu “ katanya yang oke itu aku sudah tahu lalu mengapa ia tidak
memberiku kabar dan menyuruhku menunggunya.
“ itu karena aku tak ingin orang yang kusayangi di
hancurkan oleh mereka yang jahat “ aku baru ngeh maksudnya itu bahwa Kevin tak
ingin agar aku disakiti oleh Vera dan Mamahnya tapi semua itu tak cukup untuk
membuatku percaya padanya.
“ itu karena mereka mengancamku jika sekali saja aku
menghubungimu maka mereka akan menyakitimu untuk itulah aku menulis surat itu
agar kau selalu percaya padaku”
“ lalu bagaimana jika aku tak percaya padamu dan
melupakanmu karena kau tak memberiku kabar “ kataku
“ tapi aku rasa kau tak bisa melupakanku bukan begitu ?” tanyanya padaku yang well dia tepat
sekali karena kedua benda itu tapi mengapa mereka masih bisa memintanya untuk
bertunangan apakah perasaannya telah berubah padaku
“ perasaanku saat ini masih sama seperti 10 tahun
lalu. Aku tidak pernah bisa melupakanmu “ deg jantungku berdetak bertalu-talu
ada perasaan bahagia juga perasaan senang kepadanya
“ itu karena mereka terus-terusan memaksaku, aku terus
mengulur waktuku untuk itu maka baru sekarang pertunangan itu dan tentunya
batal juga kan . Maafkan aku, aku minta maaf tapi keadaan yang harus memaksaku
“ katanya yang membuatku juga bersimpati padanya
“ Yang penting sekarang aku menepati janjiku kembali
dan maafkan aku atas sikapku padamu “ katanya memegang tanganku dan mengecupnya
“ aku selalu menantimu dan bertanya kapan hari ini
akan tiba dan terimakasih kau sudah menepati janjimu padaku untuk kembali dan
mencintaiku lagi “ kataku yang membuat kami tersenyum.
Aku
diantar pulang dengan Mercedez Benc nya . Penampilannya saat ini sangat jauh
berbeda. Dulu ia memakai motor dan sekarang mobil tapi mungkin keadaan ini
entah akan berlangsung sampai kapan karena mungkin perusahaan miliknya akan
bangkrut tapi menurutku tak masalah asal ia mau berusaha lagi dari nol karena
tentu suntikan dana tidak jadi dilakukan karena ia tak jadi bertunangan dengan
Vera tapi aku juga turut prihatin dengan keluarganya yang biasa hidup mewah
bergelimpangan harta tapi semua itu masih bisa diperbaiki asal kami menemukan
orang yang mau menyuntikan dana perusahaan.
Walau mamanya masih
bersikap dingin pada kami. Tapi kami juga tidak buru-buru untuk menikah,
sebenarnya aku selalu mendapat teror dari Vera dan ia juga memutuskan bekerja
sama dengan tempatku bekerja tapi fikiran itu selalu kubuang jauh-jauh agar
Kevin tidak membacanya. Tapi mungkin kebahagiaan kami memang cukup sampai
disini karena aku sakit.
Aku ini lemah dan memang
dari aku lahir aku mempunyai kelainan katup jantung untuk itulah aku suka dunia
kesehatan dan orangtuaku sangat protektif padaku dan ingin yang terbaik untuku
dengan menyekolahkan di dunia kesehatan. Aku bisa hidup sampai sekarang karena
obat-obatan yang aku minum dan aku tak tahu apakah Kevin mengetahui ini dan
membaca fikiranku sebelumnya, ia tak pernah bertanya dan aku juga tak
menceritakan pada kalian penyakitku ini karena memang aku seperti orang sehat
sampai saat ini dan penyakitku tidak kambuh, tapi saat ini dadaku sesak sekali.
Kami sedang berada di Bandung disebuah bukit untuk
melihat sunset dengan taman yang indah yang dipenuhi bunga dan alang-alang
diskeliling kami. Kami saling bercanda dan tertawa riang dan rasanya sangat
damai sekali, aku bisa memandangi wajah yang bak seperti malaikat itu. Kenangan
yang kita lalui, coffe,kalung mutiara,gelang bintang,surat,danau dan cafe
menjadi tempat kenangan kita selama ini. Aku sangat bersyukur karena aku bisa
hidup sampai saat ini.
“ ambilah ini “ kataku memakaikan gelang bintang itu
pada Kevin agar ia selalu mengenangku dan percaya bahwa suatu hari kami akan
bersama. Tapi ia diam saja
“ aku mencintaimu “ kataku berbisik pada Kevin saat
kami tiduran dan aku menyender kepundaknya memandang ke atas langit yang mulai
tampak akan berganti menjadi malam. Aku tahu Kevin pasti dapat merasakannya
karena ia seperti menahan tangisnya . Aku memakai kalung mutiara itu. Aku
kemudian menutup mataku. Suatu saat kita pasti akan bersama-sama lagi. Maaf aku
harus pergi seperti ini, setelah menunggumu lama seharusnya aku bisa bertahan
lebih lama lagi. Maafkan aku Kevin. Maafkan aku telah pergi. Karena You are my destniny
“ Selamat jalan Putri. My lovely girl and my destiny.
Dikehidupan selanjutnya kita akan bersama. I love you My girl “ kata Kevin
berbicara sambil menciumi kepala putri karena tak sanggup untuk kehilangan
orang yang dicintainya.
“ Lihatlah Putri bintang itu akan selalu bersinar
dihatiku “
TAMAT.
Sebenernya pengen deh ngepanjangin ceritanya gitu biar
sampe mendetail gimana si Putri bisa sampai sakit dan gimana si Riza atau Vera neror
si Putri, pasti seru kalau ada adegan fitnah-fitnahan ya dan gimana selanjutnya
sama perusahaannya Kevin. Tapi udah bad banget duluan bikin ceritanya . Aku mah
ogah-ogahan, yang penting ceritanya selesai. Yang kita tahu pada akhirnya Kevin
menjalani harinya sendirian sampai ajal hidupnya. Selalu percaya pada gelang
bintang itu di hatinya. Terimakasih telah membaca ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar